Mewarnai Foto Hitam-Putih Membuat Sejarah Indonesia Semakin Hidup

Siswanto, ABC

Jum'at, 17 Juni 2022 | 11:06 WIB
Mewarnai Foto Hitam-Putih Membuat Sejarah Indonesia Semakin Hidup
Presiden Soekarno [Instagram Soekarno_Presidenku]

Suara.com - Andiena Shanty terkejut ketika melihat ibunya menangis bahagia karena sebuah foto.

Foto tersebut merupakan potret mendiang kakeknya, Temoe Moeljopawiro yang menurut penjelasannya adalah seorang pejuang kemerdekaan di masanya.

Atas permintaan ibunya untuk memperbaiki foto lama tersebut, Andien menggunakan jasa pemilik akun @tukangpulas_asli yang ditemukannya di Instagram.

Dengan mengeluarkan biaya Rp250 ribu, foto yang aslinya berwarna hitam dan putih tersebut pun kini terlihat berwarna bagaikan foto baru.

"Itu sesuatu yang bikin ibu saya bahagia, seolah-olah itu baru foto kemarin," ujarnya.

"Sampai ibu saya pengen ketemu dan berterima kasih kepada yang mewarnai fotonya."

"Kebahagiaan ibu saya itu tidak bisa dibeli," kata Andien, warga asal Semarang yang tinggal di Solo.

Heru Iswanto adalah sosok di balik akun @tukangpulas_asli dengan belasan ribu orang pengikut di Instagram.

Selama enam tahun terakhir, Heru yang bermata pencaharian utama sebagai polisi menekuni hobinya di bidang "photo-coloring".

baca juga

Ilmu tersebut dipelajarinya lewat menonton video para seniman pemberi warna foto di luar negeri.

Kemudian hasil karyanya ia bagikan di jejaring sosial, seperti Instagram dan Twitter, tanpa mengira akun-nya akan dibanjiri pengikut.

Diminati keluarga Pahlawan Revolusi

Heru sempat menerima permintaan pihak keluarga salah satu pahlawan revolusi Indonesia, Jenderal TNI Ahmad Yani, untuk mewarnai foto tokoh tersebut.

Irawan Sura Eddy adalah putera Jenderal Ahmad Yani yang menggunakan jasa Heru.

Di samping karena masih ingat warna kebaya dan selendang sang ibu kenakan dalam foto yang tadinya hitam-putih tersebut, Eddy punya alasan tersendiri mengeluarkan uang untuk foto tersebut diwarnai.

"Saya ingin foto bapak dan ibu itu lebih hidup dan kesannya seperti baru kemarin pengambilannya," kata Eddy.

Puteri Jenderal Ahmad Yani lainnya, Amelia Yani, kepada wartawan ABC Indonesia Natasya Salim mengatakan bahwa di dalam foto tersebut, wajah kedua orangtuanya terlihat "lebih cantik dan bersih".

Walau demikian, ia memiliki ingatan berbeda tentang warna kebaya yang ibunya, Yayu Rulia Sutowiryo kenakan dalam foto tersebut.

"Saya bilang fotonya bagus sekali, cuma warna kebaya ibu saya itu kayaknya biru muda," katanya.

Meski mengapresiasi pewarnaan foto tersebut, Amelia mengaku masih lebih mengenali kedua orangtuanya lewat foto asli yang berwarna hitam-putih.

"Foto asli yang hitam-putih itu hidup. Itulah bapak, itulah ibu, meskipun hitam-putih," katanya.

"Karakternya kelihatan, dagu, tulang pipi, dan sebagainya lebih kelihatan.

"Kalau sudah diwarnai, jadi halus sekali. Hilang garis-garis kerut itu. Kan rapi ya, bersih. Itu bagus, cuma terserah yang bikin sih kalau saya."

Salah satu karya yang paling berkesan bagi Heru adalah potret suasana Jalan Malioboro di Yogyakarta pada tahun 1948.

"Karya saya mulai banyak dikenal gara-gara [foto] itu, yang membuat [akun saya] mulai ramai peminat dan pengikutnya," ujar Heru yang berasal dari Bekasi.

Ia menghabiskan waktu tiga hari untuk satu foto tersebut, dari yang biasanya hanya 30 menit karena banyaknya jumlah obyek di dalamnya.

Heru mengaku jika ia paling suka memberikan warna pada foto-foto tentara Belanda, di samping potret yang dianggapnya "ikonik" seperti papan penunjuk jalan atau gedung di masa lampau.

"Karena buat saya mereka [tentara] itu tidak mungkin ada dua kali di Indonesia," kata Heru.

Komunitas penggemar 'photo-coloring'

Meski terkesan sederhana, Heru tidak sembarangan memilih dan memakai warna dalam foto hitam-putihnya.

Ia harus dengan teliti melakukan riset warna obyek dengan menonton film lama atau pun melakukan konsultasi dengan teman yang memiliki hobi serupa.

Sekitar delapan bulan yang lalu, Heru membentuk sebuah komunitas bernama Indonesia Colorising Association beranggotakan lebih dari 20 orang yang bisa diajak berdiskusi.

