Diungkap Keluarga, Ini Keinginan Besar Albar Mahdi Sebelum Meninggal Akibat Penganiayaan di Gontor

Dany Garjito, Elvariza Opita

Rabu, 14 September 2022 | 12:43 WIB
Diungkap Keluarga, Ini Keinginan Besar Albar Mahdi Sebelum Meninggal Akibat Penganiayaan di Gontor
Ibu santri Ponpes Gontor Albar Mahdi, Soimah. [Instagram]

Suara.com - Kasus meninggalnya santri di Pondok Pesantren Gontor turut menjadi perhatian publik. Pengacara kondang Hotman Paris Hutapea bahkan ikut turun tangan untuk mengusut kasus yang diduga melibatkan dua santri senior ini.

Sosok korban, Albar Mahdi pun ikut dikulik warganet, termasuk soal keinginan besar almarhum sebelum berpulang. Hal ini seperti disampaikan oleh ibu Albar, Soimah, melalui akun Instagram-nya @soimah_didi.

Dikutip dari caption-nya, Soimah mengungkap sang anak sempat berceloteh semasa masih menempuh pendidikan di Gontor. Rupanya mendiang Albar kerap menyinggung sistem di pondok pesantren yang ingin sekali ia perbaiki di masa depan.

"Saya sebagai ibu dari Albar Mahdi tetap terus akan melanjutkan perjuangan anak saya," kata Soimah, dikutip Suara.com pada Rabu (14/9/2022).

"Karena sebelum anak saya meninggal, almarhum selalu berceloteh kepada saya yang ingin memperbaiki sistim ponpes," sambungnya.

Namun saat itu Soimah tidak terlalu memahami apa yang diinginkan putranya. Nahas, berpulangnya sang putra lah yang pada akhirnya membuat Soimah memahami celotehan Albar.

"Rupanya dengan meninggalnya almarhum baru saya bisa mengerti maksud celotehan tersebut adalah untuk memperbaiki sistem agar tidak terjadi tindakan kekerasan di lembaga pendidikan mana pun dan pengalihan pengasuhan dan pengawasan kepada senioritas," terang Soimah.

Meski berat, Soimah menilai perjuangannya memperoleh keadilan untuk Albar adalah jalan yang disediakan untuk sang putra mengubah senioritas di pondok pesantren, persis seperti apa yang diinginkan almarhum.

"Tidak saya tanya bagaimana caranya. Tetapi dengan setelah meninggalnya anak saya, baru saya bisa menangkap celoteh itu," ujar Soimah.

baca juga

"Dengan inilah dia ingin memperbaiki atau merubah sistem yang ada di pondok agar tidak ada lagi tindak kekerasan di pondok maupun di lembaga pendidikan manapun," sambungnya.

Soimah Memastikan Langkah Hukum atas Albar Mahdi Tetap Berlanjut

Ibu Albar Mahdi ini tetap mengapresiasi kedatangan Pimpinan Gontor untuk bertakziah bersama keluarga besar ke makam almarhum.

Meski begitu, Soimah menekankan bahwa proses hukum terhadap kematian anaknya akan terus berlanjut. Apalagi karena jenazah anaknya harus diautopsi untuk membuka fakta di balik meninggalnya Albar, yang diakui Soimah sebagai keputusan terberat.

"Karena itu saya tidak ingin permasalahan ini berhenti di sini saja. Agar semua pihak-pihak yang terkait dengan meninggalnya anak saya itu bisa diproses secara hukum," tegas Soimah.

"Begitupun kepada pihak-pihak yang terlibat yang mencoba menghilangkan bukti-bukti, menutup-nutupi atas peristiwa penganiayaan terhadap anak saya," imbuh Soimah lewat keterangan di caption postingannya.

Salah Satu Tersangka Masih di Bawah Umur

Tersangka penganiayaan santri Ponpes Gontor. [Beritajatim.com]
Tersangka penganiayaan santri Ponpes Gontor. [Beritajatim.com]

Sejauh ini telah ditetapkan 2 tersangka atas kasus meninggalnya Albar Mahdi, yakni MFA (18) dan IH (17). Keduanya merupakan mantan santri Gontor yang juga langsung dikeluarkan setelah menyebabkan Albar meninggal dunia.

"Satu tersangka ini masih di bawah umur (17 tahun)," ungkap Kapolres Ponorogo, AKBP Catur Cahyono Wibowo. "Penganiayaan terjadi pada Senin, 22 Agustus, atau tepat tiga hari setelah kegiatan Perkajum atau Perkemahan Kamis Jumat."

MFA dan IH merupakan kakak kelas Albar di Gontor. Kala itu keduanya memanggil korban bersama sejumlah temannya untuk menanyai perihal kerusakan dan hilangnya barang inventaris pondok.

