Miris, Sosok Ibu Ini Berikan MPASI pada Balitanya Sejak Umur 6 Hari, Berujung Masuk UGD

Reza Gunadha, Dita Alvinasari

Kamis, 23 Juni 2022 | 18:36 WIB
Miris, Sosok Ibu Ini Berikan MPASI  pada Balitanya Sejak Umur 6 Hari, Berujung Masuk UGD
ilustrasi makanan bayi [shutterstock]

Suara.com - Seorang balita berusia 29 hari harus masuk ke Unit Gawat Darurat (UGD) di salah satu rumah sakit karena mengalami susah nafas serta perut yang menggembung dan tegang.

Hal ini dialami oleh balita tersebut karena sejak usia 6 hari, ia sudah diberikan MPASI berupa bubur kemasan oleh ibunya.

Peristiwa ini diceritakan oleh seseorang di akun Instagram @igtainmenttt pada Kamis (23/06/2).

"Lagi dan lagi masalah MPASI (Makanan Pendamping ASI) dini. Teruntuk emak-emak muda kekinian," ungkap pengirim cerita di awal.

Ia kemudian mengungkapkan bahwa kejadian tersebut dimulai sewaktu ada seorang ibu yang membawa bayi usia 29 hari ke UGD. 

Saat diminta anamnesis oleh doker, ibu tersebut menerangkan keluhan yang diderita oleh bayi. 

Keluhannya adalah sesak nafas, batuk sejak 3 hari yang lalu, mual muntah, serta badan bayi demam. Tak lupa bayi tersebut rewel sejak sore.

"Pagi ini kesal luar biasa. Mau marah tapi nggak bisa. Tepat pukul 04.20 WIB, datang seorang ibu dengan membawa bayi usia 29 hari ke UGD. Saat dianamnesa oleh dokter didapati keluhan sesak nafas sejak subuh, rewel sejak sore, batuk sejak 3 hari lalu (hanya sesekali), bayi terasa hangat, mual, muntah," lanjutnya.

Pengirim cerita ini mengungkapkan bahwa bayi tersebut dalam keadaan gagal nafas, kadar oksigen di paru hanya 75%.

baca juga

Kondisi fisiknya normal, hanya dibagian perut terlihat mengggembung dan tegang, serta tidak terdengar bising di ususnya.

Ia pun kemudian langsung bertanya pada ibu bayi tersebut, apakah anaknya diberikan makanan berupa bubur. 

Ibu tersebut menjawab bahwa benar, ia memberikan bayinya bubur kemasan sejak bayi tersebut berusia 6 hari.

Alasannya adalah karena anaknya sering kali menangis. Ia mengira bahwa anaknya lapar. 

"Aku langsung tanya, anaknya dikasih makan bubur enggak, dan benar emak canggih ini kasih bubur kemasan ke bayinya sejak usia 6 hari. Karena anak suka nangis, jadi dikira lapar, jadinya dikasih bubur," terangnya.

Bayi Usia Kurang dari 6 Bulan Tidak Boleh Memakan MPASI

Di akhir ceritanya, pengirim cerita ini menjelaskan bahwa bayi yang masih berusia kurang dari 6 bulan tidak boleh diberi makanan pendamping selain ASI.

Hal ini karena usus bayi dibawah usia 6 bulan belum bisa mencerna makanan pendamping.

"Bayi usia kurang dari 6 bulan tidak boleh dikasih makanan pendamping ASI. Cukup ASI saja. Ususnya belum bisa mencerna bubur," pungkasnya.

Respons Netizen

Unggahan akun Instagram ini pun ramai oleh beragam respons dari netizen. Netizen turut mengungkapkan bahwa tangisan bayi merupakan satu-satunya cara berkomunikasinya. Saat bayi menangis, belum tentu karena dirinya merasa lapar.

"Rewel bukan berarti lapar juga, karena bayi baru bisa nangis, ya komunikasinya dia cuma itu. Rewel pengen digendong, ditimang-timang, perut kembung, atau nggak nyaman badannya gerah, gatal, risih. Popoknya basah aja nangis. Bukan berarti rewel karena lapar terus dikasih makan, cukup ASI aja," ungkap netizen.

"Namanya bayi, bisanya ya nangis aja, dan bayi nangis kan belum tentu karena lapar. Bisa gerah, buang air kecil, buang air besar, digigit nyamuk, atau karena ingin nangis saja. Komunikasi bayi ya dengan nangis. Kalau bayinya bisa ngomong, nanti viral, tambah panik emaknya," terang netizen.

