- Wamen PPPA Veronica Tan menegaskan pentingnya peran ibu mendampingi anak dalam acara Fatayat NU di Jakarta, Minggu (6/9/2026).
- Psikolog Irma Gustiana menyatakan suasana belajar yang menyenangkan membuat anak lebih mudah mengeksplorasi kemampuan dan kreativitas mereka.
- Program OREO Berbagi Inspirasi bersama Fatayat NU membahas pentingnya momen kebersamaan keluarga untuk mendukung tumbuh kembang anak.
Suara.com - Wakil Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Republik Indonesia Veronica Tan menyoroti pentingnya peran ibu dalam mendampingi anak selama masa tumbuh kembang.
Menurutnya, kehadiran orang tua dan waktu yang diluangkan bersama anak dapat memberikan pengaruh dalam proses belajar serta pembentukan karakter.
Veronica mengatakan anak banyak menyerap hal-hal yang mereka lihat dan dengar dari lingkungan terdekat, terutama keluarga. Karena itu, orang tua perlu memberikan perhatian dan pendampingan selama anak menjalani masa tumbuh kembang.
“Apa yang dilihat, kata-kata yang keluar, serta cinta kasih yang diberikan orang tua akan diperhatikan oleh anak. Karena itu, mari kita berkomitmen meluangkan waktu bersama anak, untuk mendidik dan mendampingi mereka,” ujar Veronica dalam sebuah kegiatan bersama Fatayat NU di Jakarta, Minggu (6/9/2026).
Menurut Veronica, upaya mendampingi anak tidak hanya berkaitan dengan pendidikan formal. Interaksi sehari-hari di rumah juga dapat menjadi kesempatan bagi orang tua untuk membantu anak belajar, mengenali lingkungan, serta mengembangkan kemampuan mereka.
Ia juga menekankan pentingnya kolaborasi berbagai pihak dalam mendukung keluarga dan menciptakan lingkungan yang aman bagi anak.
“Saya melihat bahwa perempuan yang berdaya dapat menguatkan keluarga dan juga komunitas. Karena itu, di tengah berbagai tantangan saat ini, kita perlu berkolaborasi dan saling menguatkan,” katanya.
Belajar Tak Harus Selalu dengan Buku
Selain pendampingan orang tua, cara anak belajar juga menjadi hal yang perlu diperhatikan. Suasana yang menyenangkan dapat membuat anak lebih nyaman untuk mengeksplorasi dan mencoba berbagai hal baru.
Psikolog Anak dan Keluarga Irma Gustiana A. S.Psi., M.Psi., Psikolog mengatakan anak cenderung lebih mudah belajar ketika merasa aman secara emosional dan dihargai.
“Anak akan lebih mudah belajar ketika merasa aman secara emosional, dihargai, dan memiliki kesempatan bereksplorasi tanpa takut melakukan kesalahan. Suasana belajar yang menyenangkan juga dapat membangun rasa ingin tahu, kreativitas, kemampuan memecahkan masalah, dan keberanian mencoba hal baru,” jelas Irma.
Peran Ibu di Lingkungan Keluarga
Wakil Sekretaris PP Fatayat NU, Hj. Kusnainik, M.AP., mengatakan ibu memiliki peran strategis dalam menciptakan lingkungan yang mendukung proses belajar anak sejak dari rumah.
“Kami meyakini bahwa ibu memiliki peran strategis dalam menghadirkan lingkungan yang mendukung proses belajar anak sejak dari rumah. Sebagai organisasi perempuan, Fatayat NU juga terus mendorong para ibu untuk saling belajar, berbagi pengalaman, dan saling menguatkan dalam menciptakan lingkungan yang aman, nyaman, dan mendukung tumbuh kembang anak,” ujarnya.
Menurut Kusnainik, ruang berbagi bagi para ibu juga penting agar mereka dapat bertukar pengalaman mengenai pengasuhan dan cara mendampingi anak.
Pandangan-pandangan tersebut menjadi salah satu pembahasan dalam kegiatan yang mempertemukan lebih dari 100 ibu, edukator, dan perwakilan Jakarta Islamic Center. Kegiatan tersebut digelar OREO bersama Fatayat NU melalui program OREO Berbagi Inspirasi dengan tema “Dorong Generasi SERU Tumbuh Lebih Bermakna Melalui Pembelajaran Seru”.
Country Head of Corporate and Government Affairs Mondelz Indonesia Marfusita Hamburgiwati mengatakan, pihaknya percaya bahwa momen menyenangkan bersama keluarga dapat membangun hubungan yang lebih bermakna antara orang tua dan anak.
"Ketika kebersamaan dihadirkan melalui aktivitas seperti belajar dan bermain bersama, anak dapat merasa lebih nyaman untuk bereksplorasi, mencoba hal baru, dan mengembangkan potensinya,” pungkas Marfusita.