Berkunjung ke Sekolah Rahasia Bagi Anak Perempuan di Afghanistan

Siswanto | BBC | Suara.com

Senin, 23 Mei 2022 | 07:36 WIB
Berkunjung ke Sekolah Rahasia Bagi Anak Perempuan di Afghanistan
BBC

Suara.com - Di satu permukiman di Afghanistan, warga mendirikan "sekolah rahasia" untuk anak-anak perempuan, tindakan yang jelas-jelas menantang kebijakan resmi pemerintah Taliban.

Di satu ruang kelas, puluhan remaja perempuan belajar matematika.

Seorang guru berujar, "Kami tahu dengan ancaman [Taliban] dan kami tentu saja khawatir." Namun ia menambahkan para murid perempuan di sini siap dengan risiko apa pun.

Hampir di semua provinsi di Afghanistan, sekolah menengah untuk perempuan diminta ditutup oleh Taliban.

Di satu sekolah yang kami kunjungi, kami terkesan dengan ruang kelas. Terlihat meja-meja berwarna putih dan biru dijejer rapi.

Baca juga:

"Kami berusaha sekuat tenaga untuk merahasiakan sekolah ini," kata seorang guru perempuan.

"Kalau pun nanti mereka menangkap dan memukuli saya [karena mengoperasikan sekolah rahasia], saya sudah siap," imbuhnya.

Maret lalu, sepertinya sekolah untuk perempuan akan dibuka lagi. Tetapi, hanya satu jam setelah murid berdatangan, para pemimpin Taliban tiba-tiba saja mengumumkan perubahan kebijakan: sekolah tetap ditutup.

Bagi para murid yang sekarang belajar di sekolah rahasia, kepedihan akibat perubahan kebijakan di menit-menit terakhir tersebut masih sangat terasa.

"Dua bulan telah berlalu, dan sekolah-sekolah [untuk remaja perempuan] belum juga dibuka," kata seorang murid perempuan berusia 19 tahun kepada kami.

"Itu membuat saya sangat sedih," imbuhnya. Ia menutup wajah dengan tangannya dan kemudian menangis.

Pada saat yang sama terasa juga "nuansa penentangan".

Seorang murid berusia 15 tahun mengatakan ia ingin mengirim pesan kepada anak-anak perempuan lain di Afghanistan. "Harus berani. Jika kita berani, tak ada yang bisa menghalangi kita," katanya.

Sekolah dasar untuk perempuan telah dibuka kembali oleh Taliban dan sejak itu angka kehadiran terus meningkat seiring dengan makin kondusifnya situasi keamanan. Namun belum jelas kapan sekolah menengah untuk perempuan dibuka lagi.

Pemerintah Taliban beralasan "harus ada lingkungan yang Islami" sebelum sekolah menengah untuk perempuan bisa dioperasikan kembali.

Tak ada pihak yang bisa memahami apa yang dimaksud dengan pernyataan tersebut, apalagi sekolah di Afghanistan tidak mencampurkan antara murid laki-laki dan murid perempuan.

Para pejabat Taliban berulang kali mengatakan secara terbuka bahwa sekolah perempuan akan dibuka kembali, namun juga mengakui pendidikan untuk anak perempuan adalah "masalah yang sensitif".

Saat mereka berkuasa pada 1990-an, anak-anak perempuan dilarang bersekolah "dengan alasan keamanan".

Sekarang, sumber-sumber BBC mengatakan masih ada beberapa individu yang sangat berpengaruh di gerakan Taliban yang masih menentang pembukaan kembali sekolah untuk perempuan.

Secara pribadi, para anggota Taliban sebenarnya kecewa dengan langkah yang diambil oleh pemimpin mereka. Mereka yang kecewa termasuk sejumlah staf di Kementerian Pendidikan Afganistan yang sebelumnya kaget dengan keputusan melarang pembukaan sekolah untuk murid perempuan.

Baca juga:

Diyakini, beberapa tokoh senior Taliban mengirim anak-anak perempuan mereka bersekolah ke Qatar atau Pakistan.

Dalam beberapa pekan terakhir, sejumlah ulama yang punya kaitan dengan Taliban megeluarkan fatwa untuk mendukung hak anak-anak perempuan mendapatkan pendidikan.

Salah satu ulama itu adalah Sheikh Rahimullah Haqqani, yang tinggal di seberang perbatasan, di Peshawar, Pakistan.

Dia sangat dihormati oleh Taliban. Bulan lalu dia berkunjung ke Kabul untuk bertemu dengan para pejabat senior Taliban.

