Adriana Elisabet: Separatisme Papua Berawal dari Keluhan yang Tak Direspons Pemerintah

Bella

Senin, 24 Agustus 2026 | 21:19 WIB
Adriana Elisabet: Separatisme Papua Berawal dari Keluhan yang Tak Direspons Pemerintah
Arsip - Satgas Operasi Damai Cartenz menangkap anggota Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat-Organisasi Papua Merdeka (TPNPB-OPM) Dugi Telenggen alias Dugwi Kogoya. (Foto dok. Ist)
baca 10 detik
  • Adriana Elisabet menyatakan separatisme di Papua berawal dari keluhan ekonomi sejak referendum dan masuknya Freeport yang tidak direspons pemerintah.
  • Perlawanan Papua yang meluas hingga tingkat internasional tersebut kemudian mendapat stigma negatif sebagai gerakan separatis dan teroris.
  • Adriana mendorong pembukaan ruang dialog untuk meluruskan sejarah Papua guna memperkecil perbedaan perspektif antara pemerintah dan masyarakat setempat.

Suara.com - Jaringan Damai Papua Adriana Elisabet menilai persoalan separatisme di Papua tidak muncul begitu saja, melainkan berawal dari berbagai keluhan dan kekecewaan masyarakat yang dinilai tidak mendapat respons memadai dari pemerintah Indonesia.

Hal itu disampaikan Adriana dalam diskusi dan bedah buku Thom Beanal: Pastor Awam, Kepala Suku, dan Bapa Bangsa Papua.

Menurut dia, persoalan tersebut pada awalnya berkaitan dengan keluhan masyarakat Papua, termasuk persoalan ekonomi yang muncul sejak proses referendum hingga masuknya Freeport.

"Persoalan separatisme katakanlah yang ada di Papua itu kan mulai dari sebuah grievance, keluhan, kekecewaan kenapa begini keadaannya. Itu di awal-awal ya, itu karena kasus referendum, masuk Freeport, itulah grievance-nya soal ekonomi," kata Adriana dalam diskusi tersebut di Jakarta, Senin (24/8/2026).

Adriana menilai situasi tersebut berpotensi berkembang menjadi perlawanan ketika berbagai keluhan masyarakat tidak segera direspons.

Menurutnya, apabila pemerintah sejak awal membuka komunikasi dan memberikan penjelasan terhadap persoalan yang dipermasalahkan masyarakat Papua, perkembangan konflik kemungkinan dapat berbeda.

"Seandainya saja pemerintah merespons cepat waktu itu keluhan-keluhan itu mungkin enggak ada sampai sekarang. Karena merasa tidak direspons, jadilah perlawanan, ada bahkan keinginan memisahkan diri," ujarnya.

Menurut Adriana, perlawanan di Papua kemudian berkembang hingga mendapat perhatian di tingkat internasional.

Bedah buku Thom Beanal: Pastor Awam, Kepala Suku, dan Bapa Bangsa Papua di KWI, Jakarta, Senin (24/8/2026). [Suara.com/Agustin)
Bedah buku Thom Beanal: Pastor Awam, Kepala Suku, dan Bapa Bangsa Papua di KWI, Jakarta, Senin (24/8/2026). [Suara.com/Agustin)

Di sisi lain, gerakan tersebut kerap diberi stigma sebagai gerakan separatis hingga dikaitkan dengan istilah Organisasi Papua Merdeka (OPM) dan kelompok separatis teroris.

baca juga

Ia menilai pelabelan tersebut tidak menyelesaikan persoalan mendasar yang sebelumnya belum terjawab.

"Karena perlawanan Papua terus meluas ya, bahkan ke internasional juga ya, walaupun itu tetap ada pro-kontra, kemudian distigma lah gerakan separatis. Bahkan gerakan separatis teroris, balik lagi ke istilah OPM dan lain sebagainya," kata Adriana.

Adriana kemudian menyoroti pentingnya pelurusan sejarah Papua sebagaimana menjadi bagian yang dibahas dalam buku tentang Thom Beanal.

Menurut dia, sejarah perlu dibicarakan secara terbuka karena rangkaian peristiwa masa lalu dapat melahirkan interpretasi berbeda antara pemerintah Indonesia dan masyarakat Papua.

"Itu persoalan yang tidak dijawab dengan baik. Nah, makanya di bukunya Pak Tom diperlukan pelurusan sejarah ya, perlu didialogkan sejarah itu," tuturnya.

Ia mengatakan perbedaan perspektif tersebut menjadi salah satu persoalan sensitif karena pemerintah Indonesia selama ini memandang sejarah Papua sebagai sesuatu yang telah final.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Pembangunan Papua Masih Diiringi Konflik, Sejarawan Pertanyakan: Untuk Siapa?

Pembangunan Papua Masih Diiringi Konflik, Sejarawan Pertanyakan: Untuk Siapa?

