Usia Berapa Bayi Boleh Naik Gunung? Awas Balita Bisa Hipotermia

Rifan Aditya

Rabu, 28 September 2022 | 10:51 WIB
Usia Berapa Bayi Boleh Naik Gunung? Awas Balita Bisa Hipotermia
Ilustrasi usia berapa bayi boleh naik gunung (pixabay.com)

Suara.com - Heboh balita kena hipotermia saat mendaki gunung mendapatkan tanggapan luas dari netizen. Bahkan kabar ini pun sampai dikomentari oleh penyanyi Fiersa Besari. Lalu muncul pertanyaan usia berapa bayi boleh naik gunung?

Fiersa yang senang mendaki gunung, juga menyatakan pendapatnya bahwa ia sempat bercita-cita membawa anak mendaki. Akan tetapi, setelah punya anak, ia mengaku impian itu hilang seketika karena ia lebih ingin melindungi anak daripada untuk memuaskan ego pribadi.

Banyak yang menanggapi status Fiersa Besari ini dengan anjuran agar mengajak anak ke tempat hiburan yang lebih aman saja. Nah, mungkin Anda juga penasaran usia berapa anak bisa diajak mendaki? Yuk, cek saran-saran dan penjelasan usia berapa bayi boleh naik gunung di bawah ini. 

Minimal sudah berumur 3 bulan

Diterjemahkan dari babycenter.com, sebenarnya organ tubuh bayi memiliki kemampuan untuk menoleransi perubahan suhu di ketinggian seperti orang dewasa asalkan ia tidak memiliki masalah kesehatan khusus dan berusia di atas 3 bulan.

Bayi di bawah 3 bulan tidak memiliki paru-paru yang cukup matang untuk menangani stres ketinggian. Jadi tunggu sampai bayi mencapai usia lebih dari tiga bulan untuk melakukan perjalanan.

Periksa kondisi kesehatan secara keseluruhan

Hal lain yang perlu diperhatikan adalah kesehatan bayi. Sekalipun ia sudah menginjak usia cukup untuk melakukan  perjalanan, kita tidak boleh bertindak asal-asalan.

Jika bayi memiliki kondisi jantung atau paru-paru dan juga jika dia lahir prematur, maka kita harus mempertimbangkan kembali perjalanan tersebut. Dalam hal ini, konsultasikan dengan dokter anak tentang kemampuannya untuk mentolerir ketinggian.

baca juga

Rencanakan Perjalanan dengan Matang

Anda juga perlu memberi waktu pada tubuh untuk menyesuaikan diri dengan perubahan ketinggian. Maka dari itu,  lakukan perencanaan perjalanan yang mudah dengan sering berhenti di sepanjang jalan. Kebutuhan cairan meningkat di ketinggian yang lebih tinggi, jadi sering-seringlah merawat bayi yang Anda ajak mendaki dengan memberinya  beberapa ons susu formula dan air minum.

Pemeliharaan suhu tubuh juga harus diperhatikan terhadap bayi Anda. Jadi pastikan anak memakai beberapa lapis pakaian hangat untuk membuat anak Anda tetap nyaman.

Sinar matahari juga lebih intens di ketinggian yang lebih tinggi, jadi Anda harus sangat berhati-hati dalam mengoleskan tabir surya yang aman untuk bayi. Disarankan juga untuk menutupi kepalanya dengan topi bertepi lebar.

Kenali tanda-tanda hipotermia

Sekitar 25 persen orang dewasa bisa mendapatkan masalah kesehatan seperti hipotermia saat berada di ketinggian. Hal yang sama juga berlaku pada bayi.

Kalau Anda mulai melihat tanda-tanda bayi kesulitan bernafas, segera kembali ke titik awal pendakian, jangan diteruskan. Setelah itu segera akses ke perawatan kesehatan. Periksa detail kondisi anak agar tidak ada masalah di kemudian hari. 

Demikian itu penjelasan usia berapa bayi boleh naik gunung dan langkah-langkah apa yang harus dilakukan saat akan melakukan perjalanan dengan anak. Sebenarnya tidak ada larangan bayi naik gunung, tapi perlu dipertimbangkan segala faktor resiko dan kemungkinan bahayanya.

