Polisi Janji Usut Tuntas Pembunuhan Brigadir J dengan Pembuktian Ilmiah

Siswanto, BBC

Kamis, 11 Agustus 2022 | 10:29 WIB
Polisi Janji Usut Tuntas Pembunuhan Brigadir J dengan Pembuktian Ilmiah
BBC

Suara.com - Kepolisian Republik Indonesia (Polri) berjanji akan mengusut tuntas kasus kematian Brigadir J berdasarkan ”pembuktian ilmiah”, di tengah desakan sejumlah pakar hukum agar publik terus mengawal kasus ini meski Inspektur Jenderal Ferdy Sambo telah ditetapkan sebagai tersangka.

“Ini merupakan komitmen Bapak Kapolri untuk mengusut tuntas kasus tersebut dengan pembuktian ilmiah sampai ke persidangan dengan tetap meminta Komnas HAM, Kompolnas, serta masyarakat mengawal bersama kasus tersebut,” kata Kepala Divisi Humas Polri, Inspektur Jenderal Dedi Prasetyo kepada BBC News Indonesia.

Pakar hukum pidana dari Universitas Indonesia Eva Achjani meminta agar penyidikan kasus ini di kepolisian “tidak berjalan lama” dan kasus ini segera dilanjutkan ke proses penuntutan serta persidangan.

Dengan demikian, "upaya rekayasa hingga penghilangan barang bukti seperti yang telah diakui Kapolri Jenderal Listyo Sigit tidak berulang pada proses hukum selanjutnya."

Sebelumnya, sebanyak 31 anggota Polri dinyatakan telah melanggar etik karena terlibat dalam ”upaya menghilangkan barang bukti, merekayasa, dan menghalangi proses penyidikan”.

“Harapan kita tentu ini dilanjutkan dengan persidangan yang terbuka untuk umum, sehingga kita bisa mengawasi apa yang terjadi di dalam perkara itu,” kata Eva.

Sebab sebelumnya, Kapolri Jenderal Listyo Sigit telah mengakui bahwa telah terjadi ”upaya menghilangkan barang bukti, merekayasa, dan menghalangi proses penyidikan” yang melibatkan 31 anggota Polri.

Desakan serupa juga disampaikan oleh mantan Kepala Badan Reserse Kriminal Polri Komisaris Jenderal (Purnawirawan) Susno Duadji yang mengatakan bahwa ”proses hukum masih akan berjalan panjang”.

Baca juga:

baca juga

Sejauh ini, polisi telah menetapkan empat tersangka termasuk Irjen Ferdy Sambo yang diduga menjadi otak pembunuhan berencana terhadap Brigadir J.

Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Mahfud MD sebelumnya juga menyatakan bahwa “pemerintah akan terus mengawal kasus ini hingga nanti oleh Kejaksaan dikonstruksikan lagi hukumnya sampai P21”.

P21 merupakan istilah yang digunakan untuk menyebut bahwa berkas perkara hasil penyidikan sudah lengkap, sehingga suatu kasus bisa dilanjutkan ke proses penuntutan dan persidangan di pengadilan.

“Jangan sampai masuk angin”

Dengan perhatian publik terhadap kasus ini dan upaya rekayasa yang sempat terjadi, Susno mengatakan penyidik perlu menangani kasus ini secara terbuka.

“Penyidik perlu menceritakan apa yang sudah dilakukan, hasilnya sejauh mana, tidak boleh menutupi sepanjang itu bukan hal-hal yang akan menghambat jalannya penyidikan,” tutur Susno.

Menurut dia, penetapan tersangka terhadap Sambo adalah langkah awal yang “menunjukkan itikad baik” Polri untuk mengungkap kasus ini.

Namun dia mengingatkan bahwa proses hukum masih panjang sehingga masyarakat perlu terus mengawal kasus ini hingga tuntas.

“Kita minta kepada institusi yang menangani, selaku penyidik terbuka. Jaksa juga harus dikawal, jangan sampai jaksa ‘masuk angin’. Di pengadilan juga kan hakim bebas berpendapat, tapi jangan sekehendak hatinya,” kata Susno.

Susno juga menyatakan seharusnya tidak ada alasan lagi kasus ini tidak terungkap, mengingat sebanyak 31 anggota Polri yang terlibat dalam rekayasa kasus pun sudah dinyatakan melanggar etik.

Dalam hal ini, Susno menilai Sambo seharusnya sudah tidak lagi berpengaruh dalam mengutak-atik kasus hukumnya.

“Timnya sudah bukan anak buah dia, siapa yang mau masuk jurang lagi? Dia tidak punya kekuatan lagi,” tutur Susno.

Sementara itu, Eva menilai Polri perlu segera memecat Sambo dari institusi itu untuk menjamin posisinya sebagai jenderal bintang dua tidak memengaruhi proses hukum.

Meskipun sebetulnya penanganan perkara hukum tidak memandang status dan jabatan, Eva menilai langkah itu akan lebih menunjukkan keseriusan Polri untuk mengungkap kasus ini.

