Puan Maharani Nggak Salah-Salah Banget, Ternyata Ada Teknik Menanam Padi dengan Cara Maju

Farah Nabilla

Jum'at, 30 September 2022 | 16:01 WIB
Puan Maharani Nggak Salah-Salah Banget, Ternyata Ada Teknik Menanam Padi dengan Cara Maju
Puan Maharani tanam padi jalan maju bersama petani di sawah. (Twitter/ardianpancaa)

Suara.com - Ketua DPR RI Puan Maharani seakan tak henti-hentinya mencuri perhatian piublik. Setelah aksi cemberut saat membagikan kaos dan makan di warung pecel ‘mewah’ bersama Ketum PKB Muhaimin Iskandar, kini warganet kembali nyinyir pada Puan.

Hal itu disebabkan oleh salah satu video yang diunggah di akun instagramnya @puanmaharaniri beberapa waktu lalu, dimana ia sedang berada di sebuah areal persawahan di Kabupaten Badung, Provinsi Bali.

Dalam video itu terlihat Puan ikut menanam bibit padi. Namun cara Puan menanam padi tak biasa, yakni berjalan maju, tidak mundur seperti yang dilakukan kebanyakan petani.

“Saya baru tahu para petani di Desa Sedang, Kecamatan Abiansemal, Kabupaten Badung, Bali menanam dengan cara yang berbeda. Di sini area tanam padi dibentuk segi empat, yang di tengah kotaknya harus diinjak,” tulis Puan.

Aksi Puan tersebut lalu memicu komentar nyinyir para netizen. Di kolom komentar unggahan tersebut ada saja netizen yang mengatakan jika cara Puan menanam padi tersebut salah.

Baru tahu nanemnya maju,” tulis salah satu warganet.

Saya baru tau jug mbak puan menanam dengan cara yang berbeda,” timpal warganet lainnya.

Nanam padinya salah ibu, seharusnya mundur,” tambeh warganet lainnya.

Ternyata yang sedang dipraktekkan Puan tersebut adalah cara menanam padi dengan sistem tanam Jarwo atau Jajar Legowo.

baca juga

Dengan sistem Jarwo, cara menanam padi memang berbeda, yakni dengan berjalan maju. Berbeda dengan sistem tanam padi biasa yang disebut nandur atau menanam mundur.

Hal tersebut dijelaskan oleh salah satu akun Twitter @ajizaan. Dalam salah satu postingannya, akun tersebut menyinggung soal menanam padi dengan Sistem Jarwo.

Menurut akun tersebut, menanam padi dengan Sistem Jarwo dilakukan dengan membuat pola terlebih dahulu di lahan persawahan.

Polanya yakni berupa garis berbentuk kotak-kotak di lahan sawah, yang dibuat dengan perhitungan 2:1 atau 3:1.

Dengan begitu penanaman padi jadi lebih cepat karena dilakukan dengan berjalan maju.

Dengan cara dibikin garisan dulu, dengan "caplak". jadi, nandure maju, luwih cepet,” tulis akun tersebut.

Kelebihan lain dari menanam padi dengan Sistem Jarwo juga diungkap oleh Dinas Pertanian Kabupaten Buleleng, Provinsi Bali.

Dalam sebuah artikel di laman resminya disebutkan, produktifitas padi akan meningkat jika penanamannya dilakukan dengan Sistem Jarwo.

“Salah satu teknik penanaman padi yang dapat menghasilkan produksi yang cukup tinggi serta memberikan kemudahan dalam aplikasi pupuk dan pengendalian organisme pengganggu tanaman,” demikian tertulis dalam artikel tersebut.

Selain itu Sistem Jarwo juga lebih mudah diaplikasikan dan membuat tanaman padi kuat dari serangan hama.

Berikut adalah kelebihan dari sistem tanam Jajar Legowo menurut Dinas Pertanian Kabupaten Buleleng, Provinsi Bali.

  • Menambah jumlah tanaman padi ;
  • Meningkatkan produksi tanaman padi;
  • Memperbaiki kualitas gabah dengan semakin banyaknya tanaman pinggir;
  • Mengurangi serangan penyakit;
  • Mengurangi tingkat serangan hama;
  • Mempermudah dalam perawatan baik itu pemupukan maupun penyemprotan pestisida;
  • Menghemat pupuk karena yang dipupuk hanya bagian dalam baris tanaman.

Meski begitu, sistem tanam padi Jajar Legowo juga memiliki sejumlah kekurangan, yakni:

  • Membutuhkan tenaga tanam yang lebih banyak dan waktu tanam yang lebih lama pula
  • Membutuhkan benih yang lebih banyak dengan semakin banyaknya populasi.

Kontributor : Damayanti Kahyangan

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

PDIP 'Babak Belur' Jika Puan Ngotot Maju Capres 2024, Cuma Ganjar Sang Penyelamat?

PDIP 'Babak Belur' Jika Puan Ngotot Maju Capres 2024, Cuma Ganjar Sang Penyelamat?

