Astronom Ungkap Gambar 'Monster' Bima Sakti, Apa yang Membuat Luar Biasa?

Siswanto | BBC | Suara.com

Senin, 16 Mei 2022 | 14:26 WIB
Astronom Ungkap Gambar 'Monster' Bima Sakti, Apa yang Membuat Luar Biasa?
BBC

Suara.com - Ini adalah lubang hitam raksasa yang hidup di pusat galaksi kita, yang untuk pertama kali diambil gambarnya.

Dikenal sebagai Sagitarius A*, objek ini memiliki massa empat juta kali lipat dari Matahari kita.

Apa yang Anda lihat adalah pusat dari wilayah gelap di mana lubang itu berada, dilingkari oleh cahaya yang berasal dari gas super panas yang dipercepat oleh gaya gravitasi yang amat besar.

Skala lubang hitam itu, cincinnya kira-kira seukuran orbit Merkurius di sekitar bintang kita. Itu sekitar 60 juta kilometer.

Baca juga:

Untungnya, keberadaan monster ini sangatlah jauh, sekitar 26.000 tahun cahaya dari Bumi kita, sehingga tidak ada kemungkinan kita akan menghadapi bahaya apa pun.

Gambar tersebut diproduksi oleh tim internasional yang disebut kolaborasi Event Horizon Telescope (EHT).

Ini adalah gambar kedua mereka setelah merilisnya pada 2019, sebuah gambar lubang hitam raksasa di jantung galaksi lain yang disebut Messier 87, atau M87.

Objek itu 1.000 kali lebih besar dengan 6,5 miliar kali massa Matahari kita.

"Tetapi gambar baru ini istimewa karena ini adalah lubang hitam supermasif kita," kata Profesor Heino Falcke, salah seorang pelopor dari Eropa di balik proyek EHT.

"Ini ada di 'halaman belakang kita', dan jika Anda ingin memahami lubang hitam dan cara kerjanya, ini adalah salah satu yang akan memberi tahu Anda karena kami melihatnya dengan detail yang rumit," kata ilmuwan Jerman-Belanda dari Radboud University Nijmegen kepada BBC News.

Gambar ini sangat luar biasa secara teknis.

Pada jarak 26.000 tahun cahaya dari Bumi, Sagitarius A*, atau disingkat Sgr A*, adalah titik kecil di langit.

Untuk memahami target seperti itu membutuhkan resolusi yang luar biasa.

Trik yang dilakukan EHT adalah teknik yang disebut very long baseline array interferometry (VLBI).

Pada dasarnya, teknik ini menggabungkan jaringan delapan antena radio dengan jarak yang luas untuk meniru teleskop seukuran planet kita.

Massa lubang hitam menentukan ukuran piringan akresinya, atau cincin emisinya. Lubang itu beradapada depresi kecerahan pusat (central brightness depression).

"Permukaannya" disebut 'event horizon' (cakrawala peristiwa), di mana batas di dalamnya bahkan sinar cahaya dibelokkan kembali ke dirinya sendiri oleh kelengkungan dalam ruang-waktu.

Wilayah yang lebih terang di piringan akresi adalah tempat cahaya memperoleh energi saat bergerak ke arah kita, dan dikatakan sebagai 'doppler boosted'.


Susunan ini memungkinkan EHT untuk memotong satu sudut di langit yang diukur dalam mikrodetik.

Anggota tim EHT berbicara tentang ketajaman penglihatan yang mirip dengan kemampuan melihat sepotong bagel di permukaan Bulan.

Bahkan kemudian, jam atom, algoritme pintar, dan komputerisasi canggih selama berjam-jam yang tak terhitung jumlahnya, diperlukan guna membangun gambar dari beberapa petabyte (1 PB sama dengan satu juta gigabyte) data yang dikumpulkan.

Cara lubang hitam menikung, atau lensa, cahaya berarti tidak ada yang bisa dilihat selain "bayangan", tetapi kecemerlangan materi itu tampil mencolok di sekitar kegelapan ini dan menyebar ke dalam lingkaran, yang dikenal sebagai cakram akresi, bertolak belakang di mana obyek itu berada.

Baca juga:

Jika Anda membandingkan gambar baru dengan gambar M87 sebelumnya, Anda mungkin bertanya-tanya apa yang berbeda. Tetapi ada perbedaan utama.

"Karena Sagitarius A* adalah lubang hitam yang jauh lebih kecil - sekitar 1.000 kali lebih kecil - struktur cincinnya berubah pada skala waktu yang 1.000 kali lebih cepat," jelas anggota tim Dr Ziri Younsi dari University College London, Inggris.

"Ini sangat dinamis. 'Titik panas' yang Anda lihat di ring bergerak dari hari ke hari."

Ini sangat jelas dari simulasi yang dihasilkan oleh tim tentang apa yang akan Anda lihat jika Anda, entah bagaimana caranya, dapat membawa diri Anda ke pusat galaksi kita dan melihat panorama dengan mata yang peka pada frekuensi radio.

