Meski Kebutuhan Tenaga Kerja di Australia Tinggi, Pengungsi Terampil Ukraina Ini Masih Sulit Dapat Pekerjaan

Siswanto, ABC

Senin, 08 Agustus 2022 | 12:55 WIB
Meski Kebutuhan Tenaga Kerja di Australia Tinggi, Pengungsi Terampil Ukraina Ini Masih Sulit Dapat Pekerjaan
Ilustrasi. Suasana kota Melbourne, Australia. [ABC News]

Suara.com - Ketika Vitaly Bazarov dan istrinya Anna Shmatko bersama anak mereka tiba di Melbourne, Australia, mereka yakin bisa memiliki kehidupan yang lebih baik dibandingkan di Ukraina.

"Saya seorang patriot Ukraina, tapi saya jatuh cinta dengan Australia begitu tiba di sini," ujar Anna kepada ABC News.

Namun sejak datang pada Juni lalu, Vitaly yang seorang penempa baja serta penyelam berpengalaman, belum juga mendapatkan pekerjaan.

"Ini negara yang hebat, tapi apa-apa mahal. Saya berharap salah satu karir saya di masa lalu dapat membantu saya menemukan pekerjaan di sini," kata Vitaly.

Anna menduga para pemberi kerja mengabaikan kualifikasi suaminya karena faktor bahasa. Bagi mereka, BahasaInggris bukanlah bahasa pertamanya.

Pasangan ini telah meningkatkan kemampuan berbahasa Inggris mereka, dan aktifmencari pekerjaan melalui grup online di media sosial yang bertujuan untuk membantu pengungsi dan imigran di Australia.

Melalui salah satu kelompok ini, pasangan tersebut bertemu dengan Svetlana Khaykina, yang banyak membantu pendatang yang baru tiba.

Membuat CV untuk pendatang

Stevlana adalah seorang insinyur yang tinggal di Port Hedland, Australia Barat, namundibesarkan di Belarus. Ia dapat berkomunikasi dengan baik dengan pendatang dari kelompok Bahasa Slavia lainnya, termasuk Bahasa Rusia.

Dia telah membuatkan dokumen riwayat hidup (CV) untuk para pendatang termasuk Vitaly.

baca juga

"Kebanyakan orang tidak tahu bagaimana untuk memulai, menulis CV itu bukan praktik di Ukraina," ujarnya.

"Tapi saya dapat melihat bahwa Vitaly sangat berpotensi untuk bekerja di tempat seperti Port Hedland. Dia hanya perlu diberi kesempatan," kata Stevlana.

Menurutnya, salah satu kendala terbesar selain faktor bahasa adalah karena Australia tidak mengakui sertifikasi profesi dari luar negeri.

"Orang seperti Vitaly memiliki pengalaman selama puluhan tahun, tapi jika pun menemukan pekerjaan di sini, dia mungkin harus mulai dari posisi yang tak memerlukan sertifikasi," ujarnya.

Australia membutuhkan pekerja

Data Asosiasi Pengusaha Sumber Daya dan Energi Australia (AREEA) menyebut setidaknya 20.000 lagi tambahan pekerja yang dibutuhkan di sektor ini.

Australia Barat sendiri akan menyerap setidaknya 11.250 di antaranya.

Dirut AREEA Steve Knott mengakui adanya krisis pekerja terampil di sektor ini.

"Jika industri dan pemerintah tak dapat menemukan solusi kreatif, krisis pekerja terampilakan berlangsung selama bertahun-tahun," katanya.

Menurut Stevana Khaykina banyak pengungsi memiliki keterampilan tinggi tapi kurang mendapat tawaran pekerjaan.

Dukungan apa yang tersedia?

Ia mengatakan karena akhir dari Perang Ukraina belum jelas, sebaiknya Pemerintah Australia meningkatkan upaya membantu memukimkan kembali para pengungsi.

"Dalam pemahaman saya, ada sekitar 10.000 orang Ukraina di Australia, sementara 9 juta telah melarikan diri dari perang,"kata Stevlana.

"Ketika mereka sampai di sini, mereka diberikan Visa Kemanusiaan terbatas," tambahnya.

