Profil Musni Umar, Rekrot UIC yang Gelar Profesornya Dituding Palsu

Farah Nabilla

Selasa, 29 Maret 2022 | 15:53 WIB
Profil Musni Umar, Rekrot UIC yang Gelar Profesornya Dituding Palsu
Musni Umar. (Twitter/@musniumar)

Suara.com - Berikut ini profil Musni Umar. Rektor Universitas Ibnu Chaldun ini diperiksa Polda Metro Jaya menyusul adanya laporan tentang gelar profesor palsu.

Nama Musni Umar langsung "melesat" dalam beberapa hari terakhir. Hal itu berkaitan dengan tuduhan gelar profesor palsu yang dialamatkan kepadanya.

Secara resmi Musni Umar dilaporkan ke polisi oleh Direktur Pascasarjana Institut Agama Kristen Tarutung Sumatera Utara berinisial YLH. Laporan tersebut diterima dan teregistrasi dengan Nomor: LP/B/409/2022/SPKT/Polda Metro Jaya tanggal 24 Januari 2022.

Musni Umar kemudian mendatangi Polda Metro Jaya pada Senin (28/3/22). Musni Umar menyebut bahwa dirinya datang untuk melakukan klarifikasi tentang adanya laporan bahwa dirinya merupakan profesor gadungan.

Musni Umar membantah bahwa dirinya merupakan profesor gadungan. Dia mengklaim mendapat gelar profesor dari Universitas Ibnu Chaldun dan Asia University, Malaysia. Musni Umar pun mengaku tak kenal YLH sebagai pelapornya.

"Saya tidak tahu juga karena orang itu saya nggak kenal, tidak pernah berhubungan. Tiba-tiba saja dia menyampaikan surat ke presiden, ke Ketua MPR, seluruh pejabat tinggi termasuk gubernur DKI," kata Musni Umar terkait sosok yang melaporkannya ke Polda Metro Jaya.

Sebelum adanya kasus ini, Musni Umar sejatinya sudah punya nama. Dia pernah jadi bagian dari Partai Golkar. Berikut ini profil Musni Umar.

Profil Musni Umar

Musni Umar merupakan sosok pria asal Sulwesi, tepatnya Kota Kendari, Sulawesi Tenggara. Mengutip laman Musni Umar Research and Cunsulting, Musni Umar merupakan sosok yang aktif dalam berorganisasi sejak sekolah hingga kuliah.

baca juga

Dia mendapat gelar sarjana hukum dari Fakultas Hukuum dan Ilmu Pengetahuan Kemasyarakatan, Universitas Islam Jakarta (UIJ). Lalu gelar S2 atau Master of Sciense (M.Si) didapat dari fakultas Sosiologi Politik, Universitas Indonesia.

Musni Umar melanjutkan pendidikan doktoral di Universitas Kebangsaan Malaysia dengan bimbingan Prof.Dr.Kamaruddin M.Said. Sosok ini begitu dikaguminya krena meraih gelar Ph.D dari Universitas Harvard, Amerika Serikat.

Karir Politik

Musni Umar pernah berada dalam panggung politik. Dia pernah diajak Fahmi Idris dan Fadil Muhammad untuk gabung di DPP Golkar. Musni Umar menjabat sebagai sekretaris departemen koperasi dan wiraswasta merangkap anggota koordinator tim ekonomi  DPP Golkar. 

Musni Umar pernah menjadi anggota DPR RI dari daerah pemilihan Sulawesi Utara pada tahun 1997. Ketika menjadi anggota DPR Ri, dia pernah mendirikan Ponpes Hubbul Wathan di Kabupaten Konawe. Musni Umar menjabat sebagai ketua dewan Ponpes Hubbul Wathan hingga sekarang.

Penulis Buku

Musni Umar bukan saja hobi bersosial media. Dia tercatat pernah menulis beberapa buku, mulai tahun 2002 hingga 2014 lalu. Buku yang ditulisnya adalah Jokowi Satrio Piningit Indonesia (2014), Korupsi di Era Demokrasi (2013), Menjadi Manusia Paripurna (2013), Demokrasi Perubahan dan Pembangunan di DKI Jakarta (2012),  Demokrasi dan Islam Di Kalangan Orang-orang Miskin (2011). 

Lalu ada Membangkitkan Memori Kolektif Indonesia Malaysia (Editor bersama Pudentia, 2011),  Soft Power Approach Indonesia-Malaysia (2011), Islam Dan Demokrasi Di Indonesia Kemenangan Abangan dan Sekuler (2004),  Alqur’an, Demokrasi Politik & Ekonomi (2003), Korupsi Musuh Bersama (Editor, 2004), DPRD di Era Otonomi Daerah (2003) dan Aceh Win-win Solution (2002).

Gelar Profesor tidak tercatat di Keputusan Presiden atau Menteri

Musni mengakui jika gelar profesornya memang tidak tercatat pada keputusan presiden atau menteri. Namun, dia tidak terima jika disebut sebagai profesor palsu.

Ia mengklaim gelar profesor tersebut dia peroleh dari UIC dan Asia University, Malaysia.

"Tapi bukan berarti dia itu gadungan. Sama sekali tidak ada unsur penipuan, tidak ada yang dirugikan. Bahkan sejak saya pimpin, UIC berkembang luar biasa. Tadinya dari 300 mahasiswa, sekarang tercatat dan aktif 2.751," katanya.

Musni Umar juga mengaku tidak mengenal YLH selaku pihak yang melaporkan dirinya ke polisi.

