Fakta-fakta Kasus Suspek Cacar Monyet di Indonesia, Ada 9 Tersebar di RI

Ruth Meliana Dwi Indriani

Kamis, 28 Juli 2022 | 09:26 WIB
Fakta-fakta Kasus Suspek Cacar Monyet di Indonesia, Ada 9 Tersebar di RI
Ilustrasi Cacar Monyet (Pixabay.com/TheDigitalArtist)

Suara.com - Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengungkap sudah ada sembilan kasus suspek cacar monyet alias monkeypox di Indonesia. Semua kasus suspek itu pun sudah menjalani tes PCR untuk memastikan apakah disebabkan oleh virus monkeypox atau tidak. Hasilnya, seluruh sampel dinyatakan negatif cacar monyet.

Sebagai informasi, cacar monyet merupakan penyakit zoonosis atau infeksi virus yang ditularkan dari hewan ke manusia dan antarmanusia. Walau begitu, virus ini dapat sembuh sendiri.

Yuk simak penjelasan fakta kasus suspek cacar monyet di Indonesia berikut ini.

1. Ada Sembilan Suspek Cacar Monyet di Indonesia

Menkes Budi mengatakan sembilan suspek cacar monyet itu tersebar di seluruh Indonesia. Setelah dilakukan tes, mereka negatif cacar monyet.

"Sudah ada suspeknya (cacar monyet) sekitar sembilan (orang), tersebar di seluruh Indonesia. Tapi kemudian kita sudah tes di Jakarta dan semuanya hasilnya negatif," ujar Budi saat ditemui usai peluncuran platform Satu Sehat yang digelar di Jakarta pada Selasa (26/7/2022).

2. Cacar Monyet Sebagai Darurat Kesehatan

Sementara itu Organisasi Kesehatan Dunia WHO telah menetapkan cacar monyet sebagai Health Emergency of International Concern (PHEIC) atau kedaruratan kesehatan masyarakat yang jadi perhatian internasional. Ini artinya memanng diperlukkan pencegahan lintas negara untuk mengatasi cacar monyet.

Walau begitu, Menkes Budi mengatakan bahwa antisipasi cacar monyet akan berbeda dari COVID-19. Disebutkan bahwa pencegahan cacar monyet di pintu masuk diyakini akan lebih mudah karena sifat penyakitnya itu sendiri.

baca juga

"Sebenarnya monkeypox ini bedanya dengan Covid-19 adalah mereka menular kalau sudah ada gejala. Kalau Covid-19 kan kita nggak ada gejala sudah bisa menular, monkeypox ini mesti ada gejalanya dulu (seperti) lesi-lesi, ruam-ruam, itu baru dia menular," papar Menkes Budi.

"Sehingga surveilansnya lebih mudah. Kita nggak usah sepanik dulu ditutup karena kalau virus corona memang kita nggak tahu dia (pelaku perjalanan dari luar negeri) tertular atau nggak," sambungnya.

3. Siapa yang Paling Rentan Kena?

Jalur utama penularan cacar monyet adalah kontak langsung kulit dengan kulit. Namun dari berbagai riset terbaru menyebut wabah ini banyak ditularkan melalui kontak seksual, termasuk kelompok homoseksual dan biseksual.

Oleh karenanya kelompok tersebut dinilai punya risiko lebih tinggi terinfeksi cacar monyet, meski tidak berarti hanya kelompok itu saja yang berisiko.

"Itu benar, teorinya ada spesifik di kelompok tertentu yang memang penularannya relatif tinggi sama seperti HIV-AIDS. Jadi sekarang kita sudah melakukan pendekatan ke organisasi-organisasi yang mengelola kelompok ini untuk bisa melakukan surveilans secara aktif," jelas Menkes Budi.

4. Antisipasi Cacar Monyet di Indonesia

Kemenkes Budi mengatakan Indonesia  sudah mampu mendeteksi cacar monyet. Pasalnya metode tes atau pengujiannya serupa dengan virus corona, yakni menggunakan PCR. Hanya saja reagen atau bahan yang diperlukan dalam PCR berbeda.

"Tesnya dengan PCR biasa, cuma reagennya yang berbeda. Kita sudah dapat reagen dari WHO sekitar 500 (alat) tes, dan kita juga sudah beli dan mudah-mudahan sudah datang dalam minggu ini," papar Kemenkes Budi. 

"Jadi kita udah pegang 500, itu dipakai buat mengetes virus monkeypox ini. Jadi begitu ada (suspek cacar monyet), kita sekarang sudah memiliki kemampuan tes," lanjut Kemenkes Budi.