Haqqani berhati-hati untuk tidak mengkritik secara langsung kebijakan penutupan sekolah bagi perempuan. Namun saat berbicara di madrasahnya di Peshawar, dia mengutip fatwa ulama-ulama terdahulu dan kisah di zaman Nabi Muhammad.

"Tidak ada justifikasi dalam hukum Islam yang membolehkan pelarangan anak-anak perempuan mendapatkan pendidikan. Tidak ada justifikasinya sama sekali," kata Haqqani kepada BBC.

"Semua kitab keagamaan menyatakan pendidikan untuk perempuan dibolehkan dan bahkan wajib, karena, misalnya, jika seorang perempuan jatuh sakit dan memerlukan perawatan, dalam lingkungan yang Islami seperti Afghanistan dan Pakistan, tentu akan sangat bagus jika ia dirawat oleh dokter perempuan," jelasnya.

Fatwa serupa telah dikeluarkan oleh para ulama di Provinsi Herat dan Paktia. Fatwa ini dianggap sebagai simbol dukungan yang meluas terhadap pendidikan bagi kaum perempuan.

Namun, tidak diketahui secara pasti bagaimana dampak fatwa semacam ini di lapangan.

Taliban sendiri sudah membentuk komite untuk membahas pendidikan perempuan. Meski begitu, beberapa sumber yang dekat dengan Taliban kepada BBC mengatakan, penentangan terhadap pendidikan perempuan berasal dari tokoh-tokoh Taliban yang berada di Kandahar.

Ini adalah kota tempat tinggal pemimpin tertinggi Taliban, Mullah Haibatullah.

Setelah mengambilalih kekuasaan pada Agustus 2021, Taliban menerapkan sikap yang lentur. Namun dalam beberapa waktu terakhir, sikap mereka makin keras, termasuk soal kewajiban dan dorongan bagi perempuan untuk mengenakan cadar dan tinggal di rumah.

Pemerintah negara-negara Barat sudah menyatakan, kemajuan penghormatan terhadap hak-hak perempuan adalah salah satu syarat penting jika Taliban ingin mengakses cadangan devisa yang bernilai miliaran dolar, yang saat ini dibekukan.

Para aktivis di Afghanistan mencoba untuk memastikan satu generasi perempuan di negara tersebut tidak tertinggal.

Kembali ke ruang kelas di sekolah rahasia, seorang guru berharap sekolah yang ia kelola ini tidak akan terdeteksi oleh Taliban.

Guru itu mengatakan, banyak anak perempuan yang ingin hadir di kelasnya, namun kapasitas sangat terbatas.

"Pendidikan itu sungguh sangat penting ... pendidikan bisa menyelamatkan kita semua dari kegelapan," ujarnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Profil Bule Australia yang Disangka Luke Vickery di Latihan Timnas Indonesia, Siapa Dia?

Profil Bule Australia yang Disangka Luke Vickery di Latihan Timnas Indonesia, Siapa Dia?

Bola | Rabu, 25 Maret 2026 | 18:01 WIB

Namanya Dicatut dalam Isu Sensitif, Menteri HAM Pigai Pertimbangkan Tempuh Jalur Hukum

Namanya Dicatut dalam Isu Sensitif, Menteri HAM Pigai Pertimbangkan Tempuh Jalur Hukum

News | Rabu, 25 Maret 2026 | 17:59 WIB

Produk Desa Masuk Marketplace: Rahasia Produk Naik Kelas Jalur Branding

Produk Desa Masuk Marketplace: Rahasia Produk Naik Kelas Jalur Branding

Your Say | Rabu, 25 Maret 2026 | 17:57 WIB

Harga BBM Masih Stabil, Warganet Apresiasi Pemerintah

Harga BBM Masih Stabil, Warganet Apresiasi Pemerintah

Bisnis | Rabu, 25 Maret 2026 | 17:51 WIB

Menelusuri Absurditas dalam Jakarta Sebelum Pagi

Menelusuri Absurditas dalam Jakarta Sebelum Pagi

Your Say | Rabu, 25 Maret 2026 | 17:45 WIB

Madu Herbal untuk Daya Tahan Tubuh: Kenali Manfaat dan Perannya bagi Kesehatan

Madu Herbal untuk Daya Tahan Tubuh: Kenali Manfaat dan Perannya bagi Kesehatan

Health | Rabu, 25 Maret 2026 | 17:44 WIB

Saling Sindir Soal Foto Lebaran di Konflik Anak, Ibunda Tasyi Athasyia Minta Maaf

