Upaya Menyeragamkan Awal dan Akhir Bulan Puasa, Bagaimana Caranya?

Siswanto | BBC | Suara.com

Selasa, 19 April 2022 | 16:39 WIB
Upaya Menyeragamkan Awal dan Akhir Bulan Puasa, Bagaimana Caranya?
BBC

Suara.com - Perbedaan awal dan akhir puasa Ramadan adalah persoalan yang sudah lama ingin diselesaikan oleh pemerintah, astronom, dan pemuka agama Islam.

Itu kembali terjadi tahun ini, ketika sebagian umat Islam di Indonesia memulai puasa Ramadan pada tanggal 3 April, per keputusan pemerintah; sedangkan sebagian lagi melaksanakannya sehari lebih awal. Namun ada kemungkinan Idul Fitri akan dirayakan pada hari yang sama, yaitu tanggal 2 Mei.

Perbedaan tersebut berpangkal pada kriteria yang digunakan ormas-ormas Islam dalam menentukan awal dan akhir bulan Ramadan, berdasarkan dalil agama serta data-data astronomi.

Sebuah kriteria baru yang dikeluarkan oleh kementerian agama diharapkan dapat menjadi titik temu antara ormas-ormas Islam, dan menyeragamkan awal puasa dan lebaran di masa depan.

Baca juga:

Perbedaan kriteria

Pada tahun 1996, Kementerian Agama mulai melibatkan ilmuwan Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (Lapan) ke dalam tim hisab-rukyat yang bertugas menentukan awal dan akhir bulan Ramadan, yaitu bulan saat umat Islam diwajibkan untuk berpuasa.

Salah satu ilmuwan tersebut adalah Thomas Djamaluddin, yang kelak akan menjadi kepala Lapan.

Thomas sudah menekuni persoalan ini sejak ia masih mahasiswa di jurusan astronomi Institut Teknologi Bandung.

"Saya belajar dalil-dalilnya ke dosen syariah di Unisba. Dari situ saya sering diminta untuk membuat jadwal salat. Termasuk ketika saya kuliah di Jepang," kata Thomas kepada BBC News Indonesia.

Untuk panduan beribadah, umat Islam menggunakan kalender hijriah yang berdasarkan pergerakan bulan.

Awal dan akhir bulan ditentukan dengan keberadaan hilal, yaitu bulan sabit pertama setelah posisi Bumi dan Bulan berada di posisi bujur langit yang sama jika diamati dari Bumi disebut juga dengan ijtimak atau konjungsi.

Hadits atau perkataan Nabi Muhammad menyuruh umat Islam untuk berpuasa ketika melihat hilal dan berbuka, atau berlebaran, ketika melihat hilal. Jika hilal tidak terlihat, maka bulan Syaban (bulan dalam kalender hijriah sebelum Ramadan) digenapkan 30 hari.

Pada dasarnya, terdapat dua metode yang digunakan untuk melihat hilal metode perhitungan atau hisab dan pengamatan langsung atau rukyat. Kedua metode ini sejatinya tidak bisa dipisahkan.

Pangkal perbedaan, kata Thomas, ada pada kriteria yang dijadikan rujukan.

Sebagian ormas Islam menggunakan kriteria wujudul hilal yaitu tepi atas bulan masih berada di atas ufuk ketika matahari terbenam. Dalam kondisi tersebut, hilal dianggap sudah muncul meskipun tidak terlihat.

Sedangkan pemerintah dan beberapa ormas Islam menggunakan kriteria imkanur rukyat yaitu bulan harus berada di ketinggian yang memungkinkan hilal untuk dilihat memahami hadits Nabi Muhammad secara literal. Selama bertahun-tahun, ketinggian tersebut adalah dua derajat. Di bawah dua derajat, cahaya hilal dianggap tidak bisa mengalahkan cahaya matahari senja atau syafak sehingga tidak kelihatan.

Pada sidang Isbat (penentuan) awal Ramadan 1443 H, 1 April lalu, disebutkan bahwa perhitungan (hisab) menentukan posisi hilal di seluruh Indonesia sudah di atas ufuk, dengan ketinggian hilal 12 derajat.

