Sampai Hampir Saling Pukul, Emak-emak Adu Mulut di Warung Makan Diduga Akibat Rebutan Nomor Antrean

Dany Garjito, Elvariza Opita

Selasa, 05 Juli 2022 | 17:47 WIB
Sampai Hampir Saling Pukul, Emak-emak Adu Mulut di Warung Makan Diduga Akibat Rebutan Nomor Antrean
Emak-emak bertengkar hebat diduga akibat memperebutkan antrean di warung makan di Kota Surabaya, Jawa Timur. (Instagram/@faktakamera)

Suara.com - Sudah seyogyanya pembeli mengantre ketika membeli makanan. Apalagi jika warung atau depot yang dituju punya banyak pelanggan, tentu saja pembeli harus mengantre untuk bisa mendapatkan makanan yang diinginkannya.

Namun siapa mengira perkara mengantre ini saja bisa sampai membuat dua orang wanita dewasa bertengkar hebat. Tidak peduli mereka sedang berada di tempat umum, kedua emak-emak itu terekam saling berteriak.

Bahkan di satu momen keduanya terlihat seperti hampir saling pukul sampai harus dipisahkan oleh beberapa pengunjung lain.

"Ibu-ibu berantem di warung makan karena rebutan antrian," ujar akun Instagram @faktakamera yang memviralkan kembali konten tersebut, dikutip Suara.com pada Selasa (5/7/2022).

Tidak ada keterangan di mana video ini direkam. Namun mengutip kolom komentar peristiwa ini disebut terjadi di salah satu pasar di Surabaya, Jawa Timur.

Yang paling dominan pada video ini adalah seorang wanita dengan rambut kuncir kuda. Ia terlihat berteriak penuh emosi kepada seorang wanita berjilbab yang duduk di sudut warung.

"Aku lho dibilang penipu!" seru wanita itu dengan nada tidak terima.

Emak-emak bertengkar hebat diduga akibat memperebutkan antrean di warung makan di Kota Surabaya, Jawa Timur. (Instagram/@faktakamera)
Emak-emak bertengkar hebat diduga akibat memperebutkan antrean di warung makan di Kota Surabaya, Jawa Timur. (Instagram/@faktakamera)

Setelahnya mereka sempat terlibat perdebatan panas, sampai saling menunjukkan keberanian dengan sengaja mengeraskan volume suara masing-masing.

"Kok saya dibilang penipu? Penipu dalam arti apa? Merugikan apa?" cecarnya lagi.

baca juga

"Tidak merugikan, (tapi) hancur mulutmu!" balas ibu-ibu yang lain, kemungkinan merujuk pada kasarnya perkataan yang disampaikan oleh sang lawan bicara.

Bukannya mereda, emosi tampaknya malah semakin menjadi-jadi hingga wanita dengan rambut kuncir kuda itu perlahan-lahan didorong untuk meninggalkan lokasi.

Sementara pengelola warung akhirnya terlihat mendatangi salah satu pembelinya yang ribut, mungkin untuk memberi pengertian. Sejak tadi pemilik warung memang seolah terlihat tidak peduli dengan keributan yang terjadi karena sibuk menyiapkan pesanan makanan.

Perdebatan kedua ibu-ibu ini jelas langsung mencuri perhatian, bukan cuma oleh para pembeli di warung melainkan juga oleh warganet.

Publik jelas dibuat tidak habis pikir menyaksikan pertengkaran yang diduga diakibatkan oleh antrean di warung makan tersebut. Sebagian warganet juga mengaku terkejut dengan santainya sikap si pemilik warung.

"Emak-emak bikin riweh," kata warganet.

"Perkara makan... rame... byuh... yang jualan santuyyyy amat," komentar warganet.

"Si emak penjualnya santuy bener, sing penting lariiiis," celetuk warganet.

"Yang berantem itu ibu-ibu yang males masak di rumah dan lapar berat makanya setannya keluar..." seloroh warganet lain.

"Ini nih yang bikin lelaki kicep kaya cecek mati pas ikutan ngantri diwarung. Lawannya berat," imbuh warganet yang malah fokus memikirkan nasib bapak-bapak kalau harus bersaing mengantre di warung seperti ini.

Duh, perkara antrean beli makanan saja bisa sampai bertengkar sehebat ini ya. Untuk video selengkapnya bisa disaksikan di sini.

7 Kuliner Surabaya yang Legendaris

Sajian lontong balap (YouTube/Ika Mardatillah)
Sajian lontong balap (YouTube/Ika Mardatillah)

Peristiwa rebutan antrean yang sampai berujung gelut di atas disebut terjadi di Kota Surabaya. Melihat seberapa gigihnya kedua emak-emak untuk memperebutkan nomor antrean tentu sudah menjadi indikasi kalau warung tersebut menyediakan makanan yang enak.

Namun kuliner enak di Surabaya tentu bukan cuma di warung yang sangat ramai tersebut. Tim Suara.com sudah menghimpun beberapa lokasi wisata kuliner di Surabaya yang wajib dikunjungi, di mana saja?

Yang pertama Nasi Babat Pegirian. Sesuai namanya, warung ini menyediakan olahan jeroan sapi seperti babat dan paru yang berlokasi di Jalan Nyamplungan, Ampel. Warungnya buka mulai pukul 17.00 WIB dan nasi babat parunya dijual mulai dari harga Rp15.000 per porsi.

