China Larang Impor Ribuan Produk dari Taiwan, Tapi Ada Satu yang Bisa Masuk

Siswanto, ABC

Sabtu, 13 Agustus 2022 | 14:53 WIB
China Larang Impor Ribuan Produk dari Taiwan, Tapi Ada Satu yang Bisa Masuk
Ilustrasi China. [Javier Quiroga/Unsplash]

Suara.com - Dikenal dengan nama Kuai Kuai, keripik jagung dengan rasa kelapa menjadi kudapan yanpopular di China selama bertahun--tahun.

Tapi sekarang kripik jagung ini masuk dalam daftar lebih dari 2.000 produk asal Taiwan yang dilarang dijual di China setelahkunjungan Ketua DPR Amerika Serikat Nancy Pelosi ke Taipei minggu lalu.

Produk lain yang dilarang termasuk permen, minuman ringan, kue nanas, kecap, mie instan, kumbucha, berbagai jenis kue kering, ikan beku dan buah seperti jeruk.

Kantor berita TaiwanCentral News Agency mengatakan daftar larangan itu mencakup 75 persen dari ekspor makanan Taiwan ke China.

Namun ada produk lain dari Taiwan yang tidak dilarang oleh Beijing yaitu 'microchip' untukkomputer.

'Tindakan simbolis'

Bukanlah yang pertama kali Chinamenerapkansanksi ekonomi terhadap Taiwan.

Bulan Maret 2021, China menghentikan impornanas dari Taiwan karena adanya "organisme yang berbahaya", yang dianggap bisa membahayakan pertanian China.

Enam bulan kemudian, China juga menghentikan impor gula dan buah apel yang sudah dilapisi dengan lilin dengan alasan sama.

Tapi alasan resmi mengenai larangan terbaru ini berbeda-beda.

baca juga

Di saat media milik Pemerintah di China melaporkan ini adalah "tindakan balasan"menyusul kunjungan Pelosi, awal pekan kemarin Departemen Perekonomian Taiwan mengatakan beberapa produk yang resmi dilarang disebabkan karena tulisan dilabelnya tidak menulisbuatan"Taiwan, China".

Pihak pabean China mengatakan paket kiriman ikan setelah dites "ternyata positif mengandung COVID-19" dan buah yang dilarang masuk karena mengandung bahan kimia dan obat-obatan yang tinggi.

China belum menjelaskan mengapa keripik jagung Kuai Kuai dilarang.

Juru bicara sebuah perusahaan makanan di Taiwan mengatakan kepada ABC jika mereka terkejut ketika Chinamelarang enam produk mereka termasuk roti, permen dan kue kering.

Juru bicara perusahaan tersebut meminta agarnama perusahaannya tidak disebut.

"

"Satu-satunya penjelasan yang kami terima adalah bahwa kami tidak memberikan dokumen yang diperlukan," kata juru bicara tersebut.

"

Dia mengatakan mereka masih belum tahu dokumen apa yang harus mereka lengkapi.

Professor Elliot Fan, ekonom dari National Taiwan University mengatakan sanksi terbaru ini tidak akan berdampak besar terhadap perekonomian Taiwan.

"Di titik ini, hukuman dari China tampaknya seperti tindakan simbolis," kataProfessor Fan.

"Barang-barang yang dilarang itu hanya sekitar 1 persen dari total ekspor Taiwan ke China."

Professor Fan mengatakan jumlah ekspor Taiwan ke China "sangat besar" an 30 persen di antaranya adalah produk semikonduktor, hal yang tidak disebut-sebut oleh Beijing.

Teknologi tinggi Taiwan sangat bernilai

Beberapa pihak mempertanyakan mengapa China menerapkan larangan terhadap sektor pertanian dan makanan Taiwan, tapi mereka tidak mengambil tindakan apapun pada industri yang penting di Taiwan.

Khususnya pembuat 'microchip' komputer, yang jadi terbesar di Taiwan dan bahkandi, yakni Semiconductor Manufacturing Company (TSMC).

Perusahaan ini juga satu-satunya yangdikunjungi Nancy Pelosi ketika berkunjung ke Taiwan.

Warga Taiwan mulai menyebut TSMC sebagai "gunung yang sakral" karena perusahaan itu melindungi keamanan dan perekonomian pulau tersebut.

Dengan nilai pasar sebesar AS$541 miliar, TSMC adalah perusahaan nomor 10 paling besar di dunia danpemasok utama bagi perusahaan teknologi raksasa dunia, sepertiApple, Intel, danAdvanced Micro Devices (AMD).

Menurut perusahaan pengumpul data pasar Taiwan TrendForce, TSMC mendominasi pasar semi konduktor, dengan menguasai 53,6 persen penjualan dunia di kuartal pertama tahun 2022.