Sejauh ini Kapolri telah memutasi Sambo dari jabatannya sebagai Kepala Divisi Propam, namun Sambo masih berstatus sebagai anggota Polri.

“Kenapa polisi tidak mau melepas orang ini, apa karena alasannya putusan belum berkekuatan hukum? Tapi kan pelanggaran etika itu sudah terjadi,” kata Eva.

“Kalau [Sambo] dikenakan sanksi, artinya dia tidak ada privilege, sehingga hakim pun tidak punya beban menghadapi seorang Irjen. Ini memang bukan pandangan hukum, tapi lebih ke pandangan psikologi sosial yang mungkin akan dirasakan oleh jaksa dan hakim ketika mereka mengadili kasus FS ini.”

Polisi diminta segera limpahkan berkas ke Kejaksaan

Pakar hukum pidana Eva Achjani mendesak penyidik Polri untuk secepat mungkin melimpahkan berkas perkara kasus ini ke kejaksaan.

Pasalnya, upaya rekayasa kasus dan penghilangan barang bukti, kata dia, telah memengaruhi kepercayaan publik dalam penanganan kasus ini.

Apalagi dengan status Sambo yang sampai saat ini masih sebagai anggota Polri, meski dia telah dimutasi dari jabatannya sebagai Kepala Divisi Profesi dan Pengamanan.

“Kalau tersangka FS ini sudah ada di bawah pengawasan dari Jaksa Penuntut Umum, penahanannya pun di bawah penahanan jaksa, itu kan jauh lebih obyektif, karena sudah berada di luar institusinya yaitu kepolisian,” jelas Eva.

Eva juga berharap Polri tidak harus menunggu penetapan status tersangka terhadap seluruh pihak yang terlibat untuk bisa meneruskan proses hukum Sambo ke kejaksaan dan pengadilan.

“Harusnya dalam waktu yang tidak terlalu lama, tidak perlu menunggu tersangka lainnya dulu untuk dimajukan ke sidang dan pengadilan,” kata dia.

Menanggapi desakan itu, Dedi mengatakan berkas perkara akan diteruskan ke Kejaksaan “sesegara mungkin”.

“Tapi tetap unsur kecermatan, kehati-hatian dan ketelitian menjadi standar penyidikan,” kata dia.

Perlukah motif penembakan diungkap?

Usai menetapkan Sambo sebagai tersangka, polisi sejauh ini belum mengungkap motif penembakan tersebut.

Menko Polhukam Mahfud MD sebelumnya menyatakan bahwa motif penembakan “sensitif dan hanya bisa dikonsumsi oleh orang dewasa”.

Pernyataan itu telah memicu keingintahuan publik, sehingga memicu reaksi publik di media sosial.

Tetapi menurut Eva, motif pembunuhan sebetulnya “tidak perlu dibuktikan dalam kasus pembunuhan” dengan sangkaan pasal 340 KUHP tentang pembunuhan berencana.

Meskipun, Eva memandang wajar masyarakat mempertanyakan motif di baliknya karena kasus ini “berkaitan dengan kredibilitas institusi yang sebegitu besar dipertaruhkan”.

“Yang penting diketahui itu siapa terdakwanya, perbuatannya apa, bagaimana dia melakukan itu, seperti apa niatnya dan apakah itu dilakukan dengan sengaja atau lalai. Itu saja,” jelas Eva.

"Terlepas dari motifnya apa pun juga dari yang pribadi sampai kaitannya dengan kepercayaan publik terhadap institusi negara, untuk hal-hal itu saya kira kalau kita berharap itu sampai seperti drama Korea yang terbuka semua, kecil harapannya bisa sampai ke sana [motif pembunuhan]."

Eva juga meyakini bahwa jaksa akan lebih berkonsentrasi pada pembuktian pasal pembunuhan berencana dibanding mendalami motif di baliknya.

Sementara itu, Susno Duadji menilai publik boleh mengetahui motif di balik pembunuhan tersebut sebagai bagian dari pengungkapan penyidikan.

Meskipun dia juga sependapat dengan Eva bahwa motif tidak termasuk ke dalam unsur pembuktian kasus pembunuhan berencana.

“Tapi bisa saja diperlukan di persidangan nanti untuk pertimbangan hakim apakah ada hal-hal yang memberatkan dan meringankan,” jelas Susno.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Kamaruddin Simanjuntak Meninggal Dunia, Sudah Bertahun-tahun Jalani Cuci Darah

Kamaruddin Simanjuntak Meninggal Dunia, Sudah Bertahun-tahun Jalani Cuci Darah

News | Senin, 19 Oktober 2026 | 10:36 WIB

Kamaruddin Simanjuntak Pengacara Brigadir J Meninggal Dunia di RS Pelni

Kamaruddin Simanjuntak Pengacara Brigadir J Meninggal Dunia di RS Pelni

News | Senin, 19 Oktober 2026 | 10:09 WIB

Sesuai Kekhawatiran Awal, Ini Alasan Koalisi Sipil Minta Prabowo Batalkan Pelantikan Kepala BRAN?

Sesuai Kekhawatiran Awal, Ini Alasan Koalisi Sipil Minta Prabowo Batalkan Pelantikan Kepala BRAN?

