Pemimpin Sekte Pemuja Mayat di Thailand Ditangkap

Siswanto, ABC

Selasa, 10 Mei 2022 | 10:57 WIB
Pemimpin Sekte Pemuja Mayat di Thailand Ditangkap
Ilustrasi mayat. [Shutterstock]

Suara.com - Polisi di Thailand telah menahan seorang yang mengaku dukun dan menjadi pemimpin sekte di mana pengikutnya memuja mayat dan mengonsumsi cairan tubuh dari pemimpin mereka yang bisa untuk menyembuhkan penyakit. 

Terjadi kekacauan di lokasi penangkapan ketika petugas polisi mendatangi rumah Thawee Nanra yang berusia 75 tahun pada hari Minggu (08/05) waktu setempat di kawasan hutan di provinsi Chaiyaphum.

Para anggota sekte tersebut berteriak dan mencoba menahan polisi yang berusaha membawa pemimpin mereka yang tidak mengenakan pakaian ke dalam mobil tahanan.

Polisi mengatakan mereka menemukan 11 mayat di rumah tersebut dan media setempat melaporkan bahwa mayat tersebut diperkirakan adalah mayat para anggota sekte.

Pengikut sekte itu mengatakan kepada pihak berwenang bahwa air urin dan ludah pemimpin mereka bisa menyembuhkan penyakit.

Gubernur Provinsi tersebut Kraisorn Kongchalad mengatakan Thawee sedikitnya memiliki belasan pengikut yang tinggal bersamanya, dan peti mati berisi mayat berserakan di rumahnya.

Dia mengatakan terkejut bahwa praktik seperti ini masih terjadi di zaman modern sekarang.

"Sangat menyedihkan melihat bahwa masih ada warga yang percaya dengan takhayul seperti ini. Tetapi ini bukan sekadar kepercayaan orang per orang saja," kata Kongchalad.

"Kami menemukan mayat dan kami akan bekerja sama dengan semua pihak untuk mengumpulkan semua informasi terkait  penemuan mayat-mayat tersebut."

baca juga

Sebagian besar penduduk Thailand beragama Buddha namun masih banyak juga warga yang percaya dengan hal-hal di luar agama seperti pemujaan terhadap roh atau takut pada setan.

Pihak berwenang memperkirakan bahwa kelompok sekte ini sudah ada selama empat tahun terakhir tanpa diketahui karena lokasi rumah pemimpin sekte berada di kawasan hutan yang terpencil, jauh dari komunitas lain.

Namun, keberadaan mereka diketahui setelah salah seorang anak perempuan dari pengikut sekte menulis di akun media sosial seorang selebriti yang mengkhususkan diri untuk mengungkap praktik pemimpin keagamaan yang 'aneh.'

Thawee pada awalnya dikenai tuduhan tinggal di kawasan hutan yang dilindungi, karena rumahnya berada di tanah milik negara, dan juga melakukan pertemuan ilegal yang dilarang karena adanya pandemi COVID selama dua tahun terakhir.

Media lokal melaporkan bahwa dia tetap ditahan karena permintaannya untuk dibebaskan dengan jaminan ditolak hari Senin (09/05).

Polisi mengatakan sedang mempertimbangkan tuduhan lain termasuk melanggar aturan pemulasaran mayat.

Artikel ini diproduksi oleh Sastra Wijaya dari ABC News

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Terkini

Kemenhut Tangkap DPO Pemodal Illegal Logging di Kalteng Setelah 3 Bulan Buron

Kemenhut Tangkap DPO Pemodal Illegal Logging di Kalteng Setelah 3 Bulan Buron

Kalbar | Kamis, 10 September 2026 | 09:02 WIB

Veronica Tan Ungkap Pentingnya Peran Ibu Dampingi Anak di Masa Tumbuh Kembang

Veronica Tan Ungkap Pentingnya Peran Ibu Dampingi Anak di Masa Tumbuh Kembang

Lifestyle | Kamis, 10 September 2026 | 09:00 WIB

Prabowo Lepas 430 Atlet Indonesia ke Asian Games 2026

Prabowo Lepas 430 Atlet Indonesia ke Asian Games 2026

Foto | Kamis, 10 September 2026 | 09:00 WIB

Dony Oskaria Dengar Sewa Gedung Telkom oleh BGN di Atas Harga Pasar

Dony Oskaria Dengar Sewa Gedung Telkom oleh BGN di Atas Harga Pasar

Bisnis | Kamis, 10 September 2026 | 08:59 WIB

800 Aset Pemprov Sultra Diduga Bermasalah, Kejati Turun Tangan

800 Aset Pemprov Sultra Diduga Bermasalah, Kejati Turun Tangan

Sulsel | Kamis, 10 September 2026 | 08:57 WIB

Yohanis Agabi Mahuze: Jangan Biarkan Adat Malind Maklew Terputus di Tengah Zaman

Yohanis Agabi Mahuze: Jangan Biarkan Adat Malind Maklew Terputus di Tengah Zaman

Jakarta | Kamis, 10 September 2026 | 08:45 WIB

KAI Commuter Tambah 13 Perjalanan KRL Bogor Mulai Hari Ini

KAI Commuter Tambah 13 Perjalanan KRL Bogor Mulai Hari Ini

News | Kamis, 10 September 2026 | 08:43 WIB

Saat Penerbangan Terganggu, Bus AKAP Jadi Solusi Penyelamat Perjalanan

Saat Penerbangan Terganggu, Bus AKAP Jadi Solusi Penyelamat Perjalanan

Lifestyle | Kamis, 10 September 2026 | 08:39 WIB

Ulasan Buku Krakatau: Ketika Dunia Meledak, Kisah Letusan Dahsyat 1883

Ulasan Buku Krakatau: Ketika Dunia Meledak, Kisah Letusan Dahsyat 1883

Your Say | Kamis, 10 September 2026 | 08:35 WIB

Bulog Cirebon Kawal Bantuan Pangan ke Masyarakat, Pastikan Beras Diterima Penerima yang Berhak

Bulog Cirebon Kawal Bantuan Pangan ke Masyarakat, Pastikan Beras Diterima Penerima yang Berhak

Bisnis | Kamis, 10 September 2026 | 08:25 WIB

×