Perusahaan teknologi 5G asal China, Huawei, adalah konsumen kedua terbesar TSMC sampai tahun 2020, ketika pemerintahanAS di bawah Donald Trump memerintahkan agar berhenti menerima permintaan dari Huawei yang mengandalkan peralatan pembuatan 'chip' dari Amerika Serikat.

Namun TSMC terus memasok berbagai produk ke perusahaan teknologi China lainnya termasukXiaomi, OPPO, Horizon Robotics, danBitmain.

Su Zih-Yun, peneliti di Institut Pertahanan Nasional dan Keamanan mengatakan China "bertindak realistis", dan tidak akan berani melakukan sanksi terhadap perusahaan yang penting bagi perekonomian China seperti TSMC.

"

"China sangat tergantung pada komponen elektronik Taiwan," katanya.

"

"Dalam persaingan Amerika Serikat dan China, TSMC adalah kunci."

"Itulah sebabnya mengapa Beijing hanya menjatuhkan hukuman terhadap industri seperti pertanian dan bahan makanan."

"Kompetisi antara keduanya sudah memasuki level micro, kompetisi mengenai microchip."

'Tidak seorang pun bisa menguasai TSMC dengan paksa'

Selain melakukan sanksi ekonomi, Chinajuga melakukan serangkaian latihan militer di sekitar Taiwan menanggapi kunjungan Nancy Pelosi,hal yang disebut Menteri Luar Negeri Taiwan, Jopseh Wu, sebagai persiapan untuk melakukan invasi.

China menyatakan dalam kebijakan pemerintahannya yang dikeluarkan hari Rabu bahwa "tidak akan meninggalkan penggunaan kekerasan" dan "akan terpaksa mengambil tindakan drastis", sebagai jawaban dari "provokasi elemen separatis atau kekuatan luar" bila mereka melewati "garis merah".

Sebagai tambahan, menurut kebijakan tersebut, perekonomian Taiwan akan mendapat manfaat dari jaringan pasokan yang lebih mulus dan "mendapatkan vitalitas lebih dalam pertumbuhan yang didasarkan pada inovasi" setelah menjadi bagian dari China daratan.

Jadi apa yang terjadi dengan TSMC bila China melakukan invasi?

Dr Su mengatakan penguasaan China atas Taiwan merusak reputasi TSMC untuk melakukan produksi dan membuat reputasinya menurun bagi pembeli di negara-negara Barat.

"

"Perlindungan data pribadi merupakan hal yang mendasar di negara-negara demokratis," katanya.

"

"Bila jaringan pasokan China terlibat, maka ada kemungkinan data pribadi bisa diakses oleh perusahaan yang berada di sisi China."

Mark Liu, Direktur Eksekutif TSMC mengatakan invasi China akan merusak perusahaananya.

Dia mengatakan kepada CNN awal bulan ini bahwa serangan militer atau langkah invasi China "akan membuat pabrik TSMC tidak bisa lagi beroperasi".

"Ini adalah fasilitas manufaktur yang begitu canggih, yang tergantung hubungan langsung dengan dunia luar, dengan Eropa, dengan Jepang, Amerika Serikat," katanya.

"Tidak seorang pun bisa menguasai TSMC dengan paksaan."

Artikel ini diproduksi oleh Sastra Wijaya dariABC News

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Brace Balsa Sekulic Bawa Persib Hajar Melbourne FC, Maung Bandung Sempurna di ACL Two

Brace Balsa Sekulic Bawa Persib Hajar Melbourne FC, Maung Bandung Sempurna di ACL Two

Bola | Rabu, 28 Oktober 2026 | 22:55 WIB

Dramatis! Timnas Indonesia Singkirkan Moldova 9-8, Garuda Muda Tembus 16 Besar Piala Dunia U-15

Dramatis! Timnas Indonesia Singkirkan Moldova 9-8, Garuda Muda Tembus 16 Besar Piala Dunia U-15

Bola | Rabu, 28 Oktober 2026 | 22:49 WIB

300 Warga Tangerang Ditargetkan Terima Pemeriksaan Mata Gratis dan Bantuan Kacamata

300 Warga Tangerang Ditargetkan Terima Pemeriksaan Mata Gratis dan Bantuan Kacamata

News | Rabu, 28 Oktober 2026 | 06:00 WIB

Demo di Jogja Ricuh: Gerbang DPRD DIY Didobrak, Wisatawan Malioboro Kocar-kacir

Demo di Jogja Ricuh: Gerbang DPRD DIY Didobrak, Wisatawan Malioboro Kocar-kacir

Video | Rabu, 28 Oktober 2026 | 22:25 WIB

Ribuan Massa Gelar Aksi Indonesia Sadar di Bundaran HI, Ini 5 Tuntutannya

Ribuan Massa Gelar Aksi Indonesia Sadar di Bundaran HI, Ini 5 Tuntutannya

Video | Rabu, 28 Oktober 2026 | 20:05 WIB

Bikin Konten hingga Layani Pelanggan, UMKM Masa Kini Mulai Manfaatkan AI

Bikin Konten hingga Layani Pelanggan, UMKM Masa Kini Mulai Manfaatkan AI

Lifestyle | Rabu, 28 Oktober 2026 | 22:05 WIB

Gerebek Kampung Berlan Matraman, Tim Gabungan Ciduk 8 Orang dan Sita Sabu hingga Ketamin

