Opini: Rusia Harus Biayai Rekonstruksi Ukraina

Siswanto, Deutsche Welle

Jum'at, 20 Mei 2022 | 10:49 WIB
Opini: Rusia Harus Biayai Rekonstruksi Ukraina
DW

Suara.com - Siapa yang akan membiayai rekonstruksi Ukraina? Rusia menghancurkan Ukraina, karenanya Rusia lah yang harus membayar, bukan negara lain. Uang untuk itu pada prinsipnya telah lama dimiliki Rusia, kata Miodrag Soric.

Tidak, Finlandia tidak melakukan "kesalahan" karena mengajukan keanggotaan NATO, seperti yang diklaim oleh Presiden Rusia Vladimir Putin.

Sebaliknya, itu adalah kesalahan Putin, yakni dengan menyerang Ukraina. Inilah satu-satunya alasan mengapa Swedia, bersama dengan Finlandia, juga berusaha untuk bergabung dengan aliansi pertahanan Barat.

Tanpa perang Rusia, negara-negara Skandinavia tidak akan pernah mempertimbangkan untuk mencari perlindungan pada NATO.

Tetapi Putin tidak bisa mengakui kegagalan politiknya yang merugikan negaranya sendiri. Seperti biasa, dia menyalahkan pihak lain - kali ini Finlandia.

Mengatakan kebenaran akan menjadi pengakuan kesalahan. Mantan perwira KGB itu tetap menganggap kebenaran itu mengganggu.

Di Rusia itu ditolak, ditekan, dipelintir. Seperti dalam novel George Orwell 1984 Warga Rusia tidak boleh mengaitkan perang di Ukraina dengan nama Putin.

Media yang dikontrol pemerintah Moskow menyebut perang ini sebagai "operasi khusus", "serangan pencegahan" dan "pembebasan" Rusia di negara tetangga.

Mereka harus tetap bungkam, walaupun bahkan warga Rusia di Ukraina menyebut pasukan Rusia sebagai penjajah. Di mata Putin, bahkan Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy yang beragama Yahudi, adalah "Nazi".

baca juga

Pemimpin Kremlin mengklaim bahwa semuanya berjalan sesuai rencana, bahkan jika pasukannya menderita kekalahan demi kekalahan.

Putin seperti seorang "kakak" dalam novel George Orwell 1984. Dalam novel ini, massa dituntun untuk percaya bahwa "ketidaktahuan adalah kekuatan", dan sejarah terdistorsi.

Televisi Rusia adalah citra "Kementerian Kebenaran". Institusi ini menyebarkan kebencian, kebohongan, dan teori konspirasi.

Seperti dalam novel Orwell, aparat keamanan membuat musuh bangsa lenyap. Semua kebohongan, kebencian terhadap musuh yang diciptakan, Ukraina, "blok NATO", kaum liberal, siapa pun itu, menjadikan warga Rusia berpadu, mempersiapkan diri untuk masa-masa sulit, memobilisasi.

Ketakutan disebar. Model Orwell untuk novelnya adalah Uni Soviet. Kebohongan adalah dasar dari Uni Soviet. Partai Komunis Uni Soviet mempropagandakan perdamaian dunia dan mengobarkan perang di Afghanistan.

Media memuji patriotisme Soviet. Namun, kehidupan sehari-hari ditentukan oleh sinisme dan ekonomi yang lemah.

Pada akhirnya, imperium para buruh dan petani tani ambruk. Keruntuhan Rusia kali ini akan lebih buruk daripada tahun 1991. Putin mengisolasi negaranya dari dunia luar. Kekuatan dunia di masa depan Cina hanya menunggu.

Perang akan melemahkan Rusia Hanya satu tujuan sanksi Barat, yaitu untuk menghentikan perang Rusia. Tetapi sanksi ekonomi membutuhkan waktu berbulan-bulan untuk capai keberhasilan. Rusia seperti ikan mas di akuarium yang dilubangi oleh seseorang dan airnya perlahan keluar.

Banyak orang Rusia masih percaya bahwa kehidupan sehari-hari mereka tidak akan terpengaruh oleh perang. Itu akan berubah.

Selain itu, perang melemahkan Rusia. Perang menelan biaya miliaran. Konsekuensi jangka panjang bagi perekonomian akan menghancurkan.

