Di Usia 15 Tahun Remaja Berdarah Indonesia Jadi Mahasiswa Kedokteran

Siswanto, ABC

Senin, 28 Maret 2022 | 14:41 WIB
Di Usia 15 Tahun Remaja Berdarah Indonesia Jadi Mahasiswa Kedokteran
Ilustrasi dokter dan tenaga medis. (Unsplash/National Cancer Institute)

Suara.com - Di usia yang baru ke-15 tahun, Peter Susanto, anak pasangan asal Indonesia yang sekarang tinggal di Darwin, Australia Utara,sudah menjadi seorang mahasiswa kedokteran.

Peter adalah anak tertua dari pasangan Henri dan Lenny Susanto yang sebelumnya pernah tinggal di Adelaide, Australia Selatan.

Baik Henri dan Lenny melihat bahwa putra mereka Peter memiliki tingkat kecerdasan tinggi ketika dia bisa menerjemahkan kata-kata dari Bahasa Indonesia ke dalam bahasa Inggris di saat masih berusia dua tahun.

Tiga belas tahun kemudian, Peter duduk di bangku kuliahdiCharles Darwin University untuk bisa menjadi seorang dokter.

"Menjadi seorang dokter adalah impian saya untuk bisa membantu orang lain dan juga adalah tantangan," kata Peter.

Ia sebelumnyapernah mengikutiprogram bernama "Child Genius"yang diselenggarakan jaringan televisi SBS di Australia.

Dalam lomba untuk menemukan siapa yang paling jenius di kalangan anak-anak berusia 9 sampai 12 tahun di tahun 2018 tersebut, Peter menduduki peringkat ketiga.

Setelah itu, Peter terlibat banyak kegiatan lain di saat sedang sekolah diHaileyburty Rendall, salah satu sekolah swasta ternama di Darwin.

Tahun lalu, Peter mendapatkan skor 99,60 untuk Sertifikat Lulusan Sekolah Menengah di Australia yang dikenal dengan nama ATAR dan menjadi siswa terbaik di sekolahnya.

baca juga

ATAR adalah nilai yang digunakan untuk menentukan masuknya siswa ke perguruan tinggi.

Nilai ATAR tertinggi yang bisa dicapai siswa di Australia adalah 99,95.

Peter mengatakan walau usianya baru 15 tahun, dia sudah siap untuk menjadi mahasiswa, baik secara akademis maupun saat nanti bergaul bersama mahasiswa lain.

"Orang tua saya maupun sekolah sudah mempersiapkan saya dengan baik, dalam soal bergaul dengan yang lain, juga memperkenalkan saya dengan siswa lain yang lebih tua.

"Saya punya keterampilan untuk menjadi tidak berbeda dengan yang lain selama di universitas," katanya.

"

"Saya siap untuk menjadi dokter."

"

'Tidak ada gunanya pintar kalau tidak bisa menerapkan ilmu'

Orang tua Peter, Henri dan Lenny Susanto mengatakan keberhasilan putranya adalah hasil dari nilai-nilai yang mereka tanamkan sejak kecil, kehidupan bersama dalam keluarga dan juga kerja keras anaknya.

"Saya berani mengatakan saya tidak pernahmelihat ada anak lain yang belajar begitu giat sepanjang tahun kemarin," kata Henri.

Menurut penuturan Lenny kepada wartawan ABC Indonesia Sastra Wijaya, mereka sekeluarga mendukung cita-cita Peter untuk menjadi dokter.

"Dia semakin mantap mau menjadi dokter setelah belajar ilmu tentang otak [ilmu saraf]untuk [berpartisipasi dalam]'Brain Bee Challenge'.

"Dia tertarik dengan cara kerja otak. Peter sadar kalau dia tahu bagaimana otak bekerja, dia bisa membantu menyelesaikan misteri tentang manusia," kata Lenny.

Rata-rata mereka yang tamat sekolah menengah di Australia berusia antara 18-19 tahun, dan menurut Lenny, Peter memangbeberapa kali loncat kelas ketika masih SD, sehingga tamat SMA di usia 15 tahun.

"Peter loncat kelastiga tahun. Waktu di SD, loncat dari kelas 2 langsung ke kelas 4. Terus pindah sekolah dan langsung naik ke kelas 5. Di kelas 6 di paruh waktu keempat, dinaikkan lagi ke kelas 7," kata Lenny.

