Diplomat Rusia Mundur, Malu Atas Invasi yang Dianggapnya Tidak Berakal

Siswanto, BBC

Rabu, 25 Mei 2022 | 09:24 WIB
Diplomat Rusia Mundur, Malu Atas Invasi yang Dianggapnya Tidak Berakal
BBC

Suara.com - Seorang diplomat Rusia mundur dari jabatannya sebagai bentuk protes atas perang "berdarah dan tidak berakal" yang "dilancarkan oleh Vladimir Putin melawan Ukraina".

Boris Bondarev, yang dalam LinkedIn-nya tercantum bekerja untuk PBB di Jenewa, mengatakan kepada BBC bahwa dia tahu keputusannya untuk berbicara mungkin bisa membuat Kremlin menganggapnya pengkhianat.

Namun, dia tetap pada pernyataannya, yang menggambarkan perang itu sebagai "kejahatan terhadap rakyat Ukraina" dan "rakyat Rusia".

Moskow belum berkomentar atas hal itu.

Baca juga:

Rusia telah menindak orang-orang yang kritis atau menyimpang dari narasi resmi seputar perang di Ukraina, yang diklaim Kremlin sebagai "operasi militer khusus".

Dalam surat yang diunggah di media sosial dan dibagikan kepada sesama diplomat, Bondarev menjelaskan bahwa dia telah memilih untuk mengakhiri 20 tahun pengabdiannya karena dia tidak bisa lagi "berbagi aib yang berdarah, tidak berakal, dan sama sekali tidak perlu ini".

"Mereka yang memikirkan perang ini hanya menginginkan satu hal - tetap berkuasa selamanya," tulisnya.

"Untuk mencapai itu, mereka rela mengorbankan nyawa sebanyak-banyaknya," lanjutnya. "Ribuan orang Rusia dan Ukraina telah mati hanya karena ini."

baca juga

Dalam surat itu dia juga menuduh Kementerian Luar Negeri Rusia, tempat bekerjanya dulu, lebih tertarik pada "kebohongan dan kebencian" daripada diplomasi.


Ketika surat pengunduran dirinya tersebar, dia mengeluarkan pernyataan yang tajam.

Diplomat Boris Bondarev tidak menahan kritiknya terhadap Presiden Putin, Menteri Luar Negeri Lavrov, dan serangan Rusia di Ukraina.

"Perang agresif, kejahatan paling serius, penghasutan perang, kebohongan dan kebencian."

Kata-kata seperti itu sangat jarang terdengar dari seorang pejabat Rusia. Dalam tiga bulan sejak Vladimir Putin meluncurkan apa yang dia sebut "operasi militer khusus" di Ukraina (yang oleh sebagian besar dunia disebut perang Rusia), hanya sedikit perbedaan pendapat terbuka di lembaga-lembaga resmi Rusia.

Apakah hal ini memalukan bagi pemerintah Rusia? Sangat. Sebab, unsur-unsur pemerintahan di Rusia diklaim sepenuhnya mendukung keputusan Presiden Putin untuk menginvasi Ukraina.

Namun, pengunduran diri Bondarev tidak secara otomatis berarti banyak lagi yang akan menyusul. Bondarev mengaku kepada saya bahwa dia adalah minoritas. Dia percaya, untuk saat ini, sebagian besar pejabat di Kementerian Luar Negeri Rusia mendukung pernyataan pemerintah dan mendukung 'operasi khusus' Kremlin.


Kepada BBC, Bondarev mengatakan "belum melihat alternatif" selain mengundurkan diri: "Terus terang saya tidak berpikir ini akan mengubah banyak hal, tapi saya pikir mungkin langkah ini seperti satu batu bata kecil yang bakal menjadi tembok yang lebih besar, yang pada akhirnya akan berdiri juga. Saya harap begitu."

Bondarev mengungkap bahwa invasi itu awalnya disambut oleh rekan-rekannya dengan "kebahagiaan, kegembiraan, euforia", pada kenyataannya Rusia telah "mengambil beberapa langkah radikal".

"Sekarang mereka kurang senang, karena kami menghadapi beberapa masalah, terutama masalah ekonomi," katanya kepada BBC. "Tetapi saya tidak melihat mereka akan bertobat dan mengubah pandangan.

"Mereka mungkin menjadi sedikit kurang radikal, kurang agresif sedikit. Tapi tidak damai," katanya.

Sebaliknya, Bondarev mengatakan dalam surat terbukanya bahwa dia "tidak pernah merasa semalu ini" terhadap negaranya seperti pada saat dimulainya invasi pada 24 Februari lalu.

Tidak jelas apakah dia adalah diplomat pertama yang mengundurkan diri dari misi tersebut, meskipun tidak ada orang lain yang berbicara secara terbuka.

Bondarev menyadari bahwa Moskow sekarang akan melihatnya sebagai pengkhianat, tetapi dia menekankan bahwa dirinya tidak "melakukan sesuatu yang ilegal".

"Saya baru saja mengundurkan diri dan mengutarakan pemikiran saya," katanya. "Tapi saya pikir saya harus mengkhawatirkan keselamatan saya."

