Opini: Rusia Harus Biayai Rekonstruksi Ukraina

Siswanto, Deutsche Welle

Jum'at, 20 Mei 2022 | 10:49 WIB
Opini: Rusia Harus Biayai Rekonstruksi Ukraina
DW

Pada akhirnya, imperium para buruh dan petani tani ambruk. Keruntuhan Rusia kali ini akan lebih buruk daripada tahun 1991. Putin mengisolasi negaranya dari dunia luar. Kekuatan dunia di masa depan Cina hanya menunggu.

Perang akan melemahkan Rusia Hanya satu tujuan sanksi Barat, yaitu untuk menghentikan perang Rusia. Tetapi sanksi ekonomi membutuhkan waktu berbulan-bulan untuk capai keberhasilan. Rusia seperti ikan mas di akuarium yang dilubangi oleh seseorang dan airnya perlahan keluar.

Banyak orang Rusia masih percaya bahwa kehidupan sehari-hari mereka tidak akan terpengaruh oleh perang. Itu akan berubah.

Selain itu, perang melemahkan Rusia. Perang menelan biaya miliaran. Konsekuensi jangka panjang bagi perekonomian akan menghancurkan.

Belum lagi moral warganya. Putin telah berhasil memastikan bahwa sampai beberapa generasi ke depan, mayoritas orang Ukraina akan menganggap orang Rusia sebagai musuh mematikan mereka.

Ukraina tidak akan melupakan apa yang dilakukan Rusia terhadap mereka. Mereka akan mengingat untuk waktu yang lama bahwa banyak orang Rusiam, dari Kaliningrad sampai Vladivostok, melihat pembunuhan dan penghancuran yang tidak masuk akal ini dengan tak acuh atau bahkan mendukungnya.

Berapa lama perang masih akan berlangsung? Tidak ada yang tahu. Hanya satu hal yang jelas: setiap hari tentara Ukraina semakin kuat.

Senjata Barat modern tiba secara bertahap di tangan pasukan Ukraina, yang menjadikan mereka semakin percaya diri.

Seorang anggota pemerintahan Ukraina bahkan sudah meramalkan kemenangan akan diraih pada akhir tahun ini.

baca juga

Membuat rencana untuk membangun kembali negara, yang akan menelan biaya ratusan miliar. Uang yang harus dibayar oleh mereka yang menyebabkan kerusakan - yaitu, pembayar pajak di Rusia.

Memanfaatkan aset Rusia

Cadangan mata uang Rusia dalam kisaran tiga digit miliar berada di bank-bank di luar Rusia: aset negara yang dibekukan sebagai bagian dari sanksi.

Sebetulnya, hukum internasional melindungi uang ini karena awalnya milik Rusia. Tapi Putin tidak bisa lagi menggunakan hukum internasional.

Terlalu sering dia menendang dirinya sendiri. Dari hari ke hari seluruh dunia menyaksikan kejahatan perang yang dilakukan oleh tentara Rusia.

Oleh karena itu, aset ini sebaiknya ditransfer ke Ukraina secara bertahap setiap bulan, sehingga Kyiv dapat menutupi biaya operasional negara yang dilanda perang: untuk membayar uang pensiun, gaji pegawai negeri, perbaikan dan rekonstruksi infrastruktur yang dihancurkan oleh Rusia.

Mentransfer uang secara bertahap juga akan memiliki keuntungan, yakni mencegah korupsi. Bagaimanapun, Rusia harus menerima kehilangan uang itu. Untuk Ukraina itu akan menjadi bantuan untuk memulai awal baru. (yf/vlz)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

IHSG Merosot ke Level 5.835 di Sesi I, Saham Cuan dan DEWA Ambrol

IHSG Merosot ke Level 5.835 di Sesi I, Saham Cuan dan DEWA Ambrol

Bisnis | Jum'at, 26 Juni 2026 | 12:11 WIB

PT Pegadaian CPS Pondok Aren Kolaborasi dengan Sahabat Berbagi Tangsel Gelar Santunan Yatim & Dhuafa

PT Pegadaian CPS Pondok Aren Kolaborasi dengan Sahabat Berbagi Tangsel Gelar Santunan Yatim & Dhuafa

Bisnis | Jum'at, 26 Juni 2026 | 12:10 WIB

Wajah Baru Halte Patra Kuningan 2 Ternoda Vandalisme, Begini Respons Transjakarta

Wajah Baru Halte Patra Kuningan 2 Ternoda Vandalisme, Begini Respons Transjakarta

News | Jum'at, 26 Juni 2026 | 12:03 WIB

Investasi Rp339 Triliun, Blok Masela Target Mulai Konstruksi 2027

Investasi Rp339 Triliun, Blok Masela Target Mulai Konstruksi 2027

Bisnis | Jum'at, 26 Juni 2026 | 12:02 WIB

Dibintangi Jenna Ortega, Sony Pictures Rilis Trailer Film Klara and the Sun

Dibintangi Jenna Ortega, Sony Pictures Rilis Trailer Film Klara and the Sun

Your Say | Jum'at, 26 Juni 2026 | 12:02 WIB

Muncul Isu Perintah Awasi Gibran Buntut 'Mahasiswa Bayaran', Gerindra Tepis Ada Agenda Itu