"Saya tidak tahu juga karena orang itu saya nggak kenal, tidak pernah berhubungan. Tiba-tiba saja dia menyampaikan surat ke presiden, ke Ketua MPR, seluruh pejabat tinggi termasuk gubernur DKI," imbuh Musni Umar.

Itulah profil Musni Umar yang belakangan status profesornya dipertanyakan.

Kontributor : Lukman Hakim

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Rekam Jejak Musni Umar yang Tersandung Tuduhan Profesor Palsu, Pernah Tulis Buku Jokowi Satrio Piningit Indonesia

Rekam Jejak Musni Umar yang Tersandung Tuduhan Profesor Palsu, Pernah Tulis Buku Jokowi Satrio Piningit Indonesia

Bogor | Selasa, 29 Maret 2022 | 08:16 WIB

Tersandung Tuduhan Profesor Palsu, Rektor UIC Musni Umar Akui Gelarnya Tak Tercatat Di Keputusan Presiden Atau Menteri

Tersandung Tuduhan Profesor Palsu, Rektor UIC Musni Umar Akui Gelarnya Tak Tercatat Di Keputusan Presiden Atau Menteri

News | Selasa, 29 Maret 2022 | 07:37 WIB

Rektor Universitas Ibnu Chaldun, Musni Umar Diperiksa Polisi Terkait Dugaan Kasus Profesor Gadungan

Rektor Universitas Ibnu Chaldun, Musni Umar Diperiksa Polisi Terkait Dugaan Kasus Profesor Gadungan

News | Selasa, 29 Maret 2022 | 00:03 WIB

Menangis di Atas Mimbar, Begini Orasi Ilmiah Pengukuhan Guru Besar Syahrul Yasin Limpo

Menangis di Atas Mimbar, Begini Orasi Ilmiah Pengukuhan Guru Besar Syahrul Yasin Limpo

Sulsel | Kamis, 17 Maret 2022 | 14:00 WIB

Banyak Dapat Ilmu di Warung Kopi, Syahrul Yasin Limpo: Saya Profesor Lapangan

Banyak Dapat Ilmu di Warung Kopi, Syahrul Yasin Limpo: Saya Profesor Lapangan

Sulsel | Kamis, 17 Maret 2022 | 11:31 WIB

Terkini

Hotman Paris: Rumah Sentul Milik Eks Jampidsus Febrie Adriansyah, Tapi Isinya Milik Orang Lain

Hotman Paris: Rumah Sentul Milik Eks Jampidsus Febrie Adriansyah, Tapi Isinya Milik Orang Lain

Bogor | Jum'at, 17 Juli 2026 | 23:45 WIB

Didampingi Hotman Paris, Eks Jampidsus Febrie Adriansyah Lolos dari Penahanan Usai Diperiksa 10 Jam

Didampingi Hotman Paris, Eks Jampidsus Febrie Adriansyah Lolos dari Penahanan Usai Diperiksa 10 Jam

Jabar | Jum'at, 17 Juli 2026 | 23:04 WIB

Dosen UGM Diancam Sebar Data Pribadi hingga Dilacak Lewat Google Maps Usai Kritik Menteri PU

Dosen UGM Diancam Sebar Data Pribadi hingga Dilacak Lewat Google Maps Usai Kritik Menteri PU

News | Jum'at, 17 Juli 2026 | 23:03 WIB

Hadiri Rakorwil PSI Bengkulu, Kaesang Pangarep: Masa Gajah Kalah dari yang Lain?

Hadiri Rakorwil PSI Bengkulu, Kaesang Pangarep: Masa Gajah Kalah dari yang Lain?

News | Jum'at, 17 Juli 2026 | 22:59 WIB

Balita Tewas Diduga Dianiaya Ibu Tiri, Kemen PPPA Usul Asesmen Pengasuhan Sebelum Menikah

Balita Tewas Diduga Dianiaya Ibu Tiri, Kemen PPPA Usul Asesmen Pengasuhan Sebelum Menikah

News | Jum'at, 17 Juli 2026 | 22:57 WIB

Terekam CCTV dan Viral di Medsos, Remaja Pengancam Pakai Golok di Citeureup Diringkus Polisi

Terekam CCTV dan Viral di Medsos, Remaja Pengancam Pakai Golok di Citeureup Diringkus Polisi

Bogor | Jum'at, 17 Juli 2026 | 22:56 WIB

Terima Bos Blueray Divonis 2 Tahun Penjara, KPK Ogah Ajukan Banding

Terima Bos Blueray Divonis 2 Tahun Penjara, KPK Ogah Ajukan Banding

News | Jum'at, 17 Juli 2026 | 22:45 WIB

IPC TPK Catat Arus Peti Kemas Tumbuh 7 Persen Sepanjang Semester I 2026

IPC TPK Catat Arus Peti Kemas Tumbuh 7 Persen Sepanjang Semester I 2026

Bisnis | Jum'at, 17 Juli 2026 | 22:37 WIB

Cara Belanja di Singapura dan Jepang Pakai BRImo, Tanpa Tukar Mata Uang

Cara Belanja di Singapura dan Jepang Pakai BRImo, Tanpa Tukar Mata Uang

Bri | Jum'at, 17 Juli 2026 | 22:25 WIB

Mario Aji dan Veda Ega Ajak Masyarakat Ramaikan Gelaran MotoGP Mandalika 2026

Mario Aji dan Veda Ega Ajak Masyarakat Ramaikan Gelaran MotoGP Mandalika 2026

Sport | Jum'at, 17 Juli 2026 | 22:24 WIB

×