Departemen Dalam Negeri menjelaskan telah memberikan lebih dari 8.600 visa temporer ini untuk warga Ukraina yang melarikan diri dari perang.

Juru bicara Kementerian Dalam Negeri Australiamengatakan warga Ukraina yang telah berada di Australia dan tidak dapat menerima tawaran tinggal sementara dapat mengakses opsi visa lainnya.

Pemerintah juga memberikan bantuan dana $450.000 kepada Federasi Organisasi Ukraina Australia untuk mendukung mereka yang baru tiba.

Tercatat lebih dari 1.300 warga Ukraina telah mendaftar ke Program Bahasa Inggris untuk Migran Dewasa yang dikelola pemerintah.

Victoria Malyk, seorang pekerja pendukung migran di Pilbara, Australia Barat, menyebut adanya bantuan bagi migran yang baru tiba.

"Saya dapat menanggapi kebutuhan mereka seperti bantuan pekerjaan dan pelajaran Bahasa Inggris melalui program Settlement Engagement and Transition Support atau SETS," jelasnya.

Namun program ini tersedia untuk pendatang yang memenuhi syarat, seperti pengungsi dan pekerja regional terampil dalam lima tahun pertama mereka tinggal di Australia.

Menurut Victoria, salah satu hambatan terbesar yang dihadapi para migran adalah pembatasan bagi pemegang visa tertentu untuk mengakses kursus bersubsidi.

Dia mengatakan mereka biasanya tidak mampu membayar biaya kursus yang tinggi.

"Pelatihan lebih lanjut seringkali diperlukan di sini untuk mendapatkan pengakuan kualifikasi dari luar negeri," katanya.

Untuk saat ini, Vitaly Bazarov masih terus mencari pekerjaan yang sesuai dengan pengalamannya selama puluhan tahun.

"Kami hanya butuh kesempatan," katanya.

"Begitumenemukan seseorang yang mengetahui dan mengakui keahlian saya, saya yakin mereka akan mau menerima," ujarnya.

Diproduksi oleh Farid Ibrahim dari artikel ABC News.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Kebakaran Bromo Meluas hingga 520 Hektare, Destinasi Wisata Probolinggo Disebut Masih Aman

Kebakaran Bromo Meluas hingga 520 Hektare, Destinasi Wisata Probolinggo Disebut Masih Aman

News | Minggu, 09 Agustus 2026 | 22:06 WIB

Pernah Jadi Anak Buah Nadiem, Pakar Minta Kejagung Ganti Jaksa Chatarina di Kasus Eks Jampidsus

Pernah Jadi Anak Buah Nadiem, Pakar Minta Kejagung Ganti Jaksa Chatarina di Kasus Eks Jampidsus

News | Minggu, 09 Agustus 2026 | 21:43 WIB

Puluhan Kios di Bawah Jembatan Babat Terbakar, Polisi Selidiki Dugaan Pembakaran Sampah

Puluhan Kios di Bawah Jembatan Babat Terbakar, Polisi Selidiki Dugaan Pembakaran Sampah

News | Minggu, 09 Agustus 2026 | 21:39 WIB

30 Ribu Kopdes Merah Putih Dikebut Sebelum 17 Agustus, Siapa yang Akan Mengelola?

30 Ribu Kopdes Merah Putih Dikebut Sebelum 17 Agustus, Siapa yang Akan Mengelola?

News | Minggu, 09 Agustus 2026 | 21:11 WIB

Gudang Sekolah di Penjaringan Terbakar, 70 Petugas Dikerahkan

Gudang Sekolah di Penjaringan Terbakar, 70 Petugas Dikerahkan

News | Minggu, 09 Agustus 2026 | 20:52 WIB

Catat Tanggalnya! Ada Diskon dan Voucher Belanja Melimpah dari BRI di Outlet Ini

Catat Tanggalnya! Ada Diskon dan Voucher Belanja Melimpah dari BRI di Outlet Ini

Bri | Minggu, 09 Agustus 2026 | 19:54 WIB

Bangga! Prestasi Apik Ditorehkan Kevin Diks di Awal Musim Bundesliga 2026/2027

Bangga! Prestasi Apik Ditorehkan Kevin Diks di Awal Musim Bundesliga 2026/2027

Bola | Minggu, 09 Agustus 2026 | 21:05 WIB

Mendikdasmen: Hard Skills Saja Tak Cukup, Ini Keterampilan Utama yang Wajib Dikuasai Gen Z!

