100 Hari Perang dan Pengakuan Sejumlah Tentara Rusia yang Menolak Bertempur

Siswanto | BBC | Suara.com

Senin, 06 Juni 2022 | 10:20 WIB
100 Hari Perang dan Pengakuan Sejumlah Tentara Rusia yang Menolak Bertempur
BBC

Suara.com - Jelang invasi Rusia ke Ukraina menginjak hari ke-100 beberapa hari lalu, Presiden Volodymyr Zelensky memuji upaya-upaya yang dilakukan oleh pasukan militernya, yang dia sebut telah berhasil menahan serangan Rusia.

Zelensky berbicara di luar istana kepresidenan di Kyiv, sambil diapit oleh para penasihat dekatnya, menggemakan lagi pesan dalam video yang pernah direkamnya di awal perang ini dimulai.

Dia berkata pasukan Ukraina telah "melakukan apa yang terlihat tidak mungkin" dan menghentikan "pasukan bersenjata terbesar kedua di dunia".

Setelah acara itu, pemimpin Ukraina tersebut menulis melalui Telegram bahwa Rusia "telah gagal mendapatkan tujuan strategis apapun" dan alih-alih mencoba "mengalihkan ketidakberdayaannya kepada infrastruktur sipil dan orang-orang".

Juru bicara Kremlin Dmitry Peskov membalas, bersikeras bahwa "hasil-hasil tertentu telah tercapai" dan mengeklaim "pembebasan" sejumlah wilayah yang disebutnya sebagai "bagian dari pasukan bersenjata pro-Nazi Ukraina".

Sejumlah pemimpin negara menandai 100 hari perang ini untuk memuji ketahanan Ukraina, termasuk Presiden Komisi Uni Eropa Ursula von der Leyen, yang mengatakan "keberanian orang-orang Ukraina mendapatkan penghormatan dan kekaguman dari kami".


Pertahanan Kyiv setelah 100 hari

Kyiv tidak terasa seperti kota yang dapat bertahan dari serangan 150.000 tentara Rusia pada Januari, menurut laporan wartawan BBC James Waterhouse.

"Itu hanya gertakan" dan "kami sudah berperang" adalah respons yang umum didapat ketika warga ditanya apakah mereka khawatir tentang serangan Rusia, yang pada saat itu seperti tak terpikirkan.

Tentu saja, dalam waktu lima pekan semua itu berubah. Beberapa orang di Barat bahkan memprediksi Kyiv akan jatuh dalam 72 jam.

Selama periode 100 hari, kota ini telah berubah dari normalitas yang keras, melalui kegelapan total, dan kini mulai muncul semacam ketenangan.

Kondisinya masih jauh dari sebelum perang, namun tetap saja, ini adalah tanda pertahanan.



Para tentara Rusia yang menolak bertempur di Ukraina

Sejumlah tentara Rusia menolak untuk kembali bertempur di Ukraina karena pengalaman mereka berada di garis depan pada masa awal invasi, menurut pengacara dan aktivis HAM Rusia.

Seorang tentara menghabiskan lima pekan berperang di Ukraina awal tahun ini. Dia berkata kepada BBC, dia tidak ingin kembali ke Ukraina "untuk membunuh atau dibunuh".

Dia kini berada di rumahnya di Rusia, setelah menerima saran legal untuk menghindari dikirim kembali ke garis depan. Dia hanyalah satu dari ratusan tentara Rusia yang telah diketahui mencari nasihat sama.

"Saya berpikir karena kami adalah tentara Rusia, angkatan bersenjata paling super-duper di dunia," kata pemuda itu dengan pahit. Alih-alih, mereka harus beroperasi tanpa bahkan tanpa perlengkapan dasar, seperti alat bantu penglihatan dalam gelap, kata dia.


Lima cara invasi Rusia berlanjut ke depannya

Dalam perang dengan skala sebesar invasi Vladimir Putin ke Ukraina, kerap kali sulit untuk menentukan siapa yang lebih unggul.

Meskipun di awal perang ada kekhawatiran akan keruntuhan Ukraina, serangan Rusia di banyak wilayah telah terhambat dan pasukan mereka dipaksa mundur dari Kyiv. Ini kemudian ditindaklanjuti dengan serangan Rusia yang lebih fokus ke wilayah timur.

