SAFEnet Ungkap Motif Teror ke Arie Kriting usai Kritik Kominfo: Serangan Balik Pihak yang Merasa Terganggu

Agung Sandy Lesmana, Yaumal Asri Adi Hutasuhut

Selasa, 02 Agustus 2022 | 18:28 WIB
SAFEnet Ungkap Motif Teror ke Arie Kriting usai Kritik Kominfo: Serangan Balik Pihak yang Merasa Terganggu
Komika Arie Kriting saat ditemui di Kuningan, Jakarta Selatan, Rabu (2/2/2022). [Suara.com/Alfian Winanto]

Suara.com - Komika Arie Kriting mengalami dugaan peretasan dan mendapat pesan berisi teror mengenai kehidupan pribadinya. Peristiwa itu diduga terjadi setelah Arie ikutan mengkritik soal kebijakan Kementerian Komunikasi dan Informatika mengenai Penyelenggara Sistem Elektronik (PSE). Akibat kebijakan itu, sejumlah aplikasi tidak dapat diakses di Indonesia.

Menanggapi dugaan peretasan dan teror terhadap Arie Kriting, Kepala Divisi Kebebasan Berekspresi SAFEnet, Nenden Sekar Anum menyebut hal itu bukan barang baru, melainkan peristiwa yang terus berulang saat masyarakat sipil aktif mengkritik sebuah kebijakan.

"Serangan-serangan digital yang terjadi pada orang-orang yang mengkritik kebijakan itu, sebetulnya bukan hal baru. Karena kami sering banget melihat. Dari SAFEnet sendiri kan memonitoring dalam beberapa tahun terakhir, dan kami memang melihat ada korelasi tuh pada saat isu-isu politis sedang meningkat. Banyak serangan digital terjadi terhadap teman-teman aktivis dan masyarakat sipil itu juga meningkat," kata Arum saat dihubungi Suara.com pada Selasa (2/8/2022).

Upaya peretasan disebut SAFEnet salah satu cara untuk membungkam masyarakat sipil. Tujuannya, memberikan rasa cemas dan takut kepada masyarakat yang vokal mengkritik kebijakan.

"Serangan digital itu dampak banyak ya. Dan bisa berbeda bagi masing-masing orang gitu. Ada orang kemudian merasa cemas, atau takut terhadap serangan pada dirinya, dan sangat memungkinkan dia merasa harus slow down untuk tidak se-kritis sebelumnya," papar Arum.

Akun WhatsApp Arie Kriting Diteror (Twitter/@ernestprakasa)
Akun WhatsApp Arie Kriting Diteror (Twitter/@ernestprakasa)

Saat peretasan atau serangan digital terjadi seusai kritikan dilontarkan ke publik, kecurigaan ditujukan ke pihak yang berkepentingan dengan kebijakan yang dikeluarkan.

"Tentu saja kita tidak bisa berasumsi bahwa siapa yang patut dicurigai, siapa yang patut bertanggung jawab sebetulnya. Tapi pastinya kalau kita melihat dari pola tadi dan tren tersebut, yang biasanya memang muncul dan meningkat pada isu-isu tertentu, mungkin saja itu memang ada kaitannya pihak-pihak mungkin terganggu. Mungkin ya, dengan kritikan tersebut," ujar Arum.

"Jadi memang itu salah satu asumsi yang dapat kita lihat. Walaupun kita tidak dapat membuktikan hal tersebut. Karena-kan dalam proses penyelidikan atau proses forensik itu kewenangannya ada di teman-teman aparat penegak hukum. Jadi memang kalau mau memastikan agak sulit begitu," kata Arum.

Sementara itu, terkait kritikan ke Keminfo, dari pemantauan yang dilakukan SAFEnet terdapat 10 orang menjadi korban dugaan peretasan atau serangan digital.

"Serangan digital berupa spam call dan spam text gitu dan doxxing," ujar Arum.

Kritik Kominfo Berujung Teror

Arie Kriting mengkritik tindakan Kementerian Komunikasi dan Informatika ( Kominfo) dengan memblokir sejumlah situs dan aplikasi kerena belum mendaftar Penyelenggara Sistem Elektronik (PSE).

Setelah melakukan aksi itu, akun Whatsapp Arie Kriting di retas dan diteror oleh orang tak dikenal.

Kabar akun WA Arie diretas diberitahukan oleh Ernest Prakasa dalam cuitan di akun Twitternya.

"Akun WA @Arie_Kriting barusan juga mendapatkan peretasan dan teror. Norak banget," cuit Ernest dengan menyertakan foto tangkap layar yang memperlihatkan sebuah pesan melalui Whatsapp ke Arie Kriting.

Pada pesan seorang yang menggunakan foto profil wajah wanita bernomor 085697009312, Arie Kriting mendapatkan makian tidak pantas dan kasar.

"Urusan agama dan keluarga lu aja belom kelar, udah sok-sokan ngurusi PSE. Urusin dulu istri n mertua lo, tolol," demikian bunyi pesan kepada Arie Kriting itu.

Cuitan Ernest itu membalas cuitan akun @_bagasnanda_ yang mengabarkan salah seorang pembicara dalam obrolan Space membahas soal pemblokiran itu mendapatkan teror melalui Whatsapp.

Akun yang mengunggah foto tangkap layar percakapan di Whatsapp dari peneror dengan kalimat ancaman.

"Maksudnya apa tanya-tanya gitu di Twitter Space? Keluarga lo ya abis ini," tulis pemilik nomor 085156713015 itu. Ia berusaha menelepon dan tidak diangkat.