News | Minggu, 04 Oktober 2026 | 13:09 WIB

Jabat Kepala BRAN, Dedi Prasetyo Berharap Polri Bisa Lebih Baik di Kepemimpinan Suyudi

Jabat Kepala BRAN, Dedi Prasetyo Berharap Polri Bisa Lebih Baik di Kepemimpinan Suyudi

News | Kamis, 01 Oktober 2026 | 20:19 WIB

Lepas Jabatan Kapolri, Listyo Sigit Terima Bintang Mahaputera Adipurna dari Prabowo

Lepas Jabatan Kapolri, Listyo Sigit Terima Bintang Mahaputera Adipurna dari Prabowo

News | Kamis, 01 Oktober 2026 | 17:14 WIB

Pernah Jadi Kapolda hingga Wakapolri! Rekam Jejak Dedi Prasetyo yang Dipercaya Prabowo Pimpin BRAN

Pernah Jadi Kapolda hingga Wakapolri! Rekam Jejak Dedi Prasetyo yang Dipercaya Prabowo Pimpin BRAN

News | Kamis, 01 Oktober 2026 | 15:23 WIB

Kenapa Cuma Nama Ferdy Sambo? Rieke Diah Pitaloka Protes Pemaparan Ditjen PAS di DPR

Kenapa Cuma Nama Ferdy Sambo? Rieke Diah Pitaloka Protes Pemaparan Ditjen PAS di DPR

Video | Selasa, 29 September 2026 | 14:00 WIB

Profil 2 Napi yang Nikmati Fasilitas Mewah Lapas Cibinong, Nama Ferdy Sambo Terseret

Profil 2 Napi yang Nikmati Fasilitas Mewah Lapas Cibinong, Nama Ferdy Sambo Terseret

News | Selasa, 29 September 2026 | 09:40 WIB

Skenario Sang Jenderal: Runtuhnya Tembok Kebohongan Ferdy Sambo

Skenario Sang Jenderal: Runtuhnya Tembok Kebohongan Ferdy Sambo

Your Say | Selasa, 29 September 2026 | 18:30 WIB

Pengacara Ferdy Sambo Buka Suara soal Kabar 'Rumah Khusus' Lapas Cibinong

Pengacara Ferdy Sambo Buka Suara soal Kabar 'Rumah Khusus' Lapas Cibinong

Video | Senin, 28 September 2026 | 17:22 WIB

Terkini

Inovasi Fashion Ramah Lingkungan: Botol Plastik Bekas Bisa Disulap Jadi Pakaian Olahraga

Inovasi Fashion Ramah Lingkungan: Botol Plastik Bekas Bisa Disulap Jadi Pakaian Olahraga

Lifestyle | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 23:01 WIB

Dewa United Bukan Lawan Biasa, Shin Tae-yong Minta Persija Hati-hati

Dewa United Bukan Lawan Biasa, Shin Tae-yong Minta Persija Hati-hati

Bola | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 22:54 WIB

Kapolresta Bogor Kota Minta Maaf atas Insiden Intimidasi Videografer

Kapolresta Bogor Kota Minta Maaf atas Insiden Intimidasi Videografer

Jabar | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 22:50 WIB

IVES 2026 Soroti EEC, Pengukuran Dampak Ekonomi Industri Event

IVES 2026 Soroti EEC, Pengukuran Dampak Ekonomi Industri Event

Jakarta | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 22:47 WIB

Sudah Tunjukkan ID Card Tapi Tetap Diamankan, Jurnalis di Bogor Sempat Diminta Hapus Video

Sudah Tunjukkan ID Card Tapi Tetap Diamankan, Jurnalis di Bogor Sempat Diminta Hapus Video

Bogor | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 22:43 WIB

Kasus Polisi Diduga Bunuh Ibu Kandung di Siak, Riwayat Skizofrenia Terungkap, Kompolnas Turun Tangan

Kasus Polisi Diduga Bunuh Ibu Kandung di Siak, Riwayat Skizofrenia Terungkap, Kompolnas Turun Tangan

Sumsel | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 22:31 WIB

Bahlil Curiga LNG Indonesia ke Singapura Dijual Lagi, Ada Apa?

Bahlil Curiga LNG Indonesia ke Singapura Dijual Lagi, Ada Apa?

Video | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 22:15 WIB

Pendapatan Barito Pacific Melonjak 56%, Laba Bersih Tembus US$616 Juta

Pendapatan Barito Pacific Melonjak 56%, Laba Bersih Tembus US$616 Juta

Bisnis | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 22:09 WIB

Floral, Fruity, atau Woody? Kenali Karakter Aroma Sebelum Memilih Parfum

Floral, Fruity, atau Woody? Kenali Karakter Aroma Sebelum Memilih Parfum

Lifestyle | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 22:08 WIB

Cegah Balap Liar! JLNT Antasari Ditutup Tiap Akhir Pekan Mulai 14 November

Cegah Balap Liar! JLNT Antasari Ditutup Tiap Akhir Pekan Mulai 14 November

News | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 21:59 WIB

×