Kontributor : Trias Rohmadoni

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Menkes: Virus Cacar Monyet Tidak Terdeteksi di Indonesia

Menkes: Virus Cacar Monyet Tidak Terdeteksi di Indonesia

Selebtek | Kamis, 28 Juli 2022 | 09:00 WIB

Kemenkes RI Ungkap Sebab Sebagian Besar Kasus Cacar Monyet Menyerang Lelaki

Kemenkes RI Ungkap Sebab Sebagian Besar Kasus Cacar Monyet Menyerang Lelaki

Health | Kamis, 28 Juli 2022 | 08:32 WIB

Skrining Cacar Monyet, Benarkah Kemenkes Akan Tanya Orientasi Seksual Setiap Pendatang Luar Negeri?

Skrining Cacar Monyet, Benarkah Kemenkes Akan Tanya Orientasi Seksual Setiap Pendatang Luar Negeri?

Health | Rabu, 27 Juli 2022 | 19:19 WIB

Tersebar di 75 Negara, Dokter Sebut Cacar Monyet Mutasi Baru dari Endemik di Afrika

Tersebar di 75 Negara, Dokter Sebut Cacar Monyet Mutasi Baru dari Endemik di Afrika

Jogja | Rabu, 27 Juli 2022 | 19:20 WIB

Masyarakat Keluhkan Antrean Berobat di Rumah Sakit yang Panjang, Menkes Budi Gunadi: Segera Dibenahi

Masyarakat Keluhkan Antrean Berobat di Rumah Sakit yang Panjang, Menkes Budi Gunadi: Segera Dibenahi

Health | Rabu, 27 Juli 2022 | 18:17 WIB

Cek Proses Transformasi Layanan Primer, Menkes Budi Gunadi Sambangi Puskesmas dan Posyandu

Cek Proses Transformasi Layanan Primer, Menkes Budi Gunadi Sambangi Puskesmas dan Posyandu

Health | Rabu, 27 Juli 2022 | 17:22 WIB

Terkini

Bukan Sekadar Mendampingi, Ini Peran Perawat dalam Perawatan Pasien Kanker

Bukan Sekadar Mendampingi, Ini Peran Perawat dalam Perawatan Pasien Kanker

Health | Senin, 21 September 2026 | 23:37 WIB

Dari Pesantren ke Layar Lebar, Syakir Daulay Ingin Santri Kuasai Dunia Film

Dari Pesantren ke Layar Lebar, Syakir Daulay Ingin Santri Kuasai Dunia Film

Lifestyle | Senin, 21 September 2026 | 23:31 WIB

4 Kreasi Minuman Unik, Dipadukan Serai, Jahe hingga Cabai

4 Kreasi Minuman Unik, Dipadukan Serai, Jahe hingga Cabai

Lifestyle | Senin, 21 September 2026 | 23:16 WIB

Erick Thohir Semangati Atlet Indonesia, Emas Asian Games Diganjar Rp3 Miliar

Erick Thohir Semangati Atlet Indonesia, Emas Asian Games Diganjar Rp3 Miliar

Video | Senin, 21 September 2026 | 23:10 WIB

vivo X500 Bikin Pangling, Modul Kamera Kini Lebih Kecil dan Bodi Bisa Berkilau

vivo X500 Bikin Pangling, Modul Kamera Kini Lebih Kecil dan Bodi Bisa Berkilau

Tekno | Senin, 21 September 2026 | 23:02 WIB

FIS Unimed Jadi Tuan Rumah Rapat Tahunan HISPISI 2026 di Danau Toba

FIS Unimed Jadi Tuan Rumah Rapat Tahunan HISPISI 2026 di Danau Toba

Sumut | Senin, 21 September 2026 | 22:53 WIB

Kasus Video Asusila Viral di Bogor Terbongkar: 2 Tersangka Bikin 20 Konten, Positif HIV

Kasus Video Asusila Viral di Bogor Terbongkar: 2 Tersangka Bikin 20 Konten, Positif HIV

Bogor | Senin, 21 September 2026 | 22:52 WIB

Gandeng PPM Manajemen, AAJI Dirikan 'Pusat Keunggulan' Asuransi Jiwa

Gandeng PPM Manajemen, AAJI Dirikan 'Pusat Keunggulan' Asuransi Jiwa

Bisnis | Senin, 21 September 2026 | 22:45 WIB

Bukan Ultra Lagi, vivo X500 Pro Max Jadi Flagship Tertinggi dengan Kamera 200MP

Bukan Ultra Lagi, vivo X500 Pro Max Jadi Flagship Tertinggi dengan Kamera 200MP

Tekno | Senin, 21 September 2026 | 22:44 WIB

Soeharto Jadi Pahlawan Nasional, Korban Tragedi 65: Sangat-Sangat Tidak Layak

Soeharto Jadi Pahlawan Nasional, Korban Tragedi 65: Sangat-Sangat Tidak Layak

News | Senin, 21 September 2026 | 22:42 WIB

×