Puan Maharani Cerita Momen Mencekam Detik-detik Tragedi Kudatuli

Ruth Meliana Dwi Indriani

Rabu, 27 Juli 2022 | 12:31 WIB
Puan Maharani Cerita Momen Mencekam Detik-detik Tragedi Kudatuli
Ketua DPR RI, Dr. (H. C) Puan Maharani. (Dok: DPR)

Suara.com - Ketua DPR RI Puan Maharani menceritakan momen mencekam detik-detik terjadinya tragedi kerusuhan dua puluh tujuh Juli atau Kudatuli. Tragedi itu diketahui menjadi salah satu sejarah kelam di dunia politik Indonesia.

Melansir Wartaekonomi.co.id -- jaringan Suara.com, tragedi Kudatuli terjadi di kantor DPP PDI Jalan Diponogero pada 27 Juli 1996. Lokasi yang menjadi tempat pendukung Megawati Soekarnoputri berkumpul itu diambil paksa oleh massa dari PDI kubu Soerjadi.

Puan Maharani pun masih mengingat peristiwa pertumpahan darah yang meninggalkan kesan mendalam baginya. Kala itu, putri Megawati ini masih duduk di bangku kuliah dan kerap menemani ibunya melakukan aktivitas politik.

Tak terkecuali saat peristiwa Kudatuli terjadi. Puan menceritakan saat itu ia bersama Megawati sudah bersiap berangkat ke kantor DPP PDI. Namun, tiba-tiba ia dihubungi mengenai situasi panas di DPP PDI Jalan Diponegoro.

“Ibu saya bilang, ayo siap siap kita ke Diponegoro (kantor DPP PDI). Saya sudah siap tiba-tiba ditelepon lagi,” kata Puan Maharani.

Megawati kemudian diberitahu jika situasi di Diponegoro sudah semakin genting. Megawati bersama suami, Taufik Kiemas dan putrinya pun diminta menunggu di rumah mereka.

Dari rumah di Kebagusan, mereka terus memantau situasi di kantor DPP PDI dari jauh. Selang berapa lama, Puan mengingat keluarganya diberitahu adanya penyerangan hingga pembakaran di kantor tersebut.

“Menit per menit itu semuanya kan report ke ibu saya. Sekarang ada beberapa truk yang mendekati DPP Diponegoro. Semua sudah turun berpakaian hitam-hitam," cerita Puan.

"Sampai akhirnya terjadi peristiwa penyerangan, penyerbuan, pembakaran dan sebagainya,” lanjutnya.

baca juga

Tidak berapa lama, rumah Megawati mulai didatangi korban-korban kerusuhan tersebut. Puan menyaksikan dengan mata kepalanya bagaimana banyak orang dibawa ke rumahnya dalam keadaan luka parah.

Orang-orang yang terluka itu rupanya merupakan korban dari upaya pengambilalihan paksa kantor DPP PDI. Puan menggambarkan situasi rumahnya yang sudah mirip tempat pengungsian.

“Rumah (Megawati) sudah kayak tempat pengungsian,” kenang Puan.

Situasi itu pun diakui Puan membuatnya panik. Apalagi, mereka berdatangan dengan kondisi luka-luka. Para korban itu pun awalnya juga hanya diberi pengobatan seadanya dengan peralatan PPPK yang ada di rumah Kebagusan.

Meski demikian, Puan bersyukur sejumlah dokter yang menjadi simpatisan turut membantu menolong korban dan mengobati luka-luka mereka. 

“Akhirnya ada simpatisan yang dokter datang kesitu ngobatin mereka,” ucap Puan.

Di tengah kekacauan itu, Puan ternyata diberi tugas khusus. Saat ayah dan ibunya sibuk urusan politik, Puan mengemban tugas untuk menyiapkan makanan bagi para korban dan simpatisan yang berkumpul di rumah Megawati.

Puan mengakui awalnya ia merasa kebingungan saat mendapatkan tugas tersebut. Pasalnya, ia harus memasak dengan cepat untuk orang banyak dengan peralatan seadanya.

“Masak apa yang cepat untuk orang sebanyak ini. Kita kan punya peralatan kecil,” lanjutnya. 

Akhirnya, Puan meminta asisten rumah tangga yang bekerja di rumahnya untuk memasak nasi dan sayur sop. Menu itu dipilih Puan karena selain bisa mengenyangkan, juga bisa dibagi ke banyak orang.

Puan sendiri bersyukur tak lama setelah asisten rumah tangga memasak, banyak bantuan makanan yang datang ke rumahnya. Ia pun mengenang kebaikan orang-orang yang turut membantu simpatisan PDI kala itu. 

“Alhamdulilah tanpa diminta banyak orang yang nyumbang. Dari siapa-siapa saya juga enggak tahu. Ada beras, pisang, tempe, tahu dan sebagainya. Di tengah kesusahan kita masih banyak orang baik yang mau datang untuk menolong,” kenang Puan.

Para simpatisan pendukung Megawati itu terus berkumpul di rumah Kebagusan sampai situasi politik yang memanas mulai mereda. Puan yang kala itu kuliah di Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Indonesia, mengaku sempat kesulitan untuk kuliah.

"Saya masih kuliah waktu itu mau keluar rumah aja susah," katanya.

Terlepas dari itu, Puan tetap membantu perjuangan ibunya dengan sekuat tenaga, namun tetap bertanggungjawab dengan pendidikan yang dijalaninya.

