Setengah Pemilik Kripto Pemain Baru, Terbanyak dari Brasil dan Indonesia

Siswanto, Deutsche Welle

Rabu, 06 April 2022 | 13:59 WIB
Setengah Pemilik Kripto Pemain Baru, Terbanyak dari Brasil dan Indonesia
DW

Suara.com - Hampir setengah dari semua pemilik kripto membeli mata uang digital ini untuk pertama kalinya pada tahun 2021. Indonesia dan Brasil disebut jadi negara dengan pemilik baru mata uang kripto paling banyak.

Berdasarkan survei terbaru dari bursa cryptocurrency atau mata uang kripto di Amerika Serikat (AS), Gemini, menunjukkan hampir setengah dari semua pemilik mata uang kripto di AS, Amerika Latin, dan Asia Pasifik membeli aset digital ini untuk pertama kalinya pada tahun 2021.

Survei dilakukan terhadap hampir 30.000 responden di 20 negara, yang dilakukan antara November 2021 dan Februari 2022.

Survei tersebut menunjukkan bahwa tahun 2021 adalah tahun blockbuster untuk kripto, di mana inflasi mendorong adopsi mata uang tersebut di negara-negara yang mengalami devaluasi mata uang.

Brasil dan Indonesia menjadi negara yang mengadopsi mata uang kripto paling banyak, demikian menurut laporan Gemini.

Sebanyak 41% orang yang disurvei di negara-negara tersebut melaporkan kepemilikan kripto, jauh lebih banyak dibandingkan dengan di AS sebanyak 20% dan di Inggris sebanyak 18%.

Investasi jangka panjang Survei menemukan bahwa 79% orang yang melaporkan memiliki kripto tahun lalu mengatakan mereka memilih untuk membeli aset digital untuk potensi investasi jangka panjang mereka.

Sementara hanya 17% orang Eropa yang melaporkan bahwa mereka memiliki aset digital ini pada tahun 2021.

Lebih lanjut, hanya 7% dari orang-orang yang saat ini tidak memiliki mata uang kripto mengatakan bahwa mereka bermaksud membeli mata uang kripto di waktu mendatang.

baca juga

Masih harus dilihat apakah momentum adopsi masih terus berlangsung tahun ini.

Mata uang kripto tak kenal inflasi?

Orang-orang yang saat ini tidak memiliki mata uang kripto dan tinggal di negara-negara yang telah mengalami devaluasi mata uang terhadap dolar AS lebih dari lima kali lebih mungkin untuk mengatakan bahwa mereka berencana untuk membeli kripto yang tidak terpengaruh oleh inflasi.

Hanya 16% responden di AS dan 15% di Eropa yang setuju bahwa mata uang kripto tak terpengaruh oleh inflasi, dibandingkan dengan 64% responden di Indonesia dan India.

Nilai tukar Rupee telah turun 17,5% terhadap dolar AS dalam lima tahun terakhir, sementara nilai tukar Rupiah terdepresiasi 50% terhadap dolar AS antara tahun 2011 dan 2020.

Sementara mata uang kripto paling populer, bitcoin, dilaporkan mencapai nilai tertinggi sepanjang masa yakni lebih dari US$68.000 (Rp952 juta) per koin pada bulan November 2021, membantu mendorong nilai pasar mata uang kripto menjadi US$3 triliun (Rp42 kuadriliun), demikian menurut CoinGecko, pengumpul data mata uang kripto independen.

Sepanjang tahun 2022, bitcoin telah diperdagangkan dalam kisaran US$34.000-44.000 (Rp476-616 juta). rap/hp (Reuters)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Pasar Kripto RI Makin Dilirik, BTSE Indonesia Kini Jadi Pemain Baru

Pasar Kripto RI Makin Dilirik, BTSE Indonesia Kini Jadi Pemain Baru

Bisnis | Jum'at, 03 Juli 2026 | 21:05 WIB

Bitcoin dkk Diramal Bisa Jadi Sistem Finansial Alternatif RI Dalam Waktu 3 Tahun

Bitcoin dkk Diramal Bisa Jadi Sistem Finansial Alternatif RI Dalam Waktu 3 Tahun

Bisnis | Kamis, 25 Juni 2026 | 21:14 WIB

Akankah e-Naira Mampu Atasi Kesenjangan Keuangan di Nigeria?

Akankah e-Naira Mampu Atasi Kesenjangan Keuangan di Nigeria?

