Pangeran Charles Menerima Donasi Senilai Rp18 Miliar dari Keluarga Osama

Siswanto, BBC

Rabu, 03 Agustus 2022 | 01:00 WIB
Pangeran Charles Menerima Donasi Senilai Rp18 Miliar dari Keluarga Osama
BBC

Suara.com - Badan amal yang dipimpin Putra Mahkota Inggris, Pangeran Charles, membenarkan berita bahwa mereka menerima lebih dari satu juta dolar dari keluarga Osama bin Laden pada 2013, dua tahun setelah pemimpin Al-qaeda itu dibunuh oleh militer Amerika Serikat.

Namun badan amal itu, Prince of Wales Charitable Fund (PWCF), menyanggah laporan surat kabar Sunday Times yang menyebut Charles menerima donasi dari Bakr dan Shafik bin Laden, adik tiri Osama bin Laden, dalam kapasitasnya sebagai individu.

Kantor Pangeran Charles, Clarence House, mengatakan PWCF menerima donasi itu melalui "uji tuntas menyeluruh". Keputusan untuk menerima donasi itu berada di tangan para dewan penasehat.

"Upaya apapun untuk menggambarkan pemberian donasi dengan cara lain, adalah tidak benar," begitu pernyataan Clarence House kepada BBC.

Clarence House juga membantah sejumlah poin dalam artikel Sunday Times.

Osama Bin Laden diketahui mulai diasingkan oleh keluarganya pada 1994. Sejauh ini tak ada kaitan bahwa adik tirinya memiliki kaitan dengan kegiatan Osama.

Menurut laporan itu, Pangeran Charles menerima dana dari Bakr Bin Laden, yang mengepalai kekayaan keluarga Saudi itu dan adik Bakr, Shafiq, menyusul pertemuan dengan Bakr di Clarence House.

Charles disebut menerima dana itu walau penasehatnya dan PWCF keberatan, begitu tulis Sunday Times, mengutip sejumlah sumber.

Baca juga:

baca juga

"Keputusan untuk menerima donasi diambil sepenuhnya oleh para penasehat. Setiap upaya untuk menyarankan sebaliknya adalah menyesatkan dan tidak akurat," kata Sir Ian Cheshire, ketua PWFC.

PWCF memberikan bantuan kepada organisasi non-profit duntuk proyek-proyek di Inggris dan luar negeri.


Tak ada peraturan yang dilanggar. Tak ada hukum yang dilanggar. Semua uji kepatutan telah dilakukan dan Kementerian Luar Negeri Inggris juga diminta berpendapat. Semuanya jelas, dana itu untuk donasi.

Seorang sumber di PWCF mengatakan kepada BBC bahwa "dosa ayah" - yaitu Osama Bin Laden - tidak bisa dijadikan alasan untuk mendiskualifikasi anggota keluarga lain untuk memberikan sumbangan. Ini masuk akal.

Namun, apakah Pangeran Charles atau lingkaran dalamnya menganggap donasi dari keluarga Bin Laden tepat untuk diterima? Atau apakah menurut mereka, bisa saja donasi diterima asal tidak diketahui publik?

Karena begitu diketahui publik, meski melalui berbagai upaya pemeriksaan apapun, donasi dari keluarga Bin Laden tetap akan terdengar mengerikan.

Seperti halnya dana besar dari mantan Perdana Menteri Qatar atau surat dari teman dekat Pangeran Charles yang menjanjikan memberikan gelar bangsawan kepada warga Arab Saudi yang menjanjikan donasi besar.

Apakah donasi dari keluarga Bin Laden, walaupun anggota keluarganya tak terkait dengan kejahatan yang ia lakukan, bisa diterima oleh kerajaan?


Osama Bin Laden sempat menjadi orang yang paling diburu Amerika Serikat. Ia diduga memerintahkan serangan teror ke New York dan Washington pada 11 September 2001 yang menewaskan 3.000 orang.

Osama dibunuh oleh pasukan AS pada 2011.

Sumber PWCF mengatakan kepada BBC "walaupun nama Bin Laden memiliki sejarah tak mengenakkan, 'dosa ayah' harusnya tak menjadi beban bagi seluruh keluarga terpandang di kawasan Timur Tengah."

Laporan Sunday Times ini bukanlah yang pertama kali menyorot donasi yang diterima Pangeran Charles.