MFA dan IH lalu melakukan pemukulan terhadap Albar dengan dalih memberi hukuman. Namun pukulan dan tendangan fatal ke dada menyebabkan Albar meninggal dunia setelah sempat dilarikan ke rumah sakit.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Hina Keturunan Kyai Pondok Pesantren Lirboyo Ning Imaz dengan Kata Kasar, Eko Kuntadhi Langsung Minta Maaf

Hina Keturunan Kyai Pondok Pesantren Lirboyo Ning Imaz dengan Kata Kasar, Eko Kuntadhi Langsung Minta Maaf

Bogor | Rabu, 14 September 2022 | 10:01 WIB

Tersangka Tewasnya Santri Gontor Ternyata Masih di Bawah Umur

Tersangka Tewasnya Santri Gontor Ternyata Masih di Bawah Umur

Selebtek | Rabu, 14 September 2022 | 09:25 WIB

KPAI Minta Pondok Pesantren Gontor Juga Harus Ikut Bertanggungjawab Pada Korban Luka-luka

KPAI Minta Pondok Pesantren Gontor Juga Harus Ikut Bertanggungjawab Pada Korban Luka-luka

Jatim | Rabu, 14 September 2022 | 08:23 WIB

Tetapkan Dua Eks Santri di Ponpes Gontor sebagai Tersangka, Polisi Sebut Motifnya karena Barang Hilang

Tetapkan Dua Eks Santri di Ponpes Gontor sebagai Tersangka, Polisi Sebut Motifnya karena Barang Hilang

Jogja | Selasa, 13 September 2022 | 15:06 WIB

Satgas Khusus Dibentuk Buntut Kasus Kekerasan Santri di Ponpes Gontor, Ini Tugasnya

Satgas Khusus Dibentuk Buntut Kasus Kekerasan Santri di Ponpes Gontor, Ini Tugasnya

Denpasar | Selasa, 13 September 2022 | 11:17 WIB

Terkini

Kabut Asap Karhutla Tekan Ekonomi Palembang, 7 Hotel Laporkan Penurunan Tingkat Hunian

Kabut Asap Karhutla Tekan Ekonomi Palembang, 7 Hotel Laporkan Penurunan Tingkat Hunian

Sumsel | Jum'at, 16 Oktober 2026 | 22:56 WIB

Tangis Haru Heri Latif, 1,5 Tahun Cari Nafkah Pakai Pick-up Box Berbuah Hadiah Umrah Gratis

Tangis Haru Heri Latif, 1,5 Tahun Cari Nafkah Pakai Pick-up Box Berbuah Hadiah Umrah Gratis

Lifestyle | Jum'at, 16 Oktober 2026 | 22:54 WIB

Bukan Sekadar Tanam Mangrove: Strategi Baru Ubah Pesisir Malang Jadi Mesin Uang Warga

Bukan Sekadar Tanam Mangrove: Strategi Baru Ubah Pesisir Malang Jadi Mesin Uang Warga

Malang | Jum'at, 16 Oktober 2026 | 22:49 WIB

KPK Bongkar Dugaan Setoran Upah Pungut ke Bupati Klaten Rp280 Juta

KPK Bongkar Dugaan Setoran Upah Pungut ke Bupati Klaten Rp280 Juta

News | Jum'at, 16 Oktober 2026 | 22:24 WIB

Sinopsis Film Pirunduk, Saat Aulia Sarah Terjerat Ilmu Hitam demi Menaklukkan Suami

Sinopsis Film Pirunduk, Saat Aulia Sarah Terjerat Ilmu Hitam demi Menaklukkan Suami

Entertainment | Jum'at, 16 Oktober 2026 | 22:04 WIB

Pertalite Makin Menipis! Bahlil Ungkap Stok BBM Subsidi Tinggal 16-18 Hari

Pertalite Makin Menipis! Bahlil Ungkap Stok BBM Subsidi Tinggal 16-18 Hari

Video | Jum'at, 16 Oktober 2026 | 22:00 WIB

KPK Ungkap Bupati Klaten Diduga Terima Fee Proyek Rp2,14 Miliar, Uangnya untuk Bayar Utang Pilkada

KPK Ungkap Bupati Klaten Diduga Terima Fee Proyek Rp2,14 Miliar, Uangnya untuk Bayar Utang Pilkada

News | Jum'at, 16 Oktober 2026 | 21:51 WIB

66 Daerah Belum Punya RS Tipe C, Pasien Kanker Berisiko Harus Berobat Jauh

66 Daerah Belum Punya RS Tipe C, Pasien Kanker Berisiko Harus Berobat Jauh

Jogja | Jum'at, 16 Oktober 2026 | 21:48 WIB

OTT Muara Enim Bikin Suap Rp400 Juta Bupati Klaten Tertunda, Temuan Audit Tetap Dihapus

OTT Muara Enim Bikin Suap Rp400 Juta Bupati Klaten Tertunda, Temuan Audit Tetap Dihapus

News | Jum'at, 16 Oktober 2026 | 21:44 WIB

Perubahan Iklim Ancam Kehidupan, Generasi Muda Punya Peran Besar Selamatkan Masa Depan

Perubahan Iklim Ancam Kehidupan, Generasi Muda Punya Peran Besar Selamatkan Masa Depan

Lifestyle | Jum'at, 16 Oktober 2026 | 21:18 WIB

×