Gusdur Bicara Pembantaian PKI, Orang Gak Salah Ikut Dibunuh Tanpa Proses Peradilan

Purwokerto | Suara.com

Kamis, 08 September 2022 | 17:48 WIB
Gusdur Bicara Pembantaian PKI, Orang Gak Salah Ikut Dibunuh Tanpa Proses Peradilan
Gusdur (suara.com)

PURWOKERTO.SUARA.COM, Pemikiran jenius Presiden Kelima KH.Abdurrahman Wahid jauh melampaui masyarakat di zamannya. Termasuk tokoh-tokoh politik di lingkaran kekuasannya. Tak ayal, gagasannya yang diimplementasikan menjadi kebijakan kerap memicu kontroversial. Meski belakangan, banyak yang kemudian sadar kebijakannya membawa dampak positif bagi kehidupan bangsa. 

Di antara kebijakannya yang kontroversial adalah pencabutan Ketetapan Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) no 25 tahun 1966 tentang Pelarangan Partai Komunis Indonesia (PKI). Itu membuatnya banyak dihujat, terutama oleh lawan politiknya. 

Padahal, jika ditelaah, apa yang dilakukan Gusdur tidak bertentangan dengan konstitusi.

Dalam sebuah wawancara dengan Andy f Noya, ia bahkan menyebut tidak ada yang perlu ditakuti dari PKI. Ini menjawab pertanyaan Andy F Noya tentang kekhawatiran sebagian masyarakat akan kebangkitan PKI. 

“Kenapa takut PKI, PKI saja ditakuti,”kata Gusdur kala itu

Gusdur menyampaikan alasan pencabutan TAP MPR itu karena bertentangan dengan UUD 1945. Kebijakannya tepat karena seirama dengan UUD 1945, yaitu melindungi segenap warga negara.  

Gusdur menyebut,  500 ribu orang dibunuh tanpa proses pengadilan di masa pembasmian PKI. Ini berawal dari anggapan PKI menjadi dalang kudeta pemerintahan Soekarno tahun 1965. Semua tokoh PKI dan pengikutnya diburu dan dibunuh. Termasuk, kata Gusdur, orang yang tidak bersalah pun ikut dibunuh. 

Harusnya,  setiap orang yang dituduh bersalah harus diproses hukum dan dibuktikan kesalahannya di pengadilan. Tidak dibunuh tanpa dibuktikan dulu apa kesalahannya. 

“Apa benar semua komunis salah dan harus dihukum mati. Butikan pengadilan, gak begitu saja terjadi,”ujarnya. 

Gusdur menilai masyarakat harus bisa membedakan antara ideologi dan institusi. Pemerintah boleh saja melarang PKI sebagai institusi. Namun pelarangan terhadap ideologi atau pemikiran adalah hal yang sia-sia. 

Ia menilai, masyarakat yang tidak mengerti Das Kapital menganggapnya seolah setan besar. Apalagi bagi mereka yang tidak pernah membaca atau berurusan dengan buku. Padahal, Das Kapital (buku ekonomi politik karya Karl Marx) tak ubahnya buku-buku lain.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Fitur Canggih iPhone 14, Dari Cegah Kekerasan Seksual Hingga Bantuan Kecelakaan

Fitur Canggih iPhone 14, Dari Cegah Kekerasan Seksual Hingga Bantuan Kecelakaan

| Kamis, 08 September 2022 | 15:53 WIB

Kapolri pun Kena Prank Ferdy Sambo

Kapolri pun Kena Prank Ferdy Sambo

| Kamis, 08 September 2022 | 14:48 WIB

Kronologi Penangkapan Sindikat Penimbun BBM Bersubsidi di Banyumas, Ribuan Liter Solar Disita

Kronologi Penangkapan Sindikat Penimbun BBM Bersubsidi di Banyumas, Ribuan Liter Solar Disita

| Kamis, 08 September 2022 | 14:29 WIB

Terkini

Tinjau Kecelakaan Kereta di Stasiun Bekasi Timur, Anggota DPR Sudjatmiko: Situasi Sangat Mencekam

Tinjau Kecelakaan Kereta di Stasiun Bekasi Timur, Anggota DPR Sudjatmiko: Situasi Sangat Mencekam

News | Selasa, 28 April 2026 | 00:21 WIB

Tragedi di Stasiun Bekasi Timur: 3 Penumpang KRL Tewas dan 38 Korban Luka-luka Dilarikan ke 4 RS

Tragedi di Stasiun Bekasi Timur: 3 Penumpang KRL Tewas dan 38 Korban Luka-luka Dilarikan ke 4 RS

News | Selasa, 28 April 2026 | 00:01 WIB

Bank Sumsel Babel Kian Agresif Perluas Akses Keuangan bagi Masyarakat Daerah

Bank Sumsel Babel Kian Agresif Perluas Akses Keuangan bagi Masyarakat Daerah

Sumsel | Senin, 27 April 2026 | 23:57 WIB

Tabrakan Kereta Bekasi Timur: 29 Korban Dievakuasi, 6-7 Orang Masih Terjepit

Tabrakan Kereta Bekasi Timur: 29 Korban Dievakuasi, 6-7 Orang Masih Terjepit

News | Senin, 27 April 2026 | 23:52 WIB

Cek Fakta: Benarkah Megawati Sebut Guru Honorer Sampah Negara? Ini Fakta Sebenarnya

Cek Fakta: Benarkah Megawati Sebut Guru Honorer Sampah Negara? Ini Fakta Sebenarnya

Jakarta | Senin, 27 April 2026 | 23:50 WIB

Kesaksian Korban Selamat: Lokomotif Argo Bromo Tembus Gerbong Belakang CommuterLine di Bekasi

Kesaksian Korban Selamat: Lokomotif Argo Bromo Tembus Gerbong Belakang CommuterLine di Bekasi

Jabar | Senin, 27 April 2026 | 23:46 WIB

Detik-detik KRL Ditabrak Kereta Jarak Jauh di Bekasi Timur, Penumpang: Kami Langsung Dievakuasi

Detik-detik KRL Ditabrak Kereta Jarak Jauh di Bekasi Timur, Penumpang: Kami Langsung Dievakuasi

Jabar | Senin, 27 April 2026 | 23:40 WIB

6 Fakta Tabrakan KRL dan KA Argo Bromo Anggrek di Bekasi Timur, Gerbong Rusak Parah

6 Fakta Tabrakan KRL dan KA Argo Bromo Anggrek di Bekasi Timur, Gerbong Rusak Parah

Jakarta | Senin, 27 April 2026 | 23:34 WIB

KAI Daop 1 Jakarta: Dua Korban Tabrakan Kereta Bekasi Timur Meninggal Dunia

KAI Daop 1 Jakarta: Dua Korban Tabrakan Kereta Bekasi Timur Meninggal Dunia

News | Senin, 27 April 2026 | 23:33 WIB

Awal Mula Tabrakan Maut KRL vs KA Jarak Jauh di Bekasi: Dipicu Mobil Mogok di Perlintasan

Awal Mula Tabrakan Maut KRL vs KA Jarak Jauh di Bekasi: Dipicu Mobil Mogok di Perlintasan

Jabar | Senin, 27 April 2026 | 23:31 WIB