Gerebek Kampung Berlan Matraman, Tim Gabungan Ciduk 8 Orang dan Sita Sabu hingga Ketamin

News | Rabu, 28 Oktober 2026 | 22:04 WIB

Jadi Man of the Match Persija vs Persik, Denis Kolinger Tak Mau Tinggi Hati

Jadi Man of the Match Persija vs Persik, Denis Kolinger Tak Mau Tinggi Hati

Bola | Rabu, 28 Oktober 2026 | 21:58 WIB

Menpar Dorong Wisata Alam Tak Sekadar Jual Keindahan, tapi Juga Jaga Lingkungan

Menpar Dorong Wisata Alam Tak Sekadar Jual Keindahan, tapi Juga Jaga Lingkungan

Lifestyle | Rabu, 28 Oktober 2026 | 21:54 WIB

Bicara Watak Kekuasaan, Hasto Minta Negara Lindungi Rakyat Kecil dari Oligarki

Bicara Watak Kekuasaan, Hasto Minta Negara Lindungi Rakyat Kecil dari Oligarki

News | Rabu, 28 Oktober 2026 | 21:53 WIB

Terkini

Brace Balsa Sekulic Bawa Persib Hajar Melbourne FC, Maung Bandung Sempurna di ACL Two

Brace Balsa Sekulic Bawa Persib Hajar Melbourne FC, Maung Bandung Sempurna di ACL Two

Bola | Rabu, 28 Oktober 2026 | 22:55 WIB

Dramatis! Timnas Indonesia Singkirkan Moldova 9-8, Garuda Muda Tembus 16 Besar Piala Dunia U-15

Dramatis! Timnas Indonesia Singkirkan Moldova 9-8, Garuda Muda Tembus 16 Besar Piala Dunia U-15

Bola | Rabu, 28 Oktober 2026 | 22:49 WIB

Demo di Jogja Ricuh: Gerbang DPRD DIY Didobrak, Wisatawan Malioboro Kocar-kacir

Demo di Jogja Ricuh: Gerbang DPRD DIY Didobrak, Wisatawan Malioboro Kocar-kacir

Video | Rabu, 28 Oktober 2026 | 22:25 WIB

Niat Liburan Berubah Mencekam: Cerita Keluarga Terjebak Demo Rusuh Malioboro hingga Dievakuasi

Niat Liburan Berubah Mencekam: Cerita Keluarga Terjebak Demo Rusuh Malioboro hingga Dievakuasi

Jogja | Rabu, 28 Oktober 2026 | 22:23 WIB

Bikin Konten hingga Layani Pelanggan, UMKM Masa Kini Mulai Manfaatkan AI

Bikin Konten hingga Layani Pelanggan, UMKM Masa Kini Mulai Manfaatkan AI

Lifestyle | Rabu, 28 Oktober 2026 | 22:05 WIB

Gerebek Kampung Berlan Matraman, Tim Gabungan Ciduk 8 Orang dan Sita Sabu hingga Ketamin

Gerebek Kampung Berlan Matraman, Tim Gabungan Ciduk 8 Orang dan Sita Sabu hingga Ketamin

News | Rabu, 28 Oktober 2026 | 22:04 WIB

Imigrasi Sumut Sapu Bersih Penghargaan di Bimtek PIMPASA 2026

Imigrasi Sumut Sapu Bersih Penghargaan di Bimtek PIMPASA 2026

Sumut | Rabu, 28 Oktober 2026 | 22:03 WIB

Jadi Man of the Match Persija vs Persik, Denis Kolinger Tak Mau Tinggi Hati

Jadi Man of the Match Persija vs Persik, Denis Kolinger Tak Mau Tinggi Hati

Bola | Rabu, 28 Oktober 2026 | 21:58 WIB

Menpar Dorong Wisata Alam Tak Sekadar Jual Keindahan, tapi Juga Jaga Lingkungan

Menpar Dorong Wisata Alam Tak Sekadar Jual Keindahan, tapi Juga Jaga Lingkungan

Lifestyle | Rabu, 28 Oktober 2026 | 21:54 WIB

Bicara Watak Kekuasaan, Hasto Minta Negara Lindungi Rakyat Kecil dari Oligarki

Bicara Watak Kekuasaan, Hasto Minta Negara Lindungi Rakyat Kecil dari Oligarki

News | Rabu, 28 Oktober 2026 | 21:53 WIB

×