10 Negara Penghasil Emas Terbesar di Dunia, Indonesia Bukan Ranking Satu

Farah Nabilla | Suara.com

Kamis, 05 Mei 2022 | 15:37 WIB
10 Negara Penghasil Emas Terbesar di Dunia, Indonesia Bukan Ranking Satu
Ilustrasi emas batang [Shutterstock]

Suara.com - Emas adalah salah satu mineral langka di dunia sehingga tidak semua negara memiliki tempat untuk menambang emas. Lantas siapa saja negara penghasil emas terbesar di dunia?

Dilansir dari Gold.org bahwa penambangan emas merupakan bisnis global yang dioperasikan di setiap benua, kecuali Antartika. Setiap melakukan penambangan, emas akan diekstraksi dari tambang dengan bermacam jenis dan skala. 

Negara produsen emas terbesar di dunia adalah China. Hal ini menurut data yang dirilis World Gold Council (WGC) pada Juni 2021.

Lalu, negara mana saya yang masuk kedalam daftar 10 besar sebagai negara yang penghasil emas terbesar di dunia?

Berdasarkan data dari WCG per Juni 2021 yang dilansir dari Forbes, berikut ini daftar 10 negara yang memprodusen emas terbesar di dunia: 

1. China - 368,3 ton

Negara yang memprodusen emas terbesar di dunia dengan berada di urutan pertama yaitu China. Negara dengan julukan rumah para panda itu menyumbang sekitar 11% dari total produksi penambangan emas secara global.

Namun jumlah produksi emas di China pada tahun 2020 sempat mengalami penurunan yang semula 383 ton menjadi 368 ton. Kejadian ini menjadi penurunan kali keempatnya secara beruntun.

Hal ini disebabkan oleh kebijakan lingkungan yang diberlakukan secara ketat oleh pemerintah China. Penurunan tersebut disebabkan oleh kebijakan lingkungan yang diberlakukan secara ketat oleh pemerintah China.

2. Rusia - 331,1 

Hasil penambangan yang terjadi dari Rusia adalah sebagian besar emas yang beredar di Eropa. Dari tahun 2010 produksi emas yang dilakukan oleh Rusia selalu meningkat setiap tahunnya. Pada 2019 bahkan Rusia telah melampaui Australia yang sebelumnya berasa di posisi kedua.

Pemerintah Rusia juga berperan besar dengan membeli sekitar dua pertiga hasil emas yang diproduksi secara lokal.

3. Australia - 327,8 ton

Negara produsen emas terbesar di dunia yang menempati urutan ketiga adalah Australia. Negara tersebur pada 2019 berada diperingkat kedua.

Industri mineral berperan sangat penting bagi Australia, hal ini karena menghasilkan lebih dari setengah total ekspor dan menghasilkan sekitar delapan persen dari Produk Domestik Bruto Australia.

Penghasilan emas di Negara ini selama 8 tahun mengalami peningkatan secara berturut-turut. Hal ini karena beberapa tambang melakukan peningkatan proyek, seperti di Mount Morgans dan Cadia Valley.

4. Amerika Serikat - 190,2 ton

Selama beberapa tahun mengalami peningkatan, kini pada 2021 Amerika serikat mengalami penurunan produksi emas hingga dibawah 200 ton untuk pertama kalinya.

Penurunan hasil produksi emas yang dialami oleh Amerika Serikat dimuali sejak 2019. Emas yang diproduksinya hampir 80 persen berasal dari Negara Bagian Nevanda.

5. Kanada - 170,6 ton

Kini yang menempati urutan kelima sebagai negara yang memproduksi emas terbesar di dunia adalah Kanada. Kanada telah menempati urutan ini selamat 4 tahun berturut-turut.

Tambang emas terbesar di Kaanada adalah Canadian Malartic yang dimiliki oleh Yamana Gold dan Agnico Eagle. Pada tahun lalu tambang tersebut diketahui bertanggung jawab untuk memproduksi lebih dari 16 ton emas.

