facebook

Harus Ada Juru Masak RI, Menag Yaqut Sidak Kesiapan Katering Jamaah Haji di Arab Saudi

Ruth Meliana Dwi Indriani
Harus Ada Juru Masak RI, Menag Yaqut Sidak Kesiapan Katering Jamaah Haji di Arab Saudi
Yaqut (Suara.com)

"Saya juga memastikan kemampuan dapur dalam menyiapkan makanan sebanyak paket dalam kontrak serta memastikan skema distribusi dan alat angkut yang akan dipakai," jelasnya.

Suara.com - Menteri Agama (Menag) Yaqut Cholil Qoumas baru-baru ini melakukan sidak kesiapan fasilitas layanan katering bagi jemaah haji Indonesia di Arab Saudi. Hal ini dilakukan demi memastikan kelancaran katering dalam melayani jemaah.

Menag Yaqut meninjau langsung dapur milik Nooha Catering Service, penyedia layanan katering bagi jamaah haji Indonesia di Kota Madinah, Arab Saudi pada Minggu (22/5/2022). Ia ingin memastikan setiap dapur memiliki juru masak dari Tanah Air.

"Saya memastikan setiap dapur katering ada juru masak yang berasal dari Indonesia. Ada juga bahan baku yang diimpor langsung dari Indonesia," kata Yaqut sebagaimana dikutip dalam siaran pers kementerian di Jakarta, Senin (23/5/2022).

Pengecekan yang dilakukan Yaqut ini turut didampingi oleh Direktur Jenderal Penyelenggaraan Haji dan Umrah, Hilman Latief. Selain itu, hadir pula Staf Khusus Menteri Agama Abdul Rohman dan Abdul Qodir.

Baca Juga: Doddy Sudrajat Urus Izin Pemindahan Makam Vanessa Angel, Haji Faisal Kembali Buka Suara

Yaqut juga didampingi oleh Direktur Layanan Haji Luar Negeri Subhan Cholid, serta Kepala Kantor Urusan Haji Indonesia Nasrullah Jasam.

Dalam kesempatan ini, Yaqut juga meninjau kebersihan dan sanitasi di dapur Nooha Catering Service. Ia berusaha memastikan seluruh proses penyediaan makanan bagi jamaah haji Indonesia dilakukan sesuai dengan standar kesehatan.

Standar ini mulai dari penyediaan dan penyimpanan bahan baku, hingga penyajian makanan bagi jemaah haji. Semua itu dilakukan demi mengecek fasilitas jemaah haji apakah sudah sesuai dengan kontrak atau tidak.

"Saya juga memastikan kemampuan dapur dalam menyiapkan makanan sebanyak paket dalam kontrak serta memastikan skema distribusi dan alat angkut yang akan dipakai," jelasnya.

Menurutnya, ada 13 perusahaan di Kota Madinah yang dikontrak untuk memberikan pelayanan katering kepada jamaah haji Indonesia. Di Kota Nabi, jamaah haji Indonesia akan mendapatkan layanan konsumsi paling banyak 27 kali selama sembilan hari.

Baca Juga: Gus Miftah Ungkap Rencana Deddy Corbuzier Ibadah Haji

Selain meninjau fasilitas layanan katering di Madinah, Menteri Agama mengecek penyiapan akomodasi dan fasilitas pelayanan lain bagi jamaah haji di Kota Mekkah. [ANTARA]

Komentar