Akses Deteksi Dini Hepatitis Akut pada Anak di Indonesia Dinilai Lemah

Siswanto, Deutsche Welle

Jum'at, 20 Mei 2022 | 11:13 WIB
Akses Deteksi Dini Hepatitis Akut pada Anak di Indonesia Dinilai Lemah
DW

Suara.com - WHO tetapkan kasus hepatitis akut pada anak sebagai kejadian luar biasa. Epidemiolog menilai fasilitas kesehatan tingkat pertama yang mampu sediakan akses deteksi dini masih sangat sedikit.

Dugaan kasus hepatitis akut pada anak di Indonesia mencapai 14 kasus pada 17 Mei 2022. Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mencatat dari 14 kasus tersebut, 1 kasus berstatus probable atau diduga kuat terinfeksi dan 13 kasus pending classification atau gejala sama tapi belum ada hasil pemeriksaan.

''Perubahan jumlah kasus dari hari sebelumnya tanggal 15 atau 16 Mei itu ada pengurangan kasus di probable. Ternyata setelah dilakukan pemeriksaan terakhir dia sepsis bakteri, sehingga dia kasusnya discarded,'' jelas Juru Bicara Kemenkes, Mohammad Syahril, pada konferensi pers Kementerian Kesehatan RI, Rabu (18/05).

Sementara dari 13 kasus yang berstatus pending classification, 7 kasus berada di Jakarta, dan 3 kasus berasal dari Jawa Timur. Hingga saat ini tercatat 6 pasien meninggal dunia. Gejala umum yang terjadi pada 14 pasien yakni demam, berkurangnya nafsu makan, hingga muntah.

Sejauh ini Kemenkes belum menemukan adanya kasus positif terkonfirmasi hepatitis misterius ini. Secara global, hingga 13 Mei 2022 Badan Kesehatan Dunia (WHO) mencatat ada 20 negara yang telah melaporkan kasus hepatitis akut.

Kasus terbanyak ada di Inggris dan Amerika Serikat. WHO telah menetapkan kasus hepatitis akut pada anak sebagai kejadian luar biasa atau KLB. Pada awal Mei 2022, Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika serikat atau CDC menyelidiki 109 anak-anak dengan hepatitis yang belum diketahui asalnya di 25 negara bagian. Hasilnya, lebih dari setengah pasien dinyatakan positif adenovirus yang diduga menjadi penyebab hepatitis akut.

Akses deteksi dini dinilai lemah Merespon kasus hepatitis akut yang terjadi, pemerintah Indonesia telah mengeluarkan edaran agar fasilitas layanan layanan kesehatan dapat waspada terhadap kasus ini. Namun epidemiolog menilai bahwa minimnya kapasitas tes di fasilitas kesehatan tingkat pertama seperti klinik, puskesmas, atau dokter umum menjadi masalah.

Kepala Bidang Pengembangan Profesi Perhimpunan Ahli Epidemiolog Indonesia (PAEI), Masdalina Pane, menyebut saat ini fasilitas untuk melakukan deteksi dini di fasilitas kesehatan tingkat pertama belum berjalan. Hal ini menyebabkan potensi pasien baru akan mendapatkan layanan kesehatan setelah mengalami kasus berat.

"Permasalahannya, di puskesmas-puskesmas dan dokter mandiri, saat ini tidak punya fasilitas yang memadai misalnya untuk cek SGOT dan SGPT, atau misalnya tes hepatitis dari A sampai E. Sejauh ini mungkin hanya di Jakarta yang sudah bisa. Tapi di luar itu belum sepenuhnya bisa," ujar Masdalina Pane kepada DW Indonesia.

baca juga

Kemenkes telah menerbitkan tata laksana hepatitis akut pada anak yang belum diketahui penyebabnya di fasilitas pelayanan kesehatan. Salah satunya dengan menunjuk laboratorium nasional di Badan Kebijakan Pembangunan Kesehatan (BKPK) untuk menerima seluruh rujukan sampel pasien yang diduga hepatitis. Selain itu, pemerintah juga memperkuat deteksi dengan melakukan penyelidikan epidemiologi.

