facebook

Bukan Konservasi, Legislator PDIP Nilai Luhut Naikkan Harga Tiket Borobudur Demi Komersialisasi

Stefanus Aranditio | Bagaskara Isdiansyah
Bukan Konservasi, Legislator PDIP Nilai Luhut Naikkan Harga Tiket Borobudur Demi Komersialisasi
Anggota Komisi VI DPR Deddy Yevri Hanteru Sitorus. ANTARA/Dokumentasi Pribadi

Deddy Yevri Sitorus menyebut kalau niatnya membatasi jumlah pengunjung yang boleh naik ke Candi Borobudur tetap di angka 1200 orang, tak harus dengan menaikkan harga.

Suara.com - Anggota DPR RI Fraksi PDIP, Deddy Yevri Sitorus, mengkritisi rencana kenaikan tiket naik ke Candi Borobudur menjadi Rp750 ribu untuk turis lokal dan USD 100 untuk turis asing dengan alasan konservasi.

Deddy menilai, alasan tersebut hanya bertujuan untuk komersialisasi, bukan konservasi cagar budaya.

"Bagi saya tidak masuk akal kalau alasannya adalah konservasi, lebih cenderung komersialisasi," kata Deddy kepada wartawan, Selasa (7/6/2022).

Menurut Anggota Komisi VI DPR itu, kalau niatnya membatasi jumlah pengunjung yang boleh naik ke Candi Borobudur tetap di angka 1200 orang, tak harus dengan menaikkan harga.  

Baca Juga: Anak Ketum Pemuda Bravo 5 Aniaya Putra Politisi PDIP, PBL: Kami Tak Mentolerir Kekerasan

"Lakukan saja kebijakan, siapa yang datang lebih dulu, boleh naik hingga jumlah maksimum yang ditetapkan. Atau siapa yang mendaftar lebih dulu melalui aplikasi, boleh naik. Akan lebih baik jika dikombinasikan antara yang datang lebih dulu dengan yang mendaftar lebih dulu melalui aplikasi, agar ada keadilan antara yang punya akses ke aplikasi dengan yang tidak," ungkapnya.

Menurutnya, kebijakan menaikkan harga tiket masuk Candi Borobudur ini tidak berpihak karena pembeda untuk orang yang boleh berwisata ke situs warisan dunia itu adalah antara yang kaya dengan yang miskin.  

"Orang miskin tidak akan mampu bayar harga tiket setinggi itu, apalagi bila datang dengan keluarga. Harga tiket itu bisa lebih besar dari UMR buruh bila berkunjung dengan keluarga," tuturnya.

"Lalu apakah orang miskin tidak berhak untuk naik dan menikmati Candi Borobudur?," sambung Deddy.

Lebih lanjut, Deddy kemudian membandingkan rencana harga tiket Candi Borobudur yang diumumkan Menko Marves Luhut Binsar Panjaitan dengan sejumlah destinasi wisata di penjuru dunia.

Baca Juga: Dukung Pengembangan Pariwisata Ramah Lingkungan, PLN Hadirkan Lebih dari 20 Unit SPKLU

Deddy mengaku melakukan riset harga  tiket masuk ke situs Acropolis bersama 5 situs lainnya Yunani. Dimana harga total tiketnya hanya 30 Euro atau sekitar Rp464 ribu.

Komentar