Belum lagi moral warganya. Putin telah berhasil memastikan bahwa sampai beberapa generasi ke depan, mayoritas orang Ukraina akan menganggap orang Rusia sebagai musuh mematikan mereka.

Ukraina tidak akan melupakan apa yang dilakukan Rusia terhadap mereka. Mereka akan mengingat untuk waktu yang lama bahwa banyak orang Rusiam, dari Kaliningrad sampai Vladivostok, melihat pembunuhan dan penghancuran yang tidak masuk akal ini dengan tak acuh atau bahkan mendukungnya.

Berapa lama perang masih akan berlangsung? Tidak ada yang tahu. Hanya satu hal yang jelas: setiap hari tentara Ukraina semakin kuat.

Senjata Barat modern tiba secara bertahap di tangan pasukan Ukraina, yang menjadikan mereka semakin percaya diri.

Seorang anggota pemerintahan Ukraina bahkan sudah meramalkan kemenangan akan diraih pada akhir tahun ini.

Membuat rencana untuk membangun kembali negara, yang akan menelan biaya ratusan miliar. Uang yang harus dibayar oleh mereka yang menyebabkan kerusakan - yaitu, pembayar pajak di Rusia.

Memanfaatkan aset Rusia

Cadangan mata uang Rusia dalam kisaran tiga digit miliar berada di bank-bank di luar Rusia: aset negara yang dibekukan sebagai bagian dari sanksi.

Sebetulnya, hukum internasional melindungi uang ini karena awalnya milik Rusia. Tapi Putin tidak bisa lagi menggunakan hukum internasional.

Terlalu sering dia menendang dirinya sendiri. Dari hari ke hari seluruh dunia menyaksikan kejahatan perang yang dilakukan oleh tentara Rusia.

Oleh karena itu, aset ini sebaiknya ditransfer ke Ukraina secara bertahap setiap bulan, sehingga Kyiv dapat menutupi biaya operasional negara yang dilanda perang: untuk membayar uang pensiun, gaji pegawai negeri, perbaikan dan rekonstruksi infrastruktur yang dihancurkan oleh Rusia.

Mentransfer uang secara bertahap juga akan memiliki keuntungan, yakni mencegah korupsi. Bagaimanapun, Rusia harus menerima kehilangan uang itu. Untuk Ukraina itu akan menjadi bantuan untuk memulai awal baru. (yf/vlz)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Kebakaran Desa Adat Sade, Gubernur NTB Ungkap Dugaan Awal: Masalah Listrik

Kebakaran Desa Adat Sade, Gubernur NTB Ungkap Dugaan Awal: Masalah Listrik

News | Minggu, 23 Agustus 2026 | 22:04 WIB

BNPB Minta Malaysia dan Singapura Tak Saling Salahkan soal Asap Karhutla

BNPB Minta Malaysia dan Singapura Tak Saling Salahkan soal Asap Karhutla

News | Minggu, 23 Agustus 2026 | 21:57 WIB

Megawati Sentil Pragmatisme Politik: Jangan Jadikan Uang dan Kekuasaan sebagai Tujuan

Megawati Sentil Pragmatisme Politik: Jangan Jadikan Uang dan Kekuasaan sebagai Tujuan

News | Minggu, 23 Agustus 2026 | 22:30 WIB

Viral Debt Collector Cek Nomor Mesin Kendaraan, Anggota DPR: Ya Sudah Lha

Viral Debt Collector Cek Nomor Mesin Kendaraan, Anggota DPR: Ya Sudah Lha

News | Minggu, 23 Agustus 2026 | 23:00 WIB

Ratu Tisha: Sepak Bola dan Pendidikan Dapat Berjalan Beriringan

Ratu Tisha: Sepak Bola dan Pendidikan Dapat Berjalan Beriringan

Bola | Minggu, 23 Agustus 2026 | 21:44 WIB

1.923 Titik Panas Terdeteksi di Papua Tengah, Nabire Terbanyak

1.923 Titik Panas Terdeteksi di Papua Tengah, Nabire Terbanyak

News | Minggu, 23 Agustus 2026 | 21:42 WIB

Rekening Aktivis Pati Dibekukan, Koalisi Sipil: Jangan Jadikan Bank Alat Membungkam Kritik