Para anggota komunitas yang berasal dari Jawa dan Sumatra melakukan komunikasi online secara rutin.

Salah satu anggota kelompok tersebut adalah Ramdan Ristian yang merupakan penggemar sejarah asal Bandung.

Ramdan mengatakan para anggota dalam komunitas tersebut sering berbagi ilmu pewarnaan foto dan pedoman mewarnai obyek.

Ia berharap kegiatan "photo-coloring" yang didukung dengan keberadaan komunitas ini dapat membangkitkan minat orang untuk mempelajari sejarah.

"Kami banyak sharing dan pernah juga open space di Twitter dengan audiens yang lumayan banyak," ujar Ramdan yang suka mewarnai foto masa Perang Dunia I dan II di Indonesia.

'Bikin sejarah semakin hidup' namun harus tetap beretika

Sejarawan dan pemimpin redaksi majalah sejarah Historia, Bonnie Triyana mendukung kegiatan "photo-coloring" yang dilakukan Heru dan Ramdan ini.

"Saya senang, karena itu bikin sejarah semakin hidup dan anak muda semakin tertarik sama sejarah," kata Bonnie.

"Kan sejarah kesannya enggak kuno, tetapi menjadi lebih powerful, berwarna, dari pada cuma hitam-putih juga."

Tapi proses pengeditan foto hitam putih sempat menjadi kontroversi tahun lalu.

Seorang seniman asal Irlandia, Matt Loughrey mewarnai dan menambahkan senyum di wajah seorang narapidana di Phnom Penh, Kamboja yang diambil sekitar tahun 1975-79.

Foto narapidana yang sempat disiksa di penjara tersebut dipublikasi oleh media Vice dan menuai amarah di akun Twitter.

Pakar pun memperingatkan agar pengeditan foto tidak dilakukan semena-mena, apalagi dengan munculnya teknologi kecerdasan buatan (AI).

Sejauh ini, menurut pengamatan Bonnie, akun @tukangpulas_asli serta akun lainnya yang sering muncul di media sosial tidak melakukan perwarnaan foto dengan sembarangan.

"[Mewarnai foto] tidak masalah selama warnanya tepat dan sesuai," katanya.

"Selama fotonya diwarnai sesuai dengan warna sesungguhnya, artinya tidak mengubah autentisitas dari foto itu."

Menurut Bonnie, peran pemberi warna foto hitam-putih ini termasuk ke dalam domain sejarah publik, yang artinya sama seperti museum, galeri, dan tempat bersejarah lainnya.

Kategori ini berbeda dengan sejarah sebagai mata pelajaran di mana pembicaraan dan diskusi tentang sejarah dibahas secara akademis.

Di tengah bertambahnya minat mempelajari sejarah di tengah anak muda, Bonnie mengatakan penting bagi institusi sejarah publik untuk menumbuhkan ketertarikan lebih jauh.

"Di dalam sejarah publik, bila dibandingkan dengan 10 tahun yang lalu, sekarang jauh lebih bagus," katanya.

"Sekarang mampu enggak museum meningkatkan kualitasnya di Indonesia, profesionalisme, kreativitas supaya semakin menumbuhkan minat dan memberikan edukasi publik di bidang kesejarahan dengan lebih baik." 

Heru, pemilik akun @tukangpulas_asli, mengaku ilmu sejarahnya terus bertambah setelah memberikan warna pada foto hitam-putih.

Ia berharap pekerjaannya berdampak bagi penikmat karyanya.

"Harapan saya supaya netizen atau teman-teman itu lebih menyukai sejarah, mencintai sejarah," katanya.

"Walau saya bukan ahli sejarah, karena saya memang tidak ada 'basic' [atau dasar] ilmu apa-apa tentang keilmuan sejarah, [tapi] saya tujuannya lebih mendekatkan para teman-teman atau pengikut dengan sejarah."

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Satu Emiten Milik Hary Tanoesoedibjo dan Saham ARKO Digembok BEI

Satu Emiten Milik Hary Tanoesoedibjo dan Saham ARKO Digembok BEI

Bisnis | Rabu, 28 Oktober 2026 | 07:23 WIB

Link Download Naskah Pidato Menpora Hari Sumpah Pemuda 2026, Ini Cara Mengaksesnya

Link Download Naskah Pidato Menpora Hari Sumpah Pemuda 2026, Ini Cara Mengaksesnya