6. Ghana - 138,7 ton

Ghana untuk pertama kalinya menjadi produsen emas terbesar di Benua Afrika dengan mengalahkan Afrika Selatan pada tahun 2019.

Ghana menempati urutan keenam sebagai produsen emas terbesar di dunia, akan tetapi tidak hanya itu Ghana juga dikenal dengan cadangan berbagai industri mineralnya.

Industri utamanya yaitu seperti AngloGold Ashanti dan Gold Fields yang sebelumnya mengalihkan fokus dari Afrika Selatan ke Ghana. Hal ini karena jumlah depositnya yang murah dan lebih mudah ditambang.

7. Brasil - 107 ton

Dalam tiga tahun berturut-turut Brasil berhasil menaikkan jumlah produksi emas. Sehingga pada 2020 Brasil berada di urutan ketujuh, naik tiga peringkat dari tahun sebelumnya.

Dalam enam tahun terakhir di jantung hutan hujan Amazon, aktivitas penambangan ilegal meningkat tajam. Untuk mengatasi hal ini, Presiden Jair Bolsonaro mendorong Brasil untuk mengembangkan Amazon secara ekonomi dan memanfaatkan kekayaan mineralnya.

8. Uzbekistan - 101,6 ton

Pada 2019 Uzbekistan telah meningkatkan produksi emas dari 94,6 ton kini pada 2020 menjadi 101,6 ton.

Pertama kalinya Uzbekistan mengalami peningkatan produksi emas lebih dari 100 ton dalam setahun. Negara yang terletak di Asia Tengah tersebut adalah tempat bagi Muruntau, yaitu tambang emas terbuka terbesar di dunia berdasarkan wilayah.

9. Meksiko - 101,6 ton

Produksi emas Meksiko mengalami penurunan secara berurutan dalam lima tahun ini. Hal ini sejak mengalami kenaikan signifikan pada 2015 dengan lebih dari 131 ton.

Tempat yang menarik untuk melakukan pertambangan yaitu Meksiko, karena biaya regulasi yang relatif rendah. 

10. Indonesia - 100,9 ton

Negara yang menempati urutan kesepuluh sebagai negara penghasil emas terbesar di dunia adalah Indonesia. Grasberg adalah tambang terbesar kedua dan tertinggi di dunia yang dikelola oleh PT Freeport.

Untuk pasokan global Indonesia bertanggungjawab menambang sekitar tiga persen.

Annisa Nur Rahmawati

Kontributor : Annisa Nur Rachmawati

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Usai Rilis The Fed, Harga Emas Dunia Naik karena Pelemahan Dolar AS

Usai Rilis The Fed, Harga Emas Dunia Naik karena Pelemahan Dolar AS

Bisnis | Kamis, 05 Mei 2022 | 13:37 WIB

Tak Sia-sia Harus Lebaran di Yunani, Windy Cantika Sabet Medali Emas di Kejuaraan Dunia Angkat Besi Junior

Tak Sia-sia Harus Lebaran di Yunani, Windy Cantika Sabet Medali Emas di Kejuaraan Dunia Angkat Besi Junior

Jabar | Selasa, 03 Mei 2022 | 16:31 WIB

Tertekan Penguatan "Greenback" dan Imbal Hasil Obligasi AS, Emas Anjlok 48 Dolar

Tertekan Penguatan "Greenback" dan Imbal Hasil Obligasi AS, Emas Anjlok 48 Dolar

Bisnis | Selasa, 03 Mei 2022 | 07:41 WIB

Jokowi Beri Ucapan Langsung ke Pramudya/Yeremia Setelah Ganda Putra Kembali Raih Medali Emas Badminton Asia Championship

Jokowi Beri Ucapan Langsung ke Pramudya/Yeremia Setelah Ganda Putra Kembali Raih Medali Emas Badminton Asia Championship

