Harta Kekayaan Emirsyah Satar, Eks Dirut Garuda yang Jadi Tersangka Korupsi

Ruth Meliana Dwi Indriani | Suara.com

Senin, 27 Juni 2022 | 19:57 WIB
Harta Kekayaan Emirsyah Satar, Eks Dirut Garuda yang Jadi Tersangka Korupsi
Mantan Dirut Utama PT Garuda Indonesia (persero) Tbk, Emirsyah Satar, bersiap menjalani sidang perdana dengan agenda pembacaan dakwaan di Pengadilan Tipikor, Jakarta Pusat, Jakarta, Senin (30/12). [Suara.com/Alfian Winanto] 

Suara.com - Kasus dugaan korupsi pengadaan pesawat oleh PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk kembali memasuki babak baru. Jaksa Agung RI, Sanitiar Burhanuddin mengungkap dua nama baru tersangka dugaan kasus korupsi, salah satunya adalah mantan Direktur Utama Garuda, Emirsyah Satar.

"Senin tanggal 27 Juni 2022 hasil ekspose kami menetapkan dua tersangka baru, yaitu ES selaku Direktur Utama PT Garuda yang kedua adalah SS selaku Direktur PT Mugi Rekso Abadi," kata Burhanuddin di Gedung Kejaksaan Agung RI, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Senin (27/6/2022).

Terseretnya nama Emirsyah menimbulkan pertanyaan publik, terutama terkait dengan jumlah harta kekayaan yang ia miliki.

Berikut rincian harta kekayaan Emirsyah Satar yang telah ditetapkan sebagai tersangka.

Harta kekayaan Emirsyah Satar

Emirsyah Satar melaporkan harta kekayaannya ke Komisi Pemberatasan Korupsi (KPK) sebagai bentuk pertanggungjawaban petinggi BUMN. Adapun Emirsyah melaporkan Laporan Harta Kekayaan Penyelenggaraan Negara (LHKPN) selama ia menjabat hingga 2014.

Berdasarkan LHKPN Emirsyah tahun 2013 yang dapat diakses oleh publik melalui laman elhkpn.kpk.go.id, ia menghimpun harta kekayaan senilai Rp 48.738.749.245 atau Rp 48,7 miliar.

Adapun total keseluruhan harta tersebut terdiri atas rincian harta tanah dan bangunan yang jumlahnya sebanyak 9 unit. Emirsyah memiliki tanah dan bangunan 192 m2 dan 89 m2 di Tangerang Selatan senilai Rp 437.424.000, dan tanah seluas 2.540 m2 di Kabupaten Bogor Rp1.000.760.000.

Ia juga memiliki tanah dan bangunan di berbagai daerah yakni  4 unit tanah dan bangunan di Jakarta Selatan yakni :

  • Tanah dan bangunan seluas 671 m2 dan 400 m2 senilai Rp 4.025.145.000
  • Tanah dan bangunan seluas 545 m2 dan 378 m2 senilai Rp 3.349.823.000
  • Tanah dan bangunan seluas 605 m2 dan 242 m2 di Jakarta Selatan Rp3.372.875.000
  • Bangunan seluas 146 m2 senilai Rp 1.817.500.000.

Tak tanggung-tanggung, ia juga memiliki aset properti di luar negeri yakni:

  • Bangunan seluas 89 m2 di Singapura senilai Rp 5.748.000.000
  • Bangunan seluas 141 m2 di Singapura senilai Rp 12.018.867.197
  • Bangunan seluas 108 m2 di Melbourne senilai Rp 10.806.963.650

Emirsyah juga memiliki 5 unit mobil mewah, yakni mobil BMW keluaran 2001 senilai Rp 120.000.000 dan mobil Mercedes Benz keluaran 2006 senilai Rp 50.000.000.

Lalu ada mobil Toyota Harrier keluaran 2005 senilai Rp 300.000.000 dan mobil Range Rover keluaran 2004 senilai Rp300.000.000. Terakhir mobil Mercedes Benz keluaran 2011 seharga Rp818.000.000.

Ia juga melaporkan harta kekayaan berbentuk harta bergerak mencapai Rp 1.456.000.000 dan surat berharga sebesar Rp 1.528.276.750.

Selain itu, Emirsyah juga memiliki kas atau setara kas senilai Rp 2.744.293.234.

