Mengenal Sejarah Gerakan 30 September Tahun 1965 Tragedi Berdarah Indonesia

Aulia Hafisa

Selasa, 13 September 2022 | 10:51 WIB
Mengenal Sejarah Gerakan 30 September Tahun 1965 Tragedi Berdarah Indonesia
Cuplikan Film G30S/PKI - Sejarah Gerakan 30 September (YouTube)

Suara.com - Memasuki bulan September, tidak akan lepas dengan salah satu sejarah panjang bangsa Indonesia yaitu Gerakan 30 September PKI (G30S/PKI). Peristiwa itu memakan sejumlah korban dari kalangan jenderal TNI AD sehingga menyisakan duka yang mendalam. Untuk mengenang jasa para pahlawan, jangan lupakan sejarah gerakan 30 September

Peristiwa G30S PKI sendiri terjadi pada tahun 1965, atau 57 tahun silam. Tapatnya yaitu pada tengah malam tanggal 30 September atau masuk tanggal 1 Oktober 1965. Sebanyak enam perwira tinggi dan satu perwira menengah TNI Angkatan Darat dibunuh secara sadis dan kejam dalam peristiwa tersebut. 

Dapat dikatakan bahwa G30S/PKI atau Gerakan 30 September 1965 yang dilakukan Pratai Komunis Indonesia (PKI) merupakan suatu pengkhianatan paling besar yang terjadi pada bangsa Indonesia. Dalam tragedi berdarah ini melibatkan Pasukan Cakrabirawa serta Partai Komunis Indonesia atau PKI. 

Sejarah Gerakan 30 September 

Peristiwa Gerakan 30 September atau G30S PKI terjadi pada tahun 1965 yang dimotori oleh Dipa Nusantara Aidit atau dikenal dengab DN Aidit, pemimpin terakhir PKI. Di bawah kendali DN Aidit, pergerakan PKI sangatlah nyata, meskipun diperoleh lewat sistem parlementer. 

Ketua dari gerakan tersebut sangatlah gencar memberikan hasutan terhadap seluruh warga Indonesia agar memberikan dukungan kepada PKI. Mereka mengiming-iming bahwa bangsa Indonesia akan lebih maju dan sentosa jika di bawah kekuasaan PKI. 

Menurut beberapa pakar sejarah, D. N. Aidit sebagai tokoh utama dari gerakan PKI menjadi dalang utama dari adanya gerakan 30 September 1965 PKI ini. Dalam melakukan tindakan makarnya, gerakan ini berjalan atas satu komando yang dipimpin oleh Komandan Batalyon I Tjakrabirawa, yakni Letnan Kolonel Untung Syamsuri. 

Gerakan itu dimulai dari Kota Jakarta hingga Yogyakarta. Pada awalnya para komunis mengincar Perwira Tinggi dan Dewan Jenderal. Mereka bertujuan menculik serta membawa paksa para Jenderal dan juga Perwira menuju ke Lubang Buaya. 

Tiga dari enam orang yang merupakan target langsung dibunuh di kediamannya. Sementara tiga lainnya diculik dan dibawa menuju Lubang Buaya. Mereka dibunuh secara keji oleh pemberontak. 

baca juga

Keenam perwira tinggi yang menjadi korban dari G30S PKI ini antara lain yaitu Letnan Jenderal Anumerta Ahmad Yani, Mayor Jenderal Raden Soeprapto, Mayor Jenderal Siswondo Parman, Mayor Jenderal Mas Tirtodarmo Haryono, Brigadir Jenderal Donald Isaac Panjaitan dan Brigadir Jenderal Sutoyo Siswomiharjo. 

Sementara itu, Panglima TNI yaitu AH Nasution yang menjadi sasaran utama dari gerakan 30 Sepetember berhasil kabur dan menyelamatkan diri. Namun, putri dari AH Nasution, Ade Irma Nasution meninggal dunia akibat tertembak. Ia tewas bersama dengan ajudannya bernama Lettu Pierre Andreas Tendean yang diculik dan ditembak saat di Lubang Buaya. 

Keenam jenderal  dan juga Lettu Pierre Tendean yang menjadi korban kekejaman PKI, kini ditetapkan sebagai Pahlawan Revolusi. Setelah diresmikannya UU Nomor 20 tahun 2009, gelar itu saat ini sudah berubah menjadi Pahlawan Nasional. 

Tak hanya itu, terdapat beberapa orang lainnya yang menjadi korban dari peristiwa pembunuhan para komunis di Jakarta dan Yogyakarta. Antara lain yaitu Brigadir Polisi ketua Karel Satsuit Tubun, Kolonel Katamso Darmokusumo dan Letnan Kolonel Sugiyono Mangunwiyoto. 

Pada dasarnya, gerakan ini memiliki tujuan utama yaitu menggulingkan pemerintahan Presiden Soekarno. Selain itu, mereka juga menginginkan pemerintah Indonesia diubah menjadi pemerintahan komunis. Mereka juga ingin menyingkirkan TNI Angkatan Darat serta merebut kekuasaan pemerintahan. 

Pasca Terjadinya Gerakan 30 September 

Akibat peristiwa G30SPKI yang menorehkan luka mendalam bagi seluruh bangsa Indonesia, masyarakat menuntut pemerintahan Presiden Soekarno agar membubarkan PKI. Kemudian tuntutan itu dikabulkan, partai PKI yang dahulu menjadi kekuatan bagi Presiden Soekarno dalam aksi Ganyang Malaysia resmi dibubarkan. 

