Heboh Dugaan Penyelewengan Dana, DPRD Pontianak Desak Anggaran Lembaga Filantropi Diaudit

Agatha Vidya Nariswari

Kamis, 07 Juli 2022 | 11:55 WIB
Heboh Dugaan Penyelewengan Dana, DPRD Pontianak Desak Anggaran Lembaga Filantropi Diaudit
Ketua DPRD Kota Pontianak Satarudin mendesak, perlunya ada audit penggunaan anggaran salah satu Lembaga Filantropi, hal itu guna menghindari terjadi penyelewengan anggaran di lembaga tersebut. (ANTARA/HO-Istimewa)

Suara.com - Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Pontianak Satarudin mendesak agar anggaran pada salah satu lembaga filantropi diaudit. Hal itu dilakukan supaya menghindari terjadinya penyelewengan anggaran di lembaga tersebut.

"Untuk menanggapi maraknya informasi atau isu tentang besaran gaji dan fasilitas yang diterima petinggi lembaga filantropi nasional itu, maka perlu dilalukan audit," kata Satarudin di Pontianak, Kamis.

Terkait dugaan penyelewengan dana dan gaji petinggi mencapai Rp250 juta sebulan, Satarudin mengaku terkejut. Selain itu, gaji senior vice president sebesar Rp200 juta dan direktur eksekutif mencapai Rp50 juta sebulan.

"Wah, Ini besar sekali, sementara dana yang ada itu merupakan dana umat," katanya menambahkan.

Selain Aksi Cepat Tanggap (ACT) yang kini tengah heboh dengan dugaan penyelewengan dana, beberapa lembaga filantropi lainnya juga terungkap besaran gajinya. Lembaga filantropi lainnya, dengan gaji tertinggi mencapai Rp25 juta dan Rp40 juta.

Menurutnya, lembaga filantropi nasional sudah ada di Kota Pontianak. Ia juga berharap agar tidak ada penyelewengan anggaran, terlebih digunakan untuk fasilitas pribadi, seperti mobil mewah hingga bangun rumah mewah dengan dana umat.

Menurutnya, lembaga filantropi merupakan lembaga mengelola dana umat dan banyak memiliki program sosial. Adapun bantuan itu seperti bantuan pendidikan, program sosial hingga bantuan menyenangkan anak yatim piatu.

"Tentu perputaran uang yang didonasikan buat kegiatan besar sehingga harus dijabarkan ke publik sebagai bentuk pertanggungjawaban, tujuannya agar tidak membuat masyarakat berpikiran negatif," ungkapnya.

Satarudin menambahkan, dengan maraknya isu yang jadi pembicaraan banyak orang ini, bila tidak ditanggapi dengan bijak maka sedikit banyak akan membuat kepercayaan masyarakat akan lembaga filantropi menjadi goyah.

baca juga

Untuk itu, dia menyarankan agar tiak semakin melebar kemana-mana, sebaiknya setiap lembaga filantropi diaudit penggunaan keuangannya, dengan begitu kepercayaan masyarakat untuk bersedekah semakin tinggi.

"Kita kasihan kepada lembaga sosial yang betul-betul menjalankan dengan sepenuh hati. Bisa saja akibat perbuatan satu oknum rusak susu sebelanga. Saran saya, janganlah cari keuntungan pribadi menggunakan dana umat, apalagi dari sedekah masyarakat," katanya. (ANTARA)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Sepak Terjang Pendiri ACT: Bergaji Ratusan Juta, Kini Tersandung Kasus Penyelewengan Dana Umat

Sepak Terjang Pendiri ACT: Bergaji Ratusan Juta, Kini Tersandung Kasus Penyelewengan Dana Umat

News | Kamis, 07 Juli 2022 | 11:06 WIB

ACT Diduga Gelapkan Dana Umat, Anak Ketum PAN: Harus Ditindak Agar Tak Ada yang Pakai Nama Donasi untuk Pribadi

ACT Diduga Gelapkan Dana Umat, Anak Ketum PAN: Harus Ditindak Agar Tak Ada yang Pakai Nama Donasi untuk Pribadi

