'Waspada Operasi Intelijen NasDem' Partai Biru Bisa Dongkrak Tiga Besar di Pilpres 2024

Dany Garjito | Fita Nofiana
'Waspada Operasi Intelijen NasDem' Partai Biru Bisa Dongkrak Tiga Besar di Pilpres 2024
Surya Paloh (Yutube)

NasDdem disebut bisa dongkrang masuk ke peringkat tiga besar di Pilpres 2024.

Suara.com - Partai Nasional Demokrat (NasDem) menjadi partai yang secara resmi sudah tancap gas melakukan deklarasi untuk pencapresan 2024.

NasDem mengusung Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan sebagai calon presiden di mana sudah santer memuncaki survei elektabilitas belakangan ini.

Meski NasDem baru didirikan pada tahun 2011, partai ini memiliki berbagai kekuatan besar di mana pada Pemilu 2019 sudah duduki peringkat kelima dengan 9,05 persen perolehan suara.

Pengamat bahkan menyebutkan bahwa NasDem bisa masuk ke peringkat tiga besar dalam Pemilu 2024 mendatang. Apalagi partai tersebut sudah resmi akan mengusung tokoh populer seperti Anies Baswedan.

Baca Juga: Kocak! Anies Baswedan Respons Begini saat Disandingkan dengan Vokalis Band Jepang

"Partai ini disebut punya kekuatan finansial dan modal politik yang mumpuni untuk bersaing di Pemilu 2024," ungkap pembicara di kanal Youtube Pintar Politik.

Ketum Partai Nasdem Surya Paloh saat menghadiri pemakaman Menteri PAN RB Tjahjo Kumolo di TMP Kalibata Jaksel pada Jumat (1/7/2022). [Suara.com/Bagaskara]
Ketum Partai Nasdem Surya Paloh saat menghadiri pemakaman Menteri PAN RB Tjahjo Kumolo di TMP Kalibata Jaksel pada Jumat (1/7/2022). [Suara.com/Bagaskara]

"Termasuk jika NasDem berhasil mengusung sosok seperti Anies Baswedan."

NasDem didukung oleh barisan pengusaha kawakan yang membuat pendanaan kuat partai biru tersebut.

Salah satu buktinya adalah pembangunan NasDem Tower saat pandemi di mana menjadi kantor partai paling mentereng di Indonesia.

NasDem juga dilaporkan memodali calon legislatif mereka sebanyak Rp 5 hingga 10 miliar di Pemilu 2014.

Baca Juga: Skenario 'All Jokowi's Men': Terwujud Asal NasDdem Batal Usung Anies Baswedan?

Kekuatan NasDem di Kemkominfo: Awas Operasi Intelijen