Kepada PM Australia, Jokowi Harap Kuota Working Holiday Visa Ditambah Jadi 5 Ribu Orang Per Tahun

Erick Tanjung | Ria Rizki Nirmala Sari | Suara.com

Senin, 06 Juni 2022 | 13:20 WIB
Kepada PM Australia, Jokowi Harap Kuota Working Holiday Visa Ditambah Jadi 5 Ribu Orang Per Tahun
Presiden Joko Widodo bersama Perdana Menteri Australia Anthony Albanese bersepeda bersama dari Istana Kepresidenan Bogor ke Kebun Raya Bogor, Senin (6/6/2022). (Foto: Laily Rachev - Biro Pers Sekretariat Presiden)

Suara.com - Presiden Joko Widodo berharap Australia bisa menambah kuota working holiday visa bagi warga negara Indonesia (WNI). Hal tersebut disampaikan Jokowi usai menjalani pertemuan bilateral dengan Perdana Menteri Australia, Anthony Albanese di Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat, Senin (6/6/2022).

Permintaan Jokowi tersebut berkaitan dengan implementasi dari Perjanjian Kemitraan Ekonomi Komprehensif Indonesia-Australia (IA-CEPA) yang diteken sejak 2020.

"Saya mengharapkan implementasi IA CEPA terkait kesempatan WNI untuk bekerja di Australia dapat ditingkatkan termasuk penambahan kuota working holiday visa menjadi 5.000 peserta per tahun," kata Jokowi dalam konferensi pers yang ditayangkan YouTube Sekretariat Presiden.

Presiden Joko Widodo bersama Perdana Menteri Australia Anthony Albanese bersepeda bersama dari Istana Kepresidenan Bogor ke Kebun Raya Bogor, Senin (6/6/2022). (Foto: Laily Rachev - Biro Pers Sekretariat Presiden)
Presiden Joko Widodo bersama Perdana Menteri Australia Anthony Albanese bersepeda bersama dari Istana Kepresidenan Bogor ke Kebun Raya Bogor, Senin (6/6/2022). (Foto: Laily Rachev - Biro Pers Sekretariat Presiden)

Pada kesempatan yang sama, Jokowi juga menyampaikan bahwa dalam pertemuan bilateral kedua negara sempat membahas terkait kerja sama ekonomi. Salah satunya ialah terkait pentingnya perluasan akses ekspor produk Indonesia dengan nilai tambah tinggi ke Australia, semisal pada sektor otomotif.

"Ekspor perdana mobil completely built up (CBU) buatan Indonesia ke Australia telah dimulai di bulan Februari yang lalu dan saya mengharapkan akses export seperti ini akan terus terbuka," tuturnya.

Kepala Negara juga menuturkan kalau bukan kali ini saja berhubungan dengan Anthony. Sebelumnya ia pernah melakukan pembicaraan melalui sambungan telepon.

Jokowi menyebut kalau Indonesia dan Australia sudah memiliki pondasi kuat dalam hubungan bilateral yakni kemitraan strategis komprehensif yang dimiliki sejak 2018 dan IA Cepa yang sudah mulai berlaku di tahun 2020.

"Dua pondasi ini sangat penting bagi kedua negara untuk terus memperkokoh kerja sama bilateral yang saling menguntungkan."

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Perdana Menteri Australia Naik Sepeda Bambu Bareng Presiden Jokowi di Bogor

Perdana Menteri Australia Naik Sepeda Bambu Bareng Presiden Jokowi di Bogor

Bogor | Senin, 06 Juni 2022 | 12:41 WIB

Dikunjungi PM Australia, Jokowi Tekankan Pentingnya Perkuat Kerjasama

Dikunjungi PM Australia, Jokowi Tekankan Pentingnya Perkuat Kerjasama

News | Senin, 06 Juni 2022 | 12:19 WIB

Mampir ke Resto Raya Usai Tanam Pohon Kamper, Jokowi Ajak PM Australia Gowes Sepeda Bikinan Alumni ITB

Mampir ke Resto Raya Usai Tanam Pohon Kamper, Jokowi Ajak PM Australia Gowes Sepeda Bikinan Alumni ITB

News | Senin, 06 Juni 2022 | 11:47 WIB

Terkini

Tuntutan 18 Tahun Nadiem Makarim Dinilai Wajar, MAKI Soroti Kerugian Negara Triliunan Rupiah

Tuntutan 18 Tahun Nadiem Makarim Dinilai Wajar, MAKI Soroti Kerugian Negara Triliunan Rupiah

News | Jum'at, 15 Mei 2026 | 17:25 WIB

96 Persen Penduduk Tinggal di Wilayah Rawan Bencana, Kemendagri Dorong BPBD Lebih Adaptif dan Siaga

96 Persen Penduduk Tinggal di Wilayah Rawan Bencana, Kemendagri Dorong BPBD Lebih Adaptif dan Siaga

News | Jum'at, 15 Mei 2026 | 17:22 WIB

DPR RI Terima Dubes Thailand, Bahas Dampak Perang hingga Nasib Myanmar yang Di-blacklist ASEAN

DPR RI Terima Dubes Thailand, Bahas Dampak Perang hingga Nasib Myanmar yang Di-blacklist ASEAN

News | Jum'at, 15 Mei 2026 | 17:14 WIB

WNA Jepang Diduga Eksploitasi Anak di Blok M, DPR: Seret Pelaku, Jangan Kasih Ampun

WNA Jepang Diduga Eksploitasi Anak di Blok M, DPR: Seret Pelaku, Jangan Kasih Ampun

News | Jum'at, 15 Mei 2026 | 17:06 WIB

Ketua DPRD Jember: Sekali Lagi Langgar Aturan, Achmad Syahri Otomatis Dipecat

Ketua DPRD Jember: Sekali Lagi Langgar Aturan, Achmad Syahri Otomatis Dipecat

News | Jum'at, 15 Mei 2026 | 16:31 WIB

Sobary Kritik Cara Prabowo Mengagumi Bung Karno: Kagum, tapi Tak Pahami Political Wisdom-nya

Sobary Kritik Cara Prabowo Mengagumi Bung Karno: Kagum, tapi Tak Pahami Political Wisdom-nya

News | Jum'at, 15 Mei 2026 | 16:21 WIB

KPK Bongkar 3 Perusahaan yang Setor Miliaran ke Oknum Kemnaker demi Urus K3

KPK Bongkar 3 Perusahaan yang Setor Miliaran ke Oknum Kemnaker demi Urus K3

News | Jum'at, 15 Mei 2026 | 16:15 WIB

Kapal Migran Indonesia Tenggelam di Malaysia: Korban Tewas Kini 11 Orang, 3 Masih Hilang

Kapal Migran Indonesia Tenggelam di Malaysia: Korban Tewas Kini 11 Orang, 3 Masih Hilang

News | Jum'at, 15 Mei 2026 | 16:11 WIB

Gerindra Jatuhkan 'Kartu Kuning' Terakhir ke Achmad Syahri: Saya Taat dan Menyesal

Gerindra Jatuhkan 'Kartu Kuning' Terakhir ke Achmad Syahri: Saya Taat dan Menyesal

News | Jum'at, 15 Mei 2026 | 15:59 WIB

Mata Berkaca-kaca, Legislator Gerindra Jember Akui Khilaf Main Game Sambil Merokok saat Rapat

Mata Berkaca-kaca, Legislator Gerindra Jember Akui Khilaf Main Game Sambil Merokok saat Rapat

News | Jum'at, 15 Mei 2026 | 15:50 WIB