Lenny mengaku bangga karenaPeter adalah anak yang selalu berusaha mengerjakan yang terbaik dari hari ke hari.

"

"Di SMA, Peter selalu nomor satu di semua mata pelajaran. Dia belajar keras dan selalu termotivasi untuk menjadi lebih baik dari kemarin," kata Lenny.

"

Menurut ayahnyanilai lain yang mereka ajarkan ke anak-anak adalah untuk bersikap sosial.

"Dalam perjalanan liburan, misalnya, kami selalu memberikan mereka pengalaman lain seperti kalau ke Indonesia, kami selalu mengunjungi panti asuhan," kata Henri.

Menurutnya, anak mereka diharapkan akan bisa memberikan kontribusi positif kepada masyarakat sekelilingnya.

"Tidak ada gunanya pintar, kalau kita tidak bisa menerapkan ilmu yang dipunyai dan tidak bisa memberikan kontribusi kepada masyarakat," katanya.

Apa cita-cita Peter selanjutnya?

Dosen senior Charles Darwin UniversityDr Sufyan Akram sudah terkesan dengan mahasiswa termuda di universitas tersebut.

"Dia masih muda dan memiliki latar belakang akademik yang bagus, dan seseorang yang memiliki kemampuan seperti Peter tidak akan mengalami masalah di universitas," kata Dr Akram.

Dr Akram berharap apa yang dilakukan Peter akan memberikan inspirasi bagi yang lain untuk menjadi dokter dan bekerja di negara bagian Australia Utara.

"

"Tujuan kami adalah memperluas penerimaan siswa, agar lebih banyak yang masuk jurusan kedokteran, mendapat pelatihan dan bekerja di kawasan pedesaan dan pedalaman di seluruh Australia Utara," kata Dr Akram.

"

Peter diperkirakan akan menjadi dokter di usia 21 tahun.

"Setelah itu saya akan bekerja dengan pemerintah Australia Utaraselama empat tahun, dan setelah selesai, saya akan tetap tinggal dan bekerja di Darwin, karena komunitas di sini menyenangkan," katanya.

Artikel ini diproduksi dari laporanABC Newsdalam bahasa Inggris

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

7 Cara Membedakan Tas Goyard Asli dan KW Super, Jangan Tertipu Motif

7 Cara Membedakan Tas Goyard Asli dan KW Super, Jangan Tertipu Motif

Lifestyle | Kamis, 29 Oktober 2026 | 08:10 WIB

5 Moisturizer Niacinamide untuk Usia 40 Tahun, Samarkan Flek Hitam dan Kerutan

5 Moisturizer Niacinamide untuk Usia 40 Tahun, Samarkan Flek Hitam dan Kerutan

Lifestyle | Kamis, 29 Oktober 2026 | 08:00 WIB

Teknologi AI Lokal Bidik Industri Kreatif, dari Pengembangan Ide hingga Produksi Video

Teknologi AI Lokal Bidik Industri Kreatif, dari Pengembangan Ide hingga Produksi Video

Tekno | Kamis, 29 Oktober 2026 | 07:58 WIB

Gerak Cepat! Pasukan Oranye Sapu Bersih 26 Ton Sampah di Bundaran HI Pasca Demo

Gerak Cepat! Pasukan Oranye Sapu Bersih 26 Ton Sampah di Bundaran HI Pasca Demo

News | Kamis, 29 Oktober 2026 | 07:45 WIB

Laba Bank Jago Meroket 50 Persen Jadi Rp298 Miliar hingga Kuartal III-2026

Laba Bank Jago Meroket 50 Persen Jadi Rp298 Miliar hingga Kuartal III-2026

Bisnis | Kamis, 29 Oktober 2026 | 07:37 WIB

Urutan Skincare Pagi untuk Anak Sekolah agar Wajah Cerah dan Segar

Urutan Skincare Pagi untuk Anak Sekolah agar Wajah Cerah dan Segar

Lifestyle | Kamis, 29 Oktober 2026 | 07:29 WIB

Bos BEI Tertarik BUMN Hasil Restrukturisasi Danantara Bisa Melantai di Bursa

Bos BEI Tertarik BUMN Hasil Restrukturisasi Danantara Bisa Melantai di Bursa

Bisnis | Kamis, 29 Oktober 2026 | 07:23 WIB

Sopir Angkot Kritik Prabowo: MBG Buang-buang Makanan, BPJS Bikin Warga Gagal Berobat!