Namun, dari tim pemantauan Kemenag di 101 lokasi di 34 provinsi di Indonesia, tidak ada satu pun yang melaporkan telah melihat hilal. Akibatnya, 1 Ramadan ditetapkan jatuh pada hari Minggu, 3 April.

Menurut Thomas Djamaluddin, baik kriteria wujudul hilal maupun imkanur rukyat 2 derajat memiliki kelemahan secara astronomi.

"Wujudul hilal dalam konsep astronomi tidak dikenal karena hilalnya itu tidak akan terlihat. Jadi yang wujud itu sesungguhnya bulannya; bulan dengan posisi masih menyembul di atas ufuk. Sedangkan dua derajat, itu pun secara astronomi terlalu rendah [untuk hilal dapat dilihat]," kata Thomas.

Maka dari itu, ia berusaha mencari suatu kriteria alternatif.

Kriteria baru MABIMS

Pada 2010, melalui sebuah makalah yang diterbitkan Lapan, Thomas mengusulkan kriteria baru untuk melihat hilal, yaitu ketinggian 3 derajat dan elongasi 6,4 derajat. Makalah tersebut juga ia muat di blog pribadinya.

Kriteria ini dianggap bisa menjadi titik temu dari perbedaan selama ini antara pemerintah dan ormas Islam.

Setelah disosialisasikan dan dikaji selama lebih dari satu dekade, pada Desember 2021, kriteria tersebut disepakati dalam forum menteri-menteri agama Malaysia, Brunei Darussalam, Indonesia, dan Singapura atau MABIMS. Indonesia memutuskan untuk mulai menerapkan kriteria tersebut pada tahun 2022.

Thomas mengatakan kriteria baru tersebut ia rumuskan berdasarkan data-data astronomi global dan kajian dari berbagai jurnal astronomi. "Secara global dari data-data, itu menunjukkan tidak ada hilal yang teramati, yang sahih, yang ketinggiannya di bawah 3 derajat. Sehingga itu diusulkan untuk menjadi kriteria baru," ujarnya.

"Makna fisisnya, bahwa dengan syarat tersebut, hilal yang sangat tipis itu diharapkan bisa mengalahkan cahaya syafak yang masih cukup terang. Dengan tinggi 3 derajat dan elongasi 6,4 derajat, kontras hilal dan cahaya syafak memungkinkan hilal dapat di-rukyat," ia menambahkan.

Menurut Thomas, untuk membuat kriteria yang dapat menjadi titik temu, harus menggunakan data astronomi yang sahih dan rujukan dalil-dalil agama.

"Tidak bisa sepenuhnya astronomi, tetapi kalau sepenuhnya menggunakan dalil agama juga tidak akan mempersatukan. Oleh karena itu kemudian diintegrasikan," kata Thomas.

Menyeragamkan kalender Islam

Penetapan kriteria baru tiga derajat adalah bagian dari upaya menyeragamkan kalender hijriah terutama tiga bulan terpenting bagi umat Islam Ramadan (bulan puasa), Syawal (Idul Fitri), dan Dzulhijah (Idul Adha).

Kementerian Agama (Kemenag) telah membentuk tim unifikasi kalender hijriah yang beranggotakan perwakilan dari ormas-ormas Islam.

"Kalender kan kita buat, bahkan sampai 10 tahun yang akan datang itu sudah bisa kita buat dengan menggunakan kriteria ini sehingga ada kesamaan. Jadi Kementerian Agama sudah melangkah sejak awal untuk berusaha [menyeragamkan]," kata Adib, Direktur Urusan Agama Islam Kemenag.

Namun, belum semua ormas Islam menerima kriteria baru ini. Muhammadiyah, misalnya, bersikeras menggunakan kriteria wujudul hilal dan menganggap kriteria yang ditetapkan MABIMS bersifat terlalu lokal.

Akibat menggunakan kriteria baru ini, kritik Muhammadiyah, selama Ramadan umat Islam Indonesia akan melaksanakan semua ibadahnya sekitar 12 jam lebih lambat dari Muslim di Amerika dan Eropa.

