Kerja di Child Care Bisa Bantu Jadi Penduduk Tetap di Australia

Siswanto, ABC

Jum'at, 16 September 2022 | 08:36 WIB
Kerja di Child Care Bisa Bantu Jadi Penduduk Tetap di Australia
Ilustrasi warga Australia [(ANTARA/AAP Image/Mick Tsikas via Reuters/hp]

Suara.com - Salah satu pekerjaan yang bisa membuka jalan bagi mereka yang ingin mendapatkan status tinggal permanen di Australia adalah bekerja di 'child care' atau tempat perawatan untuk anak-anak di bawah lima tahun.

Seperti yang sedang diupayakan oleh Elizabeth Manullang yang berasal dari Medan, Sumatera Utara.

Ketika tiba di Sydney di tahun 2013, Elizabeth pertama kali bekerja di tempat pengasuhan anak-anak setelah mendapatkan diploma selama dua tahun.

Di Australia, mereka yang bekerja di 'child care' pada umumnya dibagi dalam dua kelompok, yaitu mereka yang sudah memiliki kualifikasi sertifikat 3 atau diploma dan mereka yang lulusan S1 untuk jurusan pra-sekolah.

"Setelah diploma itu saya sempat mencari pekerjaan namun tidak dapat," katanya kepada wartawan ABC Indonesia Sastra Wijaya.

"Kemudian saya melanjutkan lagi untuk menjadi guru pra-sekolah."

Setelah lulus mengantongi ijazah 'pre-primary school', ia bekerja penuh waktu di 'child care' selama setahun dan sekarang sudah mendapatkan sponsor penuh dari tempatnya bekerja, yang kemudian bisa digunakan untuk memenuhi syarat mendaftar penduduk tetap atau 'permanent residency' (PR).

Dalam daftar terbaru untuk tahun 2022 mengenai jenis pekerjaan yang baru saja diterbitkan oleh negara bagian New South Wales, guru pra-sekolah masuk dalam daftar pekerjaan yang masuk keterampilan yang dibutuhkan.

"Visa sponsor saya akan berakhir bulan November. Jadi sekarang saya sedang mengurus agar kualifikasi saya dinilai kembali, apakah sudah memenuhi syarat untuk menjadi PR," katanya.

baca juga

Elizabeth merasa optimistis akan mendapatkan status tersebut.

"Kalaupun nantinya dua tahun ini masih belum memenuhi syarat, tempat kerja saya sudah menjanjikan akan memberikan sponsor satu tahun lagi, sehingga bisa digunakan tahun berikutnya untuk mendaftar PR."

Salah satu pekerjaan yang dibutuhkan

Pekerjaan di bidang pengasuhan anak atau childcare ini sekarang termasuk salah satu lapangan kerja yang banyak dibutuhkan di Australia.

Tapi apa sebenarnya perbedaan antara pengasuh anak-anak dengan guru pra-sekolah?

Djayani Hartono, saat ini sedang bekerja di tempat pengasuhan anak di negara bagian Queensland, sambil juga belajar paruh waktu untuk menjadi guru pra-sekolah tersebut.

Menurutnya kedua jenis pekerjaan itu sebenarnya hampir sama.

"Pada dasarnya kita mengasuh anak-anak itu setiap hari sebagai tugas kita. Tetapi untuk anak-anak yang berusia tiga tahun ke atas ada program belajar yang akan dibuat oleh guru pra-sekolah sesuai dengan kurikulum di negara bagian masing-masing," kata Djayani.

Keterlibatan Djayani dengan pengasuhan dan pengajaran anak-anak berbeda dengan pekerjaan sebelumnya di bidang pertambangan.

Perempuan asal Yogyakarta ini mengatakan pada awalnya dia gamang untuk bekerja mengasuh balita namun sekarang dengan belajar menjadi guru pra-sekolah, dia menemukan banyak pengetahuan yang diharapkannya bisa diterapkan untuk membantu anak-anak di Australia.

"Dahulu saya takut sama anak-anak, takut bagaimana harus merawat bayi, tapi setelah kursus dan sekalian praktik, akhirnya saya sangat menikmati," katanya.

"Sekarang dalam pekerjaan saya, kita tidak hanya berpikir mengenai perkembangan anak dari sisi fisik saja, tapi juga perkembangan sosial."

"Jadi apa yang saya pelajari untuk menjadi guru bisa diterapkan ke anak-anak, terutama pada mereka yang memiliki masalah perilaku."

'Banyak yang berhenti karena kelelahan'

Industri tempat pengasuhan anak di Australia sudah berkembang pesat dalam 20 tahun terakhir. 