News | Senin, 24 Agustus 2026 | 20:34 WIB

Banyak Sosok yang Masih Rangkap Jabatan di Jajaran Manajemen DSI

Banyak Sosok yang Masih Rangkap Jabatan di Jajaran Manajemen DSI

Bisnis | Senin, 24 Agustus 2026 | 20:04 WIB

Pengangguran Tinggi di Papua Picu Gerakan Sipil dan Instabilitas

Pengangguran Tinggi di Papua Picu Gerakan Sipil dan Instabilitas

News | Senin, 24 Agustus 2026 | 19:50 WIB

1.923 Titik Panas Terdeteksi di Papua Tengah, Nabire Terbanyak

1.923 Titik Panas Terdeteksi di Papua Tengah, Nabire Terbanyak

News | Minggu, 23 Agustus 2026 | 21:42 WIB

Hadapi El Nino, Meki Fritz Nawipa Siapkan Helikopter hingga Satgas Kampung

Hadapi El Nino, Meki Fritz Nawipa Siapkan Helikopter hingga Satgas Kampung

News | Minggu, 23 Agustus 2026 | 20:05 WIB

Kalimantan Belum Selesai, Karhutla Kini Kepung Papua Tengah: Api Makin Meluas

Kalimantan Belum Selesai, Karhutla Kini Kepung Papua Tengah: Api Makin Meluas

News | Sabtu, 22 Agustus 2026 | 23:35 WIB

Viral Kuskus Waigeo di Atas Pohon Tumbang: Saat Hutan Habitat Satwa Endemik Papua Menyusut

Viral Kuskus Waigeo di Atas Pohon Tumbang: Saat Hutan Habitat Satwa Endemik Papua Menyusut

News | Jum'at, 21 Agustus 2026 | 17:20 WIB

OPM Eksekusi Agen BIN di Yahukimo: Korban Sudah Lama Jadi Target Operasi Rahasia!

OPM Eksekusi Agen BIN di Yahukimo: Korban Sudah Lama Jadi Target Operasi Rahasia!

News | Jum'at, 21 Agustus 2026 | 16:44 WIB

TPNPB-OPM Akui Tembak TNI dan Intel di Tolikara, Ada Korban Jiwa

TPNPB-OPM Akui Tembak TNI dan Intel di Tolikara, Ada Korban Jiwa

News | Kamis, 20 Agustus 2026 | 19:02 WIB

Karhutla di Kalimantan Kembali Meluas, Greenpeace Desak Pencegahan Diperkuat

Karhutla di Kalimantan Kembali Meluas, Greenpeace Desak Pencegahan Diperkuat

News | Kamis, 20 Agustus 2026 | 15:10 WIB

Terkini

Kasatgas Tito: Rehabilitasi dan Rekonstruksi Sektor Kesehatan Sumatera Capai Progres Signifikan

Kasatgas Tito: Rehabilitasi dan Rekonstruksi Sektor Kesehatan Sumatera Capai Progres Signifikan

News | Kamis, 15 Oktober 2026 | 19:19 WIB

KPK Benarkan OTT Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo

KPK Benarkan OTT Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo

News | Kamis, 15 Oktober 2026 | 19:18 WIB

Jelang Nataru, KAI Percepat Perbaikan Plafon dan Renovasi Toilet Stasiun Gambir

Jelang Nataru, KAI Percepat Perbaikan Plafon dan Renovasi Toilet Stasiun Gambir

News | Kamis, 15 Oktober 2026 | 19:18 WIB

Kepala BNPB Siap Bersih-Bersih Internal Usai OTT KPK, Pejabat Bisa Diganti!

Kepala BNPB Siap Bersih-Bersih Internal Usai OTT KPK, Pejabat Bisa Diganti!

News | Kamis, 15 Oktober 2026 | 19:17 WIB

Industri Sulit Serap Tenaga Kerja, Pemerintah Kirim Pekerja ke Korsel hingga Jepang

Industri Sulit Serap Tenaga Kerja, Pemerintah Kirim Pekerja ke Korsel hingga Jepang

Bisnis | Kamis, 15 Oktober 2026 | 19:16 WIB

Gus Lilur Pilih Jalur Hukum, Desak KPK Usut Dugaan Suap Muktamar NU

Gus Lilur Pilih Jalur Hukum, Desak KPK Usut Dugaan Suap Muktamar NU

Jatim | Kamis, 15 Oktober 2026 | 19:14 WIB

BRI Dorong Koperasi Desa Merah Putih Jadi Motor Ekonomi Kerakyatan

BRI Dorong Koperasi Desa Merah Putih Jadi Motor Ekonomi Kerakyatan

Jogja | Kamis, 15 Oktober 2026 | 19:13 WIB

KPK Buka Penyidikan Baru Kasus Fadia Arafiq, Belum Ada Tersangka

KPK Buka Penyidikan Baru Kasus Fadia Arafiq, Belum Ada Tersangka

Jawa Tengah | Kamis, 15 Oktober 2026 | 19:11 WIB

Membangun Ekonomi dari Akar Rumput, BRI Dukung Koperasi Merah Putih

Membangun Ekonomi dari Akar Rumput, BRI Dukung Koperasi Merah Putih

Jawa Tengah | Kamis, 15 Oktober 2026 | 19:10 WIB

Ahli UGM Sebut Ada Indikasi Pembiaran Pemerintah dalam Penanganan Banjir Sumatra

Ahli UGM Sebut Ada Indikasi Pembiaran Pemerintah dalam Penanganan Banjir Sumatra

News | Kamis, 15 Oktober 2026 | 19:10 WIB

×