Penyelidikan ini dilakukan melalui analisis patogen menggunakan teknologi whole genome sequencing (WGS) dan pengembangan pelaporan kasus menggunakan sistem NAR. RSPI Sulianti Saroso Jakarta juga ditunjuk oleh pemerintah sebagai salah satu RS rujukan untuk kasus hepatitis akut.

Mengenal gejala hepatitis akut Kasus hepatitis misterius yang menyerang anak-anak kali pertama ditemukan di Inggris pada 5 April 2022. Di tengah kekawatiran publik, Masdalina Pane menyebut kasus hepatitis misterius pada anak tidak berpotensi menjadi wabah di Indonesia.

"Sejauh ini kasus tidak berkembang dengan cepat dan pesat. Kemudian jika kita melihat tidak ada keterkaitan antara kasus satu dengan yang lainnya. Masing-masing yang terjangkit tidak memiliki riwayat kontak erat," jelas Masdalina Pane.

Dalam kasus hepatitis akut, ada tiga tahap gejala yang dialami anak. Hal ini harus dipahami masyarakat untuk dapat segera mengakses deteksi dini.

"Terlambatnya penanganan pada pasien yang mengalami gejala berat akan menjadi kendala dalam penanggulangan kasus ini," ungkap Masdalina Pane.

Pada tahap awal anak akan mengeluhkan sakit perut, mual, muntah, hingga diare. Tahap selanjutnya, anak mulai mengalami gejala penyakit kuning yang dimulai dari mata hingga ke seluruh tubuh. Pada gejala lanjutan, umumnya kondisi anak sudah memburuk. Hal ini ditandai dengan warna urin sudah seperti teh dan di feses ditemukan lendir putih. (ae)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Perusahaan Biofarmasi Raih Predikat Tempat Kerja Terbaik Lima Tahun Berturut-Turut

Perusahaan Biofarmasi Raih Predikat Tempat Kerja Terbaik Lima Tahun Berturut-Turut

Lifestyle | Kamis, 22 Oktober 2026 | 23:16 WIB

Survei Voxpol Center: 63,3 Persen Responden Nilai Prabowo Mampu Jalankan Pemerintahan

Survei Voxpol Center: 63,3 Persen Responden Nilai Prabowo Mampu Jalankan Pemerintahan

News | Kamis, 22 Oktober 2026 | 23:15 WIB

5 Cara Menikmati Kesenangan Kecil Tanpa Boros, dari Ngopi hingga Streaming Musik

5 Cara Menikmati Kesenangan Kecil Tanpa Boros, dari Ngopi hingga Streaming Musik

Lifestyle | Kamis, 22 Oktober 2026 | 23:07 WIB

Survei Voxpol Center: 63,1 Persen Publik Percaya Pemerintahan Prabowo - Gibran

Survei Voxpol Center: 63,1 Persen Publik Percaya Pemerintahan Prabowo - Gibran

News | Kamis, 22 Oktober 2026 | 23:02 WIB

Teuku Riefky Ingin Ekraf Indonesia Mendunia, Belajar dari Fenomena Aura Farming

Teuku Riefky Ingin Ekraf Indonesia Mendunia, Belajar dari Fenomena Aura Farming

News | Kamis, 22 Oktober 2026 | 22:56 WIB

Klasemen Terbaru Super League: Persija Jakarta Nyaman di Puncak, Persib Bandung Terpuruk

Klasemen Terbaru Super League: Persija Jakarta Nyaman di Puncak, Persib Bandung Terpuruk

Bola | Kamis, 22 Oktober 2026 | 23:15 WIB

Event Internasional Diproyeksikan Tarik 20 Ribu Wisatawan Luar Negeri, Serap 5.000 Tenaga Kerja

Event Internasional Diproyeksikan Tarik 20 Ribu Wisatawan Luar Negeri, Serap 5.000 Tenaga Kerja

Bisnis | Kamis, 22 Oktober 2026 | 07:40 WIB

Bisa Dipakai Lari di Jalan Hingga Gunung, 6 Sepatu Terbaru Ortuseight Ini Layak Dilirik