Rekening Aktivis Pati Dibekukan, Koalisi Sipil: Jangan Jadikan Bank Alat Membungkam Kritik

News | Minggu, 23 Agustus 2026 | 22:05 WIB

DPR Respons Wacana Pengalihan Utang Whoosh ke Kemenkeu

DPR Respons Wacana Pengalihan Utang Whoosh ke Kemenkeu

News | Minggu, 23 Agustus 2026 | 21:36 WIB

Zulhas: Anggota Dewan Hingga Menteri PAN Wajib Potong Gaji Sebulan Demi Rakyat NTT

Zulhas: Anggota Dewan Hingga Menteri PAN Wajib Potong Gaji Sebulan Demi Rakyat NTT

News | Minggu, 23 Agustus 2026 | 21:32 WIB

Misbakhun Tegaskan SOKSI Siap Jadi Pendulang Suara Golkar di Pemilu Mendatang

Misbakhun Tegaskan SOKSI Siap Jadi Pendulang Suara Golkar di Pemilu Mendatang

News | Minggu, 23 Agustus 2026 | 21:28 WIB

Terkini

BEM Persatuan se-DKI Ajak AMPB Jaga Ruang Demokrasi Jelang Aksi di DPR

BEM Persatuan se-DKI Ajak AMPB Jaga Ruang Demokrasi Jelang Aksi di DPR

News | Senin, 24 Agustus 2026 | 22:39 WIB

Situasi Terbaru Bukit Serelo Lahat Terbakar, Karhutla Diperkirakan Capai 350 Hektar

Situasi Terbaru Bukit Serelo Lahat Terbakar, Karhutla Diperkirakan Capai 350 Hektar

Sumsel | Senin, 24 Agustus 2026 | 22:39 WIB

Program KPR Renovasi BRI, Ketentuan Suku Bunga Ringan dan Tenor Panjang

Program KPR Renovasi BRI, Ketentuan Suku Bunga Ringan dan Tenor Panjang

Bisnis | Senin, 24 Agustus 2026 | 22:26 WIB

Dari Kebab ke QRIS, Cerita Farhan Kebab Tumbuh Bersama Bank Sumsel Babel

Dari Kebab ke QRIS, Cerita Farhan Kebab Tumbuh Bersama Bank Sumsel Babel

Sumsel | Senin, 24 Agustus 2026 | 22:22 WIB

Amnesty International Soroti Kemunduran Demokrasi: Banyak Partai, tapi Suaranya Satu

Amnesty International Soroti Kemunduran Demokrasi: Banyak Partai, tapi Suaranya Satu

News | Senin, 24 Agustus 2026 | 22:21 WIB

Panas Bumi Jadi Andalan Transisi Energi, Pemerintah Dorong Pemanfaatannya Lebih Cepat

Panas Bumi Jadi Andalan Transisi Energi, Pemerintah Dorong Pemanfaatannya Lebih Cepat

News | Senin, 24 Agustus 2026 | 22:19 WIB

Katarak Kongenital pada Anak dan Pentingnya Deteksi Sejak Dini

Katarak Kongenital pada Anak dan Pentingnya Deteksi Sejak Dini

Health | Senin, 24 Agustus 2026 | 22:08 WIB

Semarak Turnamen Bulu Tangkis di Mall Solo, 219 Peserta Ikut Bertanding

Semarak Turnamen Bulu Tangkis di Mall Solo, 219 Peserta Ikut Bertanding

Sport | Senin, 24 Agustus 2026 | 22:05 WIB

Komunikasi Politik Prabowo Dinilai Kerap Blunder, Akademisi: Bisa Rugikan Pemerintah

Komunikasi Politik Prabowo Dinilai Kerap Blunder, Akademisi: Bisa Rugikan Pemerintah

Video | Senin, 24 Agustus 2026 | 22:05 WIB

PTBA Hadir untuk NTT, Salurkan Bantuan bagi Warga Terdampak Bencana

PTBA Hadir untuk NTT, Salurkan Bantuan bagi Warga Terdampak Bencana

Sumsel | Senin, 24 Agustus 2026 | 22:04 WIB

×