News | Kamis, 18 Juli 2024 | 10:34 WIB

Baru Pertama Ditemukan di Indonesia, Pengendali Lab Pembuat PINACA Ternyata Beli Prekursor dari China

Baru Pertama Ditemukan di Indonesia, Pengendali Lab Pembuat PINACA Ternyata Beli Prekursor dari China

News | Kamis, 02 Mei 2024 | 19:41 WIB

Argentina Resmi Legalkan Transaksi dengan Bitcoin dan Mata Uang Kripto Lain

Argentina Resmi Legalkan Transaksi dengan Bitcoin dan Mata Uang Kripto Lain

Tekno | Selasa, 26 Desember 2023 | 09:27 WIB

Harga Bitcoin Diprediksi Mampu Capai US$37.000, Pengamat Ungkap Faktor Kuncinya

Harga Bitcoin Diprediksi Mampu Capai US$37.000, Pengamat Ungkap Faktor Kuncinya

Bisnis | Kamis, 09 November 2023 | 10:42 WIB

Mengenal Apa Itu Uang Rupiah Digital, Sedang Digodok Bank Indonesia

Mengenal Apa Itu Uang Rupiah Digital, Sedang Digodok Bank Indonesia

Bisnis | Kamis, 03 Agustus 2023 | 16:14 WIB

3 Koin Mata Uang Kripto Mampu Memberikan Solusi bagi Permasalahan Dunia

3 Koin Mata Uang Kripto Mampu Memberikan Solusi bagi Permasalahan Dunia

Your Say | Kamis, 08 Desember 2022 | 08:10 WIB

Wamendag Jerry Sambuaga Bantah Terlibat Promosi Cryptocurrency Pi Network

Wamendag Jerry Sambuaga Bantah Terlibat Promosi Cryptocurrency Pi Network

Bisnis | Kamis, 10 November 2022 | 14:16 WIB

Gubernur BI: G20 Sambut Baik Diskusi Mata Uang Digital Bank Sentral

Gubernur BI: G20 Sambut Baik Diskusi Mata Uang Digital Bank Sentral

Bisnis | Jum'at, 14 Oktober 2022 | 11:03 WIB

Terkini

Bawa Produk Lokal Tembus Pasar Internasional, BRI Fasilitasi UMKM di GMBPF 2026

Bawa Produk Lokal Tembus Pasar Internasional, BRI Fasilitasi UMKM di GMBPF 2026

Bri | Rabu, 19 Agustus 2026 | 22:59 WIB

5.990 PPPK di Sumsel Masih Menunggu Kepastian, Harapan Jadi Penuh Waktu Tergantung Anggaran

5.990 PPPK di Sumsel Masih Menunggu Kepastian, Harapan Jadi Penuh Waktu Tergantung Anggaran

Sumsel | Rabu, 19 Agustus 2026 | 22:52 WIB

Promo Mr. DIY, Dapatkan Cashback 45 Persen dengan QRIS BRImo

Promo Mr. DIY, Dapatkan Cashback 45 Persen dengan QRIS BRImo

Bri | Rabu, 19 Agustus 2026 | 22:41 WIB

Indonesia Bisa Tiru! Begini Cara Pemkot Seoul Hadapi Gelombang Panas yang Mematikan

Indonesia Bisa Tiru! Begini Cara Pemkot Seoul Hadapi Gelombang Panas yang Mematikan

News | Rabu, 19 Agustus 2026 | 22:40 WIB

Perempuan Belanda Ini Kritik Pedas Pemain Keturunan Indonesia, Ada Apa?

Perempuan Belanda Ini Kritik Pedas Pemain Keturunan Indonesia, Ada Apa?

Bola | Rabu, 19 Agustus 2026 | 22:40 WIB

Dari Paskibraka hingga Penerjun, Prabowo Jamu Petugas Upacara HUT RI di Hambalang

Dari Paskibraka hingga Penerjun, Prabowo Jamu Petugas Upacara HUT RI di Hambalang

News | Rabu, 19 Agustus 2026 | 22:39 WIB

PHR Zona 4 Perkuat Budaya HSSE, Keselamatan Kerja Jadi Prioritas Operasi Hulu Migas

PHR Zona 4 Perkuat Budaya HSSE, Keselamatan Kerja Jadi Prioritas Operasi Hulu Migas

Sumsel | Rabu, 19 Agustus 2026 | 22:38 WIB

Bukan Klaim! KPK Punya Bukti Kerugian Negara Rp622 Miliar di Kasus Korupsi Kuota Haji

Bukan Klaim! KPK Punya Bukti Kerugian Negara Rp622 Miliar di Kasus Korupsi Kuota Haji

News | Rabu, 19 Agustus 2026 | 22:25 WIB

Tak Hanya Muara Enim! KPK Temukan Pola Lobi BPK Demi WTP di PALI dan Empat Lawang

Tak Hanya Muara Enim! KPK Temukan Pola Lobi BPK Demi WTP di PALI dan Empat Lawang

News | Rabu, 19 Agustus 2026 | 22:12 WIB

Kuota Internet Tak Lagi Hangus, Siapa yang Harus Menanggung Beban Biaya dan Kapasitas Jaringan?

Kuota Internet Tak Lagi Hangus, Siapa yang Harus Menanggung Beban Biaya dan Kapasitas Jaringan?

Video | Rabu, 19 Agustus 2026 | 22:00 WIB

×