Gas yang sangat panas dan tereksitasi - atau plasma - di dalam cincin bergerak di sekitar lubang hitam dengan kecepatan cahaya yang signifikan (300.000 km/detik)

Wilayah yang lebih terang kemungkinan adalah tempat di mana material bergerak ke arah kita dan di mana emisi cahayanya diberi energi, atau "didorong doppler" (doppler boosted), sebagai konsekuensinya.

Perubahan cepat di sekitar Sgr A* adalah bagian dari alasan mengapa dibutuhkan waktu lebih lama untuk menghasilkan sebuah gambar ketimbang M87. Interpretasi data menjadi tantangan yang lebih berat.

Pengamatan teleskop untuk kedua lubang hitam sebenarnya diperoleh selama periode yang sama pada awal 2017, tetapi M87, pada ukuran dan jarak yang lebih besar dari 55 juta tahun cahaya, terlihat statis apabila diperbandingkan.

Para ilmuwan mulai menerapkan pengukuran dalam gambar baru untuk menguji fisika yang saat ini kami gunakan untuk menggambarkan lubang hitam.

Sejauh ini, apa yang mereka lihat sepenuhnya konsisten dengan persamaan yang dikemukakan Einstein dalam teorinya tentang gravitasi, relativitas umum.

Kami telah menduga selama beberapa dekade bahwa lubang hitam supermasif berada di pusat galaksi.

Apa lagi yang bisa menghasilkan gaya gravitasi yang mempercepat bintang-bintang terdekat melalui ruang angkasa dengan kecepatan hingga 24.000 km/detik (sebagai perbandingan Matahari kita meluncur mengelilingi galaksi dengan kecepatan 230 km/detik).

Tapi, yang menarik, ketika komite Hadiah Nobel menganugerahi astronom Reinhard Genzel dan Andrea Ghez dengan penghargaan fisika pada 2020 untuk mereka atas Sgr A*, kutipan tersebut hanya berbicara tentang "satu objek kompak supermasif".

Itu adalah ruang gerak untuk berjaga-jaga jika ada fenomena eksotis lain yang menjadi penjelasannya.

Bagaimanapun, saat ini tidak ada keraguan sedikitpun.

Pada Agustus nanti, teleskop ruang angkasa super baru, James Webb, akan mengarahkan perhatiannya pada Sgr A*.

Observatorium senilai US$10 miliar, atau sekitar Rp146 triliun, itu tidak akan memiliki resolusi untuk secara langsung mencitrakan lubang hitam dan cincin akresinya.

Akan tetapi alat itu akan membawa kemampuan baru guna mempelajari lingkungan di sekitar lubang hitam dengan instrumen inframerahnya yang sangat sensitif.

Para astronom akan mempelajari secara rinci perilaku dan bentuk ratusan bintang yang berputar di sekitar lubang hitam.

Mereka bahkan akan mencari cara untuk melihat apakah ada beberapa lubang hitam seukuran bintang di wilayah tersebut, dan untuk bukti gumpalan materi yang tidak terlihat, atau gelap, yang terkonsentrasi.

"Setiap kali kami mendapatkan fasilitas baru yang dapat mengambil gambar alam semesta yang lebih tajam, kami melakukan yang terbaik untuk mempraktikkannya di pusat galaksi, dan kami pasti mempelajari sesuatu yang fantastis," kata Dr Jessica Lu, asisten profesor dari University of California, Berkeley, AS, yang akan memimpin operasi teleskop Webb.

Hasil kolaborasi EHT itu diterbitkan dalam edisi khusus jurnal The Astrophysical Journal Letters.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Gebrakan Menteri HAM Natalius Pigai di DPR: Singgung Intoleran hingga Usul UU Kebebasan Beragama

Gebrakan Menteri HAM Natalius Pigai di DPR: Singgung Intoleran hingga Usul UU Kebebasan Beragama

News | Selasa, 07 April 2026 | 16:38 WIB

Kisah Tika, Pejuang Disabilitas yang Akhirnya Temukan 'Rumah' di Pabrik Rokok HS

Kisah Tika, Pejuang Disabilitas yang Akhirnya Temukan 'Rumah' di Pabrik Rokok HS

Bisnis | Selasa, 07 April 2026 | 16:00 WIB

Zaskia Adya Mecca Terima Undangan Sidang, Sampai Lokasi Bingung Gedung Pengadilan Militer Sepi

Zaskia Adya Mecca Terima Undangan Sidang, Sampai Lokasi Bingung Gedung Pengadilan Militer Sepi

Entertainment | Selasa, 07 April 2026 | 16:36 WIB

Tak Hanya Pedagang Kecil, BUMN Ini Juga Mulai Rasakan Kelangkaan Plastik

Tak Hanya Pedagang Kecil, BUMN Ini Juga Mulai Rasakan Kelangkaan Plastik

Bisnis | Selasa, 07 April 2026 | 16:34 WIB

5 Mobil Hybrid 7 Seater yang Mudah Perawatan dan Awet Jangka Panjang

5 Mobil Hybrid 7 Seater yang Mudah Perawatan dan Awet Jangka Panjang

Otomotif | Selasa, 07 April 2026 | 16:32 WIB

Komnas HAM Respons Aksi Protes Buntut Kasus Andrie Yunus, Bakal Surati Presiden dan DPR

