'Anak Saya Dibunuh Aparat', Bapak Korban Tragedi Kanjuruhan Lantang Tak Suka Lagi Sepak Bola Indonesia

Dany Garjito, Fita Nofiana

Rabu, 05 Oktober 2022 | 11:28 WIB
'Anak Saya Dibunuh Aparat', Bapak Korban Tragedi Kanjuruhan Lantang Tak Suka Lagi Sepak Bola Indonesia
Sejumlah coretan berisi kekecewaan menghiasi dinding Stadion Kanjuruhan Malang, Jawa Timur, Selasa (4/10/2022). Mereka minta agar kasus Tragedi Kanjuruhan yang menelan lebih dari 100 orang meninggal dunia diusut tuntas. [Suara.com/Dimas Angga]

Suara.com - Tragedi Kanjuruhan memang menyimpan duka mendalam bagi seluruh masyarakat Indonesia, terutama bagi keluarga korban. 

Duka atas tragedi Kanjuruhan juga dirasakan oleh M. Munif, seorang bapak yang kehilangan putrinya usai pamit nonton laga Arema dan Persebaya itu.

Munif mulanya mengizinkan putrinya menonton sepakbola untuk yang pertama kali. Dia pikir, jika sudah memiliki tiket sang putri akan dijamin keselamatannya oleh petugas keamanan.

"Anak saya sudah punya tiket, itu harusnya dia aman. Tapi lain pas di lapangan, justru anak saya meninggal, meninggalnya anak saya karena serangan gas air mata," ujar Munif dalam perbincangan di TV One.

Sejumlah coretan berisi kekecewaan menghiasi dinding Stadion Kanjuruhan Malang, Jawa Timur, Selasa (4/10/2022). Mereka minta agar kasus Tragedi Kanjuruhan yang menelan lebih dari 100 orang meninggal dunia diusut tuntas. [Suara.com/Dimas Angga]
Sejumlah coretan berisi kekecewaan menghiasi dinding Stadion Kanjuruhan Malang, Jawa Timur, Selasa (4/10/2022). Mereka minta agar kasus Tragedi Kanjuruhan yang menelan lebih dari 100 orang meninggal dunia diusut tuntas. [Suara.com/Dimas Angga]

Dia menyatakan adanya penembakan gas air mata ke tribun penonton yang notabene dalam situasi yang masih kondusif.

"Yang saya tahu kan enggak boleh ada gas air mata. Suporter bawa korek aja enggak boleh kenapa aparat bisa masukin gas air mata," kata Munif.

"Apa itu diperbolehkan apakah itu kesengajaan mau bunuh suporter Arema termasuk anak saya," tambahnya.

Lebih lanjut dia merasa anaknya sebagai korban pembunuhan tim pengamanan yang tak lain adalah aparat kepolisian dan tentara.

"Yang jelas anak saya ini bukan mati karena apa, ini jelas-jelas dibunuh anak saya sama keamanan di lapangan, padahal aparat harusnya melindungi bukan untuk membunuh kenapa harus begitu jadinya," kata Munif.

baca juga

"Jelas-jelas itu anak saya kena tembakan gas air mata itu fakor utamanya seharunya enggak perlu kan," tambahnya.

Munif menyebutkan bahwa jika ada aparat yang datang ke rumahnya dia sama sekali tak akan menerima permintaan maaf mereka.

Ayah korban Tragedi Kanjuruhan (YouTube)
Ayah korban Tragedi Kanjuruhan (YouTube)

Dia juga menyebutkan bahwa sebelum ada pengurus yang becus sepak bola lebih baik olahraga tersebut dihapus saja.

"Saya sudah enggak suka lagi sama sepak bola Indonesia, hapuslah sepak bola Indonesia, enggak ada gunanya enggak ada yang becus buat pengamanan suporter," tutupnya.

Tragedi Kanjuruhan sendiri hingga Senin (3/10/2022) tercatat 174 suporter meninggal dunia. Dua di antara korban adalah anggota Polri yang tengah melakukan pengamanan. Adapun 448 suporter lain masih menjalani perawatan di rumah sakit.

