Duduk Perkara Skandal Camat Medan Maimun: Kenapa Kartu Kredit Pemda Rp1,2 Miliar Bisa Dipakai Judol?

Bella, Muhammad Yasir

Kamis, 05 Februari 2026 | 18:54 WIB
Duduk Perkara Skandal Camat Medan Maimun: Kenapa Kartu Kredit Pemda Rp1,2 Miliar Bisa Dipakai Judol?
Ilustrasi Skandal Camat Medan Maimun gunakan kartu kredit Pemda Rp1,2 miliar untuk judi online. (Suara.com/Aldie)
baca 10 detik
  • Camat Medan Maimun, Almuqarrom Natapradja, dicopot pada 23 Januari 2026 karena menyelewengkan Kartu Kredit Pemerintah Daerah (KKPD) senilai Rp1,2 miliar untuk judi online.
  • Dana KKPD tersebut, yang seharusnya untuk operasional, digunakan camat untuk judi, membayar utang, sewa rumah, dan keperluan pribadi sejak tahun 2024.
  • Kasus ini menyoroti celah pengawasan sistem perbankan dan BPKAD terhadap transaksi KKPD yang mengarah ke merchant judi online.

Suara.com - Di sebuah kantor bank di Kota Medan, seorang manajer menatap layar komputernya dengan kening berkerut. Di hadapannya, terhampar riwayat transaksi sebuah Kartu Kredit Pemerintah Daerah (KKPD) yang janggal.

Kartu yang dipergunakan untuk operasional Kecamatan Medan Maimun itu menunjukkan tagihan yang membengkak hingga Rp1,2 miliar. Yang membuat dahi berkerut bukan semata besarnya tagihan, melainkan jenis transaksinya.

Alih-alih belanja alat tulis kantor, biaya perjalanan dinas, atau konsumsi rapat, transaksi justru berulang kali mengalir ke merchant yang sama sekali tak berkaitan dengan urusan pemerintahan: top up saldo ke sejumlah platform judi online atau judol.

Pada 23 Januari 2026, Pemkot Medan secara resmi mengumumkan pencopotan Almuqarrom Natapradja dari jabatan Camat Medan Maimun. Namun, di balik pencopotan itu, timbul pertanyaan besar: mengapa fasilitas negara yang dirancang untuk transparansi justru bisa digunakan untuk bermain judi online?

Skandal Rp1,2 Miliar: Judi, Utang, dan Sewa Rumah

Investigasi Inspektorat Kota Medan, yang dipicu oleh laporan dari pihak bank, mengungkap modus operandi yang digunakan Camat Medan Maimun.

Almuqarrom ternyata menggunakan KKPD yang dipegangnya tidak hanya untuk berjudi, tetapi juga untuk menutupi gaya hidupnya.

"Berdasarkan pengakuan, uang itu digunakan untuk judi online, bayar utang, sewa rumah, dan keperluan pribadi lainnya," ungkap Kepala BKPSDM Medan, Subhan Fajri.

Penyelewengan ini, menurut Wali Kota Medan Rico Waas, telah berlangsung secara akumulatif sejak tahun 2024.

Celah KKPD: Inovasi Transparansi yang Gagal Terawasi?

Ironisnya, KKPD merupakan instrumen yang dirancang untuk meningkatkan transparansi dan akuntabilitas. Sesuai Permendagri 79/2022, tujuannya adalah meminimalisasi transaksi tunai dan memudahkan audit. Namun, kasus Almuqarrom justru menelanjangi celah fatal dalam sistem ini.

baca juga

Pertanyaan terbesar mengarah pada pengawasan. Mengapa sistem perbankan dan verifikasi internal di Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) tidak memberikan peringatan atau alert ketika terjadi transaksi masif dan berulang ke merchant non-pemerintah seperti platform judi? Bagaimana seorang camat bisa memiliki akses ke limit kartu sebesar itu tanpa pengawasan berlapis secara real time?

Skandal ini menunjukkan bahwa inovasi teknologi tanpa pengawasan ketat justru membuka pintu baru bagi praktik korupsi.