Jogja | Senin, 02 Mei 2022 | 21:48 WIB

Media Vietnam Bandingkan Park Hang-seo yang Tak Berani Targetkan Juara seperti Shin Tae-yong

Media Vietnam Bandingkan Park Hang-seo yang Tak Berani Targetkan Juara seperti Shin Tae-yong

Bola | Minggu, 01 Mei 2022 | 17:49 WIB

12 Emak-emak di Madina Tewas Tertimbun saat Cari Emas, Polisi Lakukan Penyelidikan

12 Emak-emak di Madina Tewas Tertimbun saat Cari Emas, Polisi Lakukan Penyelidikan

Sumut | Jum'at, 29 April 2022 | 12:22 WIB

Terkini

Respon Iran Atas Tawaran Damai AS Masih Misteri, Tenggat Waktu Marco Rubio Habis

Respon Iran Atas Tawaran Damai AS Masih Misteri, Tenggat Waktu Marco Rubio Habis

News | Minggu, 10 Mei 2026 | 10:05 WIB

Rudal Iran yang Dipakai Serang Kapal Amerika Ternyata Bertuliskan Pesan Ini

Rudal Iran yang Dipakai Serang Kapal Amerika Ternyata Bertuliskan Pesan Ini

News | Minggu, 10 Mei 2026 | 09:32 WIB

Soroti Tragedi Dukono, Ahli Kebencanaan: Gunung Bukan Tempat Cari Konten, Zona Bahaya Itu Garis Maut

Soroti Tragedi Dukono, Ahli Kebencanaan: Gunung Bukan Tempat Cari Konten, Zona Bahaya Itu Garis Maut

News | Minggu, 10 Mei 2026 | 09:30 WIB

AS Terbangkan Pesawat Charter Jemput Belasan Penumpang Kapal Pesiar Hantavirus

AS Terbangkan Pesawat Charter Jemput Belasan Penumpang Kapal Pesiar Hantavirus

News | Minggu, 10 Mei 2026 | 09:05 WIB

Perang Masih Panas, Donald Trump Urus Hantavirus: Semua Aman, AS Punya Orang Hebat

Perang Masih Panas, Donald Trump Urus Hantavirus: Semua Aman, AS Punya Orang Hebat

News | Minggu, 10 Mei 2026 | 08:05 WIB

Bocah Perempuan Tewas Ditembak, TNI Buru OPM Pimpinan Guspi Waker di Tembagapura

Bocah Perempuan Tewas Ditembak, TNI Buru OPM Pimpinan Guspi Waker di Tembagapura

News | Minggu, 10 Mei 2026 | 07:41 WIB

AS Siapkan Karantina Militer di Nebraska Antisipasi Penularan Hantavirus Mematikan dari Kapal Pesiar

AS Siapkan Karantina Militer di Nebraska Antisipasi Penularan Hantavirus Mematikan dari Kapal Pesiar

News | Minggu, 10 Mei 2026 | 07:05 WIB

Putin Isyaratkan Akhir Perang Ukraina, Rusia Buka Dialog Keamanan Eropa

Putin Isyaratkan Akhir Perang Ukraina, Rusia Buka Dialog Keamanan Eropa

News | Minggu, 10 Mei 2026 | 06:46 WIB

Pakar Medis Belanda Menjamin Hantavirus Bukan Ancaman Pandemi Baru Seperti COVID-19

Pakar Medis Belanda Menjamin Hantavirus Bukan Ancaman Pandemi Baru Seperti COVID-19

News | Minggu, 10 Mei 2026 | 06:05 WIB

Update Kericuhan Lukas Enembe: 14 Orang Diperiksa, Polisi Data Puluhan Kendaraan yang Rusak

Update Kericuhan Lukas Enembe: 14 Orang Diperiksa, Polisi Data Puluhan Kendaraan yang Rusak

News | Sabtu, 09 Mei 2026 | 23:34 WIB