Muncul Isu Perintah Awasi Gibran Buntut 'Mahasiswa Bayaran', Gerindra Tepis Ada Agenda Itu

Video | Jum'at, 26 Juni 2026 | 12:00 WIB

Kasus Penyekapan di Bandung Harus Dijerat Pasal Berlapis, Fokus pada Dampak Korban

Kasus Penyekapan di Bandung Harus Dijerat Pasal Berlapis, Fokus pada Dampak Korban

News | Jum'at, 26 Juni 2026 | 11:59 WIB

Juli 2026, Pemerintah Mulai Produksi CNG Rumah Tangga Pengganti LPG

Juli 2026, Pemerintah Mulai Produksi CNG Rumah Tangga Pengganti LPG

Bisnis | Jum'at, 26 Juni 2026 | 11:55 WIB

3 Bedak Tabur Wardah Terlaris di Shopee, Kualitas Bagus Menurut Review Pengguna

3 Bedak Tabur Wardah Terlaris di Shopee, Kualitas Bagus Menurut Review Pengguna

Lifestyle | Jum'at, 26 Juni 2026 | 11:52 WIB

Harga LNG Naik, INDEF Ingatkan Pemerintah Mitigasi Risiko PHK Industri

Harga LNG Naik, INDEF Ingatkan Pemerintah Mitigasi Risiko PHK Industri

Bisnis | Jum'at, 26 Juni 2026 | 11:47 WIB

Terkini

Mengapa Tekan Emisi Saja Tidak Akan Cukup Selesaikan Krisis Lingkungan? Studi Ungkap Caranya

Mengapa Tekan Emisi Saja Tidak Akan Cukup Selesaikan Krisis Lingkungan? Studi Ungkap Caranya

News | Jum'at, 26 Juni 2026 | 13:47 WIB

Razman Nasution Resmi Ditahan di Lapas Cipinang, Buntut Kasus Hotman Paris

Razman Nasution Resmi Ditahan di Lapas Cipinang, Buntut Kasus Hotman Paris

News | Jum'at, 26 Juni 2026 | 13:44 WIB

Gempa Venezuela Renggut 235 Jiwa, Krisis Medis Melanda Wilayah La Guaira

Gempa Venezuela Renggut 235 Jiwa, Krisis Medis Melanda Wilayah La Guaira

News | Jum'at, 26 Juni 2026 | 13:41 WIB

Sekolah Rakyat Rasa Militer? 1.000 Taruna Kemhan Bakal Diterjunkan Gembleng Disiplin Siswa

Sekolah Rakyat Rasa Militer? 1.000 Taruna Kemhan Bakal Diterjunkan Gembleng Disiplin Siswa

News | Jum'at, 26 Juni 2026 | 13:37 WIB

Ribuan Siswa Lolos PTN Memilih Tak Daftar Ulang, Sinyal Krisis Biaya Pendidikan?

Ribuan Siswa Lolos PTN Memilih Tak Daftar Ulang, Sinyal Krisis Biaya Pendidikan?

News | Jum'at, 26 Juni 2026 | 13:34 WIB

Selat Hormuz Memanas Lagi, Serangan Drone Iran  Menghentikan Evakuasi Kapal IMO

Selat Hormuz Memanas Lagi, Serangan Drone Iran Menghentikan Evakuasi Kapal IMO

News | Jum'at, 26 Juni 2026 | 13:32 WIB

Dasco Pimpin Rapat Bareng Pemerintah dan Buruh, Antisipasi Badai PHK

Dasco Pimpin Rapat Bareng Pemerintah dan Buruh, Antisipasi Badai PHK

News | Jum'at, 26 Juni 2026 | 13:22 WIB

KPK Pantau Kondisi Kesehatan Gus Yaqut yang Dirawat di RS Polri

KPK Pantau Kondisi Kesehatan Gus Yaqut yang Dirawat di RS Polri

News | Jum'at, 26 Juni 2026 | 13:12 WIB

Jokowi Mulai Safari ke Lampung, Gerindra Tak Masalah: Selamat Ya, Sudah Sehat Kembali

Jokowi Mulai Safari ke Lampung, Gerindra Tak Masalah: Selamat Ya, Sudah Sehat Kembali

News | Jum'at, 26 Juni 2026 | 13:12 WIB

Lebih dari Sekadar Ibu Kota, Jakarta Bertransformasi Jadi Kota yang 'Hobi' Mendengar

Lebih dari Sekadar Ibu Kota, Jakarta Bertransformasi Jadi Kota yang 'Hobi' Mendengar

News | Jum'at, 26 Juni 2026 | 13:04 WIB