Tapi setelah 100 hari berlangsung, ke mana perang ini akan berujung?

Koresponden diplomatik BBC James Landale menuliskan lima skenario kemungkinan yang akan terjadi.


Bagaimana TV Rusia melaporkan konflik

Sejak perang di Ukraina dimulai, otoritas Rusia telah menekan berbagai media di negara tersebut. Narasi perang ditetapkan oleh stasiun-stasiun TV yang pro-perang dan menggaungkan narasi yang keluar dari Kremlin.

Di awal invasi, kanal-kanal televisi ini menolah invasi Vladimir Putin ke Ukraina sebagai perang.

Sekarang, berbagai acara bincang-bincang yang mendominasi siaran berulang kali mengatakan bahwa Moskow serang menghadapi Perang Dunia Ketiga dengan Barat.



Kerusakan dan penjarahan di situs nuklir Chernobyl

Ukraina berkata pasukan Rusia merusak dan menjarah lebih dari 1.000 komputer di pembangkit listrik tenaga nuklir Chernobyl, mencuri truk dan dosimeter radiasi.

Namun Direktur Informasi Chernobyl Vitaliy Medved berkata peralatan nuklir tidak rusak dan "mengenai keselamatan radiasi, semuanya baik-baik saja".

Meski begitu, di dalam zona eksklusi, terdapat sejumlah titik panas radiasi yang oleh manajer Chernobyl disebut sebagai akibat aktivitas militer Rusia. Sebagian pasukan menggali parit dan kendaraan mereka membuat debu-debu yang mengandung radiasi beterbangan.

Yevhen Kramarenko, kepala zona eksklusi, mengatakan ribuan kendaraan Rusia termasuk tank telah melewati zona tersebut. Dia juga mengatakan Rusia telah menempatkan lebih dari 1.000 tentara di Chernobyl.


Baca laporan lain terkait perang Ukraina-Rusia di tautan ini.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Kiandra Ramadhipa Petik Banyak Pelajaran dari Debut Moto3 Junior, Siap Bangkit di Estoril

Kiandra Ramadhipa Petik Banyak Pelajaran dari Debut Moto3 Junior, Siap Bangkit di Estoril

Sport | Selasa, 26 Mei 2026 | 07:39 WIB

Erling Haaland Janji Norwegia Akan Tampil Kreatif dan Menghibur di Piala Dunia 2026

Erling Haaland Janji Norwegia Akan Tampil Kreatif dan Menghibur di Piala Dunia 2026

Bola | Selasa, 26 Mei 2026 | 07:36 WIB

Emiten CASH Bidik Pertumbuhan Bisnis Pembayaran Digital Nasional

Emiten CASH Bidik Pertumbuhan Bisnis Pembayaran Digital Nasional

Bisnis | Selasa, 26 Mei 2026 | 07:33 WIB

IHSG Diproyeksi Melemah Hari Ini, Simak Level Support Kritis dan Rekomendasi Saham Analis

IHSG Diproyeksi Melemah Hari Ini, Simak Level Support Kritis dan Rekomendasi Saham Analis

Bisnis | Selasa, 26 Mei 2026 | 07:32 WIB

Sentuhan Desain Italia dan Gaya Hidup Aktif Bertemu dalam Konsep Gerai Premium di Bekasi

Sentuhan Desain Italia dan Gaya Hidup Aktif Bertemu dalam Konsep Gerai Premium di Bekasi

Lifestyle | Selasa, 26 Mei 2026 | 07:27 WIB

Kabar Cedera Jay Idzes di Pekan Penutup Serie A dan Dampaknya Jelang Gabung Timnas Indonesia

Kabar Cedera Jay Idzes di Pekan Penutup Serie A dan Dampaknya Jelang Gabung Timnas Indonesia

Bola | Selasa, 26 Mei 2026 | 07:23 WIB

Satgas PASTI Hentikan Appeninc, VID, dan Sensenowai, Diduga Lakukan Penipuan Berkedok Investasi

Satgas PASTI Hentikan Appeninc, VID, dan Sensenowai, Diduga Lakukan Penipuan Berkedok Investasi

Bisnis | Selasa, 26 Mei 2026 | 07:19 WIB

Niat Puasa Arafah Digabung Qadha Ramadan, Bayar Utang Sekaligus Hapus Dosa 2 Tahun

Niat Puasa Arafah Digabung Qadha Ramadan, Bayar Utang Sekaligus Hapus Dosa 2 Tahun

Lifestyle | Selasa, 26 Mei 2026 | 07:16 WIB

Tiap Dapur SPPG Wajib Layani Minimal 300 Ibu dan Balita, Melanggar? Insentif Rp6 Juta Melayang!