Pemerintah Australia memberikan subsidi kepada keluarga yang memenuhi syarat untuk bisa menitipkan anak-anak mereka, sehingga kedua orang tua bisa bekerja.

Pada awalnya, fungsi pengasuhan lebih ditekankan pada kesejahteraan fisik saja, namun belakangan anak-anak balita juga dipersiapkan secara pengetahuannya untuk memasuki sekolah dasar.

Julia Bladen asal Jakarta sudah bekerja selama 12 tahun terakhir di sebuah 'child care' di Queensland.

Sebelumnya, Julia pernah bekerja sebagai sekretaris di Indonesia, namun kemudian pindah ke Sydney dan menikah dengan warga Australia.

Setelah anaknya berusia 10 tahun, Julia memutuskan untuk bekerja paruh waktu menjadi asisten di 'child care' setelah mendapatkan Sertifikat 3, kualifikasi terendah untuk bisa bekerja di bidang ini.

Menurutnya, sekarang ini banyak tenaga kerja dibutuhkan untuk bekerja di bidang pengasuhan balita karena pekerja yang memutuskan untuk berhenti atau beralih ke pekerjaan lain.

"Banyak yang berhenti karena kelelahan disebabkan dalam beberapa tahun terakhir banyak peraturan tambahan, mereka harus menulis laporan, jadi sebagian memutuskan untuk keluar dan pindah ke tempat lain," katanya kepada ABC Indonesia.

Sebagian pekerja di bidang 'child care' juga mengeluhkan bayaran yang tidak sesuai dengan tanggung jawab dalam pekerjaan mereka.

7 September lalu, ribuan pekerja 'child care' di seluruh Australia menggelar aksi mogok dan unjuk rasa, menuntut sistem pembayaran yang lebih baik dan peningkatan kondisi kerja mereka.

Pemogokan selama sehari tersebut diperkirakan berdampak pada sekitar 70 ribu keluarga karena tidak dibukanya tempat pengasuhan anak-anak mereka.

Saat ini bayaran pekerja di 'child care' ada yang AU$5 lebih tinggi dari gaji minimum per jam di Australia yaitu $21,85, atau lebih dari Rp220.000.

Menurut Helen Gibbons, direktur pendidikan pra-sekolah dari Serikat Pekerja United Workers Union (UWU) tindakan pemogokan tersebut merupakan protes terbesar yang pernah terjadi di sektor tersebut di Australia.

Ada tiga tuntutan yang diajukan mereka menurut Helen Gibbons.

"Bayar kami sesuai dengan kepantasan yang harus diterima sehingga kami mau tetap bekerja di sektor ini," katanya.

"Kedua hargai pendidikan pra-sekolah sebagai hal yang sama pentingnya dengan pendidikan di sekolah".

"Dan ketiga, pentingkan anak-anak bukanya mencari keuntungan".

Beberapa pekerja 'child care' yang melakukan unjuk rasa juga mengatakan mereka kadang hanya dianggap sebagai pengasuh anak saja, bukannya tenaga kerja yang mendidik anak-anak.

Ada juga kesan pekerjaan di 'child care' dianggap "kurang bergensi", tapi Djayani tidak merasa malu bekerja di bidang ini.

"Saya kira semua pekerjaan itu baik saja, masing-masing orang memiliki bakat dan minat masing-masing, saya tidak memiliki perasaan rendah," katanya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Luke Vickery: 2024 Main di GBT Bela Australia, 2026 Cetak Assist di GBK Bersama Timnas Indonesia

Luke Vickery: 2024 Main di GBT Bela Australia, 2026 Cetak Assist di GBK Bersama Timnas Indonesia

Bola | Jum'at, 25 September 2026 | 20:54 WIB

Agen OpenAI Retas Situs Pemerintah, Bobol Data Kesehatan Publik Australia

Agen OpenAI Retas Situs Pemerintah, Bobol Data Kesehatan Publik Australia

News | Kamis, 24 September 2026 | 08:12 WIB

Warga Australia Habisi 2 Anak Kandung dengan Sadis di Bali, Lalu Bunuh Diri

Warga Australia Habisi 2 Anak Kandung dengan Sadis di Bali, Lalu Bunuh Diri

News | Selasa, 15 September 2026 | 16:16 WIB

Hubungan Seks di Halaman Rumah Warga! WNA Australia Dilarang ke Indonesia 10 Tahun

Hubungan Seks di Halaman Rumah Warga! WNA Australia Dilarang ke Indonesia 10 Tahun