Sekretaris divisi hisab dan Iptek Majelis Tarjih Muhammadiyah, Rahmadi Wibowo S., mengatakan lewat pesan WhatsApp kepada BBC bahwa kriteria tiga derajat berpeluang lebih besar untuk menciptakan perbedaan daripada kriteria sebelumnya. Muhammadiyah kini mengarah kepada penyatuan kalender hijrah global, yang diharapkan memberikan solusi atas perbedaan puasa Arafah.

Kemungkinan Idul Fitri 1443 H dirayakan serentak

Meski mulai berpuasa pada hari yang berbeda, ada kemungkinan umat Islam akan merayakan lebaran pada hari yang sama yaitu tanggal 2 Mei.

Posisi bulan pada tanggal 29 Ramadhan atau 1 Mei di wilayah Indonesia, tulis Thomas Djamaluddin dalam blognya, diperkirakan berada pada batas kriteria baru MABIMS yaitu tinggi 3 derajat dan elongasi sekitar 6,4 derajat.

Namun, masih ada potensi perbedaan karena hilal diperkirakan akan sangat sulit dirukyat, salah satunya karena kemungkinan mendung dan hujan di lokasi rukyat. Jika itu terjadi, pengamal imkan rukyat mungkin akan menggenapkan Ramadan menjadi 30 hari, sehingga Idul Fitri jatuh pada 3 Mei. Sementara pengamal wujudul hilal akan merayakannya pada 2 Mei.

Bagaimanapun, umat Islam berharap Idul Fitri dapat dirayakan secara bersama-sama. Keseragaman itu penting, menurut Thomas, karena puasa dan lebaran tidak hanya peristiwa agama, tapi juga peristiwa budaya sehingga berdampak pada kegiatan mudik, cuti, dan sebagainya.

"Jadi ini masalah kenyamanan beribadah dan harmonisasi dalam kehidupan masyarakat. Ini yang membutuhkan keseragaman penentuan kalender Islam. khususnya untuk tiga bulan utama Ramadan, Syawal, dan Zulhijah," kata Thomas.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

TNI dan Polri Tindak Tegas Oknum 'Backing' BBM Subsidi, Dua Personel Masuk Tahap Penyidikan

TNI dan Polri Tindak Tegas Oknum 'Backing' BBM Subsidi, Dua Personel Masuk Tahap Penyidikan

News | Selasa, 07 April 2026 | 22:51 WIB

Bersihkan Internal, Bareskrim Polri Pastikan Pecat Anggota yang Jadi 'Bekingan' Mafia Migas

Bersihkan Internal, Bareskrim Polri Pastikan Pecat Anggota yang Jadi 'Bekingan' Mafia Migas

News | Selasa, 07 April 2026 | 22:19 WIB

Desta Turun Gunung Jadi Host, Rupanya Atas Arahan dari Ahmad Dhani

Desta Turun Gunung Jadi Host, Rupanya Atas Arahan dari Ahmad Dhani

Video | Selasa, 07 April 2026 | 22:15 WIB

Bidik Sapu Bersih Podium, Seven Speed Motorsport Tancap Gas di Musim 2026

Bidik Sapu Bersih Podium, Seven Speed Motorsport Tancap Gas di Musim 2026

Sport | Selasa, 07 April 2026 | 22:13 WIB

Soal Wacana Pemotongan Gaji Para Menteri, Seskab Teddy Buka Suara

Soal Wacana Pemotongan Gaji Para Menteri, Seskab Teddy Buka Suara

Video | Selasa, 07 April 2026 | 21:05 WIB

Rumah Pompa Ancol, Solusi Pramono Anung Tangkal Banjir di Kawasan Pesisir Jakarta

Rumah Pompa Ancol, Solusi Pramono Anung Tangkal Banjir di Kawasan Pesisir Jakarta

News | Selasa, 07 April 2026 | 21:44 WIB

Bareskrim Polri Bongkar Sindikat Elpiji Subsidi, Kerugian Negara Tembus Rp1,2 Triliun

Bareskrim Polri Bongkar Sindikat Elpiji Subsidi, Kerugian Negara Tembus Rp1,2 Triliun