Tiap Dapur SPPG Wajib Layani Minimal 300 Ibu dan Balita, Melanggar? Insentif Rp6 Juta Melayang!

News | Selasa, 26 Mei 2026 | 07:13 WIB

MOJO Garap 8 Resort di Lombok, Kuta Mandalika Kian Diburu Investor

MOJO Garap 8 Resort di Lombok, Kuta Mandalika Kian Diburu Investor

Bisnis | Selasa, 26 Mei 2026 | 07:12 WIB

Terkini

Tiap Dapur SPPG Wajib Layani Minimal 300 Ibu dan Balita, Melanggar? Insentif Rp6 Juta Melayang!

Tiap Dapur SPPG Wajib Layani Minimal 300 Ibu dan Balita, Melanggar? Insentif Rp6 Juta Melayang!

News | Selasa, 26 Mei 2026 | 07:13 WIB

Dari Video Viral ke Laporan Polisi: Mengapa Konflik GRIB Jaya dan Ahmad Bahar Terus Membesar?

Dari Video Viral ke Laporan Polisi: Mengapa Konflik GRIB Jaya dan Ahmad Bahar Terus Membesar?

News | Selasa, 26 Mei 2026 | 07:00 WIB

Polemik TNI Keluar Barak Buru Begal: Solusi Keamanan Darurat atau Benturan Tupoksi Militer?

Polemik TNI Keluar Barak Buru Begal: Solusi Keamanan Darurat atau Benturan Tupoksi Militer?

News | Selasa, 26 Mei 2026 | 06:55 WIB

Siasat Busuk Eks Anggota Ombudsman Yeka Hendra Bela Mafia CPO Terbongkar, Kini Resmi Masuk Bui!

Siasat Busuk Eks Anggota Ombudsman Yeka Hendra Bela Mafia CPO Terbongkar, Kini Resmi Masuk Bui!

News | Selasa, 26 Mei 2026 | 00:55 WIB

Mendagri Pastikan Pascabencana Sumatera Masuk Tahap Pemulihan, Anggaran Rp100,1 Triliun Disiapkan

Mendagri Pastikan Pascabencana Sumatera Masuk Tahap Pemulihan, Anggaran Rp100,1 Triliun Disiapkan

News | Senin, 25 Mei 2026 | 22:14 WIB

Renduk Pemulihan Pascabencana Himpun 11.512 Kegiatan, Ini Skala Prioritasnya

Renduk Pemulihan Pascabencana Himpun 11.512 Kegiatan, Ini Skala Prioritasnya

News | Senin, 25 Mei 2026 | 22:04 WIB

Standardisasi Kemasan Rokok, Kebijakan Kesehatan atau Ancaman Ekonomi Rakyat?

Standardisasi Kemasan Rokok, Kebijakan Kesehatan atau Ancaman Ekonomi Rakyat?

News | Senin, 25 Mei 2026 | 21:33 WIB

Tak Pandang Bulu! Bareskrim Akui Anggota Polisi Berinisial AFH Terseret Kasus Narkoba B Fashion

Tak Pandang Bulu! Bareskrim Akui Anggota Polisi Berinisial AFH Terseret Kasus Narkoba B Fashion

News | Senin, 25 Mei 2026 | 21:31 WIB

Sambil Terisak, Megawati Tegaskan Indonesia Haramkan Hubungan Diplomatik dengan Israel

Sambil Terisak, Megawati Tegaskan Indonesia Haramkan Hubungan Diplomatik dengan Israel

News | Senin, 25 Mei 2026 | 21:29 WIB

Uang Negara Menguap Triliunan! Kejagung Didesak Bongkar Mafia di Balik Investasi Telkomsel ke GoTo

Uang Negara Menguap Triliunan! Kejagung Didesak Bongkar Mafia di Balik Investasi Telkomsel ke GoTo

News | Senin, 25 Mei 2026 | 21:22 WIB