Pilpres Filipina Diwarnai Dinasti Politik, Bagaimana dengan Indonesia?

Siswanto, Deutsche Welle

Kamis, 12 Mei 2022 | 14:57 WIB
Pilpres Filipina Diwarnai Dinasti Politik, Bagaimana dengan Indonesia?
DW

Suara.com - Ada 3 faktor yang membuat Filipina didominasi dinasti politik: kekuatan jaringan, logistik keuangan, dan loyalitas. Lantas, seperti apa kekuatan dinasti politik di Indonesia?

Hasil perhitungan cepat Pemilihan Presiden Filipina hingga Rabu (11/05) menunjukkan kemenangan sementara bagi Ferdinand "Bongbong" Marcos Jr., putra mantan diktator Ferdinand Marcos.

Dikutip dari kantor berita AFP, dengan penghitungan awal yang hampir selesai, Bongbong Marcos memperoleh lebih dari 56% suara atau lebih dari dua kali lipat jumlah penghitungan yang didapat oleh saingan terkuatnya, Leni Robredo (independen).

Bila hasil perhitungan cepat ini tidak berubah, kemenangan pasangan ini semakin memperkuat aroma dinasti politik yang merajalela di Filipina.

Sebelumnya, sejumlah nama seperti Gloria Macapagal Arroyo juga mengikuti jejak ayahnya, Diosdado Macapagal, menjadi presiden. Kemudian ada Benigno Aquino III yang ikut menjadi presiden mengikuti ibunya, Corazon Aquino.

"Oligarki dari dulu memainkan peran di sana (Filipina). Pilpres begitu cepat berganti, hanya dalam kurun 6 tahun dan masa jabatan presiden hanya boleh satu periode. Setiap dinasti memiliki wilayah kekuasaan sendiri dan kuat," kata Direktur Eksekutif Lembaga Survei Indonesia (LSI), Djayadi Hanan.

Menurut Hanan, ada tiga faktor yang membuat dinasti politik di Filipina mendominasi, yakni kekuatan jaringan, logistik keuangan, dan loyalitas.

Dinasti politik di Filipina memiliki kekuatan jaringan yang luar biasa. Setiap dinasti masuk ke dalam sistem jaringan kekuasaan dari posisi tertinggi sampai yang terkecil.

"Jadi tidak hanya satu dua jabatan saja, sampai ke tingkat bawah mereka ada. Mereka menguasai logistik dan keuangan, keluarga dinasti ini terhubung secara terus-menerus dengan pemilik modal besar untuk menopang politik dinasti. Keluarga Marcos uangnya kuat apalagi bergabung dengan Duterte yang sedang berkuasa. Mereka juga memiliki pendukung loyal terutama masyarakat kelas menengah ke bawah dan ini selalu dijaga oleh setiap dinasti meskipun mereka tidak menjadi presiden saat itu," paparnya.

baca juga

Bagaimana dengan Indonesia?

Di Indonesia, pesta demokrasi pemilihan presiden baru akan berlangsung pada 2024. Sejumlah nama yang mulai digadang jadi calon presiden adalah anak dari presiden sebelumnya.

Seperti Puan Maharani anak mantan Presiden Megawati sekaligus cucu Soekarno. Agus Harimurti Yudhoyono anak mantan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, kemudian Prabowo Subianto pernah menjadi menantu mantan Presiden Soeharto.

Djayadi Hanan mengatakan tingkat demokrasi di Indonesia jauh lebih baik dari Filipina dan dinasti politik di Indonesia lebih kentara di tingkat lokal.

"Di tingkat nasional belum masif," kata Djayadi Hanan kepada DW Indonesia.

Selain itu, menurutnya, politisi yang menjadi bagian dari dinasti di Indonesia tidak memiliki tiga kekuatan sekaligus.

Sumber dukungan dan hubungan dana dari pemodal besar bisa berpindah-pindah termasuk tidak ada dukungan sekuat loyalitas di Filipina.

"Pemilu kali ini bisa mendukung, tapi pemilu selanjutnya belum tentu. Sumber dananya tidak ada terus-menerus di Indonesia. Seperti SBY dan AHY, tidak sekuat di Filipina. Termasuk keluarga Soeharto, Tommy sudah berapa kali mencalon dan membuat partai sendiri tapi gagal. Dinasti di Indonesia tidak sekuat yang ada di Filipina, karena kekuatan mereka tidak semasif yang ada di Filipina. Prabowo kuat tapi tidak dominan, AHY masuk 10 besar, Puan di luar 10 besar justru yang menonjol yang di luar dinasti seperti Ganjar dan Anies," paparnya.