Saling Sindir Soal Foto Lebaran di Konflik Anak, Ibunda Tasyi Athasyia Minta Maaf

Entertainment | Rabu, 25 Maret 2026 | 17:35 WIB

Gagal di Timnas Indonesia, Patrick Kluivert Bernafsu Bawa Suriname ke Piala Dunia 2026

Gagal di Timnas Indonesia, Patrick Kluivert Bernafsu Bawa Suriname ke Piala Dunia 2026

Bola | Rabu, 25 Maret 2026 | 17:33 WIB

Primadona Lebaran 2026, Konsumsi BBM Pertamax Series Naik Signifikan

Primadona Lebaran 2026, Konsumsi BBM Pertamax Series Naik Signifikan

Bisnis | Rabu, 25 Maret 2026 | 17:32 WIB

Kasus Korupsi Kuota Haji, KPK Kuliti Peran Gus Yaqut dan Gus Alex

Kasus Korupsi Kuota Haji, KPK Kuliti Peran Gus Yaqut dan Gus Alex

News | Rabu, 25 Maret 2026 | 17:30 WIB

Terkini

Namanya Dicatut dalam Isu Sensitif, Menteri HAM Pigai Pertimbangkan Tempuh Jalur Hukum

Namanya Dicatut dalam Isu Sensitif, Menteri HAM Pigai Pertimbangkan Tempuh Jalur Hukum

News | Rabu, 25 Maret 2026 | 17:59 WIB

Kasus Korupsi Kuota Haji, KPK Kuliti Peran Gus Yaqut dan Gus Alex

Kasus Korupsi Kuota Haji, KPK Kuliti Peran Gus Yaqut dan Gus Alex

News | Rabu, 25 Maret 2026 | 17:30 WIB

Ketua Satgas Dorong Percepatan Pemulihan Bencana Sumatra melalui Sinergi Antar Daerah

Ketua Satgas Dorong Percepatan Pemulihan Bencana Sumatra melalui Sinergi Antar Daerah

News | Rabu, 25 Maret 2026 | 17:26 WIB

WN Irak Bunuh Cucu Mpok Nori di Cipayung, Terancam Penjara Seumur Hidup

WN Irak Bunuh Cucu Mpok Nori di Cipayung, Terancam Penjara Seumur Hidup

News | Rabu, 25 Maret 2026 | 17:25 WIB

Jeritan Pengelola Terminal Kalideres: Kalah Telak dari Terminal Bayangan, Rugi Hingga Miliaran!

Jeritan Pengelola Terminal Kalideres: Kalah Telak dari Terminal Bayangan, Rugi Hingga Miliaran!

News | Rabu, 25 Maret 2026 | 17:21 WIB

Diperiksa 3 Jam, Eks Menag Gus Yaqut Ogah Beberkan Materi Pemeriksaan: Saya Capek

Diperiksa 3 Jam, Eks Menag Gus Yaqut Ogah Beberkan Materi Pemeriksaan: Saya Capek

News | Rabu, 25 Maret 2026 | 17:20 WIB

Polisi Ringkus Direktur dan Manajer Operasional White Rabbit Usai Terlibat Peredaran Ekstasi

Polisi Ringkus Direktur dan Manajer Operasional White Rabbit Usai Terlibat Peredaran Ekstasi

News | Rabu, 25 Maret 2026 | 17:15 WIB

Rekaman3Menit Terakhir Ungkap Penyebab Tragis Kecelakaan Pesawat Air Canada di New York

Rekaman3Menit Terakhir Ungkap Penyebab Tragis Kecelakaan Pesawat Air Canada di New York

News | Rabu, 25 Maret 2026 | 17:00 WIB

Anggota Polresta Yogyakarta Meninggal Dunia saat Bertugas Lebaran, Diduga Akibat Kelelahan

Anggota Polresta Yogyakarta Meninggal Dunia saat Bertugas Lebaran, Diduga Akibat Kelelahan

News | Rabu, 25 Maret 2026 | 16:52 WIB

Targetkan 675 Ribu Pengunjung, Kawasan Malioboro Masih Dipadati Ribuan Wisatawan pada H+4 Lebaran

Targetkan 675 Ribu Pengunjung, Kawasan Malioboro Masih Dipadati Ribuan Wisatawan pada H+4 Lebaran

News | Rabu, 25 Maret 2026 | 16:46 WIB