Juni lalu muncul laporan bahwa Charles menerima koper berisi 1 juta euro (Rp15 miliar) dalam bentuk tunai dari mantan perdana menteri Qatar. Ini adalah satu dari tiga donasi tunai berjumlah total 2,5 juta (sekitar Rp38 miliar)

Clarence House mengatakan saat itu donasi dari syeikh langsung diberikan kepada badan amal Pangeran Charles dengan mengikuti peraturan yang ada.

Februari lalu, Kepolisian memulai investigasi klaim bahwa badan amal Pangeran Charles menawarkan bantuan untuk seorang warga Arab Saudi.

Clarence House menyebut Charles "tidak mengetahui adanya dugaan tawaran gelar kebangsaan atau menjadi warga Inggris terkait sumbangan untuk badan amalnya."

Bagi jutaan warga Arab Saudi, nama Bin Laden tidak dikaitkan dengan bahaya. Sementara di Barat dan sebagian besar dunia, nama Bin Laden selalu dikaitkan dengan serangan 11 September 2001.

Tapi di Arab Saudi, nama Bin Laden banyak dibicarakan karena memiliki perusahaan yang berkantor di Jeddah, bisnis yang menggunakan kekayaan minyak utuk mendanai masjid, istana, dan bangunan lain yang dibangun dengan kesepakatan kerajaan.

Keluarga Bin Laden berasal dari Yaman selatan, Hadramaut, tempat asal banyak keluarga bisnis kaya di Jeddah.

Osama, salah satu putra pendiri perusahaan yang pindah dari Yaman pada awal abad ke-20, sejak lama dianggap sebagia tulang punggung keluarga.

Osama menghabiskan waktu di Afghanistan pada dekade 1980-an membantu milisi mujahidin menyerbu tentara Uni Soviet. Saat itu dia berada pada posisi yang sama dengan Badan Intelijen Amerika (CIA) dan pemerintah Pakistan.

Namun pada tahun 1990-an, Osma menjadi ekstremis. Keluarga Bin Laden lalu mengucilkannya pada 1994. Osama kemudian pindah ke Sudan dan ke Afghanistan. Cerita selanjutnya, sudah banyak diketahui orang.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Kebakaran Bromo Meluas hingga 520 Hektare, Destinasi Wisata Probolinggo Disebut Masih Aman

Kebakaran Bromo Meluas hingga 520 Hektare, Destinasi Wisata Probolinggo Disebut Masih Aman

News | Minggu, 09 Agustus 2026 | 22:06 WIB

Pernah Jadi Anak Buah Nadiem, Pakar Minta Kejagung Ganti Jaksa Chatarina di Kasus Eks Jampidsus

Pernah Jadi Anak Buah Nadiem, Pakar Minta Kejagung Ganti Jaksa Chatarina di Kasus Eks Jampidsus

News | Minggu, 09 Agustus 2026 | 21:43 WIB

Puluhan Kios di Bawah Jembatan Babat Terbakar, Polisi Selidiki Dugaan Pembakaran Sampah

Puluhan Kios di Bawah Jembatan Babat Terbakar, Polisi Selidiki Dugaan Pembakaran Sampah

News | Minggu, 09 Agustus 2026 | 21:39 WIB

30 Ribu Kopdes Merah Putih Dikebut Sebelum 17 Agustus, Siapa yang Akan Mengelola?

30 Ribu Kopdes Merah Putih Dikebut Sebelum 17 Agustus, Siapa yang Akan Mengelola?

News | Minggu, 09 Agustus 2026 | 21:11 WIB

Gudang Sekolah di Penjaringan Terbakar, 70 Petugas Dikerahkan

Gudang Sekolah di Penjaringan Terbakar, 70 Petugas Dikerahkan

News | Minggu, 09 Agustus 2026 | 20:52 WIB

Catat Tanggalnya! Ada Diskon dan Voucher Belanja Melimpah dari BRI di Outlet Ini

Catat Tanggalnya! Ada Diskon dan Voucher Belanja Melimpah dari BRI di Outlet Ini

Bri | Minggu, 09 Agustus 2026 | 19:54 WIB

Bangga! Prestasi Apik Ditorehkan Kevin Diks di Awal Musim Bundesliga 2026/2027

Bangga! Prestasi Apik Ditorehkan Kevin Diks di Awal Musim Bundesliga 2026/2027

Bola | Minggu, 09 Agustus 2026 | 21:05 WIB

Mendikdasmen: Hard Skills Saja Tak Cukup, Ini Keterampilan Utama yang Wajib Dikuasai Gen Z!