Sopir Angkot Kritik Prabowo: MBG Buang-buang Makanan, BPJS Bikin Warga Gagal Berobat!

News | Kamis, 29 Oktober 2026 | 06:55 WIB

Dihadiri Titiek Soeharto, Momen Prabowo Pimpin Siswa SD Gaungkan Sumpah Pemuda di Perpustakaan

Dihadiri Titiek Soeharto, Momen Prabowo Pimpin Siswa SD Gaungkan Sumpah Pemuda di Perpustakaan

News | Kamis, 29 Oktober 2026 | 07:00 WIB

4 Shio Paling Beruntung 29 Oktober 2026: Bisnis Lancar dan Finansial Aman

4 Shio Paling Beruntung 29 Oktober 2026: Bisnis Lancar dan Finansial Aman

Lifestyle | Kamis, 29 Oktober 2026 | 06:51 WIB

Terkini

7 Cara Membedakan Tas Goyard Asli dan KW Super, Jangan Tertipu Motif

7 Cara Membedakan Tas Goyard Asli dan KW Super, Jangan Tertipu Motif

Lifestyle | Kamis, 29 Oktober 2026 | 08:10 WIB

Perlukah Indonesia Punya UU Anti-Perundungan? Ini Aturan yang Sudah Ada dan Tantangannya

Perlukah Indonesia Punya UU Anti-Perundungan? Ini Aturan yang Sudah Ada dan Tantangannya

News | Kamis, 29 Oktober 2026 | 08:05 WIB

5 Moisturizer Niacinamide untuk Usia 40 Tahun, Samarkan Flek Hitam dan Kerutan

5 Moisturizer Niacinamide untuk Usia 40 Tahun, Samarkan Flek Hitam dan Kerutan

Lifestyle | Kamis, 29 Oktober 2026 | 08:00 WIB

Room No. 7: Saat Persoalan Finansial Mengikis Moral dan Empati Seseorang

Room No. 7: Saat Persoalan Finansial Mengikis Moral dan Empati Seseorang

Your Say | Kamis, 29 Oktober 2026 | 08:00 WIB

Kotak Rokok Berisi Sabu, Kurir Sistem Tempel Tak Berkutik Dicegat Polisi di Kedaton

Kotak Rokok Berisi Sabu, Kurir Sistem Tempel Tak Berkutik Dicegat Polisi di Kedaton

Lampung | Kamis, 29 Oktober 2026 | 07:59 WIB

Teknologi AI Lokal Bidik Industri Kreatif, dari Pengembangan Ide hingga Produksi Video

Teknologi AI Lokal Bidik Industri Kreatif, dari Pengembangan Ide hingga Produksi Video

Tekno | Kamis, 29 Oktober 2026 | 07:58 WIB

Topeng Alim Pembunuh Ibu-Anak Asal Madiun: Ikut Yasinan Warga Sebelum Diciduk di Jombang

Topeng Alim Pembunuh Ibu-Anak Asal Madiun: Ikut Yasinan Warga Sebelum Diciduk di Jombang

Jatim | Kamis, 29 Oktober 2026 | 07:54 WIB

Jangan Tunggu Korban Berjatuhan! Sarif Abdillah Desak Pemda Ubah Total Cara Tangani Bencana

Jangan Tunggu Korban Berjatuhan! Sarif Abdillah Desak Pemda Ubah Total Cara Tangani Bencana

Jawa Tengah | Kamis, 29 Oktober 2026 | 07:48 WIB

Gerak Cepat! Pasukan Oranye Sapu Bersih 26 Ton Sampah di Bundaran HI Pasca Demo

Gerak Cepat! Pasukan Oranye Sapu Bersih 26 Ton Sampah di Bundaran HI Pasca Demo

News | Kamis, 29 Oktober 2026 | 07:45 WIB

Hilangkan Nyawa Ibu Kandung, Oknum Polda Riau Terancam Dipecat

Hilangkan Nyawa Ibu Kandung, Oknum Polda Riau Terancam Dipecat

Riau | Kamis, 29 Oktober 2026 | 07:40 WIB

×