Senada dengannya, peneliti politik dan kebijakan publik SMRC, Saidiman Ahmad, mengatakan bahwa di Indonesia dinasti politik tidak memberikan pengaruh yang besar dalam Pilpres 2024.

Ini dilihat berdasarkan riset SMRC yang menunjukkan calon-calon dari kelompok elit meskipun sudah melakukan promosi besar-besaran tidak menghasilkan persepsi yang cukup baik.

"Kita menemukan hasil survei yang mengejutkan, orang-orang kaya mapan promosinya kencang publik tidak tergerek. Sebaliknya publik anti terhadap mereka yang elit. Dinasti bukan bagian dari publik, SBY muncul karena ketokohannya, sama halnya dengan Jokowi, dikenal dekat dengan rakyat jelata," ujar Saidiman Ahmad.

Suara perempuan untuk siapa?

Kementerian Dalam Negeri mencatat Daftar Penduduk Potensial Pemilih Pemilihan (DP4) untuk Pilpres tahun 2024 sebanyak 206 juta jiwa.

Jumlah ini meningkat dibandingkan dengan pemilih pada Pemilu 2019 yakni 192 juta jiwa. Ini berarti pada pemilu 2024, jumlah pemilih perempuan akan sekitar 96,5 juta jiwa atau 50,07% lebih banyak dibandingkan pada Pilpres 2019.

Peneliti senior bidang gender dan pembangunan dari Universitas Bengkulu (Unib), Titiek Kartika Hendrastiti, mengatakan meskipun jumlah pemilih perempuan mendominasi, tidak berarti pemilih perempuan akan memilih kandidat capres perempuan.

"Pemilih perempuan akan memilih kandidat yang diyakini akan membuat perubahan. Bisa laki-laki, bisa juga perempuan, karena perubahan tidak hanya bisa dilakukan oleh perempuan, namun laki-laki yang berpikiran out of the box juga bisa melakukan perubahan," kata Titiek.

Ia tidak menampik bahwa di awal tahun 2000-an aktivis perempuan memang mengampanyekan jargon women vote for women.

Namun setelah dievaluasi, tidak semua politisi perempuan ketika mendapatkan kesempatan akan melakukan banyak perubahan untuk perempuan.

"Hasil 2004, perempuan yang duduk (di pemerintahan) tidak banyak berperan (dalam membuat) regulasi ramah perempuan. Pemilih perempuan saat ini lebih cerdas, akan melihat apa yang sudah dilakukan dan bisa dilakukan. Tidak terbatas pada gender," lanjutnya. (ae)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Rektor Jadi Tersangka, KPK Bongkar Korupsi Penerimaan Mahasiswa Unsoed

Rektor Jadi Tersangka, KPK Bongkar Korupsi Penerimaan Mahasiswa Unsoed

News | Sabtu, 22 Agustus 2026 | 08:35 WIB

HP Xiaomi RAM 12 GB Berapa Harganya? Ini 5 Pilihan untuk Multitasking Berat dan Fotografi Terbaik

HP Xiaomi RAM 12 GB Berapa Harganya? Ini 5 Pilihan untuk Multitasking Berat dan Fotografi Terbaik

Tekno | Sabtu, 22 Agustus 2026 | 08:34 WIB

Gibran Turun Gunung, Cicilan Utang Korban Gempa NTT Bakal Dapat Kelonggaran

Gibran Turun Gunung, Cicilan Utang Korban Gempa NTT Bakal Dapat Kelonggaran

News | Sabtu, 22 Agustus 2026 | 08:18 WIB

Tenaga Penjualan Jadi Kunci Penguatan Industri Asuransi Jiwa

Tenaga Penjualan Jadi Kunci Penguatan Industri Asuransi Jiwa

Bisnis | Sabtu, 22 Agustus 2026 | 08:00 WIB

OSL Indonesia Bidik Peluang Tokenisasi Aset di Tengah Pertumbuhan Ekonomi Digital

OSL Indonesia Bidik Peluang Tokenisasi Aset di Tengah Pertumbuhan Ekonomi Digital

