Cerita Lukas Enembe 20 Tahun Mengabdi untuk NKRI; Saya Sama Sekali Tak Ada Kebebasan Sebagai Kepala Daerah dan Rakyat

Chandra Iswinarno | Stefanus Aranditio | Suara.com

Jum'at, 27 Mei 2022 | 20:05 WIB
Cerita Lukas Enembe 20 Tahun Mengabdi untuk NKRI; Saya Sama Sekali Tak Ada Kebebasan Sebagai Kepala Daerah dan Rakyat
Gubernur Papua Lukas Enembe saat ditemui di Kantor Penghubung Provinsi Papua, Jaksel pada Jumat (27/5/2022). [Suara.com/Stefanus Aranditio]

Suara.com - Gubernur Papua Lukas Enembe merasa geram karena banyak serangan fitnah dan hoaks terhadap dirinya hanya karena sering bertentangan dengan kebijakan pemerintah pusat terhadap pembangunan di Papua.

Enembe menegaskan dirinya sebagai kepala daerah hanya menyalurkan aspirasi mayoritas orang asli Papua yang mempertahankan tanah Papua dari pembangunan oleh pemerintah pusat yang tidak mementingkan kepentingan rakyat.

"Saya mungkin satu-satunya gubernur dari 34 provinsi yang selama mengalami intimidasi dan teror yang luar biasa, kemana saya pergi pasti ada berita hoaks yang begitu masif dari para kelompok penyebar hoaks dan itu menyangkut pemerintahan dan pergerakan pribadi saya sebagai manusia," kata Enembe saat ditemui di Kantor Penghubung Provinsi Papua, Jakarta Selatan, Jumat (27/5/2022).

Dia membantah jika ada sekelompok orang yang meragukan nasionalismenya karena sudah 20 tahun lebih mengabdi untuk Negara Kesatuan Republik Indonesia.

"Saya sama sekali tidak ada kebebasan sebagai kepala daerah dan rakyat Indonesia, seakan-akan saya berada di dalam aquarium yang dipantau betul, padahal saya 20 tahun mengabdi untuk NKRI, menjadi wakil bupati, bupati, dan gubernur, dan semua pembangunan dilakukan atas nama Indonesia," tegasnya.

Enembe juga membantah jika dirinya sering mengkritik atau berbeda pandang dengan pemerintah pusat karena ada kepentingan dengan organisasi Papua Merdeka.

"Kenapa nasionalisme saya harus diragukan, saya lahir di wilayah yang tidak ada gejolak organisasi Papua Merdeka, dari desa di Tolikara, saya merasa tuduhan yang ditujukan sangat naif dan tidak tepat kalau bilang saya tidak nasionalis," katanya.

Sebelumnya diberitakan, Lukas Enembe meminta pemerintah menghentikan rencana penambangan emas di Blok Wabu, Intan Jaya, Papua. Desakan tersebut disampaikan lantaran masyarakat orang asli Papua menolak rencana tersebut.

Enembe mengatakan, banyak masyarakat yang takut kehilangan tanah adatnya karena masuk dalam peta rencana penambangan Blok Wabu tersebut.

“Saya pun menerima laporan warga Intan Jaya yang khawatir kehilangan tanah adat. Wajar. Orang Papua itu berkebun. Ekonominya kerakyatan seperti Mohammad Hatta, proklamator Republik Indonesia yang saya hormati dan pernah diasingkan ke Boven Digoel, Papua. Meski hanya satu tahun lagi menjabat, saya akan berusaha menjaga tanah Papua,” kata Enembe saat ditemui di Kantor Penghubung Provinsi Papua, Jakarta Selatan pada Jumat (27/5/2022).

Terkait dengan langah penolakan tersebut, ia sudah mengirimkan Surat bernomor 540/2044/SET tertanggal 18 Februari kepada Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) tentang Penghentian Sementara Proses WIUPK Blok Wabu.

