Suara.com - Tersebar di media sosial curahan hati seorang ibu yang merasa sedih dan prihatin dengan keadaan sang anak yang menderita sesak napas, karena terkena semburan asap rokok dari sang suami.
Curhatan tersebut sebelumnya dibagikan di laman Facebook, tetapi kemudian di-screenshot dan diunggah netizen di akun Twitter @tanyakanrl pada Senin (06/06/22).
Dalam foto yang diunggah, ibu dari balita yang terkena kekerasan ini menceritakan bahwa dirinya begitu sedih menyaksikan anaknya yang baru berusia 3 tahun 5 bulan harus menderita sesak napas akibat terkena semburan asap rokok suaminya.
Bukan tanpa sengaja, suaminya tersebut menyemburkan asap rokok pada anaknya dengan sengaja. Ia tersulut emosi setelah terlibat pertengkaran dengan sang istri dan anak.
"Rasanya aku sedih menyaksikan anakku yang baru berumur 3 tahun 5 bulan, yang sedang sesak napas. Tadi disembur asap rokok oleh ayahnya dengan sengaja karena marah padaku dan anakku," terangnya.

Pertengkaran yang terjadi di antara keluarga tersebut pun sepele, yaitu sang anak ingin ikut ibunya untuk mencuci beras di lantai 1.
"Anakku pengen ikut aku nyuci beras di lantai 1 karena kamar mandi di lantai 1," jelas ibu korban.
Di akhir cerita, ibu dari korban ini menjelaskan jika sang anak sudah sempat ia berikan obat pereda sesak napas, namun tetap saja anaknya belum bisa bernapas dengan normal.
"Udah diberi obat sirop pereda sesak juga padahal. Namun masih sesak napasnya," ungkapnya.
Unggahan ini pun menuai berbagai respons dari warganet. Banyak warganet yang mengecam tindakan dari sosok bapak ini.
"Padahal kenyataannya anak nggak minta dilahirin. Tapi orang tua yang mau punya keturunan. Kalau nggak mampu atau nggak mau punya anak, jangan nge**** pak," ungkap warganet.
"Semua orang punya kepala, tapi belum tentu semua orang punya otak," hujat warganet.
"Please, kalau nggak punya duit, otaknya jangan dijual ke seller nasi padang. Kan sinting gini jadinya... Duh," tegur warganet.
"Otaknya di mana sih itu bapak? Di dengkul kah? Apa emang nggak punya?" ucap warganet.
"Aku ingat ada yang bilang, 'Anak nggak bisa milih siapa yang akan menjadi orang tuanya. Sedangkan orang tua bisa memilah-milih pasangan dan mau menjadi orang tua seperti apa'. Pada cerita itu kayaknya si bapak tersebut eda*, gil*, sint*** dan te eling," tambah warganet.