Bisnis | Sabtu, 22 Agustus 2026 | 07:50 WIB

Transaksi Saham BEI Makin Ramai, IHSG Naik 1,93 Persen Sepekan

Transaksi Saham BEI Makin Ramai, IHSG Naik 1,93 Persen Sepekan

Bisnis | Sabtu, 22 Agustus 2026 | 07:41 WIB

Gempa Flores M 7,7, Bantuan Logistik Mulai Dikirim untuk Warga Terdampak

Gempa Flores M 7,7, Bantuan Logistik Mulai Dikirim untuk Warga Terdampak

Bisnis | Sabtu, 22 Agustus 2026 | 07:34 WIB

RS Lapangan Ruteng Resmi Beroperasi untuk Korban Gempa NTT

RS Lapangan Ruteng Resmi Beroperasi untuk Korban Gempa NTT

Foto | Sabtu, 22 Agustus 2026 | 07:14 WIB

Setelah 4 Tahun Terendam, Jalan Cipayung-Pasir Putih Akhirnya Dibuka Lagi

Setelah 4 Tahun Terendam, Jalan Cipayung-Pasir Putih Akhirnya Dibuka Lagi

Foto | Sabtu, 22 Agustus 2026 | 08:00 WIB

Korupsi Penerimaan Mahasiswa Baru, Rektor Unsoed Ahmad Sodiq Ditahan KPK

Korupsi Penerimaan Mahasiswa Baru, Rektor Unsoed Ahmad Sodiq Ditahan KPK

Foto | Sabtu, 22 Agustus 2026 | 06:00 WIB

Terkini

Rekening Aktivis Pati Dibekukan, Koalisi Sipil: Jangan Jadikan Bank Alat Membungkam Kritik

Rekening Aktivis Pati Dibekukan, Koalisi Sipil: Jangan Jadikan Bank Alat Membungkam Kritik

News | Minggu, 23 Agustus 2026 | 22:05 WIB

Kebakaran Desa Adat Sade, Gubernur NTB Ungkap Dugaan Awal: Masalah Listrik

Kebakaran Desa Adat Sade, Gubernur NTB Ungkap Dugaan Awal: Masalah Listrik

News | Minggu, 23 Agustus 2026 | 22:04 WIB

BNPB Minta Malaysia dan Singapura Tak Saling Salahkan soal Asap Karhutla

BNPB Minta Malaysia dan Singapura Tak Saling Salahkan soal Asap Karhutla

News | Minggu, 23 Agustus 2026 | 21:57 WIB

Ratu Tisha: Sepak Bola dan Pendidikan Dapat Berjalan Beriringan

Ratu Tisha: Sepak Bola dan Pendidikan Dapat Berjalan Beriringan

Bola | Minggu, 23 Agustus 2026 | 21:44 WIB

1.923 Titik Panas Terdeteksi di Papua Tengah, Nabire Terbanyak

1.923 Titik Panas Terdeteksi di Papua Tengah, Nabire Terbanyak

News | Minggu, 23 Agustus 2026 | 21:42 WIB

DPR Respons Wacana Pengalihan Utang Whoosh ke Kemenkeu

DPR Respons Wacana Pengalihan Utang Whoosh ke Kemenkeu

News | Minggu, 23 Agustus 2026 | 21:36 WIB

Zulhas: Anggota Dewan Hingga Menteri PAN Wajib Potong Gaji Sebulan Demi Rakyat NTT

Zulhas: Anggota Dewan Hingga Menteri PAN Wajib Potong Gaji Sebulan Demi Rakyat NTT

News | Minggu, 23 Agustus 2026 | 21:32 WIB

Misbakhun Tegaskan SOKSI Siap Jadi Pendulang Suara Golkar di Pemilu Mendatang

Misbakhun Tegaskan SOKSI Siap Jadi Pendulang Suara Golkar di Pemilu Mendatang

News | Minggu, 23 Agustus 2026 | 21:28 WIB

Viral Pemblokiran Rekening Warga di Bank Mandiri, Bagaimana Regulasinya?

Viral Pemblokiran Rekening Warga di Bank Mandiri, Bagaimana Regulasinya?

Bisnis | Minggu, 23 Agustus 2026 | 21:15 WIB

Prabowo Copot M Nasir dari Sekda Aceh, Pemprov: Tak Ada Masalah Apa-apa

Prabowo Copot M Nasir dari Sekda Aceh, Pemprov: Tak Ada Masalah Apa-apa

Sumut | Minggu, 23 Agustus 2026 | 21:09 WIB

×