Demo Tolak Kenaikan BBM di Jakarta Memanas! Sejumlah Mahasiswa Berdarah-darah hingga Ditangkap Polisi

Agung Sandy Lesmana

Kamis, 15 September 2022 | 16:32 WIB
Demo Tolak Kenaikan BBM di Jakarta Memanas! Sejumlah Mahasiswa Berdarah-darah hingga Ditangkap Polisi
Demo Tolak Kenaikan BBM di Jakarta Memanas! Sejumlah Mahasiswa Berdarah-darah hingga Ditangkap Polisi. (Suara.com/Faqih)

Suara.com - Aksi lanjutan massa BEM SI yang menolak kenaikan BBM di Jakarta, sore ini makin memanas. Bahkan, sejumlah mahasiswa disebut mengalami luka-luka akibat adu dorong dengan aparat kepolisian di kawasan Patung Kuda, Jakarta Pusat.

Adu dorong terjadi karena massa pendemo ngotot merangsek menuju Istana Negara. Imbas dari aksi yang berujung ricuh itu, dua orang demonstran dikabarkan telah ditangkap polisi.

Sebelum terlibat adu dorong, massa BEM SI memporak-porandakan barrier beton hingga kawat berduri yang dipasang oleh aparat mengantisipasi massa masuk ke kawasan Istana. Imbasnya, massa berhadapan langsung dengan barikade polisi.

Terkait adanya aksi penangkapan itu, mahasiswa yang berorasi di atas mobil komando mendesak agar polisi melepaskan teman-teman mereka.

"Teman-teman, ternyata ada anggota teman kita yang terluka hingga keluar berdarah, dan ada 2 orang teman kita yang ditangkap oleh pihak kepolisian," pekik orator di atas mobil komando.

Mahasisa Berjatuhan

Terpantau Suara.com, baku dorong mahasiswa dengan polisi terjadi sekira 5 menit. Usai beradu dorong, mahasiswa pun kembali membentuk border pertahanan dengan berpegangan tangan menghindari penyusup dari luar kedalam barisan mereka.

"Ayo rekan-rekan bentuk kembali border kalian," ungkapnya.

baca juga

Dengan nada lantang mereka mengecam tindakan kepolisian. Mereka menganggap petugas tidak sepatutnya berbyat hal demikian, lantaran kedatangannya kemari hanya untuk menyampaikan aspirasinya dengan bertemu Presiden Joko Widodo.

Mahasiswa dari BEM SI berada di depan barikade kawat saat aksi tolak BBM naik di Patung Kuda Arjuna Wiwaha, Jakarta Pusat pada Kamis (15/9/2022). [Suara.com/Faqih]
Mahasiswa dari BEM SI berada di depan barikade kawat saat aksi tolak BBM naik di Patung Kuda Arjuna Wiwaha, Jakarta Pusat pada Kamis (15/9/2022). [Suara.com/Faqih]

"Pak kami hanya ingin bertemu Jokowi untuk menyampaikan aspirasi," kata orator.

Imbas dari aksi dorong dengan aparat kepolisian, sejumlah mahasiswa berjatuhan. Sebelum terlibat adu dorong, massa mencoba menerobos barier beton dan kawat berduri yang melintang di Patung Kuda, Jalan Medan Merdeka Barat.

Pengamanan Berlapis

Aparat kepolisian melalukan antisipasi kericuhan menjelang aksi unjuk rasa menolak kenaikan harga BBM yang digelar oleh massa BEM SI di sekitar Patung Kuda Arjuna, Jakarta Pusat, hari ini.

Pantauan Suara.com, polisi memasang dua lapis kawat berduri dan tiga lapis beton separator. Sejumlah kendaraan taksis polisi juga tampak disiagakan di depan Gedung Sapta Pesona.

Sejumlah anggota polisi tampak sudah bersiaga di sekitar Patung Kuda Arjuna. Selain itu, ada pula water barrier yang disiagakan di lokasi untuk menghalau massa menerobos masuk ke arah Istana Negara.

Terpantau arus lalu lintas dari arah Jalan Medan Merdeka Barat menuju arah Jalan Medan Merdeka Selatan maupun Jalan Thamrin kini sudah ditutup.

Polisi pasang kawat berduri antisipasi aksi demonstrasi tolak BBM naik di sekitar Patung Kuda Jakpus, foto Rakha, Kamis (15/9/2022).
Polisi pasang kawat berduri antisipasi aksi demonstrasi tolak BBM naik di sekitar Patung Kuda Jakpus, foto Rakha, Kamis (15/9/2022).

Ultimatun Pemerintah

BEM SI mengultimatum pemerintah terkait rencana aksi tolak kenaikan BBM yang kembali digelar di Jakarta, hari ini. Aksi lanjutan ini merupakan bentuk ultimatum kepada pemerintah atas tidak diresponsnya aksi BEM SI sebelumnya pada tanggal 8 September 2022 lalu.