Di balik semua harta kekayaan tersebut, eks Dirut Garuda tersebut mengantongi utang sebesar Rp 1.355.178.586.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Kejagung Resmi Tetapkan Eks Dirut Garuda Indonesia Emirsyah Satar Jadi Tersangka Korupsi

Kejagung Resmi Tetapkan Eks Dirut Garuda Indonesia Emirsyah Satar Jadi Tersangka Korupsi

Foto | Senin, 27 Juni 2022 | 19:02 WIB

KPK Terima Uang Asset Recovery Kasus Mega Proyek e-KTP Rp86 Miliar Lebih dari US Marshall

KPK Terima Uang Asset Recovery Kasus Mega Proyek e-KTP Rp86 Miliar Lebih dari US Marshall

News | Senin, 27 Juni 2022 | 17:39 WIB

Adik Bupati Muna Resmi Jadi Tahanan KPK, Ditahan di Rutan Pomdam Jaya Selama 20 Hari Pertama

Adik Bupati Muna Resmi Jadi Tahanan KPK, Ditahan di Rutan Pomdam Jaya Selama 20 Hari Pertama

News | Senin, 27 Juni 2022 | 17:11 WIB

Jaksa Agung: Kasus Korupsi Impor Garam Kemendag Naik ke Tahap Penyidikan

Jaksa Agung: Kasus Korupsi Impor Garam Kemendag Naik ke Tahap Penyidikan

Video | Senin, 27 Juni 2022 | 16:05 WIB

Korupsi PT Garuda Indonesia Rugikan Negara Rp8,8 Triliun

Korupsi PT Garuda Indonesia Rugikan Negara Rp8,8 Triliun

News | Senin, 27 Juni 2022 | 16:18 WIB

Kejagung Tetapkan Dua Tersangka Baru Kasus Dugaan Korupsi Pengadaan Pesawat Garuda, KPK: Kami Apresiasi

Kejagung Tetapkan Dua Tersangka Baru Kasus Dugaan Korupsi Pengadaan Pesawat Garuda, KPK: Kami Apresiasi

News | Senin, 27 Juni 2022 | 15:54 WIB

Terkini

Menteri PPPA Minta Proses Hukum Kasus Kekerasan Seksual di Pesantren Pati Dipercepat

Menteri PPPA Minta Proses Hukum Kasus Kekerasan Seksual di Pesantren Pati Dipercepat

News | Minggu, 03 Mei 2026 | 18:21 WIB

Peneliti UGM: 60 Persen Tenaga Kerja Indonesia di Sektor Informal, Perlindungan Masih Lemah

Peneliti UGM: 60 Persen Tenaga Kerja Indonesia di Sektor Informal, Perlindungan Masih Lemah

News | Minggu, 03 Mei 2026 | 17:49 WIB

Soroti Kasus Dokter Magang Meninggal Kelelahan, MGBKI Dorong Reformasi Sistem Internsip Nasional

Soroti Kasus Dokter Magang Meninggal Kelelahan, MGBKI Dorong Reformasi Sistem Internsip Nasional

News | Minggu, 03 Mei 2026 | 17:21 WIB

Dokter Magang di Jambi Meninggal Diduga Kelelahan, MGBKI Kritik Adanya Kegagalan Sistem

Dokter Magang di Jambi Meninggal Diduga Kelelahan, MGBKI Kritik Adanya Kegagalan Sistem

News | Minggu, 03 Mei 2026 | 16:24 WIB

Wamendagri Bima: Generasi Muda Harus Siap Pimpin Indonesia Menuju Negara Maju

Wamendagri Bima: Generasi Muda Harus Siap Pimpin Indonesia Menuju Negara Maju

News | Minggu, 03 Mei 2026 | 15:51 WIB

Wamendagri Bima Arya Nilai Pacitan Berpotensi Jadi Kota Wisata Unggulan

Wamendagri Bima Arya Nilai Pacitan Berpotensi Jadi Kota Wisata Unggulan

News | Minggu, 03 Mei 2026 | 15:34 WIB

Groundbreaking Mapolda DIY, Kapolri Dorong Pelayanan Polisi Berbasis AI dan Data

Groundbreaking Mapolda DIY, Kapolri Dorong Pelayanan Polisi Berbasis AI dan Data

News | Minggu, 03 Mei 2026 | 15:29 WIB

Siapa yang Salah? Polisi Periksa 31 Saksi Terkait Kecelakaan Beruntun KRL vs Argo Bromo

Siapa yang Salah? Polisi Periksa 31 Saksi Terkait Kecelakaan Beruntun KRL vs Argo Bromo

News | Minggu, 03 Mei 2026 | 15:10 WIB

Dukung Asta Cita Prabowo, TNI dan Masyarakat Tanami Jagung Lahan 2 Hektare di Cibeber

Dukung Asta Cita Prabowo, TNI dan Masyarakat Tanami Jagung Lahan 2 Hektare di Cibeber

News | Minggu, 03 Mei 2026 | 14:45 WIB

MBG Tak Boleh Anti Kritik, APPMBGI Usul BGN Bentuk Tim Independen Awasi Program

MBG Tak Boleh Anti Kritik, APPMBGI Usul BGN Bentuk Tim Independen Awasi Program

News | Minggu, 03 Mei 2026 | 14:41 WIB