Kemudian ada Lontong Balap Garuda Pak Gendut di Kranggan. Sebagai informasi, lontong balap sendiri merupakan makanan khas Surabaya yang terdiri atas lontong, lento, tahu goreng, dan tauge, lalu disiram dengan kuah segar dan ditaburi bawang goreng.

Selanjutnya ada Semanggi Suroboyo dengan menu andalan berupa daun semanggi kukus. Berlokasi di Jalan Alas Malang, Sememi, Semanggi Suroboyo memadukan daun semanggi kukus dengan guyuran bumbu pecel yang nikmat.

Selain itu masih ada Rawon Setan Mbak Endang, Sego Sambel Mak Yeye, Sate Karak, hingga Bubur Madura, yang ulasan dan informasi selengkapnya bisa dibaca di sini.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Heboh Dugaan Dana Umat Diselewengkan, PPATK Minta Masyarakat Perhatikan Hal Ini Saat Berdonasi

Heboh Dugaan Dana Umat Diselewengkan, PPATK Minta Masyarakat Perhatikan Hal Ini Saat Berdonasi

Sumsel | Selasa, 05 Juli 2022 | 15:25 WIB

Cewek Ini Kendarai Sepeda Motor Salip Truk Tronton: Meleng Dikit Auto Jadi

Cewek Ini Kendarai Sepeda Motor Salip Truk Tronton: Meleng Dikit Auto Jadi

Your Say | Selasa, 05 Juli 2022 | 15:14 WIB

CEK FAKTA: SPBU Terbakar Efek Bayar Pakai HP pada 1 Juli 2022, Benarkah?

CEK FAKTA: SPBU Terbakar Efek Bayar Pakai HP pada 1 Juli 2022, Benarkah?

Hits | Selasa, 05 Juli 2022 | 15:19 WIB

Viral Anggota DPR Riezky Aprilia Marahi Pejabat Kementan soal Wabah PMK, Banjir Dukungan

Viral Anggota DPR Riezky Aprilia Marahi Pejabat Kementan soal Wabah PMK, Banjir Dukungan

Hits | Selasa, 05 Juli 2022 | 15:12 WIB

Beredar Video Kondisi Ruko dan Sepeda Motor saat Kisruh di Kawasan Babarsari

Beredar Video Kondisi Ruko dan Sepeda Motor saat Kisruh di Kawasan Babarsari

Hits | Selasa, 05 Juli 2022 | 15:06 WIB

Terkini

GMNI Desak Pemerintah Hentikan Total Program Kopdes Merah Putih: Jangan Boroskan APBN

GMNI Desak Pemerintah Hentikan Total Program Kopdes Merah Putih: Jangan Boroskan APBN

News | Sabtu, 27 Juni 2026 | 17:45 WIB

Kemenhan Akui 32 Peserta Hamil Sempat Ikut Latsarmil SPPI, Akhirnya Dipulangkan

Kemenhan Akui 32 Peserta Hamil Sempat Ikut Latsarmil SPPI, Akhirnya Dipulangkan

News | Sabtu, 27 Juni 2026 | 17:40 WIB

Gempa Pacitan Terasa hingga Yogyakarta, KAI Sempat Hentikan Perjalanan Kereta

Gempa Pacitan Terasa hingga Yogyakarta, KAI Sempat Hentikan Perjalanan Kereta

News | Sabtu, 27 Juni 2026 | 17:32 WIB

Jangan Lewatkan Keseruan Belanja di Alfamidi Akhir Pekan Ini: Bonus Spesial Sudah Menanti

Jangan Lewatkan Keseruan Belanja di Alfamidi Akhir Pekan Ini: Bonus Spesial Sudah Menanti

News | Sabtu, 27 Juni 2026 | 17:28 WIB

5 Peserta SPPI Tewas, TB Hasanuddin Desak Latihan Militer Calon Manajer Koperasi Dihentikan

5 Peserta SPPI Tewas, TB Hasanuddin Desak Latihan Militer Calon Manajer Koperasi Dihentikan

News | Sabtu, 27 Juni 2026 | 16:42 WIB

Warga Keluhkan Dentuman Kembang Api di Prambanan, Kades Sebut Acara Pre-Wedding Sespri Prabowo

Warga Keluhkan Dentuman Kembang Api di Prambanan, Kades Sebut Acara Pre-Wedding Sespri Prabowo

News | Sabtu, 27 Juni 2026 | 16:32 WIB

5 Peserta SPPI Tewas, Kemhan Evaluasi Total Program Latsarmil

5 Peserta SPPI Tewas, Kemhan Evaluasi Total Program Latsarmil

News | Sabtu, 27 Juni 2026 | 16:25 WIB

Bukan Untuk Cetak Tentara, Kemhan Ungkap Misi Utama Latsarmil Calon Manajer Kopdes

Bukan Untuk Cetak Tentara, Kemhan Ungkap Misi Utama Latsarmil Calon Manajer Kopdes

News | Sabtu, 27 Juni 2026 | 15:40 WIB

Dinilai Punya Kepribadian Baik, Uya Kuya Bakal Pimpin PAN Jakarta

Dinilai Punya Kepribadian Baik, Uya Kuya Bakal Pimpin PAN Jakarta

News | Sabtu, 27 Juni 2026 | 15:00 WIB

Jawab Prabowo Soal Tidak Bisa Bikin Mobil Sendiri, UGM: Kuncinya di Keberpihakan Pemerintah

Jawab Prabowo Soal Tidak Bisa Bikin Mobil Sendiri, UGM: Kuncinya di Keberpihakan Pemerintah

News | Sabtu, 27 Juni 2026 | 14:28 WIB

×