"Angkatlah p**tek."

"Lagi kejadian yang tak terduga setelah acara Space yang disediakan untuk bahasa Kominfo, salah satu pembicara mendapatkan teror melalui Whatsapp, nomor tersebut dapat mengetahui nomor pembicara entah darimana sampai mengirimkan foto dan email. Apakah data pribadi kita hanya dianggap mainan," cuit @_bagasnanda_ sambil mengunggah foto pesan kasar itu beserta obrolan di Space,

Pemblokiran Kominfo terhadap sejumlah aplikasi dan situs resmi itu mendapatkan hujatan dari netizen, Tagar #BlokirKominfo digaungkan di berbagai media sosial menentang pemblokiran itu.

Mereka juga menertawakan Kominfo yang justru membiarkan aplikasi judi bebas beroperasi dengan alasan situs itu tidak menggunakan uang dan hanya permainan.

Beberapa selebritas seperti Arie Kriting, Ernest Prakasa, Fiersa Besari, Deddy Corbuzier, hingga dokter Tirta mengkritik tindakan pemerintah itu.

"Kehidupan di dunia digital bisa mengurangi angka pengangguran, Beberapa orang cari uang di internet, Lagi cari uang, malah dipersulit sama bapak-bapak yang dikit-dikit kerjaannya. Kalau kom artinya komunikasi, saya rasa cara kalian berkomunikasi buruk sekali," cuit Fiersa Besar.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Akun WhatsApp Arie Kriting Diretas Usai Kritik Kominfo, Ernest Prakasa Ungkap Faktanya

Akun WhatsApp Arie Kriting Diretas Usai Kritik Kominfo, Ernest Prakasa Ungkap Faktanya

Banten | Senin, 01 Agustus 2022 | 09:15 WIB

Eks Penyidik KPK hingga Arie Kriting Kena Teror via WA, Menkominfo: Teror Gimana? Kominfo Diteror Kali

Eks Penyidik KPK hingga Arie Kriting Kena Teror via WA, Menkominfo: Teror Gimana? Kominfo Diteror Kali

News | Senin, 01 Agustus 2022 | 15:21 WIB

Kritik Kebijakan Kominfo, Whatsapp Arie Kriting Kena Teror

Kritik Kebijakan Kominfo, Whatsapp Arie Kriting Kena Teror

| Senin, 01 Agustus 2022 | 08:46 WIB

Kritik Kominfo, Akun Whatsapp Arie Kriting Diretas

Kritik Kominfo, Akun Whatsapp Arie Kriting Diretas

| Senin, 01 Agustus 2022 | 07:09 WIB

Terkini

Remaja Putri Tewas Terjebak Saat Api Mengamuk di Bengkel Cikupa

Remaja Putri Tewas Terjebak Saat Api Mengamuk di Bengkel Cikupa

News | Minggu, 31 Mei 2026 | 20:58 WIB

Evaluasi Besar-besaran: 8.182 SPPG Pernah Ditangguhkan, 2.213 Masih Berstatus Suspend

Evaluasi Besar-besaran: 8.182 SPPG Pernah Ditangguhkan, 2.213 Masih Berstatus Suspend

News | Minggu, 31 Mei 2026 | 20:30 WIB

Penghormatan Terakhir Jenderal Ryamizard Ryacudu: Disemayamkan di Kemhan, Dimakamkan di Kalibata

Penghormatan Terakhir Jenderal Ryamizard Ryacudu: Disemayamkan di Kemhan, Dimakamkan di Kalibata

News | Minggu, 31 Mei 2026 | 20:16 WIB

PSG Juara, Prancis Membara! 22.000 Polisi Tak Mampu Bendung Amuk Massa

PSG Juara, Prancis Membara! 22.000 Polisi Tak Mampu Bendung Amuk Massa

News | Minggu, 31 Mei 2026 | 20:09 WIB

Bom Sisa Perang Dunia II Meledak di Biak, 5 Tewas dan 3 Hilang

Bom Sisa Perang Dunia II Meledak di Biak, 5 Tewas dan 3 Hilang

News | Minggu, 31 Mei 2026 | 20:08 WIB

Update Rusuh di Paris Usai PSG Juara Liga Champions: 1 Orang Tewas 780 Ditangkap

Update Rusuh di Paris Usai PSG Juara Liga Champions: 1 Orang Tewas 780 Ditangkap

News | Minggu, 31 Mei 2026 | 19:57 WIB

Qodari: Prabowo Sosok Langka yang Dekat dengan Putin, Trump, dan Xi Jinping

Qodari: Prabowo Sosok Langka yang Dekat dengan Putin, Trump, dan Xi Jinping

News | Minggu, 31 Mei 2026 | 19:52 WIB

Banjir Bandang Poso: Warga Terisolasi, BNPB Minta Bantuan Alat Berat

Banjir Bandang Poso: Warga Terisolasi, BNPB Minta Bantuan Alat Berat

News | Minggu, 31 Mei 2026 | 19:45 WIB

Ibu Muda Ditemukan Tewas Bersama Balitanya, Suami Diamankan Polisi

Ibu Muda Ditemukan Tewas Bersama Balitanya, Suami Diamankan Polisi

News | Minggu, 31 Mei 2026 | 18:25 WIB

Waspada Fenomena Bulan Purnama, BMKG Prediksi Banjir Rob Kepung Pesisir NTT Hingga 2 Juni

Waspada Fenomena Bulan Purnama, BMKG Prediksi Banjir Rob Kepung Pesisir NTT Hingga 2 Juni

News | Minggu, 31 Mei 2026 | 18:16 WIB