News | Rabu, 09 September 2026 | 15:10 WIB

Warga Australia Diblokir Masuk Bali Selama 10 Tahun karena Kasus Asusila

Warga Australia Diblokir Masuk Bali Selama 10 Tahun karena Kasus Asusila

News | Rabu, 09 September 2026 | 14:29 WIB

Tampang Pria Australia Pembunuh Ibu Dua Orang Anak Asal Indonesia di Melbourne

Tampang Pria Australia Pembunuh Ibu Dua Orang Anak Asal Indonesia di Melbourne

News | Selasa, 08 September 2026 | 16:23 WIB

Australia Tersingkir, Kreator yang Nyinyir Timnas Indonesia U-20 Jadi Sasaran Netizen

Australia Tersingkir, Kreator yang Nyinyir Timnas Indonesia U-20 Jadi Sasaran Netizen

Bola | Selasa, 08 September 2026 | 14:57 WIB

Dibuat Malu Timnas Indonesia U-20, PSSI-nya Australia Ngamuk: Kami Di Bawah Standar

Dibuat Malu Timnas Indonesia U-20, PSSI-nya Australia Ngamuk: Kami Di Bawah Standar

Bola | Selasa, 08 September 2026 | 12:53 WIB

Anak Krakatau dan Lewotobi Erupsi, Pemerintah Australia Ungkap Bahaya Lain yang Mengintai Turis

Anak Krakatau dan Lewotobi Erupsi, Pemerintah Australia Ungkap Bahaya Lain yang Mengintai Turis

News | Senin, 07 September 2026 | 14:23 WIB

Sedang Berlangsung! Link Streaming Timnas Indonesia U-20 vs Australia: Garuda Muda Unggul 1-0

Sedang Berlangsung! Link Streaming Timnas Indonesia U-20 vs Australia: Garuda Muda Unggul 1-0

Bola | Minggu, 06 September 2026 | 17:02 WIB

Terkini

Ahli dari Relawan Gibran Laporkan Hakim Konstistusi ke MKMK Gegara Diusir dari Ruang Sidang

Ahli dari Relawan Gibran Laporkan Hakim Konstistusi ke MKMK Gegara Diusir dari Ruang Sidang

News | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 17:08 WIB

Kulakan Sabu di Makam Bangkalan, Pengedar Lintas Madura-Surabaya Diciduk

Kulakan Sabu di Makam Bangkalan, Pengedar Lintas Madura-Surabaya Diciduk

Jatim | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 17:08 WIB

Art Jakarta 2026 Hadirkan 75 Galeri, 33 di Antaranya dari Mancanegara

Art Jakarta 2026 Hadirkan 75 Galeri, 33 di Antaranya dari Mancanegara

Lifestyle | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 17:06 WIB

DPR Sentil Wamenhaj Dahnil Anzar Simanjuntak Terkait Wacana Audit Forensik Dana Haji

DPR Sentil Wamenhaj Dahnil Anzar Simanjuntak Terkait Wacana Audit Forensik Dana Haji

News | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 17:04 WIB

Nekat Terobos Rel Tanpa Palang, Mobil Dihantam KA di Lumajang: Pengemudi Lolos dari Maut

Nekat Terobos Rel Tanpa Palang, Mobil Dihantam KA di Lumajang: Pengemudi Lolos dari Maut

Jatim | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 17:00 WIB

Review Serial Ted Lasso Season 2: Kehangatan Komedi yang Menyentuh Jiwa

Review Serial Ted Lasso Season 2: Kehangatan Komedi yang Menyentuh Jiwa

Your Say | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 17:00 WIB

Pengamen Terobos Mikrotrans Kampung Melayu, Transjakarta Ingatkan Larangan Keras di Seluruh Armada

Pengamen Terobos Mikrotrans Kampung Melayu, Transjakarta Ingatkan Larangan Keras di Seluruh Armada

News | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 16:57 WIB

Kementerian ESDM Evaluasi Harga Pertamax Cs, Ada Peluang Naik di Oktober 2026

Kementerian ESDM Evaluasi Harga Pertamax Cs, Ada Peluang Naik di Oktober 2026

Bisnis | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 16:56 WIB

Secangkir Kopi Muhammadiyah dan Cerita Kehangatan Bersama Rudy Susmanto di Leuwiliang

Secangkir Kopi Muhammadiyah dan Cerita Kehangatan Bersama Rudy Susmanto di Leuwiliang

Jabar | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 16:53 WIB

Sasis Bawah Innova Reborn Dilas Plat Besi demi Sabu 27 Kg, Dua Kurir Terancam Hukuman Mati

Sasis Bawah Innova Reborn Dilas Plat Besi demi Sabu 27 Kg, Dua Kurir Terancam Hukuman Mati

Lampung | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 16:51 WIB

×