Infografis Skandal Camat Medan Maimun. (Suara.com/Aldie)
Infografis Skandal Camat Medan Maimun. (Suara.com/Aldie)

Fenomena 'Pejabat Slot': Saat Jabatan Mapan Tak Kebal Candu

Kasus Almuqarrom dinilai sebagai puncak gunung es dari fenomena yang lebih besar, yakni “pejabat slot”. Data Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) menunjukkan perputaran dana judi online di Indonesia pada 2025 mencapai Rp286 triliun, dengan 12,3 juta pemain aktif. Birokrat, dari level desa hingga kota, termasuk di dalamnya.

Pegiat antikorupsi Tibiko Zabar Pradano melihat fenomena ini sebagai cerminan kerentanan korupsi di level bawah.

"Hal ini terjadi karena banyak faktor penyebab seperti, anggaran yang besar namun minim pengawasan atau kontrol," jelas Biko kepada Suara.com.

Secara psikologis, pejabat yang terjerat judi online kerap masuk ke fase chasing losses, yakni ambisi irasional untuk menutup kerugian dengan berjudi lebih besar. Ketika uang pribadi habis, dana publik seperti KKPD pun menjadi sasaran empuk.

Sanksi Disiplin vs Pidana: Apakah Non-Job Sudah Cukup?

Saat ini, Almuqarrom telah dijatuhi sanksi disiplin berat berupa pembebasan dari jabatan selama 12 bulan. Namun, banyak pihak menilai sanksi tersebut belum memadai.

Biko menegaskan kasus ini tidak bisa berhenti pada sanksi administratif.

"Dengan jabatan yang melekat sebagai seorang Camat, ia diduga telah menyalahgunakan kewenangan dengan melawan hukum untuk menguntungkan diri pribadi. Maka kasus ini harus diusut dugaan perbuatan tindak pidana lain yang dilakukan, termasuk dugaan korupsinya," ujarnya.

Sementara itu, Wali Kota Medan Rico Waas membuka kemungkinan membawa kasus ini ke ranah pidana.

"Kalau untuk pidananya, mungkin kami akan serahkan ke aparat penegak hukum," katanya.

Publik kini menanti langkah lanjutan. Apakah kasus ini akan berhenti pada sanksi non-job, atau justru menjadi preseden penegakan hukum dengan jeratan pidana korupsi yang memberi efek jera, terutama di tengah situasi darurat judi online di Indonesia.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Alasan Jamdatun Narendra Jadi Saksi Ahli dalam Persidangan Ekstradisi Paulus Tannos di Singapura

Alasan Jamdatun Narendra Jadi Saksi Ahli dalam Persidangan Ekstradisi Paulus Tannos di Singapura

News | Kamis, 05 Februari 2026 | 18:36 WIB

OTT Bea Cukai, KPK Ciduk 17 Orang dan Amankan Mata Uang Asing  hingga Logam Mulia

OTT Bea Cukai, KPK Ciduk 17 Orang dan Amankan Mata Uang Asing hingga Logam Mulia

News | Kamis, 05 Februari 2026 | 16:21 WIB

Usut Kasus Korupsi Rumah Jabatan, KPK Periksa Sekjen DPR Indra Iskandar Hari Ini

Usut Kasus Korupsi Rumah Jabatan, KPK Periksa Sekjen DPR Indra Iskandar Hari Ini

News | Kamis, 05 Februari 2026 | 14:58 WIB

Feri Amsari Curiga Banyak Kasus Korupsi Dimunculkan oleh Kekuasaan

Feri Amsari Curiga Banyak Kasus Korupsi Dimunculkan oleh Kekuasaan

News | Kamis, 05 Februari 2026 | 11:03 WIB

Anak Buah Terjaring OTT KPK, Menkeu Purbaya: Kenapa Terpukul? Ini Titik Masuk Perbaikan

Anak Buah Terjaring OTT KPK, Menkeu Purbaya: Kenapa Terpukul? Ini Titik Masuk Perbaikan

News | Rabu, 04 Februari 2026 | 20:41 WIB

Abraham Samad Ungkap Pertemuan dengan Prabowo: Soal Perbaikan IPK Tidak Boleh Omon-omon

Abraham Samad Ungkap Pertemuan dengan Prabowo: Soal Perbaikan IPK Tidak Boleh Omon-omon

News | Rabu, 04 Februari 2026 | 19:39 WIB

Pakar Soal Kasus Chromebook: Bukti Kejagung Bisa Gugurkan Dalih Niat Baik Nadiem Makarim

Pakar Soal Kasus Chromebook: Bukti Kejagung Bisa Gugurkan Dalih Niat Baik Nadiem Makarim

News | Rabu, 04 Februari 2026 | 17:57 WIB

KPK Gelar OTT Senyap di Kalsel, Siapa yang Terjaring di KPP Banjarmasin?