"Bayi nangis terus? Lah emang cara bayi berkomunikasi selama belum bisa berbicara ya dengan cara nangis. Bukan berarti lapar. Gila sih, gemes banget gue kalau baca berita kayak gini. Rasanya pengen noyor. Kesal banget. Kasihan itu bayinya," kata netizen.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Sakit Hati Ditolak Saudara saat Hendak Elus Perutnya yang Sedang Hamil, Alasannya Takut Ketularan Sifat Pelit

Sakit Hati Ditolak Saudara saat Hendak Elus Perutnya yang Sedang Hamil, Alasannya Takut Ketularan Sifat Pelit

News | Kamis, 23 Juni 2022 | 17:30 WIB

Bocah SD Dipukul Anak SMP, Orangtua Menegur Malah Dihina Keluarga Pelaku

Bocah SD Dipukul Anak SMP, Orangtua Menegur Malah Dihina Keluarga Pelaku

News | Kamis, 23 Juni 2022 | 17:25 WIB

Beli Bubur Ayam, Wanita Ini Geleng-Geleng Sekaligus Sedih Pas Bayar Tagihan

Beli Bubur Ayam, Wanita Ini Geleng-Geleng Sekaligus Sedih Pas Bayar Tagihan

Lifestyle | Kamis, 23 Juni 2022 | 17:29 WIB

Nyesek Banget! Lagi Deg-degan Tunggu Hasil UTBK-SBMPTN 2022, Motor Murid Ini Malah Diambil Maling

Nyesek Banget! Lagi Deg-degan Tunggu Hasil UTBK-SBMPTN 2022, Motor Murid Ini Malah Diambil Maling

News | Kamis, 23 Juni 2022 | 17:23 WIB

Duh! Pria Ini Ngotot Tolak Putrinya Dilamar Pacar, Ternyata Jalin Cinta dengan Calon Menantu

Duh! Pria Ini Ngotot Tolak Putrinya Dilamar Pacar, Ternyata Jalin Cinta dengan Calon Menantu

News | Kamis, 23 Juni 2022 | 17:21 WIB

Miliki Tetangga Brutal, Anggota Keluarga Ini Kena Pukul Gegara Bangunan Rumahnya Dianggap Mengganggu

Miliki Tetangga Brutal, Anggota Keluarga Ini Kena Pukul Gegara Bangunan Rumahnya Dianggap Mengganggu

News | Kamis, 23 Juni 2022 | 14:08 WIB

Terkini

PAM Jaya Siapkan Ribuan Toren Gratis, Warga Jakarta Diminta Tak Tunggu Kemarau Datang

PAM Jaya Siapkan Ribuan Toren Gratis, Warga Jakarta Diminta Tak Tunggu Kemarau Datang

News | Jum'at, 26 Juni 2026 | 22:08 WIB

Kerry Dibebani Rp13,4 Triliun, Pengacara Sebut Hakim Pakai Analisis LSM yang Tak Berwenang

Kerry Dibebani Rp13,4 Triliun, Pengacara Sebut Hakim Pakai Analisis LSM yang Tak Berwenang

News | Jum'at, 26 Juni 2026 | 21:58 WIB

Putusan Banding Dianggap Janggal, Kerry Riza Ajukan Kasasi ke MA

Putusan Banding Dianggap Janggal, Kerry Riza Ajukan Kasasi ke MA

News | Jum'at, 26 Juni 2026 | 21:53 WIB

Kepercayaan Polri Tembus 82,4 Persen, Habiburokhman: Jangan Puas Diri, Terus Berbenah

Kepercayaan Polri Tembus 82,4 Persen, Habiburokhman: Jangan Puas Diri, Terus Berbenah

News | Jum'at, 26 Juni 2026 | 21:26 WIB

Prabowo Tanya Akademisi: Kenapa 81 Tahun RI Tidak Bisa Bikin Mobil Buatan Sendiri?

Prabowo Tanya Akademisi: Kenapa 81 Tahun RI Tidak Bisa Bikin Mobil Buatan Sendiri?

News | Jum'at, 26 Juni 2026 | 21:12 WIB

Sikat Parkir Liar di Cawang, 250 Personel Gabungan Derek Mobil yang Nekat Bandel!

Sikat Parkir Liar di Cawang, 250 Personel Gabungan Derek Mobil yang Nekat Bandel!

News | Jum'at, 26 Juni 2026 | 21:12 WIB

Perempuan Didorong Jadi Aktor Utama Ekonomi Restoratif, Tak Lagi Sekadar Penerima Manfaat

Perempuan Didorong Jadi Aktor Utama Ekonomi Restoratif, Tak Lagi Sekadar Penerima Manfaat

News | Jum'at, 26 Juni 2026 | 20:50 WIB

Terkuak! Ini Pemicu Longsor Petamburan: Dari Abrasi Kali BKB hingga Bangunan di Sempadan

Terkuak! Ini Pemicu Longsor Petamburan: Dari Abrasi Kali BKB hingga Bangunan di Sempadan

News | Jum'at, 26 Juni 2026 | 20:16 WIB

Sekjen Partai Buruh Ferri Nuzarli Mundur! 1,3 Juta Anggota ORI Kompak Tinggalkan Partai

Sekjen Partai Buruh Ferri Nuzarli Mundur! 1,3 Juta Anggota ORI Kompak Tinggalkan Partai

News | Jum'at, 26 Juni 2026 | 20:13 WIB

Prabowo Singgung Kegaduhan Usai Pemilu, Istana Langsung Klarifikasi

Prabowo Singgung Kegaduhan Usai Pemilu, Istana Langsung Klarifikasi

News | Jum'at, 26 Juni 2026 | 20:05 WIB

×