Komnas HAM Respons Aksi Protes Buntut Kasus Andrie Yunus, Bakal Surati Presiden dan DPR

News | Selasa, 07 April 2026 | 16:32 WIB

Harga Kedelai di Jakarta Menggila Imbas Konflik Global, Warga Diimbau Mulai Lirik Urban Farming

Harga Kedelai di Jakarta Menggila Imbas Konflik Global, Warga Diimbau Mulai Lirik Urban Farming

News | Selasa, 07 April 2026 | 16:32 WIB

Baliho 'Aku Harus Mati' Disorot, Kemenkes: Bisa Picu Pikiran Negatif Pada Orang Rentan

Baliho 'Aku Harus Mati' Disorot, Kemenkes: Bisa Picu Pikiran Negatif Pada Orang Rentan

News | Selasa, 07 April 2026 | 16:29 WIB

Andrie Yunus Sampaikan 2 Pucuk Surat dari Rumah Sakit, Ini Isinya!

Andrie Yunus Sampaikan 2 Pucuk Surat dari Rumah Sakit, Ini Isinya!

News | Selasa, 07 April 2026 | 16:28 WIB

Pelatih Sukses Girona Jadi Kandidat Utama Nahkoda Maarten Paes di Ajax

Pelatih Sukses Girona Jadi Kandidat Utama Nahkoda Maarten Paes di Ajax

Bola | Selasa, 07 April 2026 | 16:23 WIB

Terkini

Pimpinan KPK akan Klarifikasi Penyidik Soal CCTV Mati Saat Geledah Rumah Ono Surono

Pimpinan KPK akan Klarifikasi Penyidik Soal CCTV Mati Saat Geledah Rumah Ono Surono

News | Selasa, 07 April 2026 | 19:12 WIB

Tak Picu Kriminal! Anggota DPR Hinca Panjaitan Usul Maluku Jadi 'Kawasan Ekonomi Khusus' Ganja Medis

Tak Picu Kriminal! Anggota DPR Hinca Panjaitan Usul Maluku Jadi 'Kawasan Ekonomi Khusus' Ganja Medis

News | Selasa, 07 April 2026 | 18:48 WIB

Serangan Brutal di Istanbul, 3 Orang Tewas di Dekat Konsulat Israel

Serangan Brutal di Istanbul, 3 Orang Tewas di Dekat Konsulat Israel

News | Selasa, 07 April 2026 | 18:38 WIB

Negara Rugi Rp1,2 Triliun! Bareskrim Sikat 672 Penyalahguna BBM-LPG, 2 Anggota TNI Ikut Terseret

Negara Rugi Rp1,2 Triliun! Bareskrim Sikat 672 Penyalahguna BBM-LPG, 2 Anggota TNI Ikut Terseret

News | Selasa, 07 April 2026 | 18:29 WIB

Pigai Sebut Kasus Andrie Yunus Jadi Sejarah Baru: Pemerintah Beri Atensi, Tanpa Intervensi Hukum

Pigai Sebut Kasus Andrie Yunus Jadi Sejarah Baru: Pemerintah Beri Atensi, Tanpa Intervensi Hukum

News | Selasa, 07 April 2026 | 18:06 WIB

Istri Ono Surono Ungkap Tak Diintimidasi Langsung Penyidik KPK, Tapi Diminta Matikan CCTV

Istri Ono Surono Ungkap Tak Diintimidasi Langsung Penyidik KPK, Tapi Diminta Matikan CCTV

News | Selasa, 07 April 2026 | 17:56 WIB

Kabar Baik dari Iran, Kapal Tanker Indonesia Dapat Kemudahan Lewati Selat Hormuz

Kabar Baik dari Iran, Kapal Tanker Indonesia Dapat Kemudahan Lewati Selat Hormuz

News | Selasa, 07 April 2026 | 17:55 WIB

Andrie Yunus Disebut Jadi Simbol Suara Kritis Gen Z yang Hadapi Intimidasi dan Kekerasan

Andrie Yunus Disebut Jadi Simbol Suara Kritis Gen Z yang Hadapi Intimidasi dan Kekerasan

News | Selasa, 07 April 2026 | 17:25 WIB

13 Jam Jelang Dibom AS, Kaum Muda Iran Bikin 'Tameng Manusia' di Pembangkit Listrik

13 Jam Jelang Dibom AS, Kaum Muda Iran Bikin 'Tameng Manusia' di Pembangkit Listrik

News | Selasa, 07 April 2026 | 17:15 WIB

KPK Cecar Istri Ono Surono 16 Pertanyaan Soal Suap Ijon Bekasi

KPK Cecar Istri Ono Surono 16 Pertanyaan Soal Suap Ijon Bekasi

News | Selasa, 07 April 2026 | 17:14 WIB