News | Jum'at, 30 September 2022 | 15:43 WIB

CEK FAKTA! Puan Maharani Optimis Menang Pemilu 2024: Kita Bersama Wong Licik

CEK FAKTA! Puan Maharani Optimis Menang Pemilu 2024: Kita Bersama Wong Licik

News | Jum'at, 30 September 2022 | 15:41 WIB

3 Metode Menanam Padi yang Benar, Mana yang Tidak Mudah Kena Hama?

3 Metode Menanam Padi yang Benar, Mana yang Tidak Mudah Kena Hama?

News | Jum'at, 30 September 2022 | 15:37 WIB

Puan Maharani Menyebut PLTS di Lingkungan DPR Memperhatikan Keindahan Taman

Puan Maharani Menyebut PLTS di Lingkungan DPR Memperhatikan Keindahan Taman

Selebtek | Jum'at, 30 September 2022 | 14:57 WIB

Soal Muka Masam Puan Maharani saat Bagi-bagi Kaos, Pria Ini Sebut Alasan Kecapean dan Kepanasan Lebih Masuk Akal

Soal Muka Masam Puan Maharani saat Bagi-bagi Kaos, Pria Ini Sebut Alasan Kecapean dan Kepanasan Lebih Masuk Akal

Banten | Jum'at, 30 September 2022 | 14:04 WIB

Elektabilitas Keok dengan Ganjar hingga Disebut Bikin PDIP Nyungsep, Masinton Tetap Bela Puan: Survei Bukan jadi Penentu

Elektabilitas Keok dengan Ganjar hingga Disebut Bikin PDIP Nyungsep, Masinton Tetap Bela Puan: Survei Bukan jadi Penentu

News | Jum'at, 30 September 2022 | 13:37 WIB

Ngakak, AHY Tidak Tahu Pemancing yang Ajak Salaman Pakai Kaos Gambar Puan Maharani: Itu Kaos yang Dilempar Kemarin

Ngakak, AHY Tidak Tahu Pemancing yang Ajak Salaman Pakai Kaos Gambar Puan Maharani: Itu Kaos yang Dilempar Kemarin

Semarang | Jum'at, 30 September 2022 | 12:54 WIB

Buka Pintu Lebar-lebar, Partai Demokrat Masih Menantikan Safari Politik Puan Maharani

Buka Pintu Lebar-lebar, Partai Demokrat Masih Menantikan Safari Politik Puan Maharani

News | Jum'at, 30 September 2022 | 11:41 WIB

Terkini

Bank Sumsel Babel Tebar Promo HUT RI, Jajan Cukup Bayar Rp1.945 dengan QRIS BSB Mobile

Bank Sumsel Babel Tebar Promo HUT RI, Jajan Cukup Bayar Rp1.945 dengan QRIS BSB Mobile

Sumsel | Kamis, 13 Agustus 2026 | 00:06 WIB

Cashback Jadi Andalan Luna Maya Saat Belanja, Sudah Kumpulkan Hingga Rp 1,6 Juta

Cashback Jadi Andalan Luna Maya Saat Belanja, Sudah Kumpulkan Hingga Rp 1,6 Juta

Lifestyle | Kamis, 13 Agustus 2026 | 00:02 WIB

Bank Sumsel Babel Perluas Layanan, 624 Prajurit Yonif TP 893 Kini Punya Akses Perbankan

Bank Sumsel Babel Perluas Layanan, 624 Prajurit Yonif TP 893 Kini Punya Akses Perbankan

Sumsel | Rabu, 12 Agustus 2026 | 23:57 WIB

Dari Sekolah hingga UMKM, Internet Mengubah Kehidupan Warga di Daerah 3T

Dari Sekolah hingga UMKM, Internet Mengubah Kehidupan Warga di Daerah 3T

News | Rabu, 12 Agustus 2026 | 23:50 WIB

Karhutla Sumsel Makin Sulit Dikendalikan, Hujan Buatan Terkendala Awan

Karhutla Sumsel Makin Sulit Dikendalikan, Hujan Buatan Terkendala Awan

Sumsel | Rabu, 12 Agustus 2026 | 23:46 WIB

Karhutla Sumsel Makin Sulit Dipadamkan, Sumber Air Mulai Jadi Masalah

Karhutla Sumsel Makin Sulit Dipadamkan, Sumber Air Mulai Jadi Masalah

Sumsel | Rabu, 12 Agustus 2026 | 23:38 WIB

Viral Tukang Cukur di Rancabungur Dimarahi Karena Belum Pasang Bendera, Ini Kata Camat

Viral Tukang Cukur di Rancabungur Dimarahi Karena Belum Pasang Bendera, Ini Kata Camat

Bogor | Rabu, 12 Agustus 2026 | 23:32 WIB

Bintang-bintang Legendaris Liga Inggris akan Saling Berhadapan di GBK, Catat Waktunya

Bintang-bintang Legendaris Liga Inggris akan Saling Berhadapan di GBK, Catat Waktunya

Bola | Rabu, 12 Agustus 2026 | 22:45 WIB

Yenti Garnasih Bongkar Indikasi TPPU Febrie dan Luruskan Istilah Kriminalisasi

Yenti Garnasih Bongkar Indikasi TPPU Febrie dan Luruskan Istilah Kriminalisasi

News | Rabu, 12 Agustus 2026 | 22:39 WIB

Polisi Temukan Bukti Permulaan, Kasus Kematian Sutrimo Naik ke Tahap Penyidikan Pidana

Polisi Temukan Bukti Permulaan, Kasus Kematian Sutrimo Naik ke Tahap Penyidikan Pidana

News | Rabu, 12 Agustus 2026 | 22:35 WIB

×