facebook

Anies Baswedan Sebut Fenomena Remaja 'SCBD' adalah Bagian Demokratisasi Jalan

Ruth Meliana Dwi Indriani
Anies Baswedan Sebut Fenomena Remaja 'SCBD' adalah Bagian Demokratisasi Jalan
Anies Baswedan. (akun instagram @aniesbaswedan).

Tak cuma masyarakat kalangan ekonomi menengah ke atas, menurut Anies, seluruh golongan masyarakat berhak menikmati demokratisasi di ruang publik tersebut.

Suara.com - Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan membahas fenomena remaja SCBD atau "Sudirman Citayem Bogor Depok". Diketahui remaja SCBD itu ramai memenuhi kawasan perkantoran di Jalan Sudirman, Jakarta.

Menurutnya, fenomena tersebut merupakan bagian dari demokratisasi jalan. Anies sendiri membuat plesetan akronim SCBD yang memiliki kepanjangan asli "Sudirman Central Business District" menjadi "Sudirman Citayem Bogor Depok".

Pandangan Anies mengenai fenomena remaja SCBD dibahas dalam konferensi pers berjuluk “TOD Fair 2022” di Jakarta, Kamis (7/7/2022).

Anies mengatakan, fenomena tersebut merupakan bentuk demokratisasi Jalan Jenderal Sudirman yang menjadi milik semua. Terlebih, ia menyebut seluruh warga dipersilahkan menikmati fasilitas Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.

Baca Juga: Viral, Detik-detik Petugas Damkar Selamatkan Bocah Tercebur ke Sumur Saat Ambil Wudhu, Publik: Anak Sholehah

Tak cuma masyarakat kalangan ekonomi menengah ke atas, menurut Anies, seluruh golongan masyarakat berhak menikmati demokratisasi di ruang publik tersebut.

“Bukan saja mereka yang bekerja di kawasan ini yang bisa berjalan kaki leluasa tapi warga Jabodetabek juga menikmati pemandangan gedung-gedung tinggi satu-satunya di republik ini,” ujar Anies.

Anies menyebutkan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta berusaha mewujudkan kesetaraan melalui konsep TOD Sudirman yang diramaikan keberadaan SCBD tersebut.

Ia menyebutkan Jalan Jenderal Sudirman yang dulunya dipenuhi para pekerja di kawasan itu saja. Namun daerah itu kini telah berkembang dan masyarakat dari wilayah lain turut serta meramaikan juga menikmati kawasan tersebut, salah satunya yang terlihat di Taman Dukuh Atas.

Anies mempersilakan seluruh masyarakat menikmati ruang ketiga yang dibangun Pemprov DKI. Sebab, menurutnya ruang ini merupakan tempat untuk mempersatukan dan menyetarakan warga yang datang memiliki pengalaman baru dari seluruh daerah.

Baca Juga: Pemkab Bogor Tambah Dana Bantuan Untuk Partai Politik Jadi Rp5,85 Miliar

“Kita mencoba membuat ruang yang mempersatukan, ruang ketiga yang menyetarakan, dan biarkan mereka menikmati tempat ini dengan caranya masing-masing,” ucap Anies.

Meski demikian, Anies berharap agar para pengunjung untuk tetap menjaga kebersihan, ketertiban, dan protokol kesehatan. [ANTARA]

Komentar