“Terkait rencana penambangan emas di Blok Wabu, saya telah menyurati Menteri ESDM agar menghentikan sementara proses perizinan. Isi surat saya yaitu agar dihentikan sementara sampai situasinya aman,” ucapnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Sering Kritik Pemerintah Pusat, Gubernur Papua Lukas Enembe Akui Sering Diteror

Sering Kritik Pemerintah Pusat, Gubernur Papua Lukas Enembe Akui Sering Diteror

News | Jum'at, 27 Mei 2022 | 19:15 WIB

Gubernur Papua Lukas Enembe Desak Pemerintah Pusat Hentikan Rencana Menambang Emas di Blok Wabu

Gubernur Papua Lukas Enembe Desak Pemerintah Pusat Hentikan Rencana Menambang Emas di Blok Wabu

News | Jum'at, 27 Mei 2022 | 16:14 WIB

Diteruskan Berkali-kali di WhatsApp Info Singapura Deportasi Gubernur Lukas Enembe, Begini Faktanya

Diteruskan Berkali-kali di WhatsApp Info Singapura Deportasi Gubernur Lukas Enembe, Begini Faktanya

Sulsel | Jum'at, 20 Mei 2022 | 16:02 WIB

Terkini

Tambang Ilegal Bertahun-tahun Terbongkar ! Kejagung Tetapkan Bos PT AKT Tersangka Korupsi Batu Bara

Tambang Ilegal Bertahun-tahun Terbongkar ! Kejagung Tetapkan Bos PT AKT Tersangka Korupsi Batu Bara

News | Sabtu, 28 Maret 2026 | 09:23 WIB

Sempat Ditutup karena Kelapa Utuh, SPPG Seri Kuala Lobam Kembali Beroperasi

Sempat Ditutup karena Kelapa Utuh, SPPG Seri Kuala Lobam Kembali Beroperasi

News | Sabtu, 28 Maret 2026 | 08:15 WIB

Ketegangan di Selat Hormuz, Mengapa Indonesia Terlempar dari Daftar Jalur Hijau Militer Iran?

Ketegangan di Selat Hormuz, Mengapa Indonesia Terlempar dari Daftar Jalur Hijau Militer Iran?

News | Sabtu, 28 Maret 2026 | 06:56 WIB

Satu Mobil ke Bandara, Prabowo Antar Langsung Anwar Ibrahim Tinggalkan Indonesia

Satu Mobil ke Bandara, Prabowo Antar Langsung Anwar Ibrahim Tinggalkan Indonesia

News | Jum'at, 27 Maret 2026 | 23:29 WIB

Stok Tomahawk Menipis, Operasi Militer AS di Iran Picu Kekhawatiran

Stok Tomahawk Menipis, Operasi Militer AS di Iran Picu Kekhawatiran

News | Jum'at, 27 Maret 2026 | 23:24 WIB

Mundurnya Yudi Abrimantyo dari Kepala BAIS Dinilai Tamparan untuk Elite

Mundurnya Yudi Abrimantyo dari Kepala BAIS Dinilai Tamparan untuk Elite

News | Jum'at, 27 Maret 2026 | 23:15 WIB

Kematian Pekerja Tambang di Morowali Disorot DPRD, Diminta Diusut Tuntas

Kematian Pekerja Tambang di Morowali Disorot DPRD, Diminta Diusut Tuntas

News | Jum'at, 27 Maret 2026 | 23:07 WIB

Kabar Duka, Tokoh Agama dan Juru Damai Konflik Poso Ustad Adnan Arsal Wafat

Kabar Duka, Tokoh Agama dan Juru Damai Konflik Poso Ustad Adnan Arsal Wafat

News | Jum'at, 27 Maret 2026 | 23:04 WIB

'Ini Terakhir Kali Saya ke Jakarta': Curahan Hati Perantau yang Balik Kampung Demi Jaga Sang Putri

'Ini Terakhir Kali Saya ke Jakarta': Curahan Hati Perantau yang Balik Kampung Demi Jaga Sang Putri

News | Jum'at, 27 Maret 2026 | 22:43 WIB

Gus Ipul Dukung Narapidana Dapat Bansos PBI, Kemensos Siap Tindak Lanjut

Gus Ipul Dukung Narapidana Dapat Bansos PBI, Kemensos Siap Tindak Lanjut

News | Jum'at, 27 Maret 2026 | 22:31 WIB