Mendikdasmen: Hard Skills Saja Tak Cukup, Ini Keterampilan Utama yang Wajib Dikuasai Gen Z!

Lifestyle | Minggu, 09 Agustus 2026 | 19:48 WIB

Fakta Mengerikan di Balik Penembakan Thailand: Pelaku Sudah Belajar Senjata 2 Tahun

Fakta Mengerikan di Balik Penembakan Thailand: Pelaku Sudah Belajar Senjata 2 Tahun

News | Minggu, 09 Agustus 2026 | 20:05 WIB

Kota Makin Padat, Banjir Mengintai: Akademisi Soroti Teknologi Pengendalian Air di PIK2

Kota Makin Padat, Banjir Mengintai: Akademisi Soroti Teknologi Pengendalian Air di PIK2

News | Minggu, 09 Agustus 2026 | 19:36 WIB

Terkini

5 Rekomendasi Bedak Ringan untuk Remaja Sekolah yang Hasilnya Natural dan Tidak Dempul sesuai Review

5 Rekomendasi Bedak Ringan untuk Remaja Sekolah yang Hasilnya Natural dan Tidak Dempul sesuai Review

Lifestyle | Rabu, 12 Agustus 2026 | 20:45 WIB

Rekam Jejak Jebolan Liga India yang Jadi Pelatih Anyar Bhayangkara FC Gantikan Paul Munster

Rekam Jejak Jebolan Liga India yang Jadi Pelatih Anyar Bhayangkara FC Gantikan Paul Munster

Bola | Rabu, 12 Agustus 2026 | 20:35 WIB

Kata BMKG, Penurunan Kualitas Udara Pekanbaru Bukan karena Karhutla

Kata BMKG, Penurunan Kualitas Udara Pekanbaru Bukan karena Karhutla

Riau | Rabu, 12 Agustus 2026 | 20:30 WIB

KMP Putri Yasmin Terbakar, 212 Orang Dievakuasi, SAR Masih Cari Korban

KMP Putri Yasmin Terbakar, 212 Orang Dievakuasi, SAR Masih Cari Korban

News | Rabu, 12 Agustus 2026 | 20:29 WIB

Bos BI Berganti, Grace Natalie PSI Tegaskan Independensi Institusi Tak Boleh Goyah

Bos BI Berganti, Grace Natalie PSI Tegaskan Independensi Institusi Tak Boleh Goyah

News | Rabu, 12 Agustus 2026 | 20:26 WIB

DPRD DKI Soroti Izin Penjualan Miras di Festival Musik, Buntut Kasus Viral The Sounds Project

DPRD DKI Soroti Izin Penjualan Miras di Festival Musik, Buntut Kasus Viral The Sounds Project

News | Rabu, 12 Agustus 2026 | 20:20 WIB

Bosan Lari Gitu-Gitu Aja? Coba 5 Spot Jogging di Jogja Ini, Suasananya Asri Banget!

Bosan Lari Gitu-Gitu Aja? Coba 5 Spot Jogging di Jogja Ini, Suasananya Asri Banget!

Your Say | Rabu, 12 Agustus 2026 | 20:20 WIB

Luas Karhutla Riau Capai 15 Ribu Hektare Selama Januari-Juli 2026

Luas Karhutla Riau Capai 15 Ribu Hektare Selama Januari-Juli 2026

Riau | Rabu, 12 Agustus 2026 | 20:17 WIB

Proyek LRT City Masih Belum Jelas, Dony Oskaria Turun Tangan

Proyek LRT City Masih Belum Jelas, Dony Oskaria Turun Tangan

Bisnis | Rabu, 12 Agustus 2026 | 20:16 WIB

Petani Tebu Tetap Raih Cuan, Hasil Panennya Diserap Pabrik Gula

Petani Tebu Tetap Raih Cuan, Hasil Panennya Diserap Pabrik Gula

Bisnis | Rabu, 12 Agustus 2026 | 20:12 WIB

×