Selain menimbulkan banyak korban jiwa, insiden itu juga mengakibatkan 13 mobil rusak, 10 mobil di antaranya adalah mobi dinas Polri, dan sisanya mobil pribadi.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Hapus Rivalitas Antar Sesama, Suporter Jateng dan DIY Gelar Doa dan Sholat Ghaib untuk Tragedi Kanjuruhan

Hapus Rivalitas Antar Sesama, Suporter Jateng dan DIY Gelar Doa dan Sholat Ghaib untuk Tragedi Kanjuruhan

Video | Rabu, 05 Oktober 2022 | 10:56 WIB

Sesalkan Tragedi Kanjuruhan, Marselino Ferdinan: Kalau Tahu Begini, Mending Ngalah

Sesalkan Tragedi Kanjuruhan, Marselino Ferdinan: Kalau Tahu Begini, Mending Ngalah

Jogja | Rabu, 05 Oktober 2022 | 10:48 WIB

Spanduk Fan Bayern Munich untuk Korban Kanjuruhan: Lebih dari 100 Orang Dibunuh oleh Polisi

Spanduk Fan Bayern Munich untuk Korban Kanjuruhan: Lebih dari 100 Orang Dibunuh oleh Polisi

Bekaci | Rabu, 05 Oktober 2022 | 10:44 WIB

Terkini

Niat Hati Healing, Malah Jatuh Miskin: Kenali Jebakan Doom Shopping di Kala Stres!

Niat Hati Healing, Malah Jatuh Miskin: Kenali Jebakan Doom Shopping di Kala Stres!

Your Say | Minggu, 08 November 2026 | 10:19 WIB

Jenderal yang Menanggalkan Gelar Andi, Kini Bergelar Pahlawan Nasional

Jenderal yang Menanggalkan Gelar Andi, Kini Bergelar Pahlawan Nasional

Sulsel | Minggu, 08 November 2026 | 10:16 WIB

Bungkam Persiraja 5-0, Pelatih PSMS Medan Apresiasi Kerja Keras Pemain

Bungkam Persiraja 5-0, Pelatih PSMS Medan Apresiasi Kerja Keras Pemain

Sumut | Minggu, 08 November 2026 | 10:15 WIB

Revisi UU Keuangan Haji, Momentum BPKH Perkuat Kelembagaan Dana Umat

Revisi UU Keuangan Haji, Momentum BPKH Perkuat Kelembagaan Dana Umat

Bisnis | Minggu, 08 November 2026 | 10:12 WIB

Ketika Menjadi Berbeda Justru Membuatmu Istimewa

Ketika Menjadi Berbeda Justru Membuatmu Istimewa

Your Say | Minggu, 08 November 2026 | 10:10 WIB

10 Pantangan yang Tidak Boleh Dilanggar oleh Orang dengan Weton Tulang Wangi

10 Pantangan yang Tidak Boleh Dilanggar oleh Orang dengan Weton Tulang Wangi

Lifestyle | Minggu, 08 November 2026 | 10:10 WIB

Hey Anak Manja! Selamat Dayang di Kamp Chi Ku

Hey Anak Manja! Selamat Dayang di Kamp Chi Ku

News | Minggu, 08 November 2026 | 10:05 WIB

Rela Ngutang demi Hajatan Mewah, tapi Anak Minta Kuliah Jawabnya "Gak Ada Biaya", Kok Bisa?

Rela Ngutang demi Hajatan Mewah, tapi Anak Minta Kuliah Jawabnya "Gak Ada Biaya", Kok Bisa?

Your Say | Minggu, 08 November 2026 | 10:00 WIB

Karhutla Ganggu Air Bersih 1.314 KK di Kayong Utara, Bupati Romi Dorong Perbaikan Pipa Sungai Buloh

Karhutla Ganggu Air Bersih 1.314 KK di Kayong Utara, Bupati Romi Dorong Perbaikan Pipa Sungai Buloh

News | Minggu, 08 November 2026 | 09:55 WIB

Shin Tae-yong Ungkap Badai Flu Terjang Skuad Persija Jakarta

Shin Tae-yong Ungkap Badai Flu Terjang Skuad Persija Jakarta

Bola | Minggu, 08 November 2026 | 09:50 WIB

×