Tak sampai di situ, Soekarno juga memberikan perintah untuk pembersihan terhadap semua struktur pemerintahannya kepada Mayor Jenderal Soeharto, yang kemudian dikenal karena suratnya yaitu Surat Perintah 11 Maret 1966. 

Selain membubarkan dan menangkap anggota PKI, pemerintah juga menangkap anggota dari organisasi lain yang dianggap sebagai simpatisan PKI. Organisasi itu antara lain CGMI, Pemuda Rakyat, Lekra, Gerakan Wanita Indonesia, Barisan Tani Indonesia, dan lain sebagainya.  

Pada akhir tahun 1965, diperkirakan terdapat sekitar 500 ribu sampai satu juta pendukung PKI diduga menjadi korban pembunuhan. Sementara itu, ratusan ribu orang lainnya diasingkan di dalam kamp konsentrasi. 

Itulah tadi sejarah gerakan 30 Sepetember yang menjadi sejarah kelam bangsa Indonesia. Semoga bermanfaat! 

Kontributor : Putri Ayu Nanda Sari

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Gusdur Bicara Pembantaian PKI, Orang Gak Salah Ikut Dibunuh Tanpa Proses Peradilan

Gusdur Bicara Pembantaian PKI, Orang Gak Salah Ikut Dibunuh Tanpa Proses Peradilan

Purwokerto | Kamis, 08 September 2022 | 17:48 WIB

Siapa 7 Pahlawan Revolusi yang Diculik dan Dibunuh dalam G30SPKI?

Siapa 7 Pahlawan Revolusi yang Diculik dan Dibunuh dalam G30SPKI?

News | Kamis, 08 September 2022 | 14:10 WIB

Sejarah Hari Kesaktian Pancasila Diperingati Setiap 1 Oktober

Sejarah Hari Kesaktian Pancasila Diperingati Setiap 1 Oktober

News | Rabu, 07 September 2022 | 14:19 WIB

Terkini

Luluh Lantakkan Kota Caracas, Ini Besaran Dua Gempa yang Guncang Venezuela

Luluh Lantakkan Kota Caracas, Ini Besaran Dua Gempa yang Guncang Venezuela

News | Kamis, 25 Juni 2026 | 09:49 WIB

Gempa Bumi Venezuela, Banyak Gedung Runtuh di Caracas dan La Guaira

Gempa Bumi Venezuela, Banyak Gedung Runtuh di Caracas dan La Guaira

News | Kamis, 25 Juni 2026 | 09:31 WIB

Diduga Terima Suap Ruko dan Miliaran Rupiah, Eks Ketua Ombudsman Hery Susanto Jalani Sidang Perdana

Diduga Terima Suap Ruko dan Miliaran Rupiah, Eks Ketua Ombudsman Hery Susanto Jalani Sidang Perdana

News | Kamis, 25 Juni 2026 | 09:23 WIB

Venezuela Diguncang Gempa Bumi 'Raksasa' 7,2 SR, Korban Berjatuhan

Venezuela Diguncang Gempa Bumi 'Raksasa' 7,2 SR, Korban Berjatuhan

News | Kamis, 25 Juni 2026 | 09:06 WIB

Mendagri Hadiri Puncak PENAS XVII 2026, Dukung Penguatan Petani dan Nelayan di Gorontalo

Mendagri Hadiri Puncak PENAS XVII 2026, Dukung Penguatan Petani dan Nelayan di Gorontalo

News | Kamis, 25 Juni 2026 | 09:00 WIB

Mendagri Tegaskan Penguatan Program Bedah Rumah sebagai Bentuk Keberpihakan kepada Rakyat

Mendagri Tegaskan Penguatan Program Bedah Rumah sebagai Bentuk Keberpihakan kepada Rakyat

News | Kamis, 25 Juni 2026 | 08:54 WIB

6 Fakta Skandal BEM FH UBK Mengaku Dapat Uang 'Pelicin' dalam Demo Mahasiswa

6 Fakta Skandal BEM FH UBK Mengaku Dapat Uang 'Pelicin' dalam Demo Mahasiswa

News | Kamis, 25 Juni 2026 | 08:23 WIB

Gerindra Tepis Isu 'Mata-matai' Wapres Gibran: Yang Ada Adalah Perintah untuk...

Gerindra Tepis Isu 'Mata-matai' Wapres Gibran: Yang Ada Adalah Perintah untuk...

News | Kamis, 25 Juni 2026 | 07:51 WIB

Mencekam! Gempa Dahsyat M 7,1 Guncang Venezuela, Peringatan Berpotensi Tsunami Dikeluarkan

Mencekam! Gempa Dahsyat M 7,1 Guncang Venezuela, Peringatan Berpotensi Tsunami Dikeluarkan

News | Kamis, 25 Juni 2026 | 07:38 WIB

Prakiraan Cuaca Jakarta Hari Ini: Siap-siap Hujan di Wilayah Selatan dan Timur

Prakiraan Cuaca Jakarta Hari Ini: Siap-siap Hujan di Wilayah Selatan dan Timur

News | Kamis, 25 Juni 2026 | 07:19 WIB