Ribut Gegara Tak Mau Bayar Hotel di Bali, Mantan Anggota Korps Marinir Jerman Dideportasi

Dwi Bowo Raharjo
Ribut Gegara Tak Mau Bayar Hotel di Bali, Mantan Anggota Korps Marinir Jerman Dideportasi
Petugas Imigrasi mendampingi 3 WNA berkebangsaan Belanda, Jerman, dan Rusia dideportasi kembali ke negara asalnya melalui Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Bali, Selasa (9-9-2022). (Kanwil Kemenkumham Bali)

AA disebut merupakan WNA pemegang dwikebangsaan, yaitu Jerman dan Rusia.

Suara.com - Warga Negara Jerman berinisial AA dideportasi oleh Imigrasi Bali karena berbuat onar di daerah Sanur Kauh, Denpasar, Bali.

Kepala Kanwil Kemenkumham Bali Anggiat Napitupulu mengatakan WN Jerman itu awalnya menolak membayar utuh biaya penginapannya di sebuah hotel di Sanur.

"Pemilik penginapan pun meminta AA pergi tetapi WNA Rusia itu memilih bertahan di kamar," ujar Anggiat dalam keterangan tertulisnya, Rabu (10/8/2022).

Anggiat menjelaskan AA menolak membayar utuh karena merasa fasilitas hotel tidak sesuai dengan kesepakatan. Tidak terima, pemilik akhirnya melaporkan peristiwa ini ke polisi.

Baca Juga: Imigrasi Bali Deportasi Tiga WNA, Salah Satunya karena Buat Onar

"Pemilik penginapan kemudian melaporkan kejadian itu ke kepolisian, dan polisi lanjut menyerahkan AA ke Kantor Imigrasi Kelas I TPI Denpasar untuk sanksi administratif lebih lanjut," jelasnya.

Lebih lanjut, AA disebut merupakan WNA pemegang dwikebangsaan, yaitu Jerman dan Rusia.

"WNA itu juga mantan anggota Korps Marinir Jerman," kata dia.

Dari pemeriksaan Imigrasi, izin tinggalnya di Indonesia berlaku hanya sampai dengan 19 Juli 2022.

"Bagi orang asing yang memperoleh izin tinggal di Indonesia harus sesuai dengan maksud dan tujuannya berada di Indonesia, memberi manfaat, dan tidak membahayakan keamanan dan ketertiban umum," kata Anggiat menjelaskan alasan deportasi terhadap AA. (Antara)

Baca Juga: Bule Rusia Dideportasi Melalui Bali Setelah Ngamuk di Gili Trawangan

Komentar