Tekno | Rabu, 28 Oktober 2026 | 07:13 WIB

30 Link Twibbon Hari Sumpah Pemuda 2026 Desain Menarik, Lengkap Cara Pasangnya

30 Link Twibbon Hari Sumpah Pemuda 2026 Desain Menarik, Lengkap Cara Pasangnya

Lifestyle | Rabu, 28 Oktober 2026 | 07:10 WIB

702 Ribu Rekening Diblokir Terkait Penipuan, Dana Rp825,2 Miliar Berhasil Diamankan

702 Ribu Rekening Diblokir Terkait Penipuan, Dana Rp825,2 Miliar Berhasil Diamankan

Bisnis | Rabu, 28 Oktober 2026 | 07:09 WIB

5 Contoh Pidato Sumpah Pemuda 2026 Singkat, Menarik, dan Penuh Semangat

5 Contoh Pidato Sumpah Pemuda 2026 Singkat, Menarik, dan Penuh Semangat

Lifestyle | Rabu, 28 Oktober 2026 | 07:03 WIB

Ekosistem Kota Mandiri Jadi Penentu Nilai Investasi Properti

Ekosistem Kota Mandiri Jadi Penentu Nilai Investasi Properti

Bisnis | Rabu, 28 Oktober 2026 | 06:40 WIB

30 Ucapan Hari Sumpah Pemuda 2026 yang Singkat dan Penuh Semangat untuk Caption Medsos

30 Ucapan Hari Sumpah Pemuda 2026 yang Singkat dan Penuh Semangat untuk Caption Medsos

Lifestyle | Rabu, 28 Oktober 2026 | 06:35 WIB

Industri Kreatif Butuh Outsourcing, Regulasi Jangan Hambat Investasi

Industri Kreatif Butuh Outsourcing, Regulasi Jangan Hambat Investasi

Bisnis | Rabu, 28 Oktober 2026 | 06:29 WIB

Fokus Kawal Aturan Turunan UU Ketenagakerjaan, KSPSI AGN Tak Turunkan Massa 28 Oktober

Fokus Kawal Aturan Turunan UU Ketenagakerjaan, KSPSI AGN Tak Turunkan Massa 28 Oktober

News | Rabu, 28 Oktober 2026 | 07:05 WIB

BMKG Prediksi Seluruh Jakarta Diguyur Hujan pada Rabu Siang hingga Malam

BMKG Prediksi Seluruh Jakarta Diguyur Hujan pada Rabu Siang hingga Malam

News | Rabu, 28 Oktober 2026 | 07:20 WIB

Terkini

Sopir Angkot Kritik Prabowo: MBG Buang-buang Makanan, BPJS Bikin Warga Gagal Berobat!

Sopir Angkot Kritik Prabowo: MBG Buang-buang Makanan, BPJS Bikin Warga Gagal Berobat!

News | Kamis, 29 Oktober 2026 | 06:55 WIB

4 Shio Paling Beruntung 29 Oktober 2026: Bisnis Lancar dan Finansial Aman

4 Shio Paling Beruntung 29 Oktober 2026: Bisnis Lancar dan Finansial Aman

Lifestyle | Kamis, 29 Oktober 2026 | 06:51 WIB

PPP: Anak Muda Harus Jadi Pemimpin Masa Depan, Bukan Cuma Objek Politik 2029

PPP: Anak Muda Harus Jadi Pemimpin Masa Depan, Bukan Cuma Objek Politik 2029

News | Kamis, 29 Oktober 2026 | 06:43 WIB

IPO Anthropic Sita Perhatian Wall Street, Target Valuasi Tembus Rp36 Kuadriliun

IPO Anthropic Sita Perhatian Wall Street, Target Valuasi Tembus Rp36 Kuadriliun

Bisnis | Kamis, 29 Oktober 2026 | 06:39 WIB

Demo Sumpah Pemuda di Malioboro Ricuh, Terduga Provokator Bawa Sajam dan Mabuk Miras Ditangkap

Demo Sumpah Pemuda di Malioboro Ricuh, Terduga Provokator Bawa Sajam dan Mabuk Miras Ditangkap

News | Kamis, 29 Oktober 2026 | 06:37 WIB

Pakar Hukum Soroti Ferry Yanto: Disebut Pemeras Tan Kian, Kenapa Dilindungi LPSK?

Pakar Hukum Soroti Ferry Yanto: Disebut Pemeras Tan Kian, Kenapa Dilindungi LPSK?

News | Kamis, 29 Oktober 2026 | 06:34 WIB

Gubernur Sulsel: Sekolah Rakyat Buka Jalan Menuju Generasi Emas 2045

Gubernur Sulsel: Sekolah Rakyat Buka Jalan Menuju Generasi Emas 2045

Sulsel | Kamis, 29 Oktober 2026 | 06:31 WIB

Tak Nyangka Diberi Rumah dan Mobil, Atlet Difabel Handayani: Ini Motivasi Buat Terus Berprestasi

Tak Nyangka Diberi Rumah dan Mobil, Atlet Difabel Handayani: Ini Motivasi Buat Terus Berprestasi

Banten | Kamis, 29 Oktober 2026 | 06:30 WIB

11 Pengasuh Day Care Little Aresha Divonis Maksimal 3 Tahun, Jauh di Bawah Tuntutan Jaksa

11 Pengasuh Day Care Little Aresha Divonis Maksimal 3 Tahun, Jauh di Bawah Tuntutan Jaksa

Jogja | Kamis, 29 Oktober 2026 | 06:20 WIB

Mahasiswa Sebut Rezim Prabowo-Gibran sebagai Bencana Nasional

Mahasiswa Sebut Rezim Prabowo-Gibran sebagai Bencana Nasional

Sulsel | Kamis, 29 Oktober 2026 | 06:05 WIB

×