News | Selasa, 07 April 2026 | 21:39 WIB

Soleh Solihun Akhirnya Kasih Standing Ovation untuk 2 Peserta Indonesian Idol

Soleh Solihun Akhirnya Kasih Standing Ovation untuk 2 Peserta Indonesian Idol

Your Say | Selasa, 07 April 2026 | 22:00 WIB

5 Parfum Wanita Aroma Bunga Segar Tahan Lama, Wanginya Khas Nempel Seharian

5 Parfum Wanita Aroma Bunga Segar Tahan Lama, Wanginya Khas Nempel Seharian

Lifestyle | Selasa, 07 April 2026 | 21:05 WIB

Desakan Pengusutan Kasus Andrie Yunus di Peradilan Umum Terus Menguat, Lebih Adil Bagi Korban

Desakan Pengusutan Kasus Andrie Yunus di Peradilan Umum Terus Menguat, Lebih Adil Bagi Korban

News | Selasa, 07 April 2026 | 21:00 WIB

Terkini

TNI dan Polri Tindak Tegas Oknum 'Backing' BBM Subsidi, Dua Personel Masuk Tahap Penyidikan

TNI dan Polri Tindak Tegas Oknum 'Backing' BBM Subsidi, Dua Personel Masuk Tahap Penyidikan

News | Selasa, 07 April 2026 | 22:51 WIB

Bersihkan Internal, Bareskrim Polri Pastikan Pecat Anggota yang Jadi 'Bekingan' Mafia Migas

Bersihkan Internal, Bareskrim Polri Pastikan Pecat Anggota yang Jadi 'Bekingan' Mafia Migas

News | Selasa, 07 April 2026 | 22:19 WIB

Rumah Pompa Ancol, Solusi Pramono Anung Tangkal Banjir di Kawasan Pesisir Jakarta

Rumah Pompa Ancol, Solusi Pramono Anung Tangkal Banjir di Kawasan Pesisir Jakarta

News | Selasa, 07 April 2026 | 21:44 WIB

Bareskrim Polri Bongkar Sindikat Elpiji Subsidi, Kerugian Negara Tembus Rp1,2 Triliun

Bareskrim Polri Bongkar Sindikat Elpiji Subsidi, Kerugian Negara Tembus Rp1,2 Triliun

News | Selasa, 07 April 2026 | 21:39 WIB

Desakan Pengusutan Kasus Andrie Yunus di Peradilan Umum Terus Menguat, Lebih Adil Bagi Korban

Desakan Pengusutan Kasus Andrie Yunus di Peradilan Umum Terus Menguat, Lebih Adil Bagi Korban

News | Selasa, 07 April 2026 | 21:00 WIB

Ini Daftar Program Pemerintah yang Buat Pemudik Merasa Terbantu Menurut Survei Indikator

Ini Daftar Program Pemerintah yang Buat Pemudik Merasa Terbantu Menurut Survei Indikator

News | Selasa, 07 April 2026 | 20:55 WIB

Survei Indikator: Mayoritas Pemudik Nilai Lalu Lintas Lancar dan Kecelakaan Menurun

Survei Indikator: Mayoritas Pemudik Nilai Lalu Lintas Lancar dan Kecelakaan Menurun

News | Selasa, 07 April 2026 | 20:53 WIB

Serangan Baru Bombardir Pulau Kharg Saat Donald Trump Ancam Kehancuran Iran

Serangan Baru Bombardir Pulau Kharg Saat Donald Trump Ancam Kehancuran Iran

News | Selasa, 07 April 2026 | 20:32 WIB

Polri Usul Ambang Batas Kepemilikan Narkoba Diperkecil, Biar Jelas Bedakan Pengguna dan Bandar

Polri Usul Ambang Batas Kepemilikan Narkoba Diperkecil, Biar Jelas Bedakan Pengguna dan Bandar

News | Selasa, 07 April 2026 | 20:29 WIB

DPR Ingatkan Kenaikan Tiket Pesawat Hanya Langkah Darurat, Bukan Kebijakan Permanen

DPR Ingatkan Kenaikan Tiket Pesawat Hanya Langkah Darurat, Bukan Kebijakan Permanen

News | Selasa, 07 April 2026 | 20:24 WIB