Mendikdasmen: Hard Skills Saja Tak Cukup, Ini Keterampilan Utama yang Wajib Dikuasai Gen Z!

Lifestyle | Minggu, 09 Agustus 2026 | 19:48 WIB

Fakta Mengerikan di Balik Penembakan Thailand: Pelaku Sudah Belajar Senjata 2 Tahun

Fakta Mengerikan di Balik Penembakan Thailand: Pelaku Sudah Belajar Senjata 2 Tahun

News | Minggu, 09 Agustus 2026 | 20:05 WIB

Kota Makin Padat, Banjir Mengintai: Akademisi Soroti Teknologi Pengendalian Air di PIK2

Kota Makin Padat, Banjir Mengintai: Akademisi Soroti Teknologi Pengendalian Air di PIK2

News | Minggu, 09 Agustus 2026 | 19:36 WIB

Terkini

Dari Jayapura, Baleg DPR Serap Aspirasi untuk Penyusunan RUU Masyarakat Adat

Dari Jayapura, Baleg DPR Serap Aspirasi untuk Penyusunan RUU Masyarakat Adat

DPR | Senin, 10 Agustus 2026 | 14:08 WIB

Tak Ada Nama Lain, Prabowo Ajukan Destry Damayanti Jadi Calon Tunggal Gubernur BI ke DPR

Tak Ada Nama Lain, Prabowo Ajukan Destry Damayanti Jadi Calon Tunggal Gubernur BI ke DPR

News | Senin, 10 Agustus 2026 | 14:02 WIB

BNI Gandeng Prasetiya Mulya, Perkuat Ekosistem Keuangan Kampus

BNI Gandeng Prasetiya Mulya, Perkuat Ekosistem Keuangan Kampus

Bisnis | Senin, 10 Agustus 2026 | 14:02 WIB

Ruko Fotokopi di Ponorogo Rata dengan Tanah Usai Perselingkuhan Terbongkar

Ruko Fotokopi di Ponorogo Rata dengan Tanah Usai Perselingkuhan Terbongkar

Jatim | Senin, 10 Agustus 2026 | 14:00 WIB

Ulasan The First Responders Season 1: Kerja Sama Polisi dan Damkar di Tengah Situasi Darurat

Ulasan The First Responders Season 1: Kerja Sama Polisi dan Damkar di Tengah Situasi Darurat

Your Say | Senin, 10 Agustus 2026 | 14:00 WIB

Begini Strategi Damkar Padamkan Api Nipah Mall, Salah Satu Gedung Tinggi di Makassar

Begini Strategi Damkar Padamkan Api Nipah Mall, Salah Satu Gedung Tinggi di Makassar

Sulsel | Senin, 10 Agustus 2026 | 13:58 WIB

Timnas Indonesia Main Dua Stadion Ikonik Akan Jadi Venue FIFA ASEAN Cup 2026

Timnas Indonesia Main Dua Stadion Ikonik Akan Jadi Venue FIFA ASEAN Cup 2026

Bola | Senin, 10 Agustus 2026 | 13:56 WIB

Transportasi ke Kepulauan Seribu Bakal Dikelola Transjakarta, Pramono Janjikan Tarif Murah

Transportasi ke Kepulauan Seribu Bakal Dikelola Transjakarta, Pramono Janjikan Tarif Murah

News | Senin, 10 Agustus 2026 | 13:54 WIB

Skintific 5X Ceramide Moisture Gel untuk Kulit Apa Saja? Cek Review Jujur Pengguna Ini

Skintific 5X Ceramide Moisture Gel untuk Kulit Apa Saja? Cek Review Jujur Pengguna Ini

Lifestyle | Senin, 10 Agustus 2026 | 13:50 WIB

5 Physical Sunscreen Buat Kulit Berjerawat: Non-Comedogenic dan Bebas Gerah

5 Physical Sunscreen Buat Kulit Berjerawat: Non-Comedogenic dan Bebas Gerah

Your Say | Senin, 10 Agustus 2026 | 13:50 WIB

×