- COO Danantara Indonesia Dony Oskaria menyatakan Badan Gizi Nasional menyewa gedung Telkom di atas harga pasar.
- Pernyataan tersebut disampaikan di Kantor Kementerian Keuangan Jakarta pada hari Kamis tanggal 10 September 2026 lalu.
- Penyewaan gedung tersebut merupakan bentuk optimalisasi aset idle perusahaan guna mencegah pemborosan biaya perawatan dan pajak.
Suara.com - COO Danantara Indonesia Dony Oskaria mengklaim bahwa Badan Gizi Nasional (BGN) menyewa Gedung milik Telkom di atas harga pasar. Menurutnya, penyewaan gedung itu pastinya akan melalui proses kajian dari Telkom.
"Jadi harus ada KJPP-nya, market price-nya. Dan saya dengar ini harganya di atas daripada harga pasar sewa. Ini yang paling penting ya," ujarnya saat ditemui di Kantor Kementerian Keuangan, Jakarta yang dikutip, Kamis (10/9/2026).
Dony pun meminta semua pihak tidak perlu membesar-besarkan masalah penyewaan Gedung Telkom yang berada di Jalan Gatot Subroto. Karena, penyewaan ini hanya sebagian dari optimalisasi aset perusahaan saja.
"Jadi harus dilihat bahwa kadang-kadang kita melihatnya ada isu-isu yang negatif. Ini optimalisasi aset pasti sudah dilakukan, sudah dikaji tentu oleh Telkom untuk melakukan itu," ucapnya.
![Kepala BP BUMN sekaligus COO Danantara Dony Oskaria memastikan, restrukturisasi BUMN karya tetap jalan meski rupiah melemah. [Suara.com/Achmad Fauzi].](https://media.suara.com/pictures/653x366/2026/05/19/95786-dony-oskaria-danantara-bp-bumn.jpg)
Terlebih, Kepala BP BUMN itu juga menyebut, Telkom sebagai perusahaan terbuka juga akan menjaga proses transaksi lebih transparan. Selain itu, proses penyewaan ini tentunya tidak akan merugikan Telkom.
Dony kembali menegaskan, ini bagian upaya dari pemanfaatan aset yang idle untuk dijadikan cuan bagi Telkom.
"Tidak mungkin dilakukan sesuatu yang merugikan Telkom. Itu yang paling penting. Jadi kalau kita punya gedung ideal ya pasti kita optimalkan. Ini yang paling penting sebetulnya. Jadi pasti akan terjadi berdasarkan kepada transaksi bisnis yang normal. Itu yang paling penting ya," bebernya.
Dony menambahkan, jika dibiarkan begitu saja gedung yang idle, justru malah tidak efisien bagi Telkom. Sebab, perseroan akan mengeluarkan sejumlah dana mulai dari biaya perawatan dan pajak.
"Kita sudah cukup dengan foya-foya berlebihan ya kan. Ada gedung di sini, gedung di sana, semua kita sewakan. Tetapi proses sewanya tentu karena perusahaan terbuka meliwati tadi benturan kepentingan," pungkasnya.