Pro Kontra Konversi Kompor Listrik: Gak Cocok Buat Masakan Indonesia?

Ruth Meliana Dwi Indriani

Jum'at, 23 September 2022 | 13:34 WIB
Pro Kontra Konversi Kompor Listrik: Gak Cocok Buat Masakan Indonesia?
ilustrasi memasak dengan kompor listrik [shutterstock]

Suara.com - Pemerintah melalui Kementerian ESDM mencanangkan wacana kebijakan untuk melakukan konversi kompor gas elpiji ke kompor induksi alias kompor listrik. Wacana tersebut juga akan diikuti dengan penarikan tabung gas di berbagai daerah seantero negeri.

Selain itu, kini pemerintah mulai mengalokasikan dana untuk membagikan paket kompor listrik gratis ke masyarakat.

Sontak, wacana tersebut mendulang pro dan kontra dari masyarakat. Bahkan, sosok penyanyi yang sekarang jadi anggota parlemen, Mulan Jameela turut angkat suara mengkritisi kebijakan tersebut.

Berikut pro kontra konversi kompor gas ke kompor listrik dari sejumlah pihak.

Pakar energi menilai konversi kompor gas ke kompor listrik adalah langkah yang tepat

Pakar Ekonomi Energi Universitas Gadjah Mada Fahmy Radi menilai wacana konversi ke kompor listrik adalah langkah yang tepat. Bagi Fahmy, biaya yang dikeluarkan untuk memasak menggunakan tenaga listrik lebih murah dibandingkan saat menggunakan gas elpiji.

"Saya kira kalau itu memungkinkan migrasi dari elpiji ke kompor listrik sangat tepat sekali karena (kompor) listrik biaya per unitnya sesungguhnya lebih murah dibandingkan dengan elpiji," ujar Fahmy seperti dilansir dari Antara, Rabu (22/6/2022).

Fahmy juga berkaca pada tingginya anggaran impor elpiji dari luar negeri serta subsidi yang diberikan pemerintah kerap tidak sesuai sasaran.

"Beban pertama adalah pengeluaran devisa untuk impor elpiji, kedua adalah beban untuk memberikan subsidi melon tiga kilogram yang sebagian besar salah sasaran," ujar dia.

baca juga

Lantas, Fahmy melihat bahwa kebijakan tersebut sudah layak untuk direalisasikan.

General Manager PLN mengaku masyarakat menyambut positif pengenalan kompor listrik

Kini, wacana tersebut dibarengi dengan pengenalan kompor listrik ke masyarakat melalui beberapa pilot project. General Manager PLN Unit Induk Distribusi Jakarta Raya Doddy B Pangaribuan mengaku bahwa melalui proyek tersebut, masyarakat di daerah seperti Bali dan Solo menyambut postifi konversi ke kompor listrik.

"Pilot project di Denpasar dan Solo menunjukkan hasil memuaskan, testimoni semua positif, semua mendukung. Testimoni menyebutkan konversi ini lebih mudah, murah, nyaman, dan keren," ungkap Doddy.

Mulan Jameela: Kompor listrik tak cocok buat masakan Indonesia

Sayangnya, tak seluruh pihak turut setuju dengan konversi kompor gas ke kompor listrik. Salah satu pihak yang mengkritik kebijakan tersebut tak lain adalah eks penyanyi yang kini menjabat sebagai Anggota Komisi VII DPR RI, Mulan Jameela.

Sebagai seorang ibu rumah tangga, Mulan paham betul bahwa pemakaian kompor listrik tak cocok saat digunakan dalam situasi dan kondisi masyarakat Indonesia.

Eks penyanyi Ratu tersebut juga menyebut kompor listrik tak cocok digunakan untuk memasak masakan Indonesia.

"Ini saya jujur ya, kapasitas saya sebagai anggota dewan dan sebagai emak-emak," ujar Mulan dalam rapat kerja Komisi VII dengan Ditjen ILMATE Kemenperin, Rabu (21/9/2022).

"Kami di rumah aja punya kompor listrik tetap tak bisa lepas dari yang gas, karena masakan Indonesia ya beda bukan masakan orang bule yang pancinya ya seukuran gitu aja," lanjutnya.

Ia juga menilai penggunaan listrik untuk kompor jenis tersebut sangat tinggi.

"Masyarakat yang kekurangan daya listriknya kan 450 VA, ini kebutuhannya 1.200-1.800 watt, gede sekali," ungkap Mulan. 

Kritik Mulan tersebut sontak disambut dengan positif oleh warganet. Beberapa dari mereka menyetujui pendapat Mulan lantaran pengalaman mereka sendiri menghadapi listrik yang tak stabil di rumah mereka.

"Wong listrik mota-mati nggak stabil kok nganggo kompor induksi. Setuju sama Mulan Jameela," tulis warganet via Twitter.

"Baru kali ini gua seumur umur setuju sama Mulan Jameela hahaha," sahut warganet lain.

Warganet lain juga ragu jika kompor listrik bisa memasak makanan Indonesia hingga matang, salah satunya yakni jenang.

"Gak bisa salahin Mulan Jameela, cobak ngudek jenang ambek kompor listrik (coba masak jenang pakai kompor listrik -red)," timpal warganet lainnya.