News | Kamis, 07 Juli 2022 | 11:02 WIB

Pemprov DKI Jakarta Evaluasi Izin ACT karena Dugaan Selewengkan Donasi Dana Umat

Pemprov DKI Jakarta Evaluasi Izin ACT karena Dugaan Selewengkan Donasi Dana Umat

Selebtek | Kamis, 07 Juli 2022 | 10:09 WIB

Kecewa Berat karena Diduga Gelapkan Dana Umat, Anak Mendag Zulhas Minta Anies Blacklist ACT

Kecewa Berat karena Diduga Gelapkan Dana Umat, Anak Mendag Zulhas Minta Anies Blacklist ACT

News | Kamis, 07 Juli 2022 | 10:46 WIB

Dugaan Pelanggaran di ACT, Mensos Awasi Yayasan Donasi Lainnya

Dugaan Pelanggaran di ACT, Mensos Awasi Yayasan Donasi Lainnya

Selebtek | Kamis, 07 Juli 2022 | 10:30 WIB

Terkini

Apa Itu LIMS? Sistem yang Digunakan untuk Menyadap HP Prabowo, Ketahui Cara Kerjanya

Apa Itu LIMS? Sistem yang Digunakan untuk Menyadap HP Prabowo, Ketahui Cara Kerjanya

Tekno | Rabu, 04 November 2026 | 06:13 WIB

Petinggi Lama PT ABM Terseret Kasus Korupsi, Direksi Baru Janji Benahi Tata Kelola Perusahaan

Petinggi Lama PT ABM Terseret Kasus Korupsi, Direksi Baru Janji Benahi Tata Kelola Perusahaan

Banten | Rabu, 04 November 2026 | 00:20 WIB

Anggota DPRD Kota Serang Jadi Tersangka Dugaan Pencabulan, Ketua PKB Mengaku Kaget

Anggota DPRD Kota Serang Jadi Tersangka Dugaan Pencabulan, Ketua PKB Mengaku Kaget

Banten | Rabu, 04 November 2026 | 00:14 WIB

Comeback Dramatis! Kendal Tornado FC Kalahkan Persebaya Surabaya

Comeback Dramatis! Kendal Tornado FC Kalahkan Persebaya Surabaya

Jawa Tengah | Selasa, 03 November 2026 | 23:58 WIB

Viral Mata Melotot Bahar bin Smith Robohkan Pagar Paksa Konser Andrea Bocelli Distop

Viral Mata Melotot Bahar bin Smith Robohkan Pagar Paksa Konser Andrea Bocelli Distop

News | Selasa, 03 November 2026 | 23:56 WIB

Konser Andrea Bocelli di JIExpo Ricuh: Massa Bakar Pembatas Jalan, Wartawan Terhantam Batu

Konser Andrea Bocelli di JIExpo Ricuh: Massa Bakar Pembatas Jalan, Wartawan Terhantam Batu

News | Selasa, 03 November 2026 | 23:32 WIB

Kampung Bahari Digerebek, Satu Terduga Bandar Narkoba Diciduk dari 18 Target Polisi

Kampung Bahari Digerebek, Satu Terduga Bandar Narkoba Diciduk dari 18 Target Polisi

News | Selasa, 03 November 2026 | 23:27 WIB

Murka Prabowo Jadi Target Penyadapan Ilegal, Yusril: Ini Masalah Serius!

Murka Prabowo Jadi Target Penyadapan Ilegal, Yusril: Ini Masalah Serius!

Jawa Tengah | Selasa, 03 November 2026 | 23:23 WIB

Asa Bebas Banjir Warga Kembangan Utara: Tanggul Kali Angke Sudah 90 Persen

Asa Bebas Banjir Warga Kembangan Utara: Tanggul Kali Angke Sudah 90 Persen

News | Selasa, 03 November 2026 | 23:23 WIB

Bukan Sehari Dua Hari, Listyo Sigit Cs Sadap Presiden Selama 2 Tahun, Apa Saja yang Didengar?

Bukan Sehari Dua Hari, Listyo Sigit Cs Sadap Presiden Selama 2 Tahun, Apa Saja yang Didengar?

News | Selasa, 03 November 2026 | 23:19 WIB

×