facebook

Mengapa Bulan Syawal Bagus untuk Menikah? Begini Penjelasannya Menurut Islam

Rifan Aditya
Mengapa Bulan Syawal Bagus untuk Menikah? Begini Penjelasannya Menurut Islam
mengapa bulan Syawal bagus untuk menikah - Ilustrasi wedding, pernikahan, menikah, pengantin (pixabay.com)

Mengapa bulan Syawal bagus untuk menikah? Rasulullah shallallahu alaihi wasallam menikahi Aisyah di bulan Syawal.

Suara.com - Anda sering mengalami mendapat banyak undangan pesta pernikahan yang digelar pada bulan Syawal. Nah, karena ada banyak orang mengadakan pesta pernikahan di bulan Syawal, tidakkah Anda penasaran kira-kira mengapa bulan Syawal bagus untuk menikah?

Setelah bulan puasa Ramadhan, biasanya setelah merayakan hari raya Idul Fitri, kita akan mendapatkan undangan pernikahan. Untuk tahu penjelasan mengapa bulan Syawal bagus untuk menikah, simak artikel ini sampai selesai.

Jawabannya ada di bawah ini. 

Alasan mengapa bulan Syawal bagus untuk menikah tidak lain karena ada dalil sunnah yang menyatakan pernikahan yang dilaksanakan di bulan Syawal itu baik. Dikutip dari muslimah.or.id, dalil sunnah menikah di bulan Syawal itu sebagai berikut:

Baca Juga: Bacaan Niat Puasa Qadha Ramadhan di Bulan Syawal, Bolehkah Digabung dengan Puasa Syawal?

‘Aisyah radiallahu ‘anha istri Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam menceritakan, “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam menikahiku di bulan Syawal, dan membangun rumah tangga denganku pada bulan Syawal pula. Maka isteri-isteri Rasulullah Shalallahu ‘alaihi Wassalam yang manakah yang lebih beruntung di sisinya dariku?” (Perawi) berkata, “Aisyah Radiyallahu ‘anhaa dahulu suka menikahkan para wanita di bulan Syawal” (HR. Muslim).

Berkaca pada sunnah Nabi, maka semua orang terutama umat muslim mengikuti dan menjadikan bulan Syawal sebagai bulan yang baik untuk menikah.   

Keistimewaan Menikah di Bulan Syawal

Keisimewaan menikah di bulan Syawal salah satunya adalah untuk menepis Thirayah. Dikutip dari berbagai sumber, Thirayah adalah adalah anggapan sial terhadap sesuatu.

Pernikahan di bulan Syawal yang dilaksanakan oleh Nabi ketika menikahi Aisyah salah satu tujuannya adalah untuk menepis anggapan Thirayah ini. Rasulullah menjelaskan bahwa percaya pada kesialan itu termasuk sikap syirik.

Baca Juga: Puasa Syawal Sampai Kapan? Simak Waktu Pelaksanaan dan Batas Akhir Puasa

Hal itu diriwayatkan dalam HR. Ahmad, dishahihkan oleh Syaikh Al-Albani dalam Silsilah Ash-Shahihah no. 429, berbunyi sebagai berikut:

Komentar