Pemerintah Perlu Turun Periksa Hewan Ternak Sebelum Dipotong, Pastikan Daging Konsumsi Tak Terjangkit PMK

Dwi Bowo Raharjo, Novian Ardiansyah

Rabu, 11 Mei 2022 | 13:54 WIB
Pemerintah Perlu Turun Periksa Hewan Ternak Sebelum Dipotong, Pastikan Daging Konsumsi Tak Terjangkit PMK
Terjadi wabah PMK hewan ternak di Jatim. [Foto: ANTARA]

Suara.com - Ketua MPR Bambang Soesatyo atau Bamsoet meminta pemerintah melalui Kementerian Pertanian dan Kementerian Perdagangan dan dinas terkait untuk mencegah penyebaran penyakit mulut dan kuku (PMK) yang menjangkit hewan ternak.

Salah satunya ialah dengan melakukan pemeriksaan terhadap hewan yang akan disembelih atau dipotong untuk konsumsi.

"Pemeriksaan terhadap hewan yang akan dipotong guna memastikan tidak ada daging hewan ternak terpapar PMK yang dijual di pasaran dengan cara melakukan operasi pasar dan quality control terhadap produk-produk yang dijual di pasaran," kata Bamsoet, Rabu (11/5/2022).

Selain pemeriksaan terhadap hewan ternak yang akan dipotong, pemerintah juga diminta melakukan pencegahan penyebaran PMK dengan pemberian obat kepada hewan ternak.

"Segera melakukan aksi pemberian obat kepada hewan ternak yang sudah terjangkit PMK, termasuk hewan ternak yang belum terjangkit sebagai antisipasi pencegahan. Hal ini penting agar penyakit PMK tidak terus meluas hingga ke wilayah lain, mengingat hewan ternak, utamanya sapi dan kambing merupakan salah satu produk hewani yang banyak dikonsumsi masyarakat," tutur Bamsoet.

Diketahui, Kementerian Pertanian (Kementan) secara aktif telah melakukan upaya pencegahan terjadinya penyebaran dan tracing penyakit Mulut dan Kuku (PMK) di Jawa Timur khususnya di beberapa daerah seperti di Gresik, Sidoarjo, Mojokerto dan Lamongan. Kementan sendiri kini tengah mempersiapkan langkah darurat penanganan PMK di Jawa Timur.

“Dua Laboratorium utama kita, Balai Besar Veteriner Wates dan Pusat Veteriner Farma (Pusvetma) Surabaya sebagai Lab rujukan PMK telah dari awal aktif melakukan tracing kasus ini. Saat ini kami koordinasi dengan pemda Jawa Timur untuk melakukan lockdown zona wabah,” jelas jelas Dirjen Peternakan dan Kesehatan Hewan, Nasrullah, di Jakarta, Sabtu (7/5/2022).

Nasrullah menjelaskan pada awalnya kasus ini diketahui setelah hasil pemeriksaan PCR menunjukkan positif PMK, dan pihaknya telah melakukan rapat koordinasi bersama Gubernur jatim dan 4 Bupati wilayah kasus PMK. Adapun langkah darurat yang disiapkan untuk penanganan sebagai berikut:

  1. Penetapan wabah oleh Menteri Pertanian berdasarkan surat dari Gubernur dan rekomendasi dari otoritas veteriner nasional sesuai dgn PP no 47/2014.
  2. Pendataan harian jumlah populasi yg positif PMK.
  3. Pemusnahan ternak yg positif PMK secara terbatas.
  4. Penetapan lockdown zona wabah tingkat desa/kecamatan di setiap wilayah dgn radius 3-10 km dari wilayah terdampak wabah.
  5. Melakukan pembatasan dan pengetatan pengawasan lalu lintas ternak, pasar hewan dan rumah potong hewan.
  6. Melakukan edukasi kepada peternak terkait SOP pengedalian dan pencegahan PMK
  7. Menyiapkan vaksin PMK.
  8. Pembentukan gugus tugas tingkat provinsi dan kabupaten.
  9. Pengawasan ketat masuknya ternak hidup di wilayah-wilayah perbatasan dengan negara tetangga yang belum bebas PMK oleh Badan Karantina pertanian.