Terakhir, Puan hanya menyebut peristiwa Kudatuli itu memiliki peran besar dalam menggembleng dan membentuk dirinya hingga sekarang bisa terjun di dunia politik dan menjadi Ketua DPR.

"Kalau orang yang enggak tau dipikir Puan itu enak aja, enggak pernah susah hidupnya, cucunya Soekarno anaknya Megawati, dua-duanya pernah jadi presiden. Tapi ini sekelumit cerita yang orang juga banyak tidak tahu," tandasnya.

Sumber artikel cek disini
Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Peringati Tragedi Kudatuli, Ribka Tjiptaning: Usut Terus, Aktor Intelektual Masih Berkeliaran Tanpa Proses Hukum

Peringati Tragedi Kudatuli, Ribka Tjiptaning: Usut Terus, Aktor Intelektual Masih Berkeliaran Tanpa Proses Hukum

News | Rabu, 27 Juli 2022 | 10:48 WIB

Kenang Tragedi Kudatuli, PDIP Gelar Tabur Bunga Di Kantor DPP Pagi Ini

Kenang Tragedi Kudatuli, PDIP Gelar Tabur Bunga Di Kantor DPP Pagi Ini

News | Rabu, 27 Juli 2022 | 10:38 WIB

Megawati Akan Diberi Anugerah Bali Bhuwana Mahottama Nugraha dari ISI Denpasar

Megawati Akan Diberi Anugerah Bali Bhuwana Mahottama Nugraha dari ISI Denpasar

Bali | Rabu, 27 Juli 2022 | 08:00 WIB

Puan: Masifkan Sosialisasi dan Edukasi Masyarakat Soal Cacar Monyet

Puan: Masifkan Sosialisasi dan Edukasi Masyarakat Soal Cacar Monyet

DPR | Selasa, 26 Juli 2022 | 08:21 WIB

Hasto PDIP Pertanyakan Prestasi, NasDem: Mungkin Sedang Melirik Anies untuk Pilpres 2024, Puan Bisa Jadi Wakil

Hasto PDIP Pertanyakan Prestasi, NasDem: Mungkin Sedang Melirik Anies untuk Pilpres 2024, Puan Bisa Jadi Wakil

News | Senin, 25 Juli 2022 | 17:26 WIB

Survei: Elektabilitas Ganjar Pranowo Berada di Puncak, Puan Maharani Berada di Posisi Kedelapan

Survei: Elektabilitas Ganjar Pranowo Berada di Puncak, Puan Maharani Berada di Posisi Kedelapan

Surakarta | Senin, 25 Juli 2022 | 07:25 WIB

Terkini

CL 2NE1 Dikabarkan dalam Pembicaraan Bergabung dengan THEBLACKLABEL

CL 2NE1 Dikabarkan dalam Pembicaraan Bergabung dengan THEBLACKLABEL

Your Say | Minggu, 01 November 2026 | 07:00 WIB

Polda Tetapkan 33 Tersangka Karhutla Kaltim, Dua di Antaranya Korporasi

Polda Tetapkan 33 Tersangka Karhutla Kaltim, Dua di Antaranya Korporasi

Kaltim | Minggu, 01 November 2026 | 06:51 WIB

Arwin AS Berpulang, Bupati Bengkalis Kenang Jasa Bapak Pembangunan Siak

Arwin AS Berpulang, Bupati Bengkalis Kenang Jasa Bapak Pembangunan Siak

Riau | Minggu, 01 November 2026 | 06:38 WIB

Arwin AS Wafat, Bupati Afni Kenang Pesan Terakhir: Jaga Siak, Jangan Menyerah

Arwin AS Wafat, Bupati Afni Kenang Pesan Terakhir: Jaga Siak, Jangan Menyerah

Riau | Minggu, 01 November 2026 | 06:17 WIB

Berapa Normal Asam Urat pada Wanita 40 Tahun ke Atas? Ini Batas dan Ciri-cirinya

Berapa Normal Asam Urat pada Wanita 40 Tahun ke Atas? Ini Batas dan Ciri-cirinya

Health | Minggu, 01 November 2026 | 06:10 WIB

Satu Pelaku Curas di Bekasi Ditangkap, Polisi Dalami Keterkaitan dengan 12 Kasus Lain

Satu Pelaku Curas di Bekasi Ditangkap, Polisi Dalami Keterkaitan dengan 12 Kasus Lain

Jabar | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 23:16 WIB

Gandeng 43 Kampus Muhammadiyah, PERADI Profesional Perkuat Pendidikan dan Integritas Advokat

Gandeng 43 Kampus Muhammadiyah, PERADI Profesional Perkuat Pendidikan dan Integritas Advokat

Jogja | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 23:04 WIB

Jalan Ambles Banjarwangi-Singajaya Sepanjang 15 Meter, Polisi Pasang Garis Pengaman

Jalan Ambles Banjarwangi-Singajaya Sepanjang 15 Meter, Polisi Pasang Garis Pengaman

Jabar | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 22:59 WIB

Kemasan Bekas Jangan Langsung Dibuang, Mulai Biasakan Mengelolanya dengan Benar

Kemasan Bekas Jangan Langsung Dibuang, Mulai Biasakan Mengelolanya dengan Benar

Lifestyle | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 22:25 WIB

Dear Pemain Keturunan Indonesia di Jerman dan Spanyol, Siap-siap Dipanggil PSSI

Dear Pemain Keturunan Indonesia di Jerman dan Spanyol, Siap-siap Dipanggil PSSI

Bola | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 22:00 WIB

×