Bisa Dipakai Lari di Jalan Hingga Gunung, 6 Sepatu Terbaru Ortuseight Ini Layak Dilirik

Sport | Kamis, 22 Oktober 2026 | 22:37 WIB

Hilirisasi Nikel Mulai Dikenalkan ke Generasi Muda

Hilirisasi Nikel Mulai Dikenalkan ke Generasi Muda

Bisnis | Kamis, 22 Oktober 2026 | 06:15 WIB

Botoh Pilkades Tak Lagi Judi Biasa, Jaringannya Lintas Provinsi dan Bisa Atur Kemenangan

Botoh Pilkades Tak Lagi Judi Biasa, Jaringannya Lintas Provinsi dan Bisa Atur Kemenangan

News | Kamis, 22 Oktober 2026 | 22:09 WIB

Terkini

SULE-WM Lampaui Target, Pengelolaan Sampah Plastik Tembus 4.000 Ton

SULE-WM Lampaui Target, Pengelolaan Sampah Plastik Tembus 4.000 Ton

Sumut | Kamis, 22 Oktober 2026 | 23:30 WIB

Perusahaan Biofarmasi Raih Predikat Tempat Kerja Terbaik Lima Tahun Berturut-Turut

Perusahaan Biofarmasi Raih Predikat Tempat Kerja Terbaik Lima Tahun Berturut-Turut

Lifestyle | Kamis, 22 Oktober 2026 | 23:16 WIB

Survei Voxpol Center: 63,3 Persen Responden Nilai Prabowo Mampu Jalankan Pemerintahan

Survei Voxpol Center: 63,3 Persen Responden Nilai Prabowo Mampu Jalankan Pemerintahan

News | Kamis, 22 Oktober 2026 | 23:15 WIB

Klasemen Terbaru Super League: Persija Jakarta Nyaman di Puncak, Persib Bandung Terpuruk

Klasemen Terbaru Super League: Persija Jakarta Nyaman di Puncak, Persib Bandung Terpuruk

Bola | Kamis, 22 Oktober 2026 | 23:15 WIB

5 Cara Menikmati Kesenangan Kecil Tanpa Boros, dari Ngopi hingga Streaming Musik

5 Cara Menikmati Kesenangan Kecil Tanpa Boros, dari Ngopi hingga Streaming Musik

Lifestyle | Kamis, 22 Oktober 2026 | 23:07 WIB

Survei Voxpol Center: 63,1 Persen Publik Percaya Pemerintahan Prabowo - Gibran

Survei Voxpol Center: 63,1 Persen Publik Percaya Pemerintahan Prabowo - Gibran

News | Kamis, 22 Oktober 2026 | 23:02 WIB

Teuku Riefky Ingin Ekraf Indonesia Mendunia, Belajar dari Fenomena Aura Farming

Teuku Riefky Ingin Ekraf Indonesia Mendunia, Belajar dari Fenomena Aura Farming

News | Kamis, 22 Oktober 2026 | 22:56 WIB

Pecah Telur! Ananda Wahyu Sumbang Emas Pertama untuk Solo dari Cabor Sambo di Porprov 2026

Pecah Telur! Ananda Wahyu Sumbang Emas Pertama untuk Solo dari Cabor Sambo di Porprov 2026

Surakarta | Kamis, 22 Oktober 2026 | 22:43 WIB

Bisa Dipakai Lari di Jalan Hingga Gunung, 6 Sepatu Terbaru Ortuseight Ini Layak Dilirik

Bisa Dipakai Lari di Jalan Hingga Gunung, 6 Sepatu Terbaru Ortuseight Ini Layak Dilirik

Sport | Kamis, 22 Oktober 2026 | 22:37 WIB

333 Kebakaran Terjadi dalam Tiga Bulan di Kabupaten Bogor, 199 Kasus Melanda Lahan Terbuka

333 Kebakaran Terjadi dalam Tiga Bulan di Kabupaten Bogor, 199 Kasus Melanda Lahan Terbuka

Bogor | Kamis, 22 Oktober 2026 | 22:24 WIB

×