Selanjutnya Nasrullah menjelaskan sejak hari jumat tim pusat dan daerah sudah bekerja di lapangan. Harapannya dapat melokalisir zona penyakit dan tidak menyebar ke wilayah sentra sapi lainnya.

baca juga

“Masyarakat kita mohon bantuan dan kerjasamanya untuk tidak memindahkan atau memperjualbelikan sapi dari daerah wabah ke daerah yang masih bebas. Kita tangani bersama dan lokalisir wilayahnya,” tutup Nasrullah.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Angin Puting Beliung Terjang Gunung Kencana, Diduga Komplotan Maling Hewan Ternak 7 Pria di Lebak Diamuk Massa

Angin Puting Beliung Terjang Gunung Kencana, Diduga Komplotan Maling Hewan Ternak 7 Pria di Lebak Diamuk Massa

Banten | Rabu, 11 Mei 2022 | 07:10 WIB

Ramai Penyakit Mulut dan Kuku pada Hewan, DKPP Bantul Bentuk Tim Penanganan

Ramai Penyakit Mulut dan Kuku pada Hewan, DKPP Bantul Bentuk Tim Penanganan

Jogja | Selasa, 10 Mei 2022 | 19:29 WIB

Duh! 15 Ekor Hewan Sapi di Boyolali Terjangkit Penyakit Mulut dan Kuku

Duh! 15 Ekor Hewan Sapi di Boyolali Terjangkit Penyakit Mulut dan Kuku

Surakarta | Selasa, 10 Mei 2022 | 16:46 WIB

Terekam CCTV, Maling Ternak bikin Ribut Seisi Kandang sampai Kejar-kejaran dengan Ayam, Publik Bingungkan Hal ini

Terekam CCTV, Maling Ternak bikin Ribut Seisi Kandang sampai Kejar-kejaran dengan Ayam, Publik Bingungkan Hal ini

Hits | Selasa, 10 Mei 2022 | 13:58 WIB

Terkini

Mentereng di AS, Mitchell Baker Punya Target Tampil di Premier League, Olimpiade, Piala Dunia

Mentereng di AS, Mitchell Baker Punya Target Tampil di Premier League, Olimpiade, Piala Dunia

Bola | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 23:55 WIB

Mantan Ketua DPR RI Marzuki Alie Minta Dialog soal Tunggakan PBB IGM Rp2,33 Miliar

Mantan Ketua DPR RI Marzuki Alie Minta Dialog soal Tunggakan PBB IGM Rp2,33 Miliar

Sumsel | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 23:40 WIB

Sumsel United Kalah 0-1 dari Semen Padang, Gol Menit Akhir Buyarkan Asa Laskar Juaro Raih Poin

Sumsel United Kalah 0-1 dari Semen Padang, Gol Menit Akhir Buyarkan Asa Laskar Juaro Raih Poin

Sumsel | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 23:28 WIB

Inovasi Fashion Ramah Lingkungan: Botol Plastik Bekas Bisa Disulap Jadi Pakaian Olahraga

Inovasi Fashion Ramah Lingkungan: Botol Plastik Bekas Bisa Disulap Jadi Pakaian Olahraga

Lifestyle | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 23:01 WIB

Dewa United Bukan Lawan Biasa, Shin Tae-yong Minta Persija Hati-hati

Dewa United Bukan Lawan Biasa, Shin Tae-yong Minta Persija Hati-hati

Bola | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 22:54 WIB

Kapolresta Bogor Kota Minta Maaf atas Insiden Intimidasi Videografer

Kapolresta Bogor Kota Minta Maaf atas Insiden Intimidasi Videografer

Jabar | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 22:50 WIB

IVES 2026 Soroti EEC, Pengukuran Dampak Ekonomi Industri Event

IVES 2026 Soroti EEC, Pengukuran Dampak Ekonomi Industri Event

Jakarta | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 22:47 WIB

Sudah Tunjukkan ID Card Tapi Tetap Diamankan, Jurnalis di Bogor Sempat Diminta Hapus Video

Sudah Tunjukkan ID Card Tapi Tetap Diamankan, Jurnalis di Bogor Sempat Diminta Hapus Video

Bogor | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 22:43 WIB

Kasus Polisi Diduga Bunuh Ibu Kandung di Siak, Riwayat Skizofrenia Terungkap, Kompolnas Turun Tangan

Kasus Polisi Diduga Bunuh Ibu Kandung di Siak, Riwayat Skizofrenia Terungkap, Kompolnas Turun Tangan

Sumsel | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 22:31 WIB

Bahlil Curiga LNG Indonesia ke Singapura Dijual Lagi, Ada Apa?

Bahlil Curiga LNG Indonesia ke Singapura Dijual Lagi, Ada Apa?

Video | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 22:15 WIB

×