"Sayangnya presiden beserta pihak pemerintah tidak menemui massa aksi. BEM SI memberikan ultimatum kepada pemerintah. Maka dari itu untuk menindaklanjuti ultimatum tersebut, BEM SI kembali turun aksi," kata Koordinator Media BEM SI Luthfi Yufrizal dalam keterangannya.

Luthfi mengatakan aksi itu akan berlangsung pukul 11.00 WIB. Sebanyak 1.000 peserta akan ikut serta dalam aksi tersebut.

"1.000 massa (yang datang)," ujar dia.

Berikut tiga tuntutan yang akan disampaikan massa BEM SI:

  1. Menuntut dan mendesak pemerintah untuk mencabut keputusan terkait kenaikan BBM
  2. Menuntut dan mendesak pemerintah menunda proyek strategis nasional yang tidak berdampak langsung kepada masyarakat dan mengalihkan anggaran ke subsidi BBM
  3. Menuntut dan mendesak pemerintah untuk menerapkan regulasi pemakaian BBM bersubsidi secara tegas. (Sandi Mulyadi)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Ratusan Mahasiswa Robohkan Barier Beton dan Kawat Berduri di Dekat Istana

Ratusan Mahasiswa Robohkan Barier Beton dan Kawat Berduri di Dekat Istana

Video | Kamis, 15 September 2022 | 14:30 WIB

Ngotot Terobos Istana, Massa BEM SI Berjatuhan Terlibat Adu Dorong dengan Aparat: Kami Hanya Ingin Bertemu Jokowi!

Ngotot Terobos Istana, Massa BEM SI Berjatuhan Terlibat Adu Dorong dengan Aparat: Kami Hanya Ingin Bertemu Jokowi!

News | Kamis, 15 September 2022 | 16:07 WIB

Robohkan Kawat Berduri di Dekat Istana, Massa BEM SI Ledek Polisi: Panik, Ada yang Panik!

Robohkan Kawat Berduri di Dekat Istana, Massa BEM SI Ledek Polisi: Panik, Ada yang Panik!

News | Kamis, 15 September 2022 | 14:07 WIB

Ratusan Mahasiswa Demonstran Tolak BBM Naik, Datang Langsung Coba Terobos Barikade Kawat Berduri

Ratusan Mahasiswa Demonstran Tolak BBM Naik, Datang Langsung Coba Terobos Barikade Kawat Berduri

News | Kamis, 15 September 2022 | 13:57 WIB

Terkini

Satu Pelaku Curas di Bekasi Ditangkap, Polisi Dalami Keterkaitan dengan 12 Kasus Lain

Satu Pelaku Curas di Bekasi Ditangkap, Polisi Dalami Keterkaitan dengan 12 Kasus Lain

Jabar | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 23:16 WIB

Gandeng 43 Kampus Muhammadiyah, PERADI Profesional Perkuat Pendidikan dan Integritas Advokat

Gandeng 43 Kampus Muhammadiyah, PERADI Profesional Perkuat Pendidikan dan Integritas Advokat

Jogja | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 23:04 WIB

Jalan Ambles Banjarwangi-Singajaya Sepanjang 15 Meter, Polisi Pasang Garis Pengaman

Jalan Ambles Banjarwangi-Singajaya Sepanjang 15 Meter, Polisi Pasang Garis Pengaman

Jabar | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 22:59 WIB

Kemasan Bekas Jangan Langsung Dibuang, Mulai Biasakan Mengelolanya dengan Benar

Kemasan Bekas Jangan Langsung Dibuang, Mulai Biasakan Mengelolanya dengan Benar

Lifestyle | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 22:25 WIB

Dear Pemain Keturunan Indonesia di Jerman dan Spanyol, Siap-siap Dipanggil PSSI

Dear Pemain Keturunan Indonesia di Jerman dan Spanyol, Siap-siap Dipanggil PSSI

Bola | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 22:00 WIB

Tafsir Kerugian Negara Bikin Investor Waswas, Direksi BUMN Bisa Jadi Korban

Tafsir Kerugian Negara Bikin Investor Waswas, Direksi BUMN Bisa Jadi Korban

Bisnis | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 21:59 WIB

Tak Mau Turun Kasta, BEI Pede Indonesia Selamat dari Ancaman MSCI

Tak Mau Turun Kasta, BEI Pede Indonesia Selamat dari Ancaman MSCI

Bisnis | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 21:35 WIB

Ramai Dikritik Soal Acara Deklarasi Sumpah Pemuda, Raffi Ahmad Buka Suara

Ramai Dikritik Soal Acara Deklarasi Sumpah Pemuda, Raffi Ahmad Buka Suara

Video | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 21:30 WIB

In This Economy, Jadi Tentara Bayaran Rusia Diimingi Gaji Selangit Pulang Tinggal Nama

In This Economy, Jadi Tentara Bayaran Rusia Diimingi Gaji Selangit Pulang Tinggal Nama

News | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 21:00 WIB

Ketika Nonton Film Bareng Jadi Cara Baru Membangun Kedekatan di Dunia Kerja

Ketika Nonton Film Bareng Jadi Cara Baru Membangun Kedekatan di Dunia Kerja

Lifestyle | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 20:47 WIB

×