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

BREAKING NEWS: Peringatan Tsunami di Flores Usai Gempa 7,0

BREAKING NEWS: Peringatan Tsunami di Flores Usai Gempa 7,0

News | Sabtu, 15 Agustus 2026 | 06:00 WIB

Tegas! Menkeu Purbaya Ungkap Tak Ada Kenaikan Gaji Guru di 2027

Tegas! Menkeu Purbaya Ungkap Tak Ada Kenaikan Gaji Guru di 2027

Bisnis | Sabtu, 15 Agustus 2026 | 00:12 WIB

Pollux Gandeng Marriott, Bidik Perluasan Pasar Perhotelan di Indonesia

Pollux Gandeng Marriott, Bidik Perluasan Pasar Perhotelan di Indonesia

Bisnis | Jum'at, 14 Agustus 2026 | 11:10 WIB

Perusahaan Logistik Global Ungkap Nasib Pelaku Usaha RI di Pasar Internasional

Perusahaan Logistik Global Ungkap Nasib Pelaku Usaha RI di Pasar Internasional

Bisnis | Jum'at, 14 Agustus 2026 | 13:05 WIB

Renjana Perca, Saat Fashion Indonesia Bertemu Ekonomi Sirkular

Renjana Perca, Saat Fashion Indonesia Bertemu Ekonomi Sirkular

Lifestyle | Jum'at, 14 Agustus 2026 | 23:48 WIB

Local Media Community Gandeng Google Dukung Penguatan Ekosistem Media Lokal

Local Media Community Gandeng Google Dukung Penguatan Ekosistem Media Lokal

News | Sabtu, 15 Agustus 2026 | 00:55 WIB

Havaianas Debut Kitten Heel di Copenhagen Fashion Week

Havaianas Debut Kitten Heel di Copenhagen Fashion Week

Lifestyle | Jum'at, 14 Agustus 2026 | 22:42 WIB

SMP dan SMA Sekolah Tumbuh Gandeng Neon Bit Kembangkan Pembelajaran Coding dan Robotik

SMP dan SMA Sekolah Tumbuh Gandeng Neon Bit Kembangkan Pembelajaran Coding dan Robotik

Lifestyle | Sabtu, 15 Agustus 2026 | 06:30 WIB

Polda DIY Tetapkan Tiga Tersangka Kasus Pembubaran Ibadah Gereja di Bantul

Polda DIY Tetapkan Tiga Tersangka Kasus Pembubaran Ibadah Gereja di Bantul

News | Jum'at, 14 Agustus 2026 | 21:04 WIB

Ingin Setia: Debut Aziz Padurasta yang Meleburkan Reggae, Rock, dan Punk

Ingin Setia: Debut Aziz Padurasta yang Meleburkan Reggae, Rock, dan Punk

Entertainment | Jum'at, 14 Agustus 2026 | 21:01 WIB

Terkini

4 Shio yang Diprediksi Nasibnya Makin Baik pada 15 Agustus 2026, Siapa Saja?

4 Shio yang Diprediksi Nasibnya Makin Baik pada 15 Agustus 2026, Siapa Saja?

Lifestyle | Sabtu, 15 Agustus 2026 | 06:20 WIB

Fakta Ilmiah Cara Sabun Membersihkan Baju dari Noda Membandel

Fakta Ilmiah Cara Sabun Membersihkan Baju dari Noda Membandel

Tekno | Sabtu, 15 Agustus 2026 | 06:05 WIB

BREAKING NEWS: Peringatan Tsunami di Flores Usai Gempa 7,0

BREAKING NEWS: Peringatan Tsunami di Flores Usai Gempa 7,0

News | Sabtu, 15 Agustus 2026 | 06:00 WIB

Local Media Community Gandeng Google Dukung Penguatan Ekosistem Media Lokal

Local Media Community Gandeng Google Dukung Penguatan Ekosistem Media Lokal

News | Sabtu, 15 Agustus 2026 | 00:55 WIB

Tegas! Menkeu Purbaya Ungkap Tak Ada Kenaikan Gaji Guru di 2027

Tegas! Menkeu Purbaya Ungkap Tak Ada Kenaikan Gaji Guru di 2027

Bisnis | Sabtu, 15 Agustus 2026 | 00:12 WIB

Renjana Perca, Saat Fashion Indonesia Bertemu Ekonomi Sirkular

Renjana Perca, Saat Fashion Indonesia Bertemu Ekonomi Sirkular

Lifestyle | Jum'at, 14 Agustus 2026 | 23:48 WIB

Modal Foto AI Berseragam Polisi, Pria di Bandung Tipu Korban dan Bawa Lari Uang

Modal Foto AI Berseragam Polisi, Pria di Bandung Tipu Korban dan Bawa Lari Uang

Jabar | Jum'at, 14 Agustus 2026 | 23:20 WIB

Insentif Guru Ngaji di Bogor Jadi Rp1,2 Juta per Tahun

Insentif Guru Ngaji di Bogor Jadi Rp1,2 Juta per Tahun

Bogor | Jum'at, 14 Agustus 2026 | 23:15 WIB

Jaga Gajah Sumatera, Pertamina Kilang Plaju Perkuat Upaya Melestarikan Warisan Alam Sumsel

Jaga Gajah Sumatera, Pertamina Kilang Plaju Perkuat Upaya Melestarikan Warisan Alam Sumsel

Sumsel | Jum'at, 14 Agustus 2026 | 23:11 WIB

Temukan 1.500 Warga Terjebak Grup LGBT Daring, Pemkab Serang Siapkan Langkah Pembinaan

Temukan 1.500 Warga Terjebak Grup LGBT Daring, Pemkab Serang Siapkan Langkah Pembinaan

Banten | Jum'at, 14 Agustus 2026 | 23:06 WIB

×