Seorang Mahasiswa Uncen Diduga Tertembak Peluru Karet Saat Demo Tolak Daerah Otonomi Baru Papua

Chandra Iswinarno, Stefanus Aranditio

Selasa, 10 Mei 2022 | 22:19 WIB
Seorang Mahasiswa Uncen Diduga Tertembak Peluru Karet Saat Demo Tolak Daerah Otonomi Baru Papua
Tangkapan layar dari video amatir, polisi membubarkan paksa aksi tolak DOB-Otsus di kawasan Mega, Waena, Selasa, 10 Mei 2022.[Jubi/Ist]

Suara.com - Seorang mahasiswa Ketua Dewan Perwakilan Mahasiswa Fakultas Ekonomi Universitas Cenderawasih (Uncen) Fred Nawipa diduga terkena tembakan peluru karet oleh aparat gabungan TNI-Polri saat aksi demonstrasi tolak otonomi khusus atau daerah otonomi baru di Jayapura, Papua hari ini dibubarkan paksa.

Aktivis Papua Ambrosius Mulait mengatakan, saat itu korban tengah mengikuti demonstrasi bersama massa aksi lainnya di depan Mega Waena, Jayapura.

"Massa aksi ini ditembaki dengan water cannon dan dipukul massa di situ, Ketua DPM Uncen ini dia ditembak peluru karet aparat posisinya di situ, lalu kawan-kawan bantu pikul dan mengamankan dia," kata Ambrosius saat dihubungi Suara.com, Selasa (10/5/2022).

Meski begitu, dia belum mengetahui kronologi lengkap dan siapa pelaku penembakan tersebut karena komunikasi dengan massa aksi lain masih terhambat.

"Informasi ke teman-teman itu masih belum bisa, karena tadi ada penangkapan pada juru bicara Petisi Rakyat Papua Jeffry Wenda dan enam orang lainnya, kita mau komunikasi dengan teman-teman di sana tapi hapenya tidak aktif, karena ada penangkapan, sedang tidak nyaman," ucapnya.

Direktur LBH Papua Emanuel Gobay menambahkan kondisi Fred saat ini masih dirawat oleh teman-temannya di Asrama Mimika.

"Itu dibawa ke asrama mimika kemudian diobati oleh beberapa mahasiswi yang ada di Asrama Mimika itu," ucapnya.

Selain Fred, Ambrosius juga mengabarkan Ketua BEM Hukum Uncen Yuniel Pahabol juga dikabarkan ditangkap, namun belum ada kabar terkait keberadaannya sampai saat ini.

Terpisah, dalam laporan Jubi.id, Kepala Kepolisian Resor Kota atau Kapolresta Jayapura, Kombes Gustav Urbinas mengklaim tidak ada satupun massa aksi yang tertembak peluru karet.

baca juga

“Postingan yang beredar itu tidak benar. Saya [yang] terakhir ada di lokasi tersebut. Jadi itu sama sekali tidak benar,” kata Urbinas dalam keterangan pers di Kota Jayapura, sore ini.

Menurutnya, kemungkinan orang itu digotong teman-temannya setelah terjatuh saat polisi membubarkan massa demonstran, bukan ditembak aparat.

“Hal itu sudah kami konfirmasi juga ke yang dituakan dari [pihak] mahasiswa, dan kondisi yang bersangkutan baik-baik saja. Juga ada kabar yang mengatakan ada pendemo yang tertembak di kaki, itu tidak betul,” tegas Urbinas.

Dia menyebut SOP pembubaran massa tidak menggunakan peluru karet, tetapi memakai gas air mata dan water canon. Bahkan petugas yang memegang senjata laras panjang sudah ditunjuk, dan bukan dalam jumlah besar.

Sumber artikel cek disini
Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Demo Tolak Daerah Otonomi Baru Membesar, Kapolda Papua Instruksikan Siaga Satu

Demo Tolak Daerah Otonomi Baru Membesar, Kapolda Papua Instruksikan Siaga Satu

News | Selasa, 10 Mei 2022 | 16:21 WIB

Alasan Polisi Bubarkan Demo Tolak Daerah Otonomi Baru Papua

Alasan Polisi Bubarkan Demo Tolak Daerah Otonomi Baru Papua

News | Selasa, 10 Mei 2022 | 14:08 WIB

Majelis Rakyat Papua Temui Kepala Bappenas Desak Tunda Pemekaran Provinsi di Papua

Majelis Rakyat Papua Temui Kepala Bappenas Desak Tunda Pemekaran Provinsi di Papua

News | Rabu, 20 April 2022 | 14:18 WIB

Terkini

Rayakan Hari Batik Nasional 2026, Shopee Bagikan Fun Fact Menarik Soal Batik

Rayakan Hari Batik Nasional 2026, Shopee Bagikan Fun Fact Menarik Soal Batik

News | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 20:13 WIB

Dinilai Paling Paham 'Jeroan' Ibu Kota, DPRD DKI Minta Kapolri Baru Perkuat Keamanan Jakarta

Dinilai Paling Paham 'Jeroan' Ibu Kota, DPRD DKI Minta Kapolri Baru Perkuat Keamanan Jakarta

News | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 20:09 WIB

One of a Kind Romance Tayang 9 November, Ini Daftar Para Pemain Utamanya

One of a Kind Romance Tayang 9 November, Ini Daftar Para Pemain Utamanya

Your Say | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 20:00 WIB

Kemenkeu Ungkap Jurus RI Keluar dari Jebakan Middle Income Trap

Kemenkeu Ungkap Jurus RI Keluar dari Jebakan Middle Income Trap

Bisnis | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 19:59 WIB

Pertamina Perkuat Komitmen Menjaga Ketahanan Energi Nasional di Hari Kesaktian Pancasila

Pertamina Perkuat Komitmen Menjaga Ketahanan Energi Nasional di Hari Kesaktian Pancasila

Bisnis | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 19:51 WIB

Kenapa Zodiak Gemini Sering Banget Dibenci? Ini 5 Alasan Utamanya!

Kenapa Zodiak Gemini Sering Banget Dibenci? Ini 5 Alasan Utamanya!

Lifestyle | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 19:35 WIB

Menteri Mukhtarudin Dorong Lulusan Poltekkes Jadi Tenaga Kesehatan Profesional di Dunia

Menteri Mukhtarudin Dorong Lulusan Poltekkes Jadi Tenaga Kesehatan Profesional di Dunia

News | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 19:33 WIB

Polisi Sebut Tak Temukan Unsur Pungli dan Pemerasan di Kasus Bolosego Alkid Yogyakarta

Polisi Sebut Tak Temukan Unsur Pungli dan Pemerasan di Kasus Bolosego Alkid Yogyakarta

News | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 19:33 WIB

JARI98 Ungkap Peran Strategis Listyo Sigit di KSP, 'Benteng Kokoh' Presiden Prabowo?

JARI98 Ungkap Peran Strategis Listyo Sigit di KSP, 'Benteng Kokoh' Presiden Prabowo?

Jatim | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 19:32 WIB

Setelah Sukses di Musim Pertama, Anime Draw This Then Die Lanjut Musim ke-2

Setelah Sukses di Musim Pertama, Anime Draw This Then Die Lanjut Musim ke-2

Your Say | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 19:30 WIB

×