Kontributor : Mutaya Saroh

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Terpopuler: Heboh Bayi Diajak Naik Gunung Tersesar Hingga Hipotermia dan Tinggal Setahun Dengan Mayat

Terpopuler: Heboh Bayi Diajak Naik Gunung Tersesar Hingga Hipotermia dan Tinggal Setahun Dengan Mayat

Lifestyle | Rabu, 28 September 2022 | 09:31 WIB

Heboh Balita Diajak Naik Gunung Tersesat Hingga Hipotermia,  Fiersa Besari Ingatkan Ini Jika Bawa Anak Mendaki

Heboh Balita Diajak Naik Gunung Tersesat Hingga Hipotermia, Fiersa Besari Ingatkan Ini Jika Bawa Anak Mendaki

Lifestyle | Rabu, 28 September 2022 | 08:29 WIB

5 Hal yang Harus Diperhatikan Ketika Mendaki Gunung

5 Hal yang Harus Diperhatikan Ketika Mendaki Gunung

Your Say | Selasa, 27 September 2022 | 09:34 WIB

Terkini

Ibu Makin Cermat Memilih Produk Perawatan Anak, Bukan Lagi Sekadar Soal Harga

Ibu Makin Cermat Memilih Produk Perawatan Anak, Bukan Lagi Sekadar Soal Harga

Health | Senin, 24 Agustus 2026 | 21:54 WIB

Perkuat Keamanan Ruang Udara Obvitnas, Kilang Plaju Jalani Assessment AIP dan Supervisi SMP

Perkuat Keamanan Ruang Udara Obvitnas, Kilang Plaju Jalani Assessment AIP dan Supervisi SMP

Sumsel | Senin, 24 Agustus 2026 | 21:49 WIB

KemenPPPA Soroti Pentingnya Inklusi Keuangan bagi Perempuan Pelaku Usaha

KemenPPPA Soroti Pentingnya Inklusi Keuangan bagi Perempuan Pelaku Usaha

News | Senin, 24 Agustus 2026 | 21:44 WIB

Viral Anak Bacok Ayah di Deli Serdang, Polisi Amankan Pelaku

Viral Anak Bacok Ayah di Deli Serdang, Polisi Amankan Pelaku

Sumut | Senin, 24 Agustus 2026 | 21:41 WIB

Membongkar Jual-Beli Kursi Maba Unsoed: Dari 73 Kuota hingga Mahar Rp650 Juta

Membongkar Jual-Beli Kursi Maba Unsoed: Dari 73 Kuota hingga Mahar Rp650 Juta

News | Senin, 24 Agustus 2026 | 21:40 WIB

Projek-D Vol.5 Hadirkan Empat Panggung dan Puluhan Musisi di De Tjolomadoe

Projek-D Vol.5 Hadirkan Empat Panggung dan Puluhan Musisi di De Tjolomadoe

Surakarta | Senin, 24 Agustus 2026 | 21:37 WIB

Perkuat Pencegahan Karhutla, Mendagri Tito Tekankan Keterlibatan Pemda Hingga Tingkat Desa

Perkuat Pencegahan Karhutla, Mendagri Tito Tekankan Keterlibatan Pemda Hingga Tingkat Desa

News | Senin, 24 Agustus 2026 | 21:37 WIB

Ratu Dewa Target Macet Palembang Turun 40 Persen dalam 90 Hari, Mungkinkah?

Ratu Dewa Target Macet Palembang Turun 40 Persen dalam 90 Hari, Mungkinkah?

Sumsel | Senin, 24 Agustus 2026 | 21:30 WIB

Adriana Elisabet: Separatisme Papua Berawal dari Keluhan yang Tak Direspons Pemerintah

Adriana Elisabet: Separatisme Papua Berawal dari Keluhan yang Tak Direspons Pemerintah

News | Senin, 24 Agustus 2026 | 21:19 WIB

Kisah Ustazah Mona: Ibu Bhayangkari Sekaligus Guru PAI yang Siap Harumkan Nama di MTQ Nasional

Kisah Ustazah Mona: Ibu Bhayangkari Sekaligus Guru PAI yang Siap Harumkan Nama di MTQ Nasional

Jawa Tengah | Senin, 24 Agustus 2026 | 21:12 WIB

×