Warganet lain juga turut khawatir biaya listrik yang meningkat saat memasak hidangan hari raya yang berlimpah.

"Aku setuju sama Mulan Jameela. Gimana nanti pas lebaran, masak menunya gak cuman 1 macem, proses masaknya lama. Banyar listriknya pasti mahal," tulis warganet.

Kontributor : Armand Ilham

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

5 Perusahaan Dapat Cuan dari Program Kompor Induksi, Konglomerat Ikut Kecipratan

5 Perusahaan Dapat Cuan dari Program Kompor Induksi, Konglomerat Ikut Kecipratan

Bisnis | Jum'at, 23 September 2022 | 13:27 WIB

Wakili Emak-Emak, Mulan Jameela Kritik Program Kompor Induksi: Masakan Indonesia Beda

Wakili Emak-Emak, Mulan Jameela Kritik Program Kompor Induksi: Masakan Indonesia Beda

News | Jum'at, 23 September 2022 | 11:54 WIB

Perusahaan Keluarga Hartono yang Untung Berkat Kebijakan Kompor Listrik

Perusahaan Keluarga Hartono yang Untung Berkat Kebijakan Kompor Listrik

Bisnis | Kamis, 22 September 2022 | 16:55 WIB

5 Kompor Listrik Watt Paling Kecil, Hanya 500 Watt Harganya Terjangkau

5 Kompor Listrik Watt Paling Kecil, Hanya 500 Watt Harganya Terjangkau

Bisnis | Kamis, 22 September 2022 | 16:44 WIB

Kelebihan dan Kekurangan Kompor Listrik, Simak Penjelasannya

Kelebihan dan Kekurangan Kompor Listrik, Simak Penjelasannya

Tantrum | Kamis, 22 September 2022 | 14:08 WIB

Terpopuler: Bupati Purwakarta Anne Ratna Mustika Gugat Cerai Dedi Mulyadi, Pasang Surut Kehidupan Mulan Jameela

Terpopuler: Bupati Purwakarta Anne Ratna Mustika Gugat Cerai Dedi Mulyadi, Pasang Surut Kehidupan Mulan Jameela

Jabar | Kamis, 22 September 2022 | 09:37 WIB

Terkini

Dua Pulau Baru Muncul di Dekat Anak Krakatau, Apakah Ini Pusat Erupsi Baru?

Dua Pulau Baru Muncul di Dekat Anak Krakatau, Apakah Ini Pusat Erupsi Baru?

Sumsel | Kamis, 24 September 2026 | 23:37 WIB

28 PPKS di Karawang Jalani Asesmen untuk Penanganan Lanjutan

28 PPKS di Karawang Jalani Asesmen untuk Penanganan Lanjutan

Jabar | Kamis, 24 September 2026 | 23:31 WIB

Dua Yoni Situs Pocangan Jember Hilang, DPRD Desak Perlindungan Cagar Budaya Diperkuat

Dua Yoni Situs Pocangan Jember Hilang, DPRD Desak Perlindungan Cagar Budaya Diperkuat

Jatim | Kamis, 24 September 2026 | 23:11 WIB

Pemerintahan Prabowo Dorong Investasi Hijau dan Ketahanan Energi di PBB

Pemerintahan Prabowo Dorong Investasi Hijau dan Ketahanan Energi di PBB

Bisnis | Kamis, 24 September 2026 | 22:57 WIB

Bikin Tenang! Tren Baru Transaksi QRIS Biar Penjual Enggak Kena Tipu

Bikin Tenang! Tren Baru Transaksi QRIS Biar Penjual Enggak Kena Tipu

Lifestyle | Kamis, 24 September 2026 | 22:45 WIB

Presiden dan DPR Tak Siap Beri Keterangan, Sidang Gugatan UU Cipta Kerja Ditunda

Presiden dan DPR Tak Siap Beri Keterangan, Sidang Gugatan UU Cipta Kerja Ditunda

News | Kamis, 24 September 2026 | 22:08 WIB

Rapat BI-Kemenkeu Alot, Bahas Likuiditas hingga Aliran Modal Asing

Rapat BI-Kemenkeu Alot, Bahas Likuiditas hingga Aliran Modal Asing

Bisnis | Kamis, 24 September 2026 | 22:01 WIB

Karhutla Sumsel Tak Kunjung Padam, Bisakah Perusahaan yang Diduga Lalai Digugat?

Karhutla Sumsel Tak Kunjung Padam, Bisakah Perusahaan yang Diduga Lalai Digugat?

Sumsel | Kamis, 24 September 2026 | 21:59 WIB

Punya Kayu Melimpah, Ekspor Furnitur Indonesia Kalah dari Vietnam

Punya Kayu Melimpah, Ekspor Furnitur Indonesia Kalah dari Vietnam

Bisnis | Kamis, 24 September 2026 | 21:56 WIB

Keracunan MBG Terulang, Mantan Bupati Batang Desak BGN Perketat Pengawasan SPPG

Keracunan MBG Terulang, Mantan Bupati Batang Desak BGN Perketat Pengawasan SPPG

Jawa Tengah | Kamis, 24 September 2026 | 21:55 WIB

×