KPK Gelar OTT Senyap di Kalsel, Siapa yang Terjaring di KPP Banjarmasin?

News | Rabu, 04 Februari 2026 | 14:37 WIB

Cara Mendapatkan Cicilan HP 0 Persen: Tips Cerdas Ganti Ponsel Tanpa Boncos

Cara Mendapatkan Cicilan HP 0 Persen: Tips Cerdas Ganti Ponsel Tanpa Boncos

Your Say | Rabu, 04 Februari 2026 | 13:36 WIB

Nama Gubernur Khofifah Muncul di Sidang Korupsi Dana Hibah, Akan Jadi Saksi Besok

Nama Gubernur Khofifah Muncul di Sidang Korupsi Dana Hibah, Akan Jadi Saksi Besok

News | Rabu, 04 Februari 2026 | 11:20 WIB

Terkini

Bukan Sekadar Salah Ketik, Komentar Nirempati Nakes Dinilai Cerminan Krisis Literasi Media

Bukan Sekadar Salah Ketik, Komentar Nirempati Nakes Dinilai Cerminan Krisis Literasi Media

News | Jum'at, 07 Agustus 2026 | 12:52 WIB

Guru dan Manajer Perusahaan Asal India Selundupkan Ganja Senilai Rp1,5 Miliar di Bandara Bali

Guru dan Manajer Perusahaan Asal India Selundupkan Ganja Senilai Rp1,5 Miliar di Bandara Bali

Bali | Jum'at, 07 Agustus 2026 | 12:52 WIB

Tiga Rumah di Jombang Ludes Terbakar, Diduga Dipicu Korsleting Listrik

Tiga Rumah di Jombang Ludes Terbakar, Diduga Dipicu Korsleting Listrik

Jatim | Jum'at, 07 Agustus 2026 | 12:51 WIB

IHSG Masih Senang Bertengger di Level 6.300, ISAT Melesat di Sesi I

IHSG Masih Senang Bertengger di Level 6.300, ISAT Melesat di Sesi I

Bisnis | Jum'at, 07 Agustus 2026 | 12:51 WIB

Festival vs Tribun, Mana Tiket yang Paling Worth It Buat Nonton Maroon 5?

Festival vs Tribun, Mana Tiket yang Paling Worth It Buat Nonton Maroon 5?

Your Say | Jum'at, 07 Agustus 2026 | 12:50 WIB

Serangan Siber Terus Meningkat, Perlindungan Data Pribadi Tak Bisa Lagi Hanya Andalkan Teknologi

Serangan Siber Terus Meningkat, Perlindungan Data Pribadi Tak Bisa Lagi Hanya Andalkan Teknologi

Lifestyle | Jum'at, 07 Agustus 2026 | 12:48 WIB

Gaji ASN Mataram Terancam Hanya Sampai Oktober 2026, Sekda Ungkap Penyebabnya

Gaji ASN Mataram Terancam Hanya Sampai Oktober 2026, Sekda Ungkap Penyebabnya

Bali | Jum'at, 07 Agustus 2026 | 12:45 WIB

TV 98 Inci Rp39 Juta Meluncur! Xiaomi Bawa QD-Mini LED dan Gaming 288Hz

TV 98 Inci Rp39 Juta Meluncur! Xiaomi Bawa QD-Mini LED dan Gaming 288Hz

Tekno | Jum'at, 07 Agustus 2026 | 12:44 WIB

12 Sepeda Gunung United Detroit Lengkap dengan Harga dan Spesifikasinya

12 Sepeda Gunung United Detroit Lengkap dengan Harga dan Spesifikasinya

Lifestyle | Jum'at, 07 Agustus 2026 | 12:40 WIB

Pengemudi Truk Indonesia Siap Berkompetisi di Jepang Usai Juara UD Trucks Extra Mile Challenge 2026

Pengemudi Truk Indonesia Siap Berkompetisi di Jepang Usai Juara UD Trucks Extra Mile Challenge 2026

